Kebiasaan Buruk Ketika Memandikan Sepeda Motor

tips mencuci sepeda motor

Ada beberapa kebiasaan buruk ketika memandikan sepeda motor yang tidak boleh dilakukan. Pasalnya, kebiasaan-kebiasaan tersebut bisa menimbulkan kerusakan pada sepeda motor sehingga Anda harus mengeluarkan banyak biaya untuk melakukan perbaikan-perbaikan. 

Pada artikel berikut ini, akan dijabarkan mengenai kebiasaan buruk saat mencuci sepeda motor. Tujuan penulisan hanya untuk memberikan informasi kepada pembaca supaya kebiasaan-kebiasaan tersebut tidak dijalankan. Ini dia kebiasaan yang dimaksud:

Baca juga : Cara merawat sepeda motor matic

1. Mencuci Sepeda Motor ketika Mesin Masih Panas

Jika ingin mencuci sepeda motor pastikan tidak melakukannya pada saat mesin masih panas. Sebab, suhu panas mesin akan menurun secara ekstrem yang membuat komponen di dalamnya juga mengalami penyesuaian suhu secara ekstrem sehingga berpotensi menimbulkan kerusakan-kerusakan. 

Oleh sebab itu, mandikan sepeda motor ketika mesin sudah dingin. Biarkan, panas menurun secara alami, baru kendaraan disiram dengan air. Hal ini tidak akan berpengaruh buruk karena suhu komponen di dalam mesin tentu lebih dingin daripada sebelumnya. 

2. Memasukkan Kendaraan ke Garasi Sebelum Kering

Kebiasaan buruk ketika memandikan sepeda motor yang berikutnya ialah memasukkan kendaraan ke garasi sebelum kering atau pada saat kendaraan masih basah. Sebab, hal ini bisa memicu korosi parah yang membuat komponen, utamanya yang terbuat dari besi menjadi berkarat. 

Maka dari itu, silakan angin-anginkan kendaraan terlebih dahulu di tempat yang teduh sampai kendaraan benar-benar kering. Pastikan tidak ada air yang menetes setelah itu baru masukkan kendaraan ke garasi kecuali Anda ingin langsung mengendarainya untuk bepergian. 

3. Menghidupkan Mesin Kendaraan saat dimandikan

Memandikan kendaraan saat mesin masih hidup, ternyata sangat tidak dianjurkan. Sebab, ada resiko air akan masuk ke dalam komponen mesin yang sedang bekerja, sehingga air menghambat mesin yang sulit untuk dibersihkan. 

Kasus ini memiliki kesamaan dengan ketika mengendarai sepeda motor saat kondisi jalanan sedang banjir. Jika air tersebut masuk ke dalam mesin, tentu kendaraan akan macet dan harus menunggu mesin kering untuk kembali menghidupkan kendaraan. 

4. Memandikan Sepeda Motor dengan Air Kotor

Apapun alasannya, memandikan sepeda motor dengan air kotor sangat tidak bagus bahkan bisa merusak kendaraan. Kita tidak pernah tahu, apakah kotoran yang menempel pada air juga akan menempel pada mesin atau tidak. Jika ternyata daki tertahan, ini yang bisa menjadi masalah. 

Kalau ingin memandikan sepeda motor, silakan gunakan air ledeng yang bersih. Jikapun terpaksa harus memandikan dengan menggunakan air sungai dan selainnya, silakan bilas kembali dengan menggunakan air bersih ketika sudah tiba di rumah. Itupun jika ingin memiliki kendaraan yang tetap sehat dan stabil. 

Baca juga : Perawatan berkala pada sepeda motor

5. Memoles Kendaraan dengan Produk Murah

Memoles kendaraan pasca dicuci memang boleh dilakukan agar kendaraan tidak hanya terlihat bersih tetapi juga kinclong. Akan tetapi, jika menggunakan produk pemoles kendaraan yang murah, dikhawatirkan cat kendaraan akan menipis sehingga mudah mengelupas. 

Akibatnya, kendaraan menjadi tidak elegan lagi, dan Anda harus kembali mengecat kendaraan yang saat ini biayanya cukup mahal. Maka dari itu, silakan poles sepeda motor tetapi gunakan produk pemoles yang berkualitas. Biasanya, produk seperti ini tidak dijual bebas di pasaran melainkan di gerai-gerai sepeda motor yang resmi dan besar saja. 

Itulah beberapa kebiasaan buruk ketika memandikan sepeda motor yang tidak boleh dilakukan. Lebih baik, mandikan sepeda motor dengan tidak berlebihan tetapi hanya demi membuang kotoran saja serta supaya kendaraan terlihat lebih bersih dan terawat. 


Penulis : Tini


No comments for "Kebiasaan Buruk Ketika Memandikan Sepeda Motor"