Breaking News

Ternak ayam pelung

Pada mulaya orang memelihara ayam pelung hanya sekedar untuk menikmati suaranya, namun pada saat ini orang memelihara ayam pelung untuk tujuan komersial. Ayam pelung mempunyai suara yang bagus sehingga banyak orang memelihara ayam ini hanya sebagai ayam hias. Harganya pun jauh lebih mahal jika dibandingkan dengan ayam biasa. 



Selain dimanfaatkan suaranya, ayam pelung dapat juga dibudidayakan sebagai ayam pedaging yang dapat dijadikan sumber gizi oleh masyarakat, terutama masyarakat di pedesaan. Kotorannya pun dapat digunakan untuk memupuk tanaman bunga dan tanaman lainnya. Apabila dipelihara secara benar, kita dapat menciptakan lapangan pekerjaan bagi orang lain.

Pengenalan Ayam Pelung

Ayam pelung merupakan salah satu jenis ayam lokal (ayam kampung) yang banyak terdapat di daerah Cianjur. Ayam ini bisa dipelihara oleh masyarakat untuk didengarkan suaranya yang sangat merdu. Pemeliharaan ayam pelung oleh masyarakat selama ini masih dilakukan secara sederhana meskipun telah ada beberapa pihak yang ikut campur tangan dalam memelihara ayam ini.

Daging dan telur ayam pelung sebenarnya dapat juga dimanfaatkan, tetapi pemanfaatan ayam pelung yang utama adalah sebagai ayam hias. Adapun ciri-ciri ayam pelung itu di antaranya adalah sebagai berikut.
  1. Bentuk badannya besar, tetapi kuku dan kuat. Jika berdiri tegak, temboloknya tampak besar dan menonjol.
  2. Cakar panjang, besar, dan berwarna hitam, hijau, kuning, atau putih (yang disenangi masyarakat biasanya berwarna hitam kebiru-biruan).
  3. Bentuk kepala besar dan mata bercahaya terang.
  4. Jengger besar, tebal, tegak, berwarna merah cerah dan berbentuk tunggal yang pinggirnya bergerigi.
  5. Pial besar, bulat, dan berwarna merah cerah.
  6. warna bulu biasanya campuran antara warna merah dan hitam. Ayam tidak memiliki pola warna yang khas.
  7. Ayam jantan dewasa memiliki suara yang khas, panjang berirama, lebih merdu dan lebih indah daripada jenis lainnya.
  8. Ayam jantan dewasa beratnya antara 3.500 - 6.100 gram, sedangkan ayam betina antara 2.500 - 4.500 gram.
Ayam pelung pertama kali bertelur sekitar umur 7 - 9 bulan, tetapi jika dipelihara secara intensif dengan memberi makanan yang berkualitas, ayam akan bertelur pada umur 5 - 6 bulan. Produksi telur satu periode antara 9 -14 butir atau lebih kuang 106 butir per tahun. Jumlah produksi telur ayam pelung ini lebih rendah jika dibandingkan dengan jenis ayam ras dan ayam kampung yang lain.

Kandang dan Perlengkapannya

Kandang
Kandang merupakan tempat tinggal ternak yang berfungsi untuk melindungi ternak dari hujan, panas matahari, gangguan binatang lain, dan juga mengurangi gerak dari ternak, serta dapat melindungi kesehatan ternak. Pembatasan gerak ternak bertujuan untuk menghemat energi sehingga dapat meningkatkan produksi telur dan daging.

Ayam pelung merupakan salah satu jenis ayam kampung sehingga petani ternak pada mulanya memperlakukan ayam tersebut seperti ayam kampung. Ayam dibiarkan mencari makan sendiri dan pada malam hari tidur di sembarang tempat. Namun, sekarang peternak lebih melai menyadari memperhatikan pentingnya kandang bagi ternak sehingga peternak yang mempunyai lahan sempit tetap dapat  memelihara ayam pelung dalam jumlah yang banyak yaitu dengan sistem pemeliharaan yang intersif dan semiintensif.

Pada sistem pemeliharaan ini, ayam dikandangkan berdasarkan periode umur dan jenis kelamin. Dengan demikian, ayam pelung berada dalam kandang sepanjang hidupnya. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam membuat kandang ayam pelung, antara lain adalah sebagai berikut.

1. Pemilihan Lokasi

Ayam pelung merupakan ayam khas daerah Cianjur. Kadang ayam pelung harus dibuat di tempat yang sejuk pula. Walaupun demikian jika hendak memelihara ayam pelung di tempat yang berhawa panas, kita dapat mengatasinya dengan cara sebagai berikut.
  1. Di sekeliling lahan yang akan dibuat kandang ditanami jenis tanaman yang cepat tumbuh agar terasa rimbun/rindang. Jenis tanaman itu sebaiknya yang menghasilkan, seperti tanaman buah-buahan. Sebaiknya, lahan tersebut jangan terlalu rimbun sehingga kekurangan sinar matahari.
  2. Di lokasi yang akan dibuat kandang dibuatkan kolam sehingga dapat memberikan kesejukan bagi ayam pelung. Kolam itu pun dapat digunakan untuk memelihara ikan.
Lokasi kandang, selain sejuk udaranya juga harus mempunyai syarat-syarat seperti berikut :
  1. dekat dengan sumber air yang memadai sepanjang tahun,
  2. dekat dengan sumber bahan-bahan pakan,
  3. dekat dengan sumber penerangan atau listrik dan
  4. dekat pula dengan jalan raya untuk memudhkan pengangkutan.

2. Syarat Pembuatan Kandang

Kandang yang baik harus memiliki syarat-syarat seperti berikut.
  1. Jauh dari pemukiman atau rumah penduduk sehingga masyarakat di sekitar terhindar dari bau dan kotoran.
  2. Mempunyai perputaran udara yang baik dan mendapatkan sinar matahari yang cukup (tertama di pagi hari). Sinar matahari pagi berguna bagi kesehatan ayam.
  3. Terbebas dari gangguan binatang buas seperti musang dan tikus.
  4. Terlindung dari gangguan cuaca yang tidak menguntungkan, seperti panas yang sangat terik dan dingin yang mencengkam.
  5. Memudahkan tata laksana pemeliharaan, seperti pemberian pakan, pengambilan telur, dan pembersihan kandang.

3. Bahan Kandang

Bahan kandang sebaiknya dipilih yang murah, kuat, mudah didapat, dan terdapat di daerah setempat. Bahan yang biasa digunakan untuk membuat kandang antara lain kayu, bambu, genting, dan rumbia.


4. Jenis kandang

Jenis kandang yang dipakai sebaiknya disesuaikan dengan situasi dan kondisi setempat dan sistem pemeliharaan serta biaya yang tersedia. Dilihat dari kerapatan lantai, kandang ayam pelung dapat dibedakan menjadi dua, yaitu kandang lantai rapat dan kandang lantai renggang.

a. Kandang Lantai Rapat

Kandang ini lebih dikenal dengan kandang poststal. Alas lantai kandang jenis ini menggunakan semen ataupun tanah. Untuk mengurangi kelembapan kotoran atau lantai diperlukan alas lantai (litter) yang menutupi seluruh lantai kandang. Alas kandang sebaiknya dipilih dari bahan-bahan yang kering dan mempunyai daya serap yang tinggi sehingga lantai tetap kering dan tidak menyengat baunya. Bahan-bahan yang dapat digunakan adalah sekam, serbuk gergaji, pasir, kapur, dan kerikil.

Sebelum menghamparkan alas atau litter, terlebih dahulu kandang dibersihkan dan di cucihamakan atau fumigasi. Susunan alas kandang adalah sebagai berikut :
  1. pasir ditaburkan secara merata (lapisan 1).
  2. kapur matang bermanfaat untuk mengurangi penguapan (lapisan 2).
  3. kerikil berfungsi untuk melancarkan penguapan kapur (lapisan 3).
  4. sekam atau serbuk gergaji berfungsi mencegah kebecekan kandang akibat kotoran atau akibat air minum yang tumpah serta dapat menjaga kenyamanan ayam.

b. Kandang Lantai Renggang

Model kandang ini lebih dikenal dengan kandang cage atau kandang baterai. Kandang ini lantainya berkisi-kisi atau berlubang sehingga kotoran langsung jatuh. Beberapa keuntungan penggunaan kandang sistem cage adalah sebagai berikut :
  1. kesehatan ayam lebih terjamin atau terjaga sebab kotorannya langsung jatuh sehingga peternak tidak perlu membersihkan kandang.
  2. jika pemeliharaan terpadu dengan ikan, kotoran yang jatuh langsung menjadi makanan ikan.
  3. jika daerah tergenang banjir, ayam akan aman karena tidak tergenang air, bahkan jika atap bocor pun, kandang tidak becek.
Berdasarkan jumlah ayam yang ditempatkan, kandang ayam dapat dibedakan menjadi dua, yaitu kandang individu dan kandang koloni.

Kandang individu (kandang baterai0 hanya diisi satu ekor ayam. Biasanya, digunakan untuk kandang ayam remaja, ayam dewasa, dan ayam khusus menghasilkan telur.

Kandang koloni dapat diisi dengan beberapa ekor ayam yang jumlahnya bergantung pada umur dan luas kandang. Kandang ini dapat digunakan untuk anak ayam, ayam remaja, dan ayam dewasa.

Perlengkapan Kandang

Perlengkapan atau peralatan kandang harus tersedia dalam kandang adalah tempat pakan dan tempat minum. Peralatan ini banyak jenis dan macamnya sehingga kita harus menyesuaikannya dengan kondisi ayam pelung.

1. Tempat Pakan
Tempat pakan dapat dibuat dari bahan plastik, pipa pralon, seng, atau aluminium. Bentuk dan ukurannya pun bermacam-macam. Tempat pakan yang umum digunakan adalah sebagai berikut.

a. Tempat Pakan Gantung
Tempat pakan ini berbentuk bulat dan dalam, terbuat dari bahan seng atau plastik.  

b. Tempat Pakan Bentuk Kotak
Tempat pakan jenis ini berbentuk kotak panjang dibuat dari bahan seng, tripleks, atau alumunium dan ditempatkan di dalam kandang.

c. Tempat Pakan Bentuk Silinder
Tempat pakan jenis ini terbuat dari belahan bambu atau pipa pralon besar dan dapat ditempatkan di luar kandang atau di dalam kandang.

Tempat Minum

Tempat minum sebaiknya dipilih dari bahan yang berpengaruh terhadap sifat-sifat air karena peternak tidak hanya memberikan air putih, tetapi kadang-kadang juga menambahkan obat dan vitamin. Beberapa bentuk tempat minum yang dapat digunakan antara lain sebagai berikut.

a. Tempat Minum Gantung
Tempat ini biasanya terbuat dari plastik, ukurannya bermacam-macam dan dapat digunakan untuk anak ayam maupun untuk ayam dewasa.

b. Tempat Minum Silinder
Tempat minum yang berbentuk silinder dapat dibuat dari bambu atau dari pipa pralon.


Pakan Ayam Pelung

Ayam pelung, membutuhkan pakan seperti makhluk hidup yang lain. untuk pertumbuhan badan, bertelur, dan bergerak, ayam pelung membutuhkan makanan dari luar. Pemberian pakan dan air minum untuk ayam pelung perlu disesuaikan dengan pertumbuhan badan dan tujuan pemeliharaannya. Ayam pelung mempunyai badan yang besar dan kukuh dengan pertumbuhan yang sangat cepat dapat dikategorikan sebagai tipe pedaging. 

Akan tetapi, kebayakan peternak memelihara ayam pelung untuk menghasilkan anak. Oleh karena itu, mereka memelihara ayam pelung untuk menghasilkan telur tetas. Dengan demikian, tujuan pemeliharaan yang lebih tepat adalah pemeliharaan tipe dwiguna (petelur dan pedaging).

Pakan khusus untuk ayam pelung yang dijual di pasar atau poultry shop, sebenarnya belum ada. Akan tetapi, peternak dapat memberikan pakan ayam broiler untuk ayam pelung. Banyak peternak yang tidak mau repot membuat pakan sendiri sehingga mereka membeli di toko. Namun, harganya tentu lebih mahal. Jika peternak hendak membuat pakan sendiri, bahan yang digunakan haruslah memenuhi syarat-syarat sebagai berikut :
  1. mudah didapat,
  2. harganya murah,
  3. disukai oleh ayam,
  4. bermutu baik, artinya warna, bau, maupun bentuknya belum rusak,
  5. mempunyai zat makanan yang cukup, dan
  6. dapat saling menutupi kekurangan setiap bahan pakan.
Pakan ayam pelung dapat berupa hasil tanaman, makanan atau pangan, dan kadang-kadang dapat pula berasal dari hewan ternak atau ikan. Berdasarkan bahan pakan yang digunakan, bentuk pakan ayam pelung dapat dibedakan menjadi empat.
  1. Bentuk butiran, seperti jagung, gandum, dan sorgum. Makanan ini merupakan sumber energi atau karbohidrat.
  2. Bentuk tepung, seperti bekatul, dedak, tepung tulang, dan tepung ikan. Makanan ini merupakan sumber protein dan energi.
  3. Bentuk pipih, seperti bungkil kedelai dan bungkil kacang tanah. Makanan ini sebagai sumber protein dan asam amino.
  4. Bentuk cair, seperti minyak ikan dan menyak kedelai. Makanan ini sebagai sumber energi.
Pemberian pakan ayam pelung dibedakan berdasarkan tujuan pemeliharaan, yaitu pemberian pakan untuk ayam hias dan untuk ayam pedaging.

A. Pemberian Pakan Ayam Pelung Hias

Pemberian pakan ayam pelung hias dapat menggunakan standar pakan ayam ras petelur sehingga cara memberikan pakan pun dapat dibedakan menjadi tiga masa, yaitu masa anak (starter), masa remaja (grower), dan masa bertelur (layer).

1. Pakan untuk anak ayam

Pakan yang diberikan sama dengan pakan anak ayam untuk ayam petelur, seperti CP 521 atau CP 321 yang berbentuk butiran. Jumlah pemberiannya adalah 15 gram per ekor setiap hari. Kemudian, dapat ditambah sedikit demi sedikit sampai mencapai 30 gram per ekor setiap hari untuk ayam yang berumur dua bulan. 

Air minum ayam pelung berupa air putih biasa, sebaiknya air direbus terlebih dahulu agar ayam terhindar dari bibit penyakit. Pemberian air minum dilakukan setiap hari dan takarannya pun harus mencukupinya.

Kadang-kadang perlu juga diberikan vitamin, seperti vitachick untuk menambah daya tahan tubuh ayam terhadap perubahan cuaca atau penyakit tertentu. Bahkan ada peternak yang memberi tambahan air kunyit, asam jawa, dan gula merah dalam air minumnya.

2. Pakan untuk ayam remaja

Memelihara ayam remaja lebih mudah daripada memelihara anak ayam. Meskipun begitu, kemungkinan kematian ayam remaja tetap ada. Ayam pelung remaja dapat dimasukkan ke dalam kandang hias sehingga perlu diberi pakan dan minum. Pakan ayam remaja dapat diberikan jenis pakan untuk ayam ras petelur remaja, seperti CP 522 dan CP 322. Jumlah pemberiannya adalah 30-100 gram per ekor setiap hari. Penambahan pakan dapat dilakukan secara bertahap sesuai perkembangan umur ayam.

3. Pekan untuk ayam dewasa

Pemeliharaan ayam pelung dewasa tidak terlau sulit. Perawatan dewasa tidak terlalu sulit. Perawatan yang perlu adalah melati suara kokok ayam agar bertambah bagus dan merdu. Pakan ayam pelung dewasa dapat diberikan jenis pakan untuk ayam ras petelur dewasa. Jumlah pemberiannya lebih banyak dibandingkan dengan jumlah yang diberikan kepada ayam remaja, yaitu sebanyak 100 gram per ekor setiap hari.

Pemberian air minum untuk anak ayam, ayam remaja, dan ayam dewasa pada prinsipnya sama, yaitu berupa air bersih yang telah dimasak. Di samping kegiatan rutin, seperti pemberian pakan dan minum, perlu juga dilakukan vaksinasi ND/tetelo agar ayam tidak terjangkit penyakit ND/tetelo. Vaksinasi dilakukan ketika ayam berumur 4 hari, 4 minggu, 4 bulan, dan diulang setiap 4 bulan sekali. Cara pemberian vaksin dapat dilakukan dengan tetes mata, air minum, atau dapat pula dilakukan dengan suntikan.


B. Pemberian pakan ayam pelung pedaging

Tujuan beternak ayam pelung adalah agar ayam cepat tumbuh subur dan gemuk sehingga dagingnya banyak, pakan yang diberikan sebaiknya berupa pakan untuk ayam pedaging. Untuk anak ayam, dari hari pertama sampai umur satu setengah bulan dapat diberikan pakan untuk ayam ras pedaging (broiler). Jumlah pemberiannya adalah 15 gram per hari setiap ekor. Jumlah tersebut dapat ditambah sedikit demi sedikit sampai mencapai 25 gram per ekor setiap hari ketika umur ayam lebih kurang 1,5 bulan.

Pakan ayam pelung jantan dan induk betina untuk ayam pelung pedaging sama dengan pakan untuk ayam pelung hias, yaitu diberikan pakan ayam ras petelur. Jumlah pemberiannya adalah 100 gram per ekor setiap hari. Jika cara pemeliharaannya dilakukan secara intensif dan teliti, ayam pelung pedaging yang telah berumur sekitar 3 sampai 4 bulan telah dapat dipanen atau dijual, sedangkan ayam betina yang bagus dapat dipelihara dan dijadikan bibit baru.


Pemeliharaan Bibit dan Penetasan Telur

A. Pemilihan Bibit

Agar dalam memelihara ayam pelung dapat berhasil dengan baik, ada tiga faktor utama yang berpengaruh yang perlu mendapat perhatian yang sungguh-sungguh. Ketiga faktor itu ialah bibit, pakan, dan pemeliharaan. Untuk mendapatkan atau menghasilkan ayam pelung yang bersuar indah perlu dilakukan pemilihan atau penyeleksian induk secara baik. Untuk itu, perlu diketahui ciri-ciri bibit pelung yang baik. Ciri pejantan yang baik adalah sebagai berikut :
  • mempunyai suara yang indah dan lebih baik jika pernah menjadi juara lomba ayam pulang.
  • mempunayi bentuk yang ideal, yaitu :
  1. badan : tinggi besar, jika berdiri tegak, tegap dengan kaki kuku.
  2. bentuk kepala : bulat lonjong dengan leher yang panjang.
  3. paruh : bersih kuat berwarna, seperti warna kuku dan lubang langit-langit paruh bulat sehingga menimbulkan suara merdu.
  4. pial : lebar tanpa lipatan, minimal lipatan hanya pada pangkal.
  5. mata : besar dan bercahaya.
  6. jengger : tegak, bentuk tunggal dengan gerigi berjumlah ganjil (5,7,9) dan berwarna merah.
  7. tenggorokan : membesar dan lunak.
  8. tembolok : terletak di tengah, terlihat besar, dan ikut bergoyang jika berjalan.
  9. ekor : panjang dan rapi.
  10. sayap : kuat dan pangkal sayap besar.
  11. kaki : besar, kuat, dan kukuh.
  12. sisik kaki : rapi, bersih, agak tersembul tetapi tidak menganga.
  13. taji/jalu : lurus dan runcing.
  14. warna kuku : sama dengan paruh.
  15. telapak kaki : empuk.
  16. bulu : mengkilat dan utuh (tanda ayam sehat) warna bergantung pada selera peternak.

  • cukup umur, paling tidak berumur setahun, tetapi lebih baik kalau telah berumur dua tahun.
  • tidak mengidap penyakit menular dan menurun.
  • mempunyai nafsu kawin yang baik dan mampu mengawini betina dengan sempurna sehingga telur yang ditetaskan tidak banyak yang kosong.



Adapun ciri peluang betina yang baik yang dapat dijadikan induk adalah sebagai berikut :

  1. mempunyai bentuk badan ideal sebagai induk.
  2. berbadan sehat dan tidak berpenyakit menular atau menurun.
  3. berumur sekitar setahun atau pernah bertelur. Saat bertelur pertama kali, induk belum dapat dijadikan bibit karena telur belum stabil.
  4. mempunyai garis keturunan yang jelas dari induk terdahulu. Setidaknya, induk betina mempunyai saudara jantan yang bersuara bagus, atau bapak induk bersuara bagus.


Dengan memilih atau membeli bibit yang baik dan memenuhi persyaratan, keturunan yang baik kemungkinan besar dapat dihasilkan. Cara perbaikan pakan dan air minum untuk bibit peluang pada prinsipnya sama seperti memberi makan ayam pelung hias dan ayam pelung pedaging, yaitu menggunakan pakan untuk ayam ras petelur. Jumlah pemberiannya lebih kurang 100 gram per ekor setiap hari.





B. Perkawinan


Dalam mengawinkan ayam pelung dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu kawin alam dan kawin buatan. Cara perkawinan alam dilakukan dengan jalan peternak mengumpulkan pelung betina dan pelung pejantan yang akan dikawinkan. Pelung pejantan akan mengawini pelung betina secara alami. Dalam perkawinan alam, seekor pejantan sebaiknya mengawini 5-10 ekor per hari. 

Karena pejantan cenderung mengawini betina yang disukainya saja. Akibatnya, tidak semua betina memiliki telur bertunas. Oleh karena itu, peternak harus memberi tanda betina yang telah dikawini dan dipisahkan sementara. Adapun kawin buatan dapat dilakukan dengan menyuntikkan sperma pelung jantan ke pelung betina sihingga pelung jantan dapat mengawini banyak betina.

Namun, sebelum melakukan kawin buatan atau kawin suntik, peternak harus menguasai teknologi ini sebaik mungkin. Beberapa hal yang perlu diperhatikan adalah alat reproduksi ayam, teknik pengumpulan sperma, dan teknik penyuntikan.


C. Penetasan Telur

Penetasan telur ayam pelung dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu sebagai berikut.

1. Penetasan secara alami

Secara alami induk ayam pelung akan mengerami telurnya selama 21 hari. Pengeraman itu dapat dilakukan oleh induk pelung atau dapat pula dititipkan pada induk ayam buras atau bebek yang sedang mengeram. Kelebihan menetaskan telur secara alami adalah sebagai berikut.
  • mudah karena penetasan diatur sendiri oleh induk.
  • daya tetas tinggi dan biaya lebih murah.
  • menghasilkan ayam yang suaranya lebih baik dan lebih berkualitas.
Adapun kelemahan menetaskan telur secara alami adalah sebagai berikur :

  • Jumlah telur ditetaskan dalam satu periode yang terbatas.
  • memerlukan rangsangan agar induk mau mengerami telurnya, terutama induk yang baru bertelur.

2. Penetasan buatan

Penetasan buatan adalah proses penetasan yang dilakukan dengan menggunakan mesin tetas. Cara ini menuntut tetelitian, kesabaran, dan pengetahuan tentang mesin tetas. Selain itu, diperlukan juga dana yang lebih besar jika dibandingkan dengan cara alami. Penetasan secara buatan mempunyai beberapa keuntungan, antara lain :

  • dapat menetaskan telur dalam jumlah yang banyak pada satu periode penetasan.
  • induk ayam pelung dapat terus berproduksi tanpa terhenti oleh masa mengeram, dan
  • tidak memerlukan induk pengganti sehingga dapat menghemat biaya pakan dan minum selama periode penetasan.
Jika ingin menggunakan cara menetaskan telur dengan mesin tetas, anda dapat membaca buku penetasan telur dengan mesin tetas sederhana pada buku seri pedesaan.


Penyakit dan Pencegahannya

Penyakit selalu membayangi kehidupan setiap makhluk hidup, juga pada manusia dan ayam. Meskipun berbadan besar, ayam pelung juga mudah terserang penyakit, namun sebagai ayam kampung, ayam pelung lebih tahan terhadap serangan penyakit jika dibandingkan dengan ayam ras.

Beberapa penyakit yang sering menyerang ayam pelung di antaranya adalah sebagai berikut.

A. Penyakit Tetelo

Penyakit ini disebut juga penyakit ND (newcastle disease) atau penyakit pes ayam. Penyebab penyakit ini adalah virus tertor furens. Tanda-tandanya adalah sebagai berikut :
  • Ayam terlihat lemah, lesu, pucar, dan malas berkokok.
  • Ayam batuk-batuk dan bersin.
  • Nafsu makan berkurang, warna bulu kusam dan berdiri.
  • Sayap menggantung dan sering kali terjadi kelumpuhan.
  • Ayam mencret, kotorannya kehijauan, kekuningan, atau hitam putih.
  • Gangguan saraf, kepala tertarik ke bawah atau ke samping dan jalannya mundur, atau leher berputar-putar dan jalannya pun berputar, dan
  • kematian mencapai 80-100%.
Penyebaran penyakit :
  • Melalui kontak langsung dengan ayam yang sakit ND.
  • Melalui udara.
  • Melalui peralatan yang terkotori virus ND.
  • Melalui pakan dan minum, dan
  • Melalui binatang lain pembawa penyakit yang masuk ke kandang.
Pencegahan penyakit :
  • Kandang harus bersih dan mendapat sinar matahari yang cukup.
  • Ayam yang terserang ND harus dipisahkan.
  • Peralatan yang digunakan harus dicuci bersih sebelum dan sesudah dipakai, dan
  • melakukan vaksinasi pada umur 4 hari, 4 minggu, dan 4 bulan. penyakit tetelo tidak ada obatnya.

B. Penyakit Ngorok

Penyakit ngorok lebih dikenal dengan nama CRD. Penyebab penyakit ini adalah mycoplasma gallisepticum. Tanda-tandanya adalah sebagai berikut :
  • Ayam sering ngorok pada sore hari.
  • Ayam menderita diare.
  • Cairan air mata sering keluar, dan
  • Nafsu makan berkurang sehingga manjadi kurus dan ayam jantan tidak mau berkokok.
Penyebaran penyakit :
  • Melalui kontak langsung dengan ayam yang sakit.
  • melalui makan dan minum,
  • melalui tempat pakan atau minum, dan
  • melalui kotoran ayam yang sakit.
Pencegahan penyakit :
  • Kandang dan lingkungannya harus selalu bersih.
  • Ayam yang sakit harus dipisahkan.
Ayam yang ngorok diberi belcospira dengan dosis 1/2 gram/liter air minum dan diberikan selama 5 hari berturut-turut.


C. Penyakit Berak Darah

Penyakit ini dikenal dengan nama Coccidiosis. Penyebabnya adalah protozoa coccidia. Tanda-tandanya adalah sebagai berikut :
  • Ayam ngantuk, pucat, dan lesu serta sayapnya terlukai.
  • Nafsu makan berkurang, badan kurus, dan pertumbuhannya lambat.
  • Ayam mencret, kotorannya berwarna merah darah, dan
  • Ayam kedinginan dan bulu kusam berdiri.
Penyebaran penyakit :
  • Melalui konyak langsung dengan ayam yang sakit.
  • Melalui kotoran ayam yang sakit.
  • Melalui pakan dan air minum.
  • Melalui tempat pakan atau minum, dan
  • Melalui binatang lain, seperti tikus, burung, dan serangga.
Pencegahan Penyakit :
  • Kandang harus bersih.
  • Peralatan yang digunakan harus bersih.
  • Ayam yang sakit harus segera dipisahkan, dan
  • Pemberian coccidiostat, baik melalui pakan maupun air minum.
Pengobatan :
Ayam yang sakit dapat diberi Noxal, Trisulfa, atau klortetrasiklin sesuai dosis pengobatan.


D. Penyakit Berak Kapur

Penyakit ini dikenal dengan nama penyakit Pollorum. Tanda-tandanya adalah sebagai berikut :
  • Anak ayam kedinginan meskipun telah diberi pemanas sehingga saling berdesak-desakan.
  • Kotorannya berwarna keputih-putihan dan mencret.
  • Nafsu makan berkurang dan susah bernapas.
  • Produksi telur menurun dan kotorannya berwarna hijau kecokelat-cokelatan, dan
  • Ayam tampak ngantuk, lesu, dan sayap terkulai.
Penyebab penyakit ini adalah bakteri salmonella pollorum.

Penyebaran penyakit :

  • melalui telur tetas dari induk.
  • melalui kontak langsung dengan ayam yang sakit.
  • melalui peralatan yang digunakan.
  • melalui kotoran ayam yang sakit, dan
  • melalui binatang lain dan tamu yang datang ke kandang.
Pencegahan penyakit :
  • memisahkan ayam yang sakit dari ayam yang sehat, dan
  • menjaga kebersihan kandang dan peralatan.
Pengobatan :
Ayam yang terjangkit penyakit ini dapat disembunyikan dengan obat sulfa, takarannya sesuai dengan dosis yang ada.


E. Penyakit Pilek

Penyakit pilek pada ayam dikenal dengan coryza atau snot. Penyakit ini menyerang ayam pelung pada semua umur. Penyebab penyakit ini adalah bakteri Haemophilus gallinarum. Tanda-tandanya adalah sebagai berikut
  • ayam sering bersin dan menggelengkan kepala.
  • lubang hidung dan mata ayam keluar cairan dan lendir.
  • ayam lesu, lemah, dan sering keharusan, dan
  • nafsu makan berkurang dan jarang berkokok.
Penyebaran penyakit :
  • melalui kontak langsung dengan ayam yang sakit.
  • melalui makanan dan air minum, dan
  • melalui udara, peralatan yang digunakan, atau melalui para tamu yang berkunjung.
Pencegahan penyakit :
  • memisahkan ayam yang sakit.
  • menjaga kebersihan kandang dan peralatan,
  • memberikan klortetrasiklin untuk dosis pencegahan.
Pengobatan :
Ayam yang sakit dapat diberi klortetrasiklin sesuai dengan dosis pengobatan.


F. Penyakit Cacingan

Penyebab penyakit ini adalah cacing ascaridia galli. Tanda-tandanya adalah sebagai berikut:
  • ayam lesu, pucat, dan kurus.
  • nafsu makan berkurang.
  • pertumbuhan ayam lambat.
  • ayam mencret terus-menerus.
  • bulu kusam, rusak, dan kasar.
  • sayap mengendor, terkulai, dan ayam malas berkokok.
Penyebaran penyakit :

Melalui kotoran ayam yang termakan.

Pencegahan penyakit :
  • menjaga kebersihan kandang dan lingkungannya, dan
  • memisahkan ayam yang terserang penyakit dan mengobatinya dengan anti cacing carisid.
Pengobatan :
  • memberikan obat cacing, seperti anti warm, triple caps, dan piperazin (dosis sesuai petunjuk dari pabrik).
  • memberikan buah pinang atau jambe yang telah ditumbuk dan dicampur dengan makanan dan minuman.


Sumber : Ir. Tuti N. Sutarto dan Ir. Sutarto

Type and hit Enter to search

Close