Breaking News

Cara Menanam Selada


MANFAAT SELADA

Tanaman selada adalah tanaman sayuran daun yang rasanya enak, renyah, dan segar sehingga banyak digemari oleh masyarakat. Tanaman selada umumnya dimakan mentah bersama sambal jadi, dimakan untuk lalap. Empat jenis selada yang sering di budidayakan sebagai tanaman sayuran yaitu :



1. Selada Kepala

Selada ini memiliki daun lebar. bentuknya hampir bulat, halus, dan lembut. Selada ini dapat membentuk hampir seperti kol (kubis) tetapi kecil dan tidak keras.

2. Selada Kerucut

Selada ini membentuk kepala yang bentuknya bulat panjang, hampir menyerupai sawi putih.

3. Selada Daun atau Selada Keriting

Selada ini tidak membentuk kepala. tetapi daunnya berumbai.

4. Selada Batang

Selada ini batangnya berdaging tebal. Selada ini yang dimakan batangnya karena daunnya tidak enak dimakan.

Dari keempat jenis selada ini, yang sering dimakan adalah selada keriting dan selada kepala karena kerucut dan selada batang belum banyak dikenal oleh masyarakat.

LINGKUNGAN YANG COCOK

Selada termasuk sayuran semusim yang bisa ditanam di daerah dataran rendah sampai ke dataran tinggi. Selada tidak tahan terhadap hujan yang terlalu banyak. Selada lebih baik ditanam pada musim kemarau, tetapi harus cukup air. Selada dapat tumbuh baik jika ditanam pada tanah yang subur dan gembur, cukup air, tetapi tidak becek.

Selada tidak harus ditanam di lahan atau kebun yang luas. Guna memanfaatkan halaman atau teras rumah, selada bisa ditanam di dalam pot. Dengan penanaman selada di dalam pot, di halaman atau teras rumah yang ditata secara baik maka tanaman selada dapat berfungsi ganda, yaitu penghasil sayur dan penghias teras atau halaman rumah.

CARA BERCOCOK TANAM

1. Pesemaian

Untuk memudahkan perawatan tanaman yang masih kecil, sebaiknya biji selada disemaikan terlebih dahulu, walaupun selada bisa ditanam langsung dari biji. Beberapa macam cara menyemai selada, yaitu, ada yang disemai dalam bak pesemaian, ada yang disemai dalam kantong plastik, dan dapat juga disemai pada bedengan pesemaian.

Agar tanah yang digunakan menyemai lebih gembur maka dalam pembuatan bedengan pesemaian, selain dilakukan pecangkulan, perlu juga diberi tambahan pupuk kandang atau kompos dan pasir kali. Pesemaian perlu dibuatkan atap untuk melindungi bibit dari hujan dan teriknya matahari. 

Atap ini dibuat miring ke barat/bagian yang tinggi di sebelah timur. Penaburan biji pada tempat pesemaian harus tersebar rata agar pertumbuhannya dapat seragam. Untuk pesemaian dalam kantong plastik, berilah 1-2 biji setiap kantong. Bibit selada dapat tumbuh dengan baik kalau dilakukan perawatan pesemaian dengan baik. Perawatan ini adalah sebagai berikut.

a. Penyiraman

Penyiraman dilakukan setiap hari. Gunakanlah gembor, yaitu alat yang mempunyai pancuran dan berlubang halus untuk menyiram agar bibit yang baru tumbuh tidak terkena pancuran air siraman. Pada waktu penyiraman diusahakan tanahnya sampai benar-benar basah merata, tetapi jangan sampai jadi becek.

b. Penyiangan

Penyiangan perlu dilakukan apabila tempat pesemaian ditumbuhi gulma (rumput) pengganggu. Penyiangan dilakukan dengan cara mencabut rumput-rumput yang tumbuh. Pencabutan harus dilakukan hati-hati dan jangan sampai merusak bibit.

c. Pengaturan Naungan

Untuk mendapatkan bibit yang pertumbuhannya bagus, kekar, dan sehat, perlu pengaturan naungan. Satu minggu sebelum tanaman siap ditanam, naungan mulai dikurangi dikit demi sedikit sehingga pada saat bibit siap ditanam sudah tidak memakai naungan lagi. Cara demikian akan memperkecil kematian bibit setelah ditanam di kebun.

d. Pendendalian Hama dan Penyakit

Apabila di pesemaian terlihat tanda-tanda serangan hama atau penyakit, secepatnya mungkin dilakukan penyemprotan dengan menggunakan pestisida (obat pemberantas hama atau penyakit tanaman).

2. Pengolahan Tanah

Untuk mendapatkan tanah yang gembur maka perlu dilakukan pengolahan tanah lebih dahulu sebelum ditanam. Pengolahan tanah ini bisa dengan dibajak atau dicangkul sedalam 30-40 cm. Setelah dibajak atau dicangkul, tanah dibiarkan selama 4-7 hari agar terkena sinar matahari untuk menghilangkan bibit hama dan penyakit yang ada di dalam tanah itu.

3. Pembuatan Bedengan

Setelah pengolahan tanah, kemudian dibuat bedengan-bedengan atau guludan, Bedengan itu dibuat dengan ukuran lebar 90-100 cm, panjang 5-10 meter atau disesuaikan dengan keadaan kebun, dan tinggi lebih kurang 20 cm. Apabila di daerah yang sering terendam air maka bedengan dibuat lebih tinggi lagi. Jarak antar bedengan berkisar antara 30-4- cm. Bedengan dibuat yang rata dan gembur tidak boleh tanahnya berbongkah-bongkah.

4. Pemberian Pupuk Dasar

Pupuk dasar ditaburkan pada bedengan pupuk dasar yang digunakan bisa pupuk kandang, pupuk kompos, dan TSP. Pupuk kandang atau kompos yang dipakai harus sudah jadi. Tanda-tanda pupuk kandan dan kompos yang sudah jadi warnanya sudah hitam. Hampir menyerupai warna tanah dan sudah tidak panas. 

Jumlah pupuk dasar yang digunakan adalah pupuk kandang atau kompos sebanyak 2 kg setiap meter persegi dan TSP 250-300 gram (lebih kurang 1 gelas); pupuk kandang dan TSP dicampur rata dengan tanah dengan menggunakan  cangkul. Setelah selesai dicampur, kemudian disiram sampai basah. Sehari atau dua hari berikutnya baru tanaman ditanam.

5. Penanaman

Tanaman selada tiak begitu besar bentuknya. Penanamannya relatif lebih rapat, jarak tanamannya anara 20-25 x 20-25 cm. Bibit selada yang sudah siap ditanam adalah bibit yang telah berumur lebih kurang 3 minggu atau sudah berdaun 4-6 helai. Untuk mendapatkan bibit yang baik, pengambilan bibit dari pesemaian jangan sampai dicabut. Cara yang baik untuk pengambilan bibit dari pesemaian adalah dengan menggunakan solet (pengungkit) yang dibuat dari bambu.

Solet ditusukkan miring dengan jarak 3 cm dari batang sampai di bawah akar, kemudian diungkit ke atas. Dengan demikian, bibit akan terangkat ke atas dan akarnya pun tidak rusak. Sebelum dilakukan pencabutan bibit perlu dilakukan penyiraman sampai tanahnya menjadi basah merata.

Buatlah lubang tanam pada bedengan pada jarak yang sudah ditentukan dengan menggunakan stik bambu. Kedalaman lubang tanam sama dengan panjangnya akar tunggang dan lebarnya selebar akar serabut. Bibit yang telah diambil dari pesemaian tadi, kemudian ditanam dengan akar tunggang luru ke bawah dan akar serabutnya merata rata. Setelah itu, lubang ditutup dengan tanah yang halus sehingga tertutup akarnya.

Selanjutnya, tanah ditekan ke bawah dengan jari sampai bibit selada berdiri tegak. Apabila yang ditanam bibit yang berasal dari kantong plastik atau kantong daun, buatlah lubang tanam sebesar kantong plastik. Setelah selesai tanam segeralah disiram sampai tanahny basah merata. Penanaman sebaiknya dilakukan sore hari agar tanaman tidak mengalami layu yang lama. Untuk mendapatkan hasil panen yang baik, penanaman selada ini dilakukan di bawah atap plastik putih. 

Baca juga : bertanam pisang

PERAWATAN TANAMAN

Setelah selesai tanam, tidak berarti pekerjaan bertanam selada ini selesai dan tinggal menunggu panen. Akan tetapi, perlu dilakukan perawatan yang baik agar mendapatkan pertumbuhan tanaman yang sempurna. perawatan tanaman itu antara lain, sebagai berikut.

1. Penyiraman dan Pembersihan Tanah

Apabila keadaan tanahnya sudah kering, segeralah disiram. Biasanya pada musim-musim hujan, sehabis hujan banyak tanah yang menempel pada daun dan batang, sebaiknya tanah yang menempel segera disiram sampai bersih. Tanah yang melekat akan mengganggu tanaman dan kemungkinan tanaman akan mudah terserang penyakit. Untuk mengurangi percikan tanah pada waktu hujan dapat diberi penutup tanah (mulsa) dengan menggunakan jerami. Selain itu, mulsa pada musim kemarau bisa mengurangi kekeringan tanah.

 2. Penyulaman

Apabila ada tanaman yang mati harus segera disulam (diganti) dengan menggunakan bibit cadangan yang disediakan sehingga panenannya dapat serempak. Penyulaman ini jangan menggunakan bibit yang berbeda umurnya karena panenanya tidak dapat serempak.

3. Penyiangan 

Apabila kelihatan tumbuh gulma, segeralah dicabut. Gulma yang tumbuh di antara tanaman selada dapat mengganggu pertumbuhan karena akan menjadi persaingan dalam hal makanan, tempat tumbuh, dan mendapatkan sinar matahari yang cukup.

4. Penggemburan dan Pembumbunan

Apabila tanah sudah kelihatan padat, segera digemburkan. Namun, dalam penggemburan ini harus hati-hati dan jangan terlalu dalam agar tidak merusak tanaman karena selada tiak dalam. Bersamaan dengan penggemburan, sebaiknya dilakukan pula pembumbunan untuk menutupi akar yang kelihatan.

5. Pemupukan

Untuk merangsang tanaman agar cepat tumbuh dengan baik, setelah tanaman kelihatan hidup, segera dipupuk dengan menggunakan pupuk urea sebanyak 1/2 sendok teh per pohon. Setelah tanaman berumur 2 minggu, kemudian dipupuk dengan menggunakan pupuk urea 1 sendok teh dan KCI 1/2 sendok teh setiap pohon. Pupuk diberikan pada kiri kanan pohon dengan cara ditaburkan pada parit yang telah disediakan. Parit ini dibuat lebih kurang 5 cm dari batang. Pupuk yang telah ditaburkan kemudian ditutup lagi dengan tanah dan segera disiram.

6. Pengendalian Hama dan Penyakit

Seperti halnya tanaman lain, tanaman selada tidak luput dari serangan hama dan penyakit. Serangan hama dan penyakit ini dapat menurunkan hasil dan juga menurunkan mutu. Apabila mutu rendah, harga jualnya pun rendah. Bahkan tidak laku dijual sama sekali sehingga jika serangan hama dan penyakit ini dibiarkan tentu akan merugikan kita. Oleh karena itu, pencegahan serangan hama dan penyakit tanaman selada harus dilakukan sedini mungkin. 

Beberapa jenis hama yang sering menyerang tanaman selada.
  • Ulat tanah, atau yang sering disebut pemotong batang banyak dijumpai di dalam tanah. Ulat tanah itu menyerang tanaman pada sore dan pada malam hari. Ulat ini lebih suka menyerang tanaman yang baru ditanam. Pengendalian yang baik dengan cara mekanis, yaitu dicari satu persatu, dan dibunuh. Oleh karna ulat ini menyerang pada malam hari, pencariannya sebaiknya juga dilakukan pada malam hari. Kalau sudah terlalu banyak, ulat bisa disemprot dengan insektisida (obat pembasmi serangga). Penyemprotan sebaikkya dilakukan pada sore hari.
  • Ulat daun, ulat ini menyerang daun-daun yang masih muda. Daun-daun yang diserang akan tampak berlubang. Ulat ini dibasmi dengan menggunakan insektisida.
  • Ulat Jengkal, Ulat ini disebut demikian karena jika berjalan melengkung seperti kalau orang mengukur menggunakan ibu jari dan kelingking. Ulat ini bisa dikendalikan secara mekanis, yaitu dengan cara mencari satu per satu. Apabila jumlahnya cukup banyak dapat disemprot dengan insektisida.
  • Kutu daun, kutu ini menyerang semua jenis tanaman. Kutu ini ada yang bersayap dan ada yang tidak. Warnanya hijau kekuningan atau hijau kusam. Pengendalian hama ini bisa dengan menggunakan mulsa (penutup tanah) dari plastik perak dan disemprot dengan menggunakan insektisida. Penyakit ini sering menyerang selada.
  • Busuk daun, Penyakit ini disebabkan oleh cendawan yang menyerang daun selada. Daun yang terserang akan terlihat bercak-bercak yang berwarna kuning muda. Kemudian, bercak-bercak itu semakin meluas dan warnanya menjadi cokelat dan busuk.
Cara pengendalian penyakit itu adalah sebagai berikut.
  1. Tanah jangan terus-menerus ditanami selada. Jadi, harus dilakukan pergiliran tanaman.
  2. Tempat penanaman dijaga kebersihannya dan gulmanya selalu dibersihkan.
  3. Drainase (saluran air) dibuat dengan baik, jangan sampai tergenang air. Tanaman disemprot dengan fungisida (obat pembasmi penyakit tanaman, terutama yang disebabkan oleh cendawan).
  • Busuk akar, Tanaman yang terserang akarnya menjadi busuk. Apabila tingkat serangannya tinggi maka tanaman akan mati. Jika penyakit ini menyerang pada bibit yang masih dalam pesemaian, bibit akan rebah dan mati.
Cara pengendalian penyakit ini adalah sebagai berikut.
  1. Tanah jangan terus-menerus ditanami selada dan harus dilakukan pergiliran tanaman.
  2. Tempat penanaman dijaga kebersihannya dan gulmanya selalu dibersihkan.
  3. Drainase (saluran air) dibuat secara baik dan jangan sampai selalu tergenang air. 
  4. Tanaman sebaiknya disemprot dengan fungisida obat pembasmi penyakit tanaman, terutama yang disebabkan oleh cendawan.
  5. Tanaman yang sakit dicabut dan dibakar.
Dalam penggunaan insektisida dan fungisida harus disesuaikan dengan daftar yang tertera pada lebel insektisida atau fungisida yang digunakan.

7. Panen

Umur panen selada itu berbeda-beda, tergantung pada varietas atau jenisnya, yaitu dari 30-80 hari. Pemanenan selada kepala dilakukan setelah tanaman membentuk krop (kepala) baru dipanen dengan cara dipotong di atas daun yang yang terkena tanah, sedangkan untuk memanen selada daun dilakukan jika daun-daunya sudah cukup lebar. 

Pemanenan itu dapat dipetik daunnya saja dan dapat juga dipotong bersama batangnya. Namun, umumnya untuk pemanenan selada yang akan dijual dipotong bersama batangnya. Waktu panen selada yang baik adalah pada pagi dan sore hari. Apabila dipanen pada pagi hari, sebaiknya dilakukan setelah selada sudah tidak basah karena terkena embun atau hujan kira-kira pukul 10.00.

Apabila dilakukan pemanenan pada sore hari dapat dilakukan kira-kira 15.30. Jangan sampai melakukan pemanenan pada siang hari karena pada siang hari cuaca sangat panas sehingga selada akan cepat layu. Hal yang demikian dapat menurunkan mutu selada yang dipanen.

Baca juga : Cara menanam paria

PENANAMAN SELADA DALAM POT

Pemanfaatan tempat yang relatif sempit, misalnya, halaman dan teres-teras rumah, kita dapat menggunakan pot-pot untuk penanaman selada. Pot ini dapat menggunakan ember, kaleng, pot tanah, pot semen, pipa paralon, kantong plastik, dan bambu. Pemanenan selada dalam pot, diperlukan media tanam sebagai pengisi pot. Media tanam dalam pot ini ada bermacam-macam jenisnya, misalnya :

1. Campuran tanah, pasir, dan kompos
2. Campuran pasir dan kompos
3. Campuran arang sekam dan kompos

Media tanam ini banyak lagi jenisnya yang dapat digunakan. Cara membuat media tanam yang akan diisikan dalam pot sebagai berikut.


1. Media Campuran Tanah, Pasir, dan Kompos

Ambil tanah satu bagian, pasir satu bagian, dan kompos satu bagian, kemudia ketiga bahan ini dicampur sampai rata. Setelah dicampur dapat dimasukkan ke dalam pot. Kompos yang digunakan dipilih kompos yang sudah jadi sehingga media yang dibuat dapat langsung digunakan.

Cara pembuatan pupuk kompos adalah sbagai berikut.
  • Kumpulkan sampah-sampah atau sisa-sisa tanaman yang mudah busuk, kemudian susunlah setinggi 50 cm. Setelah itu, taburkan kotoran ternak setebal 5 cm, diatasnya susunlah sampah, kemudian kotoran ternak dan seterusnya sampai tinggi 1,5-2 meter. Setelah 3 minggu, tumpukan itu dibalik, lebih kurang 2,5 bulan, kompos sudah jadi. Tanda-tanda kompos yang sudah jadi, yaitu warnanya sudah kehitaman hampir menyerupai warna tanah dan apabila dipegang sudah tidak panas.

2. Pembuatan Media Tanam dari Pasir

Abillah pasir yang warnanya kehitam-hitaman dan buatlah kerikil-kerikilnya (batu-batu kecil), kemudian cucilah sampai bersih. Setelah pasir itu sudah bersih dapat digunakan dalam pot. Tanda pasir yang bersih, apabila air bekas pencucian pasir warnanya sudah jernih. Pasir yang sudah dicampur dengan kompos dapat dimasukkan dalam pot.

3. Pembuatan Arang Sekam

Arang sekam diperoleh dari hasil pembakaran sekam padi. Agar pembakaran sekam tidak sampai menjadi abu maka dalam pembakaran itu digunakan tungku pembakar. Tungku pembakar ini bisa terbuat dari kaleng dan tanah.

Cara pembakarannya adalah sebagai berikut.
  • Tungku pembakar yang telah disiapkan kemudian dinyalakan. Setelah menyala, sekam padi ditaburkan di sekeliling tungku sehingga lama kelamaan sekam padi akan terbakar. Apabila api sudah menembus keluar tumpukan sekam segera dibalik-balik agar sekam dapat terbakar merata. 
Setelah sekam terbakar semua, kemudian disiram dengan air supaya bara api segera mati. Kalau tidak disiram maka sekam akan menjadi abu. Arang sekam yang diperoleh kemudian dicampur dengan kompos lalu dimasukan ke dalam pot sebagai media tanam.

4. Penanaman Selada dalam Pot

Penanaman selada dalam pot pada dasarnya adalah sama dengan penanaman selada di kebun, hanya bedanya kalau penanaman dalam pot tempat yang digunakan adalah pot, sedangkan penanaman di kebun tempat yang digunakan berupa bedengan. Apabila penanaman menggunakan pot yang kecil maka dalam satu pot hanya satu tanaman, sedangkan jika menggunakan paralon atau bambu yang panjang, satu pot dapat ditanam beberapa tanaman, tergantung pada panjangnya pot. Jarak tanam yang digunakan antara 15-20 cm.

5. Perawatan Tanaman

Perawatan tanaman dalam pot sama halnya tanaman yang ditanam di kebun. Tanaman dalam pot perlu juga perawatan yang baik kalau menginginkan hasil yang baik. Hal yang tidak boleh dilupakan adalah penyiraman. Penyiraman ini dilakukan setiap hari agar tanaman dapat tumbuh subur. 

Air yang digunakan untuk menyiram perlu dicampur dengan pupuk NPK sebanyak lebih kurang 1 sendok teh per liter air dan diaduk sampai pupuknya larut. Penyiangan pun perlu dilakukan apabila terdapat rumput tumbuh di dalam pot. Demikian juga pengendalian hama dan penyakit. 

Baca juga : cara mengatasi tomat keriting


PENANGANAN LEPAS PANEN

Penanganan lepas panen harus dilakukan dengan baik. Kesalahan dalam penanganan lepas panen akan berakibat buruk bagi petani. Walaupun hasil panennya cukup bagus, tanpa adanya penanganan lepas panen dapat menurunkan mutu hasil panen itu. Rendahnya mutu akan menurunkan harga jual, bahkan tidak laku dijual sama sekali sehingga petani akan mengalami kerugian.

Penanganan lepas panen bukanlah pekerjaan yang dapat diabaikan begitu saja karena sangat menentukan harga jual hasil panen selada. Sudah sepantasnya penanganan lepas panen itu mendapatkan perhatian yang serius. Kegiatan penanganan lepas panen selada anatara lain sebagai berikut.

1 . Pencucian

Selada yang baru dipanen dikebun segera dicuci. Gunakan air dingin dan bersihkan untuk mencuci selada. Pencucian ini dilakukan secara hati-hati dan jangan sampai merusak (merobek) daun karena jika daunnya sobek-sobek akan menurunkan mutu selada sehingga harga jualnya menjadi rendah. Pencucian ini bertujuan untuk menghilangkan tanah dan kotoran yang melekat pada selada.

2. Sortasi (pemilihan)

Setelah selesai dicuci, selada disortasi (dipilih) untuk memisahkan antara yang baik dengan yang rusak. Selada yang rusak atau busuk segera dipisahkan dari selada yang baik agar tidak mempengaruhi selada yang baik.

3. Grading (pengelompokan)

Selada yang dipilih kemudian dikelompo-kelompokkan menjadi tiga kelompok, yaitu :
  1. Kelompok pertama adalah selada yang termasuk mutu I
  2. Kelompok kedua selada yang termasuk mutu II
  3. Kelompok ketiga selada yang termasuk mutu III

4. Pengemasan/Pengepakan

Sebelum dipasarkan biasanya selada di kemas terlebih dahulu dengan cara sebagai berikut. Selada yang sudah dikelompok-kelompokkan kemudian diikat sesuai ukuran berat yang sudah ditentukan, Kemudian disusun dalam kotak plastik sesuai dengan ukuran yang telah ditentukan. Dengan pengemasan ini akan dapat menghindari kerusakan selama pengangkutan. Selain itu, kemasan yang disusun baik dapat menarik minat pembeli.


5. Penyimpanan

Penyimpanan ini sifatnya hanya sementara karena untuk menjaga agar selada tidak rusak sebelum sampai di pasar atau di tempat pengiriman. Selada yang telah dimasukan dalam kotak sebelum diangkut ke pasar perlu disimpan dulu di tempat yang dingin dan lembab.

6. Pengangkutan

Untuk menjaga agar selada yang diangkut tidak layu, sebaiknya pengangkutan selada ke pasar dilakukan sebelum udara menjadi panas karena terik matahari. Untuk itu sebaiknya pengangkutan ke pasar dilakukan pada pagi hari sekali atau sore hari. Kecuali jika alat pengangkutannya mempunyai mesin pendingin, waktu pengangkutan dapat dilakukan kapan saja, baik pagi, siang maupun malam.


Sumber : Sukamto, B.Sc

Type and hit Enter to search

Close