Breaking News

Pakan Ternak

alternatif pakan ternak sapi

Daun Sulanjana atau biasa dikenal daun Kolomento dan sering juga orang menyebutnya daun Kolonjono. Daun ini merupakan jenis rumput gajah yang biasa dibudidayakan oleh petani. Daun ini dapat dimanfaatkan oleh peternak sebagai pengganti pakan ternak. Akan tetapi, bagi orang-orang yang tidak memiliki hewan ternak, biasanya melakukan budidaya daun sulanjana untuk dijual. 

Daun ini dapat merupakan tumbuhan yang mudah untuk diranam meskipun musim kemarau daun ini    tetap berwarna hijau kecuali jika sudah terlalu tua maka biasanya agak kekuningan dan ada bunganya. 

Daun sulanjana ini merupakan rumput yang mirip dengan rumput ilalang. Namun, bentuknya lebih lebar. Tinggi dari daun sulanjana dapat mencapai 1,5 meter dengan tumbun secara merumpun dapar jujug tegak kadang juga rimpang menjalar. Tekstur daun ini kaku dan pada setiap batang yang menyingung tanah memiliki akar dan sifatnya tahunan. 

Daun Sulanjana dapat dipanen kira-kira sekitar 6-9 minggu.Apabila ingin memanen daun sulanjana maka sebaiknya pemotongan dilakukan 5cm karena apabila terlalu panjang maka akan mengurangi pertumbuhan sulanjana selanjutnya yang biasanya menjadi jelak Daun ini termasuk tumbuhan yang berkembangbiak dengan cara vegetative. Selain itu, orang juga kadang melakukan menanaman dengan penggunaan biji.

Pada daun Sulanjana memiliki kandungan yang meliputi Lemak Kasar sebanyak 43,41 %, Bahan Kering sebanyak 8,59%, Serat Kasar sebanyak 12,80%, Bahan Ekstrak Tanpa Nitrogen sebanyak 33,39% dan Protein Kasar sebanyak 1,31%. Sulanjana berasal dari Afrika Selatan. Daun ini banyak dijumpai di daerah Jawa, Timor, Sumatra, Kalimantan dan Sulawesi. 

Bahkan di Filipina Daun Sulanjana dibudidayakan sebagai rumput yang digunakan untuk menggembala kuda. Daun ini juga dapat digunakan untuk mencegah erosi pada daerah yang datarannya miring.

Berikut morfologi dari daun sulanjana :

1) Morfologi Pada Akar

Daun sulanjana memiliki bentuk akar yang sangat dalam yang dapat menopang tumbuhan sulanjana sehingga dapat berdiri tegak dan Nampak berunpuk. Akar dari daun sulanjan adalah akar serabut.

2) Morfologi pada Batang

Bentuk batang dari daun Sulanjan adalah silindris dengan tekstur yang tebal dank eras. Selain daunnya, batang juga sering dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai stek untuk kemudian dibudidayakan. Batang yang digunkan tersebut adalah batang yang sudah tua. Dapat dilakukan stek apabila sudah berusia 5 -8 bulan yang dapat diambil sekitar 20 cm sampai dengan 25 cm serta sudah mempunyai dua tunas. Pada daun ini memiliki banyak protein yang bayak dimanfaatkan oleh peternak sebagai pakan.

3) Mofologi pada Daun

Struktur daun sulanjana kasar, dimana pada permukaan daunnya terdapat bulu-bulu apabila tidak tahan saat membawanya akan menyebabkan gatal=gatal.

Cara mudah membudidayakan daun Sulanjana dimulai dari pengelolaan lahan yiatu membersihkan lahan yang akan digunakan untuk menanam sulanjana, memisahkan antara bibit yang sudah tidak bisa digunakan dengan bibit yang masih bisa digunakan. 

Apabila telah selesai melakukan pengelolaan lahan maka langkah selanjutnya adalah memberikan pupuk dasar yaitu pupuk kandang. Setalah itu, penanaman dengan metode stek batang, satu rumpun dapat ditanami minimal 3 batang dengan jarang kurang lebih 3 ruas.  Setelah dua minggu penanaman dapat dilakukan pemupukan dengan NPK.  

Pemupukan kimia tersebut dapat dilakukan pada musim hujan, untuk selanjutnya dapat dilakukan menggunakan pupuk kandang sebanyak dua kali selama setahun. Dan dapat dilakukan pemeliharaan dengan cara membersihkan gulma. 

Penanaman rumput sulanjana sebaiknya dilakukan di dekat kandang sehingga akan mudah terjangkau dan tentunya lebih murah biaya apabila pemupukan tidak perlu membawa dari jarak yang jauh. 


Penulis : Anis Nurul A



Type and hit Enter to search

Close