Breaking News

Cara membuat pakan ikan sendiri

Untuk tumbuh dan berkembang manusia membutuhkan makanan. Makanan sayang dibutuhkan oleh mahluk didup. Makanan dalam bidang pertanian dapat juga disebut dengan istilah nutrisi. Makanan dalam istilah perikanan dan peternakan disebut juga pakan. Pakan ikan sangat dibutuhkan untuk tumbuh dan berkembangnya ikan yang dipelihara. Dengan memberikan pakan yang cukup, ikan dapat berkembang biak dan tumbuh dengan cepat sesuai dengan keinginan manusia.


Harga pakan ikan yang dijual di pasaran semakin lama semakin mahal. Hal ini dikarenakan semakin banyaknya permintaan pakan dari para petani ikan, sedangkan produksi pakan tidak meningkat. Dengan membuat pakan ikan sendiri, biaya produksi dalam pemeliharaan ikan dapat dikurangi. Dengan demikian, keuntungan usaha perikanan semakin besar.

Membuat pakan ikan sendiri sangat mudah dilakukan jika petani memiliki pengetahuan tentang jenis bahan baku yang digunakan dan cara menghitung ramuan pakan ikan yang akan dibuat. Pakan ikan dapat dibuat dengan mudah dengan menggunakan alat-alat yang sangat sederhana. Oleh karena itu, untuk memperoleh keuntungan yang lebih banyak dalam suatu usaha perikanan petani ikan sebaiknya dapat membuat sendiri pakan ikan yang diperlukan dalam memelihara ikan. Selain itu, pakan ikan yang dibuat sendiri kandungan gizinya (kadar protein) sesuai dengan kebutuhan ikan yang akan memakannya.

Syarat Keterlaksanaan

  1. Memiliki pengetahuan tentang jenis bahan baku yang akan digunakan dalam kandungan zat gizinya.
  2. Mengetahui tentang formulasi atau ramuan pakan ikan yang akan dibuat sesuai dengan kadar protein pakan ikan.
  3. Alat-alat yang akan digunakan tersedia.
  4. Alat-alat yang dibutuhkan tersedia.
  5. Mengetahui proses pembuatan.
Pakan Ikan
Pakan ikan ada dua jenis, yaitu.
  1. Pakan ikan alami, dan
  2. Pakan ikan buatan.
Pakan ikan yang dimaksud dalam artikel ini adalah pakan buatan. Bentuk pakan buatan ini ada beberapa macam, di antaranya adalah
  1. Larutan, yaitu emulasi dan suspensi.
  2. Tepung.
  3. Lambaran kecil (flake).
  4. Remahan (crumber).
  5. Bulat,
  6. Pasta, dan
  7. Pellet.
Jenis-jenis bahan baku
Bahan baku pembuatan pakan ikan secara garis besar dibagi dalam tiga kelompok besar, yaitu sebagai berikut.

1. Bahan nabati terdiri atas
  • Tepung kedelai.
  • Tepung Jagung.
  • Tepung terigu.
  • Tepung tapioka.
  • Tepung sagu.
  • Tepung halus.
  • Tempung daun lamtoro.
  • Tepung daun singkong.
  • Tepung kacang tanah, dan
  • Bungkil kelapa sawit.
2. Bahan hewani terdiri atas
  • Tepung ikan.
  • Silase ikan.
  • Tepung udang.
  • Tepung cumi.
  • Tepung benawa.
  • Tepung darah.
  • Tepung tulang.
  • Tepung kerang, dan
  • Tepung hati.
3. Bahan larutan terdiri atas
  • Vitamin.
  • Mineral.
  • Antioksidan
  • Antibiotik, dan
  • Blender.
Baca juga : Budidaya ikan mujair

Larutan
Pakan ikan bentuk larutan diberikan kepada ikan yang berukuran kecil. Ikan yang baru menetas dan baru mulai makan, bisa diberikan pakan alami atau pakan buatan yang berbentuk larutan. Pakan ikan bentuk larutan ada dua jenis.
  1. Emulsi, yaitu bahan-bahan baku yang dibuat, terlarut menyatu dengan air pelarutannya, misalnya air tajin.
  2. Suspensi, yaitu bahan-bahan baku yang dibuat, tidak menyatu dengan air pelarutannya, misalnya air kopi.
Umur ikan yang dapat diberi pakan bentuk larutan adalah 3-20 hari. Cara pemberian pakan ikan ini dengan menggunakan sendok atau hand spreyer langsung kepada ikan.

Alat yang digunakan dalam pembuatan pakan bentuk larutan
  1. Kompor.
  2. Panci.
  3. Sendok/ Pengaduk kayu.
  4. Blender.
  5. Pengocok telur.
  6. Baskom.
  7. Batu penggerus
  8. Saringan kain mori.
Bahan yang dibutuhkan
  1. Telur itik atau telur ayam dan
  2. Tepung kedelai.
Cara pembuatan emulasi adalah sebagai berikut.
  1. Pecahkan satu buah telur itik.
  2. Masukan telur itik tersebut ke dalam blender atau baskom.
  3. Kocoklah telur tersebut sehingga menjadi larutan yang homogen atau merata.
  4. Masukan air yang sedang mendidih sebanyak 150 cc secara perlahan-lahan.
  5. Kocoklah larutan tersebut sampai tercampur secara merata. Larutan emulasi sudah siap diberikan kepada ikan.
Cara pembuatan larutan suspensi adalah sebagai berikut.
  1. Rebuslah 20 kg kedelai selama 15 menit.
  2. Geruslah kedelai yang telah direbus dengan menggunakan blender atau alat penggerus dari batu sampai halus.
  3. Kedelai yang sudah menjadi tepung tersebut diberi air sedikit demi sedikit sebanyak 100 ml.
  4. Saringlah tepung kedelai yang telah diberi air sehingga diperoleh larutan kedelai dengan menggunakan saringan kain mori halus.
  5. Rebuslah satu butir telur itik sampai matang.
  6. Ambil kuning telur rebus tersebut dan haluskan.
  7. Saringlah kuning telur yang diberi air dengan menggunakan saringan kain mori halus sehingga diperoleh larutan kuning telur.
  8. Campurlah larutan kedelai dengan larutan kuning telur sampai merata.
Larutan suspensi siap diberikan kepada larva ikan yang membutuhkan makanan.

Lembaran
Pakan ikan berbentuk lembaran atau hake ini biasanya diberikan untuk ikan yang berukuran kecil. Pada umumnya, untuk ikan komsumsi jarang yang diberikan pakan berbentuk lembaran. Pakan berbentuk lembaran ini biasanya diberikan untuk ikan hias dan banyak dijual bebas di pasar dalam kantong-kantong plastik berukuran 1 kg. Ramuan untuk pakan berbentuk lambaran ini disesuaikan dengan kebutuhan ikan yang akan memakannya.

Alat yang digunakan untuk membuat pakan bentuk lembaran
  1. Kompor.
  2. Panci.
  3. Loyang alumunium.
  4. Kocokan telur.
  5. Mixer.
  6. Timbangan.
Bahan yang dibutuhkan
  1. Tepung terigu.
  2. Tepung ikan, dan
  3. Telur ayam atau itik.
Cara pembuatan pakan ikan berbentuk lembaran
  1. Kocoklah satu buah telur ayam atau itik sampai tercampur rata.
  2. Tambahkan air sedikit demi sedikit sebanyak 100 ml.
  3. Tambahkan 10 gr tepung terigu dan 10 gr tepung ikan ke dalam adonan di atas.
  4. Aduklah adonan tersebut hingga merata.
  5. Panaskan adonan tersebut di atas api sampai menjadi larutan emulasi, sambil diaduk terus-menerus.
  6. Pemanasan dihentikan jika adonan telah mengental menjadi emulasi.
  7. Siapkan loyang atau lempengan alumunium.
  8. Oleskan setipis mungkin larutan emulasi tersebut di atas loyang pada saat panas.
  9. Panggang loyang tersebut di atas api hingga lapisan tipis tersebut mengering.
  10. Lapisan tipis yang telah mengering itu akan mengelupas dengan sendirinya.
  11. Kumpulkan kelupasan tersebut ketika masih kering dan simpan di dalam wadah.

Tepung
Pakan ikan berbentuk tepung diberikan kepada ikan-ikan yang berukuran kecil. Benih ikan diberi pakan berbentuk tepung. Umur benih ikan tersebut adalah 20-40 hari. Pakan ikan berbentuk tepung ini adalah campuran beberapa bahan baku. Tepung ini merupakan bahan dasar dalam pembuatan pakan ikan yang berbentuk pellet dan remahan.

Bahan baku yang dibeli di pasar dan tidak dalam bentuk tepung adalah.
  1. Jagung.
  2. Kedelai, dan
  3. Ikan
Alat yang digunakan untuk membuat tepung
  1. Kompor
  2. Panci.
  3. Hummer mill atau food processor atau alu dan batu penggerus atau alat penggiling kopi.
  4. Karung.
  5. Tampah.
  6. Alat pengepres atau kain saring/mori dan batu penekan
Cara membuat tepung ikan
  1. Ikan dicuci bersih, buanglah semua kotoran.
  2. Rebuslah ikan selama 15-30 menit.
  3. Tekanlah ikan rebusan tersebut dengan menggunakan alat pengepres ikan. Jika tidak ada, gunakan kain mori untuk memeras ikan dan tekan dengan menggunakan batu.
  4. Jemurlah ikan yang telah dipres hingga kering.
  5. Gilinglah ikan yang telah kering tersebut dengan menggunakan alat penggiling daging.
  6. Siapkan tampah di depan penggilingan daging sehingga ikan yang telah digiling tersebut berada di atas tampah.
  7. Jemurlah tepung ikan hingga kering.
  8. Untuk memperoleh tepung ikan yang halus, masukkan tepung ikan tersebut ke dalam alat penggerus, yaitu hummer mill. Jika tidak ada, gunakan alat food processor atau ditumbuk sampai halus dengan menggunakan alat tumbuk. Operasionalkan alat tersebut dengan menekan tombol on.
  9. Siapkan karung plastik pada bagian pengeluaran alat tersebut. Tepung ikan yang halus telah dihasilkan dan siap untuk digunakan.
Untuk membuat tepung kedelai dan tepung jagung, ikuti saja langkah 8 dan 9 tepung kedelai dan jagung siap digunakan.

Baca juga : Budidaya ikan nila

Pellet
Pakan ikan berbetuk pellet diberikan untuk ikan yang telah besar. Ukuran pakan ikan atau pellet ini disesuaikan dengan besarnya bukaan mulut ikan. Ukuran pellet yang dijual di pasar ada beberapa jenis, yaitu.

  1. pellet yang berduameter 1 mm.
  2. pellet yang berdiameter 2 mm.
  3. pellet yang berdiameter 3 mm.
  4. pellet yang berdiameter 4 mm.
Ikan untuk hidup dan berkembang membutuhkan pakan. Pakan yang dibutuhkan oleh ikan harus mengandung zat-zat gizi yang tinggi. Yang dimaksud dengan zat-zat gizi tersebut adalah sebagai berikut.
  • protein.
  • lemak.
  • karbohidrat.
  • serat kasar bahan ekstrak tanpa nitrogen (betn).
  • vitamin, dan
  • mineral.
Kebutuhan nutrisi ikan, terutama kebutuhan akan protein, umumnya lebih tinggi daripada jenis binatang unggas dan mamalia yang lain. Sebagai contoh kebutuhan kadar protein untuk pembesaran ikan mas agar menghasilkan pertumbuhan optimal adalah 37-42%. Kebutuhan protein untuk ikan ini akan menurun sesuai dengan pertambahan berat atau besarnya ikan. 

Menurut hasil penelitian dari NRC (national research council), kadar protein yang baik adalah sebagai berikut.
  1. Untuk larva ikan, umur 3-14 hari, kadar protein pakannya 38-40%.
  2. Untuk benih ikan, umur 15-30 hari, kadar protein pekannya 43-47%.
  3. Untuk benih ikan, umur 31-90 hari, kadar protein pakannya 25-36% sampai ukuran konsumsi.
  4. Untuk calon induk sampai induk, kadar protein 28-38%.
Pakan ikan yang dijual di pasaran adalah pakan ikan untuk ukuran pembesaran. Ukuran pembesaran ikan itu diukur mulai benih ikan sampai ukuran siap jual atau konsumsi. Ukuran ikan yang biasa dijual adalah 1 kg ikan berisi 4-6 ekor. Kadar protein pakan ikan yang ada di pasaran adalah 25-30%. Untuk dapat membuat pakan ikan dalam bentuk pellet, kita harus mengetahui ramuan pakan tersebut.

Ramuan pakan ikan dapat dibuat dari beberapa macam bahan baku. Jenih bahan baku yang digunakan sudah dijelaskan pada bagian terdahulu. Selain mengetahui jenis bahan baku, kita juga harus mengetahui kandungan gizi dari bahan-bahan baku tersebut. Dalam penghitungan ramuan pakan ikan harus diketahui tentang kandungan protein dari bahan baku yang digunakan.

Pembuatan ramuan pakan ikan tidak jauh berbeda dari membuat ramuan untuk memasak. Dalam membuat pakan ikan ini kebutuhan akan zat gizi harus diperhatikan, terutama kadar proteinnya. Misalnya, untuk membuat pakan dengan kadar protein 2,5%, bahan baku yang digunakan adalah sebagai berikut.
  • Tepung ikan.
  • tepung kedelai.
  • tapioka.
  • dedak.
  • vitamin, dan 
  • mineral.
Cara Pembuatan Pellet
  1. Siapkan alat dan bahan yang akan digunakan.
  2. Timbanglah setiap bahan baku yang telah dihitung jumlahnya dengan menggunakan timbangan kue.
  3. Buatlah adonan sebagai perekatnya : 1. rebuslah air hingga mendidih, 2. encerkanlah tepung tapioka yang telah ditimbang dengan air yang dingin, 3. Masukan tapioka yang telah diencerkan tersebut ke dalam air yang mendidih, 4. Aduklah adonan tapioka hingga menjadi perekat.
  4. Campurlah semua bahan baku mulai dari bahan yang jumlahnya sedikit, kemudian tambahkan seluruh bahan secara berangsur-angsur hingga semua bahan baku tercampur secara merata.
  5. Pada bahan yang telah dicampur tersebut, tambahkan adonan perekat dan aduklah hingga merata.
  6. Aduklah adonan tersebut sampai adonan bisa dibentuk. Apabila adonan ternyata masih kurang basah, tambahkanlah air sedikit demi sedikit ke dalam adonan.
  7. Adonan yang sudah dapat dibentuk menjadi bulatan-bulatan sudah siap untuk dicetak.
  8. Siapkan alat pencetakan.
  9. Siapkan tampah yang besar di depan alat pencetak untuk menampung adonan yang telah selesai dicetak.
  10. Hasil cetakan ini berupa batangan-batangan yang panjang. Jemurlah hasil cetakan tersebut di bawah terik matahari. Pellet tersebut dapat juga dikeringkan di dalam oven.
  11. Potonglah batang-batang pellet tersebut menjadi ukuran pelet ikan, yaitu 1-2 cm.
  12. Jemurlah pellet yang telah dipotong-potong hingga kering, pada saat penjemuran, lakukanlah pembalikan secara merata agar pellet tersebut kering secara merata.
  13. Pellet yang telah kering dapat digunakan langsung untuk makanan ikan.

Sumber : Ir. Gusrina

Type and hit Enter to search

Close