Kupu-kupu dan pelestarian

Biologi kupu-kupu

anatomi kupu-kupu

Kupu-kupu dan pelestarian di Indonesia memiliki jenis yang sangat beraneka ragam. Tidak saja dari bentuk dan ukurannya serta pola warnanya, juga beraneka ragam dalam perilaku dan habitatnya. 

Sebagai serangga yang metamorfosisnya sempurna, kupu-kupu memiliki bentuk badan dan perilaku yang berbeda dengan ulatnya. Selain itu, makanannya juga tidak sama. Oleh karena itu, tidak ada persaingan dalam mencari makanan antara kupu-kupu dengan ulatnya. 

A. Anatomi ulat dan kupu-kupu

Setelah larva berhasil menetas dari telur, yang dilakukan pertama kali adalah memakan kulit telur. Selanjutnya, larva memakan daun tanaman inangnya, mula-mula dipilih daun yang masih mudah dan lunak.

Setelah tumbuh menjadi besar, larva memerlukan banyak makanan, yakni memakan seluruh bagian daun dan bahkan daun yang lebih tua. Larva mempunyai mulut yang dapat dipergunakan untuk memotong dan mengunyah daun tanaman inangnya.

Pada mulutnya terdapat sepasang rahang yang kuat, berkhitin, tajam pada sisi bagian dalam rahang dan alat-alat lain yang membantu larva mengunyak. Pada waktu makan larva mengunyah dengan cara menggerakkan rahangnya.

Umumnya, larva memakan daun dari bagian tepi dan memotong-motong makanannya sambil berjalan mundur. Serangga berusaha memperoleh makanan sebanyak-banyaknya, yakni ditimbun di dalam badan untuk persiapan guna perkembangan selanjutnya.

Kupu-kupu sebagai bentuk dewasa serangga ini, mempunyai alat mulut khusus seperti belalai yang dipergunakan untuk mengambil madu yang terdapat  pada dasar bunga dengan cara mengisap dengan belalainya.

Alat mulut pada kupu-kupu larva dari serangga ini. Kupu-kupu memakan benda cair, misalnya madu, sedangkan larva makanannya benda padat, misalnya daun tanaman inangnya. Bagian yang paling penting pada alat mulu kupu-kupu adalah belalai atau sifon, yakni berupa pembuluh yang panjang yang dapat diulur dan digulung.

Pada waktu kupu-kupu akan menghisap madu, sifon diulur menjadi panjang, selanjutnya dimasukkan melalui sela-sela perhiasan bunga menuju dasar bunga yang mengandung madu untuk kemudian dihisapnya. 

Bagian mulut lainnya yang peka terhadap bahan manis adalah palpus labialis. Menurut berbagai laporan, kaki depan kupu-kupu juga dapat merasakan yang manis (wigglesworth,1978).

Pengambilan madu seperti yang dilakukan oleh kupu-kupu, selain kupu-kupu mendapat makanan, kaki dan belalai kupu-kupu dapat menyentuh benang sari dan putik bunga yang dikunjungi. Pada saat itu juga terjadi peristiwa penyerbukan, baik penyerbukan sendiri maupun penyerbukan silang.

B. Pola warna sayap kupu-kupu

Sayap kupu-kupu mempunyai pola warna yang beragam. Ada yang berwarna kuning, hitam kebiruan, hijau, hitam, putih, dan lain-lain yang indah. Warna-warna pada sayap kupu-kupu dibentuk oleh sisik-sisik yang tertera dengan rapi pada permukaan sayapnya.

Kupu-kupu adalah serangga yang permukaan sayapnya tertutup oleh sisik. Sisik pada permukaan sayap memberi sifat kelompok serangga ini. Sisik pada sayap kupu-kupu berisi pigmen yang memberi warna dan corak yang menarik.

Berdasarkan bentuk dan perilakunya, Lepidoptera  dapat dibedakan menjadi kupu-kupu ngengat. Kebanyakan kupu-kupu aktif terbang pada siang atau sore hari, dengan warna sayap berfariasi dari warna gelap, terang sampai warna yang mencolok.

Pada waktu hinggap sayap-sayapnya terlihat dengan kedudukan berdiri tegak di atas penggungnya. Sebaliknya, ngengat mudah diberikan dari kupu-kupu, yakni kebanyakan kurang aktif.

Pada waktu hinggap sayapnya terlipat seperti genting pada arah sejajar punggung badannya. Selain warna sayapnya gelap, dan pudar serta kurang menarik, ngengat anggotanya aktif pada malam hari.

C. Lingkaran hidup kupu-kupu

Kupu-kupu seperti halnya ngengat, adalah serangga holometabola, yakni serangga yang  menjalani metamorfosis sempurna. Seluruh lingkaran hidupnya dijalani dalam 4 fase, yakni telur, larva, pupa, dan dewasa. Peranan dan aktivitasnya masing-masing berbeda.

Telur-telur diletakkan oleh kupu-kupu betina pada tanaman inang yang cocok. Dalam waktu dua atau tiga hari larva atau ulat menetas. Ulat merupakan gase makan, biasanya memakan daun tanaman inangnya, menimbun makanan di dalam badan untuk perkembangan.

Pertumbuhan ulat berlangsung melalui proses ganti kulit, yakni setiap ulat akan tumbuh menjadi besar, terlebih dahulu kulit lama dibuang, kemudian diganti dengan kulit baru yang ukurannya lebih besar, begitu seterusnya sampai larva menjadi masak.

Sejak larva menetas dari telur sampai larva masak, larva dapat mengalami ganti kulit sebanyak 4 sampai 5 kali, tergantung pada jenisnya. Selanjutnya larva memasuki fase pupa, yakni masa istirahat yang amat panjang. 

Pada fase pupa ini terjadi perubahan yang mendasar pada tubuh serangga ini menuju ke arah pembentukan organ-organ dewasa (kupu-kupu). Proses ini memerlukan waktu yang paling lama di dalam lingkaran hidupnya, yakni antara 10 hari sampai 2 bulan, tergantung pada jenisnya.

Setelah cukup menjalani masa istirahat yang panjang, akhirnya pupa menjelma menjadi kupu-kupu dengan anggota badannya yang lengkap. Secara berangsur-angsur sayap-sayapnya berkembang sempurna. Kini kupu-kupu dapat terbang dan tiba saatnya untuk berkembang biak dan menyebar.

Antara kupu-kupu dengan tanaman inangnya terjadi hubungan yang bagus. Setiap jenis kupu-kupu mempunyai satu atau beberapa tanaman inang, baik untuk mendapatkan makanan maupun untuk tempat meletakkan telur-telurnya.

Hubungan antara kupu-kupu dengan tanaman inang unuk meletakkan telur terbentuk melalui rangsangan kimia tertentu tumbuh-tumbuhan inangnya. Kupu-kupu betina dengan naluri yang kuat melalui alat pembaunya untuk memilih tanaman tertentu, meletakkan telur pada daun yang kelak dapat menjadi makanan bagi larvanya. Larva kupu-kupu akan segera mati jika terdapat pada daun yang bukan tanaman inangnya.

Kupu-kupu dalam kehidupan manusia

kupu-kupu dan manusia

Kupu-kupu dengan bentuk dan warnanya yang indah telah lama menjadi perhatian banyak orang, misalnya untuk gambar berbagai macam prangko yang bernilai filateli. Kecantikan dan keindahan berbagai jenis kupu-kupu indah menjadi perhatian para artis. Corak dan warna kupu-kupu bahkan menjadi inspirasi dan corak berbagai motif batik.

Arti kupu-kupu bagi manusia tidak hanya sebagai objek yang memiliki keindahan, tetapi dalam benyak hal kupu-kupu memiliki arti lain. Studi terhadap berbagai jenis kupu-kupu telah dapat menyumbangkan hasil untuk kesejahteraan manusia, misalnya menanggulangi penyakit Rhesus (Collin dan Morris,1985).

Setelah itu, karena kupu-kupu memiliki sebaran geografi yang bagus, keanekaragaman kupu-kupu dapat memberikan infformasi yang sangat memuaskan dalam studi lingkungan, sebagai indikator lingkungan serta perubahannya yang mungkin terjadi. 

Kupu-kupu juga memberi andil yang sangat berarti dalam mempertahankan keseimbangan alam. Di dalam hutan dan lingkungan lainnya, berbagai jenis kupu-kupu bertindak sebagai penyerbuk, yakni memenuhi fungsi penyerbukan bunga bersama binatang penyerbuk lainnya.

Sebagai komponen ekosistem, keberadaan kupu-kupu banyak dipengaruhi oleh berbagai masalah yang ditimbulkan oleh berbagai aktivitas manusia, antara lain, melalui penebangan hutan, pemburuan kupu-kupu, dan perdagangan. Keadaan ini dapat mengakibatkan rusaknya tanaman inang dan habitat kupu-kupu yang pada gilirannya dapat mengancam keberadaannya di alam.

Keanekaragaman kupu-kupu di Indonesia

garis wellace kupu-kupu

Kupu-kupu yang anggotanya, antara lain, terdiri dari suku papilionidae, pieridae, nymphalidae, lycaenidae, hespiridae, dan danaidae, mewakili 10% dari bangsa lepidoptera, sedangkan ngengat diwakili oleh lebih 102 suku, menyusun sebagian terbesar dari anggota kupu-kupu yang jumlahnya 200.000 jenis.

Di alam kupu-kupu lebih banyak dijumpai di daerah tropika, hidup di dalam berbagai tipe habitat, mulai dari dataran rendah sampai ke dataran tinggi. Indonesia merupakan negara tropik yang terdapat pada daerah geologi dan biogeografi yang amat kompleks di dunia, dengan pola sebaran jenis kupu-kupu yang berasa dari daratan Asia dan benua Australia, yang memiliki keanekaragaman jenis kupu-kupu yang amat tinggi.

Misalnya, untuk jenisi-jenis papilionidae kelompok kupu-kupu yang amat terkenal, sebanyak 121 dari 573 jenis papilionidae dunia, dijumpai di kepulauan Idonesia (collin and Morris, 1985), dan 44% dari jumlah itu bersifat endemik, artinya hanya menyebar pada wilayah tertentu saja.

Jumlah papilionidae di pulau-pulau besar di Indonesia tercatat di Sumatra (49 jenis), kalimantan (36 jenis), Jawa (35 jenis), Sunda Kecil (30 Jenis), Sulawesi (30 jenis), Maluku (29 jenis), dan Irian Jaya (27 jenis). Dari ribuan pulau yang menyusun Indonesia, masih banyak lagi jenis-jenis yang belum dieksplorasi, dan menjadi bahan penelitian yang amat menarik.

Penyebaran kupu-kupu sangat dibatasi oleh berbagai faktor, antara lain, faktor geologi, kesesuaian ekologi, serta sebaran tanaman inangnya. Pola sebaran kupu-kupu dapat dipergunkan untuk menentukan kekerabatan jenis di antara area biogeografi.

Kupu-kupu Indonesia, seperti halnya binatang lain, menunjukan pola kekerabatan dengan jenis-jenis yang terdapat di Benua Asia dan Australia. Walaupun tidak terlihat batas yang jelas yang memisahkan kedua daerah biogeografi ini di Indonesia, beberapa kelompok kupu-kupu membatasi sebarannya di Pulau Lombok dan Sulawesi, sedangkan kelompok lainnya hanya dijumpai di Pulau Bali dan Kalimantan.

Kupu-kupu jenis trogonoptera hanya dijumpai di Sumatra, Kalimantan, dan Jawa, sedangkan jenis ornithoptera hanya dijumpai di sebelah timur Pulau Sulawesi. Batas sebaran binatang di wilayah ini pertama kali diusulkan A.R Wellace pada tahun 1980, disebut Garis Wellace, Fauna kupu-kupu di Sulawesi amat kaya dan mempunyai keistimewaan tersendiri karena riwayat geologinya yang amat kompleks.

Jenis kupu-kupu indah banyak dijumpai di Indonesia Bagian Timur, di antaranya kupu-kupu burung yang mempunyai panjang bentangan sayap sampai 300 mm. Jenis ornithopteras goliath, O. tithonus, O. rothschildi, dan O. paradisea adalah beberapa contoh kupu-kupu indah Indonesia. 

Jenis kupu-kupu ini membatasi sebarannya di wilayah pegunungan Irian Jaya dan pulau-pulau di sekitarnya. Kupu-kupu jantan dan betina berbeda dalam warna maupun ukurannya. Keduanya memperlihatkan perbedaan penampilan atau dimorfisme yang sangat nyata.

Perlindungan terhadap kupu-kupu

ternak kupu-kupu
Ilustrasi dananwahyu.com

Di berbagai besar di Indonesia, misalnya Denpasar, Medan, Ujungpandang, Yogyakarta, dan Jakarta ada pengusaha yang memperdagangkan kupu-kupu. Kupu-kupu dari berbagai wilayah Indonesia dengan jenisnya yang beragam dikumpulkan untuk diperdagangkan.

Pengambilan kupu-kupu dari alam di anggap kurang menguntungkan karena penangkapan kupu-kupu dengan jaring dapat merusak sayapnya. Nilai jualnya juga rendah. Kecuali itu pengambilan kupu-kupu langsung dari alamdapat mengancam populasinya.

Cara yang terbaik untuk mengumpulkan kupu-kupu dengan cara berternak kupu-kupu di lapangan dan di halaman rumah kita. Tanaman inang kupu-kupu dipelihara di lapangan,di dekat hutan atau di kebun.

Jenisnya bermacam-macam, misalnya tanaman jeruk, sirsak, juar, oleander, beringin, dan lain-lain. Setiap jenis tanaman hanya akan disukai oleh satu atau dua jenis kupu-kupu saja. Kupu-kupu mendatangi tanaman inang untuk segera meletakkan telur. Ulat yang menetas terus kita amati, dirawat sampai menjadi besar dan menjadi kempompong. 

Pada waktu itu kita siap memanen sebagian dari kepompong, yang ditempatkan terpisah sampai menetas menjadi kupu-kupu. Kupu-kupu yang diperoleh dengan cara pembiakan sendiri mempunyai bagian-bagian badan utuh. Kualitasnya baik. Sebagian kepompong lainnya dibiarkan menetas menjadi kupu-kupu di alam agar menjadi induk kupu-kupu pada perkembangbiakan selanjutnya. 

Bantimurung di Ujungpandang dan hutan-hutan di sekitarnya, merupakan tempat wisata yang sangat terkenal memiliki kekayaan jenis kupu-kupu yang sangat beragam, yakni suatu contoh kupu-kupu indah yang banyak diburu dari lapangan untuk diperdagangkan. 

Sejak taman wisata itu dibuka untuk umum berbagai jenis kupu-kupu indah, di antaranya cethocia myrina, triodes halipron, t. hypolithus, papilio blumei, p. sataspes dan hebomoia serta berbagai jenis kupu-kupu indah lainnya di sekitar Taman Wisata mengalami tekanan buru yang sangat keras.

Kupu-kupu yang indah dan unik menjadi incaran para ahli entomologi, museum, kolektor, dan para hobi kupu-kupu karena tertarik pada keindahannya, misalnya dari familia papilionidae. Keadaan ini diperburuk oleh mengingkatnya permintaan kupu-kupu indah Indonesia di luar negeri dengan tawaran harga yang lebih menarik.

Di Arfak (Irian Jaya) misalnya, ada 6 jenis kupu-kupu sayap burung (birdwings) yang banyak diperdagangkan dengan harga sekitar US$0,50-US$100 per contoh, tergantung pada jenisnya. Perdagangan kupu-kupu dari alam dapat mendatangkan insentif ekonomi bagi masyarakat.

Dalam perdagangan kupu-kupu internasional, jenis-jenis kupu-kupu indah yang sangat diminati dan harga yang cukup tinggi, antara lain adalah ornithoptera rosthschildi dan o. allotei.

Kupu-kupu dipandang sebagai lambang jenis untuk konservasi invertebrata. Warna dan bentuknya yang indah memberikan nilai estetika yang tetap menjadi perhatian pengumpul dan penggemar kupu-kupu sejak lama, serta menjadi alasan untuk tetap dipelihara keberadaannya di alam.

Beberapa jenis bahkan sudah dimasukkan ke dalam daftar perlindungan CITES (Convention of International Trades in Endangered Species). yang tidak diizinkan untuk diperdagangkan. Sampai sekarnag, baru 20 jenis (19 jenis dari papilionidae dan 1 jenis dari nymphalidae) diyatakan terancam punah dan dilindungi oleh undang-undang.

Namun, sebenarnya masih banyak jenis lain yang sudah langka dan habitatnya telah rusak yang perlu diberikan perlindungan. Pada tahun 1990 IUCN (International Union Conservation of Nature) mencatat sebanyak 51 jenis kupu-kupu di wilayah nusantara yang perlu dilindungi.

Beberapa perlindungan kupu-kupu

kandang perlindungan kupu

Kepunahan sesuatu jenis binatang di alam merupakan akibat dari kesalahan yang sangat serius dalam memperlakukan alam karena jenis yang punah tidak pernah akan datang kembali. 

Kepunahan mengakibatkan hilangnya fungsi komponen tertentu di dalam jaring-jaring kehidupan yang dpat mengganggu kestabilan ekosistem. Keadaan serupa dapat terjadi jika banyak jenis kupu-kupu di alam yang musnah.

Habitat yang rusak, baik karena aktivitas manusia atau karena bencana alam menjadi faktor utama yang dapat mengakibatkan punahnya berbagai jenis kupu-kupu di alam. Oleh karena itu, perlu dilakukan berbagai upaya untuk melindungi kupu-kupu untuk memelihara populasinya di alam dengan berbagai cara.

Antara lain, mengurangi penangkapan dari alam, memelihara tanaman inang, dan menjaga habitat dari kerusakan. Untuk maksud tersebut dapat dilakukan langkah-langkah sebagai berikut.

A. Konservasi kupu-kupu

Rudaknya tempat hidup habitat merupakan salah satu sebab yang amat merugikan bagi konservasi kupu-kupu. Meningkatnya pemanfaatan sumber daya alam dan perubahan pemanfaatan lingkungan dapat mengakibatkan berubahnya komposisi organisme di dalam ekosistem alam, yang pada dilirannya dapat menurunkan tingkat keanekaragaman jenis dan kemampuan organisme untuk tumbuh dan berkembang, termasuk kupu-kupu dan serangga lainnya.

Perubahan pemanfaatan lahan untuk berbagai keperluan juga dapat menimbulkan gangguan terhadap kehidupan berbagai jenis kupu-kupu tertentu. Umumnya kupu-kupu akan meninggalkan habitatnya yang telah berubah.

Bahkan, dapat mati karena tidak dapat memperoleh makanan yang cocok, sementara habitat penggantinya yang sesuai berada ditempat yang jauh. Oleh karena itu, kebijaksanaan untuk menjaga habitat kupu-kupu merupakan langkah utama yang harus dipertimbangkan untuk melindungi kelestarian kupu-kupu.

Pemeliharaan habitat kupu-kupu dengan cara memperkaya dengan jenis-jenis tumbuhan makanan ulat dan yang mempunyai bunga indah dan yang menghasilkan madu merupakan langkah bijaksana untuk melindungi habitat kupu-kupu dari kepunahan.

Untuk jenis-jenis yang hidup endemik di pulau-pulau terpencil perlu mendapat perhatian khusus karena habitatnya sangat rawan terhadap perubahan alam. Kerusakan habitat dapat mengakibatkan punahnya berbagai jenis kupu-kupu endemik. Padahal, kita belum mengetahui secara pasti manfaat kupu-kupu tersebut.

B. Peternakan kupu-kupu

Kegiatan menternakkan serangga atau kupu-kupu sebenarnya sangat membantu memelihara habitat, karena kegiatan ini selain menjaga kupu-kupu dari kepunahan, juga memerlukan pengawetan tanah dan tumbuan di atasnya.

Dengan demikian, tidak saja kupu-kupu yang dijaga kelestariannya, juga ekosistem secara keseluruhan. Taman kupu-kupu di Pulau Pinang di Malaysia, dan peternakan kupu-kupu di Papua New Guinea menjadi contoh cara konservasi berbagai jenis kupu-kupu dulunya, selain menyediakan material berupa kupu-kupu untuk keperluan perdagangan.

Ternak kupu-kupu dapat dikerjakan oleh kita semua dengan cara yang mudah dan mudah, baik untuk keperluan penyelidikan atau kegemaran. Kita buat kandang kupu-kupu yang agak besar, misalnya berukuran 3 x 4 meter, atau lebih dengan kerangka kayu atau besi.

Di sekeliling dinding kandang dibuat dari kawat kasa atau jaring halus agar larva dan kupu-kupunya tidak lepas. Di dalam kandang dibuat taman kecil dengan tanaman berbunga beraneka ragam yang menghasilkan madu, misalnya bunga sepatu, juar, melati, soka, dan lain-lain.

Untuk makanan larvanya, misalnya tanaman jeruk untuk kupu-kupu papilio memnon, papilio demoleon, tanaman sirsak untuk kupu-kupu graphioum, benalu untuk kupu-kupu delias, tanaman beringin dan oleander untuk Euploea dan seterusnya.

Jenis-jenis kupu tersebut ditangkap dari lapangan, kemudian dilepas di dalam kandang. Setelah kupu-kupu kawin, kupu betina segera mencari tanaman inangnya untuk meletakkan telur pada daun masing-masing tanaman inangnya yang cocok.

Dalam dua atau tiga hari larva menetas, memakan daun tanaman inang dan seterusnya larva akan tumbuh dan berkembang. Demikian selanjutnya, larva akan menjadi pupa, dan akhirnya menetas menjadi kupu-kupu dewasa. Semua stadium perkembangan serangga ini dapat disaksikan di dalam kandang. 


Sumber: Drs. Mohammad amir, M,Sc



No comments for "Kupu-kupu dan pelestarian"