Beternak Itik

Manfaat Beternak Itik

Ternak itik memegang peranan yang cukup penting bagi sebagian bersar rakyat pedesaan, yaitu menyumbangkan produksinya untuk kebutuhan manusia baik langsung maupun tidak langsung. Beberapa manfaat beternak itik di antaranya adalah seperti berikut.



1. Menambah gizi keluarga.

2. Memberi keuntungan ekonomis bagi pemelihara.

3. Dapat sebagai sumber pendapatan (jika sebagian usaha utama).

4. Dapat menambah pendapatan jika hanya sebagai usaha sampingan/ sambilan.

5. Memberi sumbangan produksi bagi pemelihara yang berupa daging, telur, bulu, dan kotorannya.

a. Daging itik
Daging itik sangat populer di Amerika Serikat, yaitu yang dimasak dalam bentuk green duck yaitu masakan yang dibuat dari anak-anak itik yang berumur 9 sampai 13 minggu.

b. Telur
Telur itik dapat dijual dalam berbagai kondisi, yaitu : Telur mentah, Telur asin, telur berembrio/balut (telur yang telah dieramkan selama 7 sampai 14 hari kemudian direbus. Makanan ini sangat lezat dan mahal harganya).

c. Bulu
Bulu itik dapat dimanfaatkan sebagai kerajinan keluarga, seperti sulak, pengisi mainan anak-anak, makanan ternak, shuttle cock, bantal, dan asesoris.

d. Kotoran 
Kotoran itik dapat digunakan sebagai pupuk kandang maupun kompos.

6. Mudah dalam pemeliharaannya 
Ternak itik lebih mudah dipelihara daripada ayam karena tidak memerlukan penanganan khusus, seperti perkandangan, makanan, ataupun kesehatan.

7. Cepat berkembang biak
Itik mulai bertelur pada umur 5 atau 6 bulan, dan itik jenis unggul (khaki campbell) mampu bertelur pada umur 4 bulan. Itik yang baik dan dipelihara intensif akan mampu bertelur 250 butir per tahun.

8. Tidak mudah terserang penyakit

9. Modal/biaya lebih murah
Itik yang dipelihara dengan digembalakan pemeliharaannya, terutama biaya makanan, dapat ditekan sekecil-kecilnya karena makanan diperoleh dari sawah atau rawa. Limbah pertanian, seperti genjer, keong, cacing, limbah dapur dapat sebagai pakan itik sehingga memperkecil biaya pakan.


Syarat Keterlaksanaan

Syarat-syarat yang harus dipenuhi atau dimiliki oleh setiap peternak dalam berternak itik adalah sebagai berikut.
  1. Mempunyai rasa sayang dan cinta pada ternaknya (hobi).
  2. Tempat perternakan hendaknya dekat dengan sumber air seperti sumur, sungai, rawa-rawa dan sebagainya.
  3. Tempat peternakan jauh dari keramaian dan pemukiman karena ternak itik gampang terkejut dan stres dan hal ini mengganggu atau menurunkan produksinya. Apabila lokasi berdekatan dengan pemukiman akan mengganggu penduduk sekelilingnya.
  4. Dekat dengan pasar (pedagang ataupun tengkulak). Sifat telur itik adalah mudah rusak karena dengan lokasi yang tidak jauh dari pembelian akan memperoleh telur dalam keadaan masih baik mengingat telur itik mudah rusak.
  5. Dekat dengan sumber bahan baku (pakan dan tenaga kerja) yang berarti pengamatan biaya.

Alat-alat yang digunakan

1. Pemanas (indukan)

Pemanas atau indukan tidak mutlak diberikan pada anak itik yang ditetaskan secara alami. Namun, Bagi peternak yang ingin menetaskan dengan mesin tetas atau membeli anak itik dari pembibitan, sebaiknya disediakan indukan. Indukan berfungsi untuk menyeimbangkan suhu tubuh anak itik karena belum ditumbuhi bulu. 

Untuk itulah pemanasan sangat diperlukan supaya anak itik tidak akan kedinginan dan mati. Indukan mempunyai pusat pemanas, ada yang berseumber dari listrik, minyak tanah, dan air panas. Indukan (pemanas) ini bertutup yang terbentuk suatu lingkaran agar pemanasnya memusat

2. Tempat Pakan

Tempat pakan itik hampir sama dengan tempat pakan ayam, hanya berbeda ukuran yang sedikit lebih besar. Tempat pakan itik dapat dibuat dari kayu, seng, atau dari plastik. Syarat tempat pakan yang baik adalah.
  • mudah diisi,
  • mudah dibersihkan,
  • mudah diambil makanannya dan tidak muntah,
  • mudah ditempatkan di dalam kandang, dan 
  • tahan lama

3. Tempat Minum

Syarat tempat minum tidak jauh berbeda dengan syarat tempat pakan. Tempat minum dapat berbentuk panjang dan dapat pula berupa ember, baskom, atau berupa tempat pakan otomatis. Yang penting tempat minum itu harus diberi pembatas agar itik tidak bisa masuk ke tempat minum untuk berenang. Apabila digunakan ember atau baskom sebaiknya diberi jeruji kawat.

4. Tempat Bertelur

Tempat bertelur tidak mutlak harus disediakan. Tatapi untuk menjaga kualitas telur, khususnya seperti telur-telur yang akan ditetaskan agar telur tidak terinjak-injak. Tempat/sarang bertelur dapat dibuat dari panan, anyaman-anyaman bambu, ataupun dari ember/baskom bekas. untuk sarang bertelur yang dibuat dari panan (kayu) dengan ukuran panjang 30 cm, lebar 30 cm, dan tinggi (dalam) 30 cm. Sarang ini dapat dibuat dengan beberapa kotak yang digabung menjadi satu.


Bahan-bahan yang diperlukan

Bahan-bahan yang diperlukan dalam membuat kandang itik dan perlengkapannya adalah seperti berikut.
  1. Bambu, papan, atau ram kawat. Bahan-bahan ini digunakan untuk dinding kandang. Pilihlah salah satu bahan tersebut dan sesuaikan dengan kondisi keuangan dan kebutuhan.
  2. Kayu persegi, kayu bulat, atau bambu adalah bahan-bahan yang dapat digunakan sebagai tiang kandang.
  3. Genteng atau daun rumbia digunakan sebagai atap. Tetapi apabila kondisi keuangan memungkinkan sebaiknya menggunakan genteng supaya tahan lama dan tidak panas.
  4. Paku.
  5. Sekam, serbuk gergaji, atau jerami.
  6. Peralatan penunjang lainnya.

Beternak itik

Bagaimana usaha beternak itik dapat berhasil? Ada tiga unsur yang perlu diperhatikan dalam usaha peternakan agar usaha itu dapat berjalan dengan baik dan menguntungkan.

1. Menejemen/ tata laksana yang meliputi, antara lain,
  • perkandangan,
  • pemberian pakan dan minum,
  • kesehatan.
2. Pakan.
3. Bibit.

1. Tata laksana yang menyangkut perkandangan

Apa yang disebut kandang bagi ternak itik? Kandang adalah tempat berlindung, tempat beristirahat, dan tempat melakukan aktivitas ternak sehari-hari. Kandang harus dirancang dengan baik supaya dapat tercapai hal-hal yang di antaranya berupa.
  • produksi telurnya tinggi
  • cepat pertumbuhan badannya
  • hemat biaya
  • itik merasa nyaman di kandang.
Dalam membangun kandang itik, ada beberapa syarat yang perlu diperhatikan
  • Kandang harus cukup terkena sinar matahari pagi, namun jangan sampai terkena sinar matahari sepanjang hari.
  • Sirkulasi udara dalam kandang harus lancar. Sirkulasi kandang terutama untuk di daerah tropik seperti di Indonesia sangat penting. Udara di dalam kandang yang pengap dan bau dapat menurunkan produksi. Untuk mengatasi hal tersebut sebaiknya kandang menggunakan sistem terbuka yakni sebagian kandang terbuka. Pengaturan perbandingan bagian dinding yang tertutup rapat dengan bagian yang terbuka/berlubang perlu diperhatikan sehingga diperoleh sirkulasi udara yang baik dan lancar.
  • Sebaiknya digunakan lahan peternakan yang tidak berbukit karena akan menghalangi sirkulasi udara dan mengganggu kenyamanan kandang.
  • Konstruksi kandang meliputi lantai, dinding, dan atap.
Lantai kandang, sebaiknya menggunakan lantai semen sehingga dapat tahan lama dan mudah dibersihkan.

Dinding kandang, gunakan tiang kandang dari kayu atau bambu. Adapun untuk dinding kandang dapat di gunakan papan atau anyaman bambu. Dinding Kandang sebaiknya menggunakan sistem terbuka.

Atap Kandng, atap dapat dibuat dari daun nipah, ijuk, gedek, maupun geribik. Apabila modal cukup, sebaiknya menggunakan genteng supaya tahan lama dan tidak panas.

  • Gunakan bahan-bahan yang sederhana, mudah, dan mudah didapat. berdasarkan model kandang, ada beberapa macam kandang itik, yaitu. kandang itik sistem terkurung, kandang itik sistem pekarangan/ren, kandang itik sistem sangkar/battery.

a. Kandang sistem terkurung

Pada kandang sistem terkurung, itik tetap dipelihara di dalam kandang. Segala aktivitas sehari-hari seperti makan, minum, beristirahat, kawin, dan bertelur dilakukan di dalam kandang. Kandang sistem terkurung membutuhkan penanganan yang lebih serius karena kandang cepat kotor sehingga apabila kandang tidak dibersihkan setiap hari dan litter tidak sering dibalik atau diganti maka kandang akan cepat lembab dan bau. Hal ini akan menimbulkan penyakit dan menurunkan produksi.

b. Kandang sistem pekarangan

Kandang sistem pekarangan merupakan kombinasi antara sistem terkurung dan sistem lepas. pada sistem ini itik dikandangkan pada malam hari dan pagi hari tetapi pada siang hari itik melakukan kegiatan/aktivitas sehari-hari, seperti makan dan minum, di pekarangan/halaman yang telah disediakan. Jadi, kandang hanya untuk bertelur dan beristirahat pada malam hari saja.

c. Kandang sistem battery/sangkar

Pada peternakan ini kandang sistem battery masih jarang digunakan. Hal ini disebabkan oleh banyak orang yang beranggapan bahwa itik tidak memerlukan kolam agar ia dapat hidup dan bertelur. Kandang battery untuk ayam petelur. Kandang battery ada dua macam, yaitu battery brooding yaitu kandang battery untuk anak itik dan individual battery (kandang battery tersendiri) untuk itik muda dan petelur.

Pada peternak itik, modal kandang yang umum dipakai adalah kandang tipe ren yaitu kandang yang dilengkapi dengan pekarangan. Tinggi pagar kandang 1 sampai 1,5 meter yang dimaksudkan agar itik tidak keluar dari halaman. Kandang dibuat sedemikian rupa (renggang) sehingga udara dapat keluar masuk dengan lancar.

Lantai kandang harus keras atau dipadatkan dan akan lebih baik apabila diplaster. Lantai kandang dilapisi dengan jerami kering atau sekam setebal 10 cm. Perlu diingat bahwa setiap meter luas kandang idealnya menampung 3 sampai 4 ekor itik petelur dewasa.

Di dalam lingkungan pagar (pekarangan) sebaiknya dilengkapi dengan kolam, atau empang, karena itik menyukai air (berenang). Panjang kolam 2 meter, lebar 1 meter, dan dalam lebih kurang 0,6 meter yang dapat menampung 50 ekor itik. Kolam hendaknya dibuat sedemikian rupa sehingga dapat dikosongkan, dibersihkan dan diganti airnya.

Oleh karena itu pada waktu pembuatan kolam tersebut sebaiknya dihubungkan dengan salah satu sumber air yang terus mengalir. di dalam pekarangan ini, selain kolam disediakan juga tempat pakan dan tempat minum. Sarang tempat bertelur sebaiknya sudah harus disediakan dalam kandang sejak itik menginjak dewasa (bertelur).


Persiapan untuk anak itik

Sukses dan tidak membesarkan anak itik tergantung pada masa persiapannya, dan pada umumnya peternak kurang memperhatikan masa persiapan ini. Persiapan-persiapan apa saja yang perlu dilakukan sebelum anak itik itu menempati kandang?

Beberapa persiapan yang perlu dilakukan sebelum ditempati anak itik.

a. Sanitasi kandang.
Sebelum itik tiba, kandang harus dibersihkan dahulu dan sebaiknya dicuci dengan lysol atau karbol. Lebih baik apabila dindingnya dikapur dahulu.

b. Indukan (pemanas)
Sehari semalam sebelum itik masuk kandang, pemanas harus telah dipersiapkan dalam kandang. Suhu pemanas sekitar 29 sampai 32 derajat celcius.

Pada minggu pertama perlu dipasang pemanas pada siang dan malam. Jagalah temperatur indukan. Cara mudah untuk menentukan apakah temperatur idukan terlalu panas atau terlalu dingin adalah dengan melihat tingkah laku anak itik. Bila anak itik menggerombol di sekitar pemanas, pertanda panas harus ditambah. Sebailiknya, bila itik menjauhi pemanas pertanda bahwa indukan terlalu panas. 

Bila anak itik menyebar rata, pertanda pemanas mempunyai temperatur yang ideal. Pada minggu kedua, pemanas hanya dipasang pada malam hari. Kemudian, pada minggu ketiga dan seterusnya tidak lagi dipelukan pemanas.

Pemberian pakan dan minum pada ternak itik

Pada umumnya pakan untuk itik diberikan dalam bentuk tepung yang telah dibasahi. Cara ini akan memudahkan itik mengambil dan menelannya. Akan tetapi, cara tersebut akan menimbulkan berbagai masalah, diantaranya :

  • Itik sering mingum, dan dengan sendirinya memakan yang menempel pada paruhnya akan tercuci dan terbuang sia-sia.
  • Makan dalam bentuk basah, bila tidak habis dengan segera maka akan lekas tengik dan berjamur dan akan menimbulkan penyakit.

Untuk mengurangi masalah itu pemberian pakan harus diatur sehingga setiap makanan yang diberikan segera dihabiskan oleh ternak yang dipelihara. Dengan demikian, akan lebih baik mengisi bak makanan sesering mungkin dan setiap pemberian dalam jumlah yang sedikit daripada mengisi makan sekaligus dalam jumlah banyak.

Untuk anak itik makanan diberikan dalam bentuk tepung yang diberikan 4 sampai 5 kali sehari. Untuk itik dewasa cukup dua kali sehari yaitu pada sekitar 09.00 pagi dan siang hari pukul 14.00. Jumlah (volume) pakan yang diberikan ternak itik per ekor per hari tidak sama bergantung pada umur itik.
  • Anak itik (umur 0-2 bulan) jumlah pakan yang diberikan 40-60 gram per ekor per hari.
  • Itik muda (umur 3-6 bulan) jumlah pakan yang diberikan lebih kurang 100 gram per ekor per hari.
  • Itik petelur (umur 6 bulan - 3 tahun/diafkir) jumlah pakan yang diberikan 120-150 gram per ekor per hari.
Mengingat itik gemar minum maka jangan lupa disediakan air minum di dekat tempat pakannya.

Penyakit dan pencegahan penyakit

Pencegahan penyakit merupakan hal yang sangat penting. Jangan membiarkan itik hingga terserang penyakit karena lupa akan pentingnya pencegahannya. Beberapa pokok pencegahan penyakit yang perlu dilakukan oleh petani peternak itik.

  • Pilihlah model kandang sesuai dengan tingkat umur itik.
  • Peralatan kandan, seperti tempat pakan dan minum, harus bersih dan dicuci dengan bahan pembunuh kuman.
  • Jangan pinjam-meminjam alat dengan peternak lain.
  • Bahan litter (seperti sekam padi, serabut gergaji, atau yang lain) sebelum digunakan untuk alas/litter sebaiknya terlebih dahulu dicuci dengan bahan pembunuh kuman.
  • kandang harus benar-benar memenuhi syarat kandang yang baik/sehat.
  • Tata laksana harus benar-benar diperhatikan dan harus dilakukan sesuai dengan petunjuk.
  • Untuk anak itik yang masih muda berumur satu sampai dua minggu, perlu diberikan pemanas. Perhatikan pula tingkah laku anak itik.
  • Anak-anak itik sebaiknya divaksinasi dengan vaksinasi N.D dengan cara tetes mata. adapun cara mencampur vaksin pada umumnya tertera pada lebel kemasaman.
  • Dalam memelihara  anak itik usahakan supaya tidak berganti-ganti pemeliharaan dan jangan sembarang orang boleh masuk ke dalam areal peternakan anak itik tersebut. Demikian halnya dengan itik-itik yang sedang berproduksi/bertelur.
  • Usahakan agar burung gereja, tikus, kucing, anjing, dan siput tidak masuk ke dalam kandang karena hewan-hewan itu dapat membawa penyakit.
Pada umumnya ternak itik lebih tahan terhadap penyakit bila dibandingkan dengan ayam. Beberapa faktor yang dapat menimbulkan penyakit.

  •  Perhatikan peternak kurang
  •  Kondisi kandang yang kotor dan lembab, pergantian udara kurang lancar.
  •  Makanan itik yang beracun, antara lain, karena pakan yang tercampur jamur, berupa bangkai, kandungan gizi terlalu rendah. 
  • Bibit yang dipelihara berkualitas rendah.
  • Letak peternakan yang kurang tepat.
  • Faktor luar yang berupa cuaca, tertular penyakit dari binatang lain
Penyakit-penyakit yang sering menyerang itik

1. Penyakit cacing
  •  penyebab : itik makan makanan dari selokan yang kotor
  • Tanda-tanda : produksi telur rendah, badan kurus, kotoran berwarna kemerah-merahan, mencret terus menerus.
  • pengobatan : diberi air minum yang telah dicampur dengan dodecal dan diberikan 2 kali sehari.
2. Batulism (penyakit yang timbul akibat keracunan)
  • Penyebab : terjadi pada itik yang dipelihara dalam kolam yang airnya tidak pernah diganti, atau
  • Itik memakan makanan yang telah membusuk
  • Tanda-tanda : itik tidak kuat mengangkat kepalanya, karena terjadi kelumpuhan pada urat-urat leher.
  • Pengobatan : diberi epsom self ke dalam air minumnya.
3. Salmonellosis (berak kapur)
  • Penyebab : Kuman salmonelle anatis. Kuman ini dapat ditularkan (menular) ke anak-anak itik yang baru menetas.
  • Tanda-tanda : Pernapasan cepat, mengeluarkan kotoran dari mata dan hidung, terjadi diare
  • Pengobatan : ternak yang sakit harus dibunuh, dan ternak yang belum sakit dicegah dengan memberikan sulfadiamidene yang di campur dengan air.
4. Kolera
  • Penyebab : microorganisme basillusovi septicus.
  • Tanda-tanda : mencret, beraknya berwarna kekuning-kuningan, kemudian berubah menjadi hijau dan mengotori bulu-bulu sekitar kloaka, lumpuh, lesu, demam, dan menyendiri, nafsu makan turun, berjangkitnya secara tiba-tiba dan kematiannya pun terjadi dengan mendadak
  • Pencegahan : sanitasi kandang.
  • Pengobatan : diberikan suntikan penicilin.

2. Pakan Itik

Pakan adalah faktor penting untuk mendapatkan produksi yang baik. Pakan yang baik, mengandung zat yang dibutuhkan itik. Zat makanan tersebut adalah protein, karbohidrat, vitamin, dan mineral. Zat makanan itu banyak terdapat pada sagu, bekatul, keong, bekicot, cacing, berbagai serangga, ikan, dan berbagai macam biji-bijian (jagung, beras, kacang hijau). 

Zat makanan juga banyak terdapat dalam hujau-hijauan seperti kangkung, bayam, kubis, kecambah, daun pepaya, genjer, dan masih banyak lagi. Untuk itu, kita harus pandai-pandai memilih bahan makanan apa yang akan dipakai sebagai resum itik. Bahan-bahan yang ada itu kemudian dicampur/digiling dijadikan resum/pakan itik.

Cara memilih atau menentukan bahan makanan yang akan diberikan pada itik. Bahan makanan itu.
  • mudah didapat (banyak terdapat di daerah sekitarnya).
  • banyak mengandung zat makanan.
  • harganya murah.
Jika kebetulan tidak ada bahan makanan itik atau enggan untuk mencampur bahan pakan sendiri dapat digunakan resum jadi. Bentuk pakan yang harus diberikan untuk anak itik adalah dalam bentuk tepung komplit yaitu campuran dari berbagai bahan pakan dan obat-obatan. Bahan pakan ini diberikan dalam bentuk tepung.

Adapun pemberian pakan pada itik dewasa (petelur) adalah dalam bentuk bubur kental dan dapat juga ditambah/diberi dengan makanan berupa sisa-sisa makanan dari dapur. Pada sore hari boleh diberi butiran-butiran seperti gabah, jagung, atau kerak nasi. Apabila ingin diberi hijau-hijauan, berikanlah pada pagi hari. Untuk mengingkatkan produksi telur dapat ditambah dengan premix dan untuk menjaga kesehatannya berikanlah eggs stimulun atau dodecel pada air minumnya.

3. Pembibitan Ternak Itik

Pemilihan Bibit

Untuk meningkatkan produksi telur itik diperlukan bibit induk dan pejantan yang unggul dan berproduksi tinggi.  Ciri-ciri betina yang baik :
  1. kepala halus, bersih, dan segar.
  2. kaki kuat dan aktif.
  3. perbandingan tumbuh panjang, lebar, dan dalam sempurna.
  4. perut dalam dan penuh.
  5. jarak kedua tulang duduknya lebar.
  6. berat tidak boleh menyimpang dari berat patokan.
  7. untuk itik tegal, pilihlah warna bulu yang bercak-bercak.
  8. aktif mencari makan.
  9. cepat dewasa kelamin (cepat bertelur)
  10. masa bertelurnya lama.
Ciri-ciri pejantan unggul adalah.
  1. pertumbuhan kelamin sempurna, cepat menonjol dari kloaka.
  2. tergar,
  3. tidak terlalu menyimpang dari berat patokan. 


Pemilihan Telur Bibit

Apabila kita ingin menetaskan sendiri telur tetas, pertama kali yang perlu dilakukan adalah memilih telur-telur yang baik yang akan dijadikan bibit dengan memilih :
  1. telur yang sama bentuk, warna, dan beratnya.
  2. telur dari itik yang berproduksi tinggi.
  3. telur dari bebek/itik yang berumur satu tahun.
  4. telur belum disimpan lebih seminggu.
  5. telur berwarna biru laut, kulit normal, dan agak tipis.
  6. telur bentuk bulat.
  7. telur tidak bercak-bercak coklat.

Sistem Pekawinan

Perkawinan ternak itik di pedesaan pada umumnya dilakukan antara itik dalam kelompok ternak yang sama. Cara perkawinan demikian akan merendahkan daya tetas telur. Oleh sebab itu, akan lebih baik apabila dimasukkan itik dari luar (daerah baru) ke dalam kelompok ternak itik dengan cara menghadirkan penjantan dari peternak lain yang asal-usul itiknya berlainan. Menurut patokan yang dianjurkan, perbandingan jantan dan betina yang dapat menghasilkan telur-telur bibit adalah 1 : (6-8).


Pengenalan Jenis kelamin

Pengenalan jenis kelamin untuk anak itik adalah sebagai berikut :

a. Anak itik betina mempunyai ciri
  1. Bentuk kepala halus dan kecil,
  2. Warna bulu lebih terang dan halus,
  3. Paruh dan kaki berwarna hijau tanduk (kembang telansah),
  4. Suara lebih keras dan nyaring,
  5. Gerak-gerik lebih gelisah.
b. Anak itik jantan mempunyai ciri :
  1. Bentuk kepala lebih kasar dan besar,
  2. Suara berar/berat,
  3. Bulu kasar,
  4. Gerak-gerik tenang.
Pengenalan jenis kelamin itik dewasa adalah mempunyai tanda-tanda :
  1. Tubuh itik jantan lebih besar daripada itik betina,
  2. Hanya pada itik jantan ditemukan 2-3 helai bulu ekor yang mencuat ke atas/depan,
  3. Pada jenis itik tertentu, pada leher itik jantan ada bentuk seperti cincin melingkar dan hanya dijumpai pada itik jantan.

Cara Menyimpan Telur

Produk hewan yang berupa telur mempunyai sifat cepat rusak. Kerusakan-kerusakan terjadi karena :
  • Suhu
  • Kelambaban
  • Faktor fisik
Untuk mencegah atau menghambat kerusakan itu diperlukan usaha. Beberapa usaha pengawetan telur salah satu yang sering dilakukan orang adalah pengawetan telur itik yang menggunakan garam dapur. Hasil pengawetan itu disebut telur asin. Cara pengawetan atau penyimpanan telur tanpa mengubah rasa telur dapat juga kila lakukan dengan berbagai cara, seperti :
  1. Penyimpanan telur dalam suhu rendah.
  2. Perendaman dalam air kapur.
  3. Perendaman dengan minyak kelapa.
  4. Perendaman dengan parafin, dan masih banyak lagi.

Sumber : Ir. Zumrotun

No comments for "Beternak Itik"