Breaking News

Ayam aduan bangkok

Melatih Ayam Aduan

Tidak mudah membuat seekor ayam menjadi jago adu yang tangguh. Usaha itu memerlukan kecermatan dan kesabaran. Kemenangan dalam bertarung bukan suatu kebetulan, melainkan hasil dari keseriusan melatihnya. Sasaran latihan pada ayam aduan adalah untuk mengembangkan kemampuan bertarung, mental, dan kondisi fisik agar lebih prima. Fisik ayam perlu dilatih secara teratur agar ayam memiliki kondisi badan yang kuat, sehat, dan napas yang panjang. setiap hari ayam harus dimandikan dan dilepas untuk menghirup udara segar.



1. Melatih otot kaki dan sayap

Latihan lari diperlukan agar otot kaki lebih kencang dan kepakan sayapnya lebih kuat. Latihan dilakukan pada pagi hari pukul 06.00-07.00. Masukkan ayam betina yang masih dara ke dalam kandang umbaran untuk memancing sifat kejantanannya, yaitu sifat tertarik pada ayam betina dan sikap memusuhi ayam jago yang lain. Karena ayam dara tersebut tidak mau dikawini, ayam jantan akan mengejarnya. Kegiatan ini akan membantu pembentukan otot sayap dan kaki dan pandangan mata lebih tajam.

Latihan dapat juga dilakukan dengan menggunakan untul, yaitu memancing nafsu emosi yang dilatih dengan ayam yang lain. Dengan memeganginya, ayam untuk di gerakkan di hadapan ayam jago yang sedang dilatih agar mengejar ke depan, ke belakang, ke kiri, ke kanan, mundur, dan ke atas. Penggunaan untul sangat bermanfaat untuk meningkatkan kejantanan dalam bentuk greget, yaitu suatu usaha untuk menjatuhkan mental lawannya, juga untuk melatih pernapasan.

2. Senam Kaki

Latihan kaki adalah latihan yang sangat melelahkan. Kegiatan ini dilakukan sekitar 5 menit atau sampai lelah. Pengaruh cengkraman ayam akan lebih kuat, juga ayam tersebut akan lebih pandai mengatur posisi dan gerak untuk melakukan penekanan terhadap lawan juga mampu mengatur pernapasan dan keseimbangan badan. Caranya adalah dengan menekan bagian punggung ayam sampai posisi badan mendekati lantai atau setengah mendekam, ayam tersebut didorong ke kiri, ke kanan, maju, mundur, menurut kehendak pelatihnya.

3. Lontar Tubuh

Selain dengan untul, latihan melompat juga dilakukan dengan melontarkan tubuh ayam ke udara. Caranya adalah dengan memegang ayam bagian depan dan bagian belakang, kemudian lemparkan ke atas dengan tangan kanan. Fungsi lontar ayam adalah agar mampu melompat sampai melakukan pukulan kepada lawan, serta meredam serangan lawan.

4. Janturan dan Tenggeran

Menjantur adalah perlakuan mengangkat setinggi 1 meter dengan memegang kuat pangkal ekor. Ayam yang terangkat, ekor di atas dan kepala di bawah, akan sangat keras mengepakkan sayap dan kakinya, tetapi makin lama makin lambat gerakannya. Penjanturan dilakukan setelah ayam dimandikan, lalu dijemur dengan tujuan melatih keseimbangan di udara dan melakukan pendaratan di tanah dengan baik. Selain itu, berguna untuk melatih otot kaki dan sayap agar kuat, melatih pernapasan panjang, dan melatih agar gerakannya lebih lincah. Selain dengan penjanturan, melatih ayam dilakukan dengan menaruh ayam berdiri pada kayu tenggeran yang ujungnya diikat, seperti membuat ayunan.

5. Melatih Pukulan Sayap dengan Berenang

Dengan memasukan ke dalam bak air atau kolam, ayam akan berusaha mengepak-ngepakkan sayapnya di atas permukaan air. Ia akan berusaha keras berenang agar tidak tenggelam. Hantaman sayap di permukaan air itu akan melatih otot-otot sayap sehingga makin kuat dan berat, serta keras. Latihan berenang ini juga berfungsi untuk memperkuat otot kaki dan otot dada serta memperpanjang pernapasan dan detak jantung. Apabila dekat kolam terapat parit yang aliran airnya deras, bisa dipergunakan untuk melatih kelincahan kaki agar bisa terayun dengan cepat dan keras.

5. Refleksi Leher

Leher sering dipergunakan dalam pertarungan jarak dekat pada waktu tumpang gulu (leher) sehingga saling berebut posisi yang menguntungkan untuk mengambil kuda-kuda. Kemudian, keadaan itu cepat diteruskan dengan serangan kaki atau sayap. Latihan otot leher berguna untuk refleksi leher ketika menahan tekanan leher ayam lawannya. Latihan ini di mulai dengan menyangga leher ayam dengan telapak tangan kiri, lalu tangan kanan memegang bagian belakang ayam di sebelah bawah, kemudian anggat ayamnya setinggi  10 cm dari permukaan tanah. Gerakan melatih refleksi leher ini dilakukan 10 sampai 15 kali pada hari pertama dan pada hari selanjutnya meningkat 10 kali gerakan. Setelah itu, setiap latihan cukup 30 sampai 35 kali gerakan.

7.  Latihan dengan Sparing Partner (lawan tanding)

Selain latihan fisik tanpa lawan, calon ayam aduan juga harus dilatih bertarung menghadapi lawan sesungguhnya agar teknik bertarungnya sempurna. Sebelum latihan tarung, taji lawan dibungkus agar pukulannya tidak melukai ayam yang dilatih. Latihan bertarung dilakukan tidak untuk mencari kemenangan, tetapi merupakan usaha penerapan cara bertarung yang benar dalam rangka menghadapi lawan tarung yang sesungguhnya. Latihan tarung ini dilakukan setiap hari dan pertarungan hanya terbatas sampai pada fase abar.

8. Latihan Menguasai Pola Tarung

Kalau lawan tarungnya seimbang dengan yang dilatih, keduanya menjadi jagoan baru yang sudah terlatih. Dengan demikian, paruh dan taji kedua ayam tersebut ditutup pelester. Maksudnya, kalau benar-benar bertarung, ayam itu tidak saling melukai. Pertandingan ini tidak terikat waktu, tetapi tergantung pada kondisi tiap-tiap ayam.

9. Latihan Bertarung Sebenarnya

Pada saat berlatih, taji tiap ayam harus dibungkus. Latihan pertama berlangsung sekitar 7 menit. Latihan kedua berlangsung dua minggu yang lamanya 15 menit. Semua latihan diperlukan untuk mengetahui dengan tepat golongan kelas dan pola terungnya. Dengan demikian, si pemilik tidak akan keliru memilih lawan tandingnya pada waktu bertarung sesungguhnya.

10. Tandingan untuk Pilih Lawan

Pertimbangan kelas ditentukan oleh ciri-ciri fisik dan kemampuan kerja pukulannya. Kemampuan pukulan sangat dirahasiakan oleh pemiliknya agar kelemahan dan kelebihan ayamnya tidak diketahui orang lain, terutama oleh pihak lawan. Perimbangan ayam yang akan diadu berdasarkan besar tubuh, panjang badan, dan jalu. Kita memegang ayam, selain untuk membandingkan besar tubuh, juga untuk mengetahui ayam manakah yang dianggap baik pegangannya. 

Pegangan ayam dianggap baik jika kedua ibu jari dengan mudah bertemu, demikian juga dengan keempat pasang jari yang lain akan dengan mudah bertemu di muka paha ayam. Pegangan ayam yang baik erat hubungannya dengan tegaknya posisi badan ayam yang merupakan ciri ayam bangkok yang baik.

Gaya Bertarung

Seriap ayam aduan memiliki gaya bertarung yang berbeda, tergantung bakat dan kemampuan. Gaya bertarung biasanya terpadu dengan kecerdikan, kekuatan, dan stamina saat menghadapi lawan. Ayam aduan yang sudah terlatih dan cerdik biasanya dengan luwes dapat mengubah gaya dan cara bertarungnya. berdasarkan cara bertarungnya, ada ayam yang sangat pandai memasukan taji pada bagian vital tubuh hewan sebagai sasaran utamanya. Ayam ini disebut ayam taji. 

Apabila ayam yang memiliki kemampuan seperti itu tidak bertaji, ayam itu disebut ayam lepek. Ketepatan pukulan kaki ayam lepek secara keras dapat membuat bagian tubuh lawan yang terserang akan remuk atau memar. Selain itu, ada juga ayam yang kurang lincah bertarung, tetapi memiliki daya tahan terhadap pukulan. Ayam ini disebut ayam tadah. Ketika bertarung, ayam itu akan melancarkan serangan sesuai dengan kemampuan dan gaya tarung yang dimilikinya. Aneka gaya tarung ini diuraikan sebagai berikut.


1. Bertarung gaya atas

Ayam yang bertarung gaya atas selalu menyerang dan menghindari dengan posisi kepala di atas, dan tidak pernah dengan posisi kepala datar atau rendah dari tubuhnya. Ayam yang memiliki kemampuan gaya tarung atas sangat disukai orang. Ayam ini juga memiliki daya kontrol yang hebat dalam mengawasi gerak-gerik lawannya. Ayam seperti ini dicirikan sebagai berikut.
  • Ayam ini pandai mencari posisi yang baik untuk melancarkan serangan atau meredam serangan lawan.
  • Jika terpaksa mengelak, ayam itu selalu mengambil posisi yang sulit untuk diserang beruntun oleh lawannya.
  • Dalam posisi menghindari lawan, ayam tidak pernah mati langkah dan tidak susah melancarkan serangan balik.
  • Ayam itu selalu bisa mengontrol posisi lawan dan pandai memanfaatkan peluang yang ada.
  • Ketika dalam posisi tumpang leher, ayam itu tidak memutar kepala ke posisi lain yang bisa menyebabkan badannya goyang.
  • Kalau dirangkul lawan, ayam dengan mudah dan cepat memutarkan tubuhnya.
  • Stamina kuat.
Sebaliknya, ayam yang bertarung gaya bawah kurang digemari.

2. Bertarung gaya bawah

Ayam yang bertarung gaya bawah selalu aktif menyerang dan menghindari dari segi serangan lawan dengan cara menyusup di bawah sayap lawannya. Ayam ini suka memunculkan kepalanya di belakang sawap lawan, setelah itu, melancarkan gerak mengurut (memukul lawan dari samping atau belakang). Pertarungan yang seru akan tercipta kalau ayam mampu mengambil jarak rapat terhadap  lawannya dan mampu melancarkan serangan vital secara tepat dan cepat.

3. Gaya bertarung kombinasi atas-bawah

Ayam bangkok atau ayam aduan yang mempunyai gaya bertarung kombinasi atas-bawah adalah ayam yang benar-benar bagus. Ayam itu tergolong ayam yang cerdas dan lincah. Ketika bertarung, ayam itu mampu meredam serangan dan sekaligus melancarkan serangan balik dengan berbagai gaya terhadap lawannya.

Alat serang dan sasaran pukulan

Pada saat memukul, ayam itu mematuk lawan sambil mengibaskan sayap untuk meringankan dirinya sehingga dapat menaiki tubuh lawan. Senjata pemukulnya adalah taji. Ayam akan menyerang daerah-daerah yang berbahaya pada bagian tubuh lawan. Pukulannya dianggap vital kalau berhasil mengenai paruh, pangkal sayap, leher, tengkuk, atau lambung. 

Pukulan yang tepat mengenai paruh dapat membuat paruh bagian atas lawan lepas sehingga lawannya akan cepat kalah. Lawan yang terkena pukulan pada sayap terus-menerus akan lumpuh. Pukulan yang tepat mengenai mata membuat lawan menjadi buta. Pukulan yang mengenai leher sering terjadi pada fase tumpang leher. Leher yang terkena pukulan bertubi-tubi bisa menjadi memar sehingga gerakan dan pernapasan ayam sangat terganggu. Pukulan akurat yang mengenai tengkuk bisa mengakibatkan patah leher atau gagar otak. Pukulan yang tepat mengenai lambung dapat memperlemah daya serang lawan. 

Ayam adu yang baik akan selalu memilih sasaran vital ketika memperlancarkan serangan. Ayam menyerang lawannya dengan kaki, paruh, dan sayap. Kaki, taji, dan cakar berfungsi untuk memukul dan melukai lawan. Paruh berfungsi sebagai alat pematuk atau penggigit, sayap merupakan alat pukul dan sekaligus alat gerak melambung. Kepala dan leher merupakan alat penting, terutama dalam bertarung memasuki fase tumpang leher. Kedua organ itu berguna untuk menekan, sekaligus sebagai alat mengatur posisi agar ada peluang untuk menhantar lawan.

Pukulan ayam ketika diadu bermacam-macam dan bervariasi antara lain adalah :
  1. pukulan depan,
  2. pukulan samping, dan 
  3. pukulan belakan.

Memandikan Ayam Bangkok atau Aduan

Pemandian ayam dilakukan sebagai salah satu usaha perawatan kesehatan. Ayam dimandikan pada waktu beristirahat antarronde. Pemandian secara rutin juga dilakukan setiap hari sebagai perawatan biasa.

Cara memandikan

Ketika memandikan ayam, orang yang memandikannya dalam posisi jongkok, posisi ayam searang dengan orang yang memandikannya. Badan ayam dijepit dengan kedua lutut sehingga tangan dapat bergerak bebas memandikannya. Kepala ayam ditekan kebawah sehingga sejajar dengan permukaan badannya, lalu kepala dan muka ayam dibasahi dengan air. Darah dan luka di kepala dibersihkan dengan lap, bulu dimasukkan ke kerongkongan ayam, dada tembolok dan kloaka juga dibersihkan.

Baca juga : ternak ayam pelung

Penyakit dan Hama

1. Penyakit pada ayam

Penyakit merupakan salah satu gangguan kesehatan yang secara langsung atau tidak langsung dapat mengancam prestasi dan kehidupan ayam aduan atau ayam bangkok. Gangguan yang ringan dapat mengurangi kemampuannya dan gangguan yang berat dapat menimbulkan kematian atau cacat seumur hidup. Pencegahan penyakit selalu lebih baik dari pada pengobatan ayam yang sudah terlanjur sakit. Untuk itu, peternak atau pemelihara ayam harus tanggap kepada setiap gejala serangan yang muncul. Begitu ada serangan penyakit atau yang mencurigakan pada kesehatan ayam, secepatnya ayam bersangkutan diperiksa dan diobati.

a. Coryza

Penyakit coryza atau senot atau dengan kata lain pilek bergejala lesu, nafsu makan kurang, sering bersin dan batuk-batuk, dan lubang hidung tersumbat lendir. Penyebabnya adalah cuaca buruk, banyak turun hujan, dan angin kencang kurang hangat. Kuman penyebab penyakit ini adalah heamaphillus gallinarum, Ayam yang sakit ini dapat diobati dengan sulfa dimetoksin, sulfamix, atau antibiotik.

b. Kolera

Gejala muncul secara mendadak, mencret keras, dan kotoran berbau busuk. Ayam tampak lesu, letih, pial, dan jenggernya berwarna merah tua atau biru. Penyebabnya adalah kuman  pasteurella multocida. Penanggulangannya dilakukan dengan pemberian sulfamix atau tetrachlor. Pencegahan dapat dilakukan dengan menjaga kebersihan kandang, alat-alat perternakan, minuman, serta makanannya.

c. Coccidiosis (berak darah)

Gejalanya adalah ayam tampak lesu, malas, mengantuk, dan nafsu makannya tidak ada. Bulunya kasar, kotoran sekitar duburnya lengket dengan bulu. Kotoran berbau tajam dan bercampur darah. Penyebabnya adalah eimirea tenalla. Pengendalian adalah dengan pemberian obat sulfamix, amidiostat, baycox, SO plus, coccidin, coxsalin, dan trisulfadrops.

d. Pullorum (berak kapur)

Penyakit ini dapat mematikan anak ayam yang berumur satu hari hingga sampai dengan tiga minggu. Ayam dewasa yang mengidap penyakit ini tidak terlalu memperhatikan gejala sakit. Gejalanya yang jelas adalah lesu, pucat, dan mengantuk, kotorannya lengket didubur berwarna putih seperti lilin. Setelah kering, kotorannya seperti kapur. Penyebabnya adalah kuman sallmonella pullorum.

e. Hama yang menyerang ayam

Hama ayam bangkok pada umumnya adalah binatang atau hewan yang sering mengganggu, memakan, atau menempel pada bagian tubuh sambil mengisap sari-sari makanan dari ayam tersebut. Dampak hama adalah langsung minimbulkan kematian. Hama tersebut antara lain adalah :

1. Gurem
Gurem merupakan parasit yang sering menyerang ayam ketika sedang mengeram dan menimbulkan gejala gatal-gatal. Namun, jika banyak, gurem dapat menyerang ayam yang lainnya. Penularannya terjadi karena kontak langsung antara ayam atau melalui angin. Pembasmiannya melalui obat secara kimia, mekanis, atau fisis. 

2. Kutu
Kutu merupakan hama parasit yang menempel pada tubuh ayam. Binatang ini suka menghisap darah dengan cara menerobos tangkai bulu dan kulit yang luka. Gejalanya adalah ayam tidak tenang, lesu, kurang darah, bulu kusut dan pecah-pecah, serta mudah rontok. Hal itu dapat ditanggulangi secara fisis, yaitu kandang harus bersih. Secara mekanis, kutu dapat diusir dengan air tembakau. Secara kimia, kutu disemprotkan dengan malation 4-5%.


Sumber : Ir. Tisna Suwanda

Type and hit Enter to search

Close