Breaking News

Tepung bekicot

Harga pakan (makanan) ternak atau ikan dari tahun ke tahun semakin meningkat. Keadaan ini tentunya sangat memberatkan bagi petani atau peternak kecil. Apabila dipaksakan untuk melangsungkan budidaya tertentu, misalnya budidaya ikan, ayam, itik, kodok, dan lain-lain, tentunya akan mengakibatkan kerugian, bahkan besar kemungkinan petani atau peternak akan gulung tikar.


Kemungkinan pemecahan masalah ini, para petani atau peternak yang masih menginginkan melangsungkan budidaya tersebut, dapat melakukannya dengan membuat pakan sendiri. Tujuannya untuk menekan harga dasar pakan. Bekicot merupakan salah satu bahan baku pembuatan pakan, yang dapat digunakan sebagai pengganti tepung ikan. Untuk daerah dataran tinggi, tepung ikan ini mungkin agak sulit didapat. Sebagian penggantinya, dapat digunakan bekicot yang dijadikan tepung.

Manfaat penggunaan tepung bekicot sebagai pengganti tepung ikan dan tepung daging, yaitu sebagai berikut.
  1. Menekan harga dasar pakan.
  2. Mengurangi gangguan hama bekicot.
  3. Membiasakan petani atau peternak untuk memanfaatkan kekayaan alam sekitar.


Syarat Keterlaksanaan

Untuk pembuatan pakan (makanan) ternak/ikan dengan menggunakan tepung bekicot akan menghasilkan pakan yang berkualitas baik dan biaya yang dikeluarkan cukup murah. Apabila syarat-syarat yang dibutuhkan itu telah tersedia. Syarat-syarat untuk keterlaksanaan pembuatan pakan, yaitu sebagai berikut.
  1. Bekicot yang tersedia, baik di alam maupun yang dibudidayakan cukup banyak.
  2. Bahan dasar lainnya (seperti dedak, jagung, kedelai, kacang hijau, dan lain-lain).
  3. Ketersediaan alat dan bahan.


Pembuatan Pakan

Bekicot (tepung bekicot) merupakan bahan dasar sebagai pengganti tepung ikan untuk pembuatan pakan. Untuk pembuatan pakan ini, bekicot harus diolah terlebih dahulu hingga menjadi tepung bekicot. Proses pembuatan tepung bekicot adalah sebagai berikut.
  1. Bekicot dicuci, untuk menghilangkan kotoran yang menempel di cangkang.
  2. Rebus atau rendam bekicot dalam air mendidih selama 15 menit, untuk memudahkan pencungkilan daging bekicot dari cangkangnya.
  3. Daging dan isi perut bekicot dijemur hingga kering. Penjemuran akan memakan waktu 2-5 hari. Untuk mempercepat proses pengeringan, dapat digunakan oven. Dalam menggunakan oven, kita harus memperhatikan temperatur di dalam oven, yaitu 60 derajat celcius, selama 12 jam.
  4. Gilinglah daging beserta isi perut bekicot dengan menggunakan penggiling daging atau ditumbuk hingga menjadi tepung.
Cangkang bekicot juga dimanfaatkan sebagai bahan campuran pembutan pakan. Cangkang bekicot banyak mengandung zat kapur (kalsium), yang sangat berguna untuk pembentukan tulang. Cangkang ini ditumbuk untuk dijadikan tepung cangkang. Tepung cangkang dapat dijadikan sebagai pengganti mineral yang dibutuhkan oleh ternak/ikan. Tepung bekicot dan tepung cangkang (mineral) siap untuk dijadikan bahan campuran pembuatan berbagai jenis pakan. Berbagai jenis pakan yang dapat dibuat dengan menggunakan tepung-tepung pengganti ini, adalah sebagai berikut.

A. Pembuatan pakan ayam kampung
Pertumbuhan ayam kampung cukup lambat apabila hanya diberi pakan (makanan) seadanya atau dilepas, mencari makanan sendiri. Untuk memperoleh pertumbuhan yang cepat dan mendapatkan produksi daging yang baik berkualitas tinggi, diperlukan pakan yang baik. Pakan yang baik harus memiliki makanan penguat (karbohidrat) yang cukup, sebagai sumber energi dan protein sebagai sumber pertumbuhan utama. Pembuatan pakan ayam kampung harus dibedakan berdasarkan usia ayam. Berikut adalah tabel pembuatan pakan ayam kampung untuk 100 kg pakan jadi.

Bahan
Anak ayam 1-2 bulan
Anak ayam 1-2 bulan
Ayam masa bertelur
Dedak halus
Jagung
Kacang hijau
Bungkil kacang tanah
Bungkil kelapa
Bungkil kedelai
Tepung bekicot
Tepung cangkang bekicot
Vitamin (premix)
12 kg
41 kg
15 kg
14 kg
4 kg
10 kg
4 kg
-

2 kg
15 kg
50 kg
10 kg
7 kg
4 kg
10 kg
4 kg
-

2 kg
15 kg
60 kg
-
-
5 kg
9 kg
4 kg
11 kg

2 kg
B. Pembuatan pakan itik
Pembuatan pakan itik pada dasarnya, tidak jauh berbeda dengan pembuatan pakan ayam kampung, yaitu harus memperhatikan usia itik yang dikelompokkan berdasarkan tiga tingkat pertumbuhan, yaitu sebagai berikut.
  1. Anak itik usia 1-30 hari, pakan yang diberikan berupa campuran dedak halus, ampas tahu, dan bekicot.
  2. Anak itik usia 1-3 bulan, pakan yang diberikan berupa campuran dedak halus, ampas tahu, bekicot yang diiris kecil-kecil, dan tepung bekicot.
  3. Itik dara usia 3-5 bulan, pakan yang diberikan berupa campuran gabah atau padi, dedak halus, dan ampas tahu. Untuk itik dara, pakan tidak perlu ditambah irisan bekicot karena akan mengakibakan itik kegemukan dan sulit bertelur.
  4. Itik dewasa, pakan yang diberikan untuk ituk dewasa berupa campuran gabah atau padi, jagung, kacang-kacangan, bekicot, tepung cangkang kasar, dan vitamin (premix).
Berikut ini adalah tabel pembuatan pakan itik untuk 25 kg.
Bahan
Anak itik 1-30 hari
Anak itik 1-3 bulan
Itik dara 3-5 bulan
Itik dewasa
Dedak halus
Ampas tahu
Tepung bekicot
Bekicot segar
Tepung cangkang bekicot
Ikan rebus
Padi/gabah
Kacang-kacangan
Jagung
Vitamin (premix)
9 kg
14 kg
2 kg
-
-

-
-
-

-
6,75 kg
13,50 kg
1,25 kg
-
-

3,50 kg
-
-

-
6,50 kg
15,75 kg
-
-
-

-
2,75 kg
-

-
-
-
-
7,50 kg
2,25 kg
-
6,25 kg
1,25 kg
5 kg

0,25 kg
C. Pakan Kodok
Kodok saat ini banyak dibudidayakan di Indonesia karena mempunyai prospek yang cukup cerah. Kodok yang banyak dibudidayakan saat ini adalah kodok-kodok impor jenis kodok lembu dari Amerika dan kodok banteng dari Afrika. Pakan kodok tidak perlu dibuat secara khusus, cukup dengan memberikan daging bekicot. Untuk kodok kecil, daging bekicot yang akan diberikan harus dipotong-potong agar kodok dapat menelan bagian daging yang telah dipotong.

Untuk bekicot besar, dapat diberikan daging bekicot utuh yang telah dipisah bagian daging (kepala dan kaki) dengan bagian isi perut. Kodok hanya menyukai pakan yang bergerak. Oleh karena itu, diperlukan cara khurus pemberian pakan, yaitu dengan melatih pemberian pakan mati yang digerakkan.

D. Pakan ikan mas (Karper)
Ikan mas (karper) semakin banyak dibudidayakan, di kolam, sawah, jaring terapung, kolam air deras, dan lain-lain. Budidaya ikan mas secara intensif memerlukan ketersediaan pakan dalam jumlah yang cukup, di samping pemberian pakan yang tepat waktu dan rutin. Ikan mas, seperti halnya ternak, membutuhkan makanan yang bergizi untuk pertumbuhan. Untuk mencapai pertumbuhan yang baik, dibutuhkan pakan yang berkualitas tinggi, artinya kanduang protein, mineral, vitamin, dan lain-lain mencukupi untuk keperluan pakan dengan kualitas ini, dapat dibuat pakan dengan susunan bahan dasar sebagai berikut.
  1. Tepung bekicot 20 kg.
  2. Tepung darah 9 kg.
  3. Tepung jagung 7 kg.
  4. Tepung tapioka 3 kg.
  5. Dedak 45 kg.
  6. Tepung kedelai 12 kg.
  7. Vitamin (premix) 2 kg.
  8. Mineral 1 kg.
  9. Minyak ikan 1 kg.

E. Pakan ikan lele
Pada dasarnya pembuatan pakan ikan lele tidak jauh berbeda dengan pembuatan pakan ikan mas. Yang membedakan hanyalah kandungan tepung bekicot sedikit lebih banyak dibandingkan dengan pakan ikan mas. Hal ini disebabkan ikan lele merupakan jenis ikan pemakan daging (carnifora). Secara praktis atau langkah yang lebih mudah, dapat dilakukan dengan pemberian bekicot secara langsung dengan mengiris atau memotong terlebih dahulu.

  1. Tepung bekicot 43 kg.
  2. Tepung jagung 9 kg.
  3. Tepung tapioka 3 kg.
  4. Dedak 35 kg.
  5. Tepung kedelai 6 kg.
  6. Vitamin (premix) 2 kg.
  7. Mineral 2 kg.


Alat dan Bahan

A. Pembuatan tepung bekicot dan tepung cangkang bekicot
Alat -alat yang dibutuhkan untuk pembuatan tepung bekicot dan tepung cangkang bekicot adalah sebagai berikut.
  1. Keranjang bambu.
  2. Pisau (pencungkil).
  3. Tampah (wadah pengering/tikar bambu).
  4. Kawat kasa yang dibuat/dibentuk untuk menutup tampah.
  5. Penggiling daging atau lumpang dan alu.
Bahan : Bahan dibuat dari bekicot.

B. Pembuatan Pakan
Alat.
  1. Lumpang dan alu.
  2. Timbangan gantung.
  3. Karung plastik.
  4. Alat pencampur (mixer) atau wadah besar (baskom).
  5. Alat pengaduk (sekop).
  6. Dandang/drum bekas,
  7. Kompor atau tungku api.
  8. Alat pencetak pelet (giling daging).
Bahan.
  1. Dedak halus.
  2. Tepung jagung.
  3. Tepung kacang hijau.
  4. Bungkil kacang tanah.
  5. Bungkil kelapa.
  6. Tepung kedelai.
  7. Tepung tapioka.
  8. Tepung bekicot.
  9. Tepung cangkang bekicot.
  10. Tepung darah.
  11. Vitamin (premix)
  12. Mineral.
  13. Minyak ikan.


Langkah Kerja

A. Pembuatan tepung bekicot dan tepung cangkang bekicot
  1. Cucilah bekicot hingga bersih dari kotoran yang melekat pada cangkangnya.
  2. Rebus atau rendamlah bekicot dalam air mendidih selama 15 menit.
  3. Dinginkan.
  4. Cungkillah daging bekicot berikut dengan isi perutnya.
  5. Pisahkan cangkangnya bekicot ke dalam satu wadah.
  6. Jemurlah bekicot hingga kering (2 sampai 5 hari) atau gunakan oven apabila ada.
  7. Gunakan tutup kawat kasa untuk menjaga kebersihan daging bekicot dari lalat yang biasanya bertelur pada saat penjemuran bekicot.
B. Pembuatan pakan
1. Penepungan
Lakukanlah penepungan untuk semua jenis bahan yang akan digunakan untuk pembuatan pelet dengan cara sebagai berikut.
  • Siapkan alat untuk menepung bahan (alat yang digunakan adalah mesin diskmill atau secara sederhana menggunakan alat penumbuk, yaitu lumpang dan alu).
  • Masukan bahan ke dalam alat mesin tersebut.
  • Tekan tombol on pada mesin.
  • Siapkan karung plastik dan ikatlah karung plastik tersebut pada bagian pengeluaran dari mesin.
  • Hasil penepungan akan keluar dan ditampung di dalam karung plastik.
  • Lakukanlah proses penepungan tersebut hingga seluruh bahan habis.
  • Jika menggunakan alat sederhana, lakukanlah penumbukan pada seluruh bahan dan saring/ayaklah bahan tersebut sehingga diperoleh tepung yang halus.
2. Penimbangan
  • Tmbanglah seluruh bahan sesuai dengan formula pakan ikan ang akan dibuat.
  • Penimbangan dilakukan untuk masing-masing bahan dan dipisahkan untuk jenis-jenis bahan.
3. Pencampuran
  • Siapkanlah alat pencampuran (alat yang digunakan adalah mesin pencampur atau mixer, secara sederhana dilakukan dengan menggunakan tangan atau alat pengaduk).
  • Masukkanlah bahan baku ke dalam alat mesin pencampur, dimulai dari bahan yang paling sedikit.
  • Tekanlah alat tersebut pada posisi on.
  • Alat tersebut akan mencampur secara rata pada seluruh bahan.
  • Lakukanlah pencampuran tersebut selama 30 menit agar benar-benar seluruh bahan tercampur secara merata.
4. Pengukusan
  • Siapkan alat pengukus, alat yang digunakan adalah pengukus yang besar atau secara sederhana menggunakan dandang.
  • Masukkan seluruh campuran bahan baku ke dalam alat pengukus.
  • Kukuslah bahan baku tersebut aroma bau pakan.
5. Pencetakan
  • Siapkan alat pencetak, alat yang digunakan adalah mesin pelet atau secara sederhana menggunakan alat penggiling daging.
  • Siapkan tampah.
  • Dinginkan terlebih dahulu adonan yang telah dikukus.
  • Periksalah apakah adonan tersebut sudah dapat, jika belum bisa dibentuk, tambahkan air dengan cara menyemprot.
  • Adonan yang dapat dibentuk tersebut telah siap untuk dicetak.
  • Masukkanlah adonan tersebut sedikit demi sedikit ke dalam mesin pencetak.
  • Siapkan tampah dan letakkan pada bagian depan mesin pelet/mesin pencetak.
  • Adonan yang dicetak akan keluar dalam bentuk bulatan panjang seperti membuat getuk lindri.
  • Tampunglah cetakan pelet yang keluar dari mesin pencetak masih dalam bentuk panjang.
  • Jemurlah pelet tersebut di bawah sinar matahari.
  • Lakukanlah peremasan pelet tersebut pada saat pelet setengah kering agar diperoleh pelet yang berukuran kecil.
6. Pengeringan
Pengeringan dapat dilakukan dengan mengandalkan sinar matahari atau menggunakan alat pengering atau oven. Lama penjemuran dengan mengandalkan sinar matahari adalah 3 hari, jika sinar matahari bersinar cerah. Pengeringan dengan oven atau mesing pengering dapat dilakukan hanya beberapa jam saja.

7. Pengepakan
Pakan yang telah dicetak dan kering setelah dijemur telah siap untuk dikemas. Timbanglah pakan yang telah dibuat tersebut dan masukan pakan yang telah kering ke dalam karung. Bungkuslah karung tersebut secara rapi dan rapat agar pakan tahan lama.


Sumber : 
Drs. Hamdan Nasution
Ir. Muhaswas Dwiyanto, DPH
Ir. Gusrina

Type and hit Enter to search

Close