agar tanaman cepat berbuah

Tanaman buah-buahan di negara tropis sangat beraneka ragam, baik jenis maupun varietasnya. Di Indonesia terdapat berbagai macam dan jenis tanaman. Sejak zaman nenek moyang buah-buahan sangat dibutuhkan dan digemari kerena rasanya yang enak dan manfaatnya bagi tubuh sangat banyak. Karena banyak mengandung vitamin, buah-buahan sangat penting bagi tubuh kita. Oleh karena itu, buah-buahan setiap saat harus ada di sekitar kita.







Agar kebutuhan buah-buahan dapat dipenuhi, harus mengupayakan tanaman buah-buahan agar cepat berbuah. Buah lebat dan baik. Buah-buahan sangat penting bagi tubuh kita karena mengandung karbohidrat, protein, asam amino, lemak, vitamin A, B, C, enzim, dan zat pengganda rasa.

A. Syarat Tanaman Cepat Berbuah

Masyarakat banyak menanam buah-buahan sebagai tanaman perkebunan atau sebagai tanaman hias. Sangat disayangkan apabila tanaman buah tersebut sudah saatnya berbuah tetapi belum muncul juga buahnya. Apabila hal itu terjadi, kita dapat melihat apakah tanaman itu sudah memenuhi syarat berbuah.

Syarat-syarat yang harus dipenuhi agar tanaman buah-buahan cepat berbuah adalah :
  1. Bibit tanaman bukan berasal dari bibit keturunan tanaman mandul biasanya merupakan hasil perbanyakan secara vegetatif.
  2. Lingkungan tempat tumbuh tanaman harus memenuhi syarat, baik iklim, tinggi tempat, kebutuhan makanan, curah hujanm maupun sinar matahari. Unsur (makanan) yang penting untuk pembungaan adalah fosfor, keadaan kebun, keadaan air tanah, suhu, dan perlindungan terhadap hama dan penyakit.
  3. Tanaman harus sehat dan bebas dari serangan hama dan penyakit.
Setelah syarat-syarat tersebut terpenuhi kita dapat melakukan sesuatu tahapan tanaman tersebut agar cepat berbuah.

B. Kegagalan Tanaman untuk Berbuah

Apabila ternyata tanaman yang kita miliki belum juga berbuah padahal sudah seharusnya berbuah, tentu ada penyebab keterlambatan atau kegagalan tersebut.
  1. Tanaman memang belum mencapai batas umur (salah perhitungan).
  2. Pemupukan dengan pupuk N (nitrogen) berlebihan, sehingga tanaman terlalu rimbun. Tajuk tanaman kurang mendapat cahaya matahari dan fotosintesis (pembentukan karbohidrat/zat tepung) menjadi terhambat.
  3. Tanaman merupakan jenis pohon yang bunganya hanya dapat menjadi buah apabila ada pohon berbunga jantan yang tumbuh di dekatnya (berumah dua).
  4. Tanaman menjadi mandul karena terjadinya mutasi gen (perpindahan keturunan).
  5. Masaknya bunga jantan dan bunga betina tidak bersamaan waktunya. Akibatnya, sebelum terjadi pembuahan salah satu bunga telah gugur, misalnya pohon kelapa.
  6. Apabila tanaman buah-buahan kita telah berbunga lebat, tetapi tidak muncul buah, hal ini disebabkan, antara lain :
  • kurangnya nitrogen dalam tanah,
  • kurangnya air dalam tanah,
  • batang bawah bibit okulasi yang kurang baik,
  • adanya serangan hama dan penyakit,
  • hujan terlalu keras, angin terlalu kencang dan kemarau berlangsung panjang,
  • penyemprotan pupuk daun tidak tepat waktu.

C. Cara Penanggulangan

Apabila tanaman buah-buahan mengalami keterlambatan berbuah, kita dapat melakukan sesuatu agar buah segera muncul. Tanaman yang tidak sesuai dengan lingkungan sebaiknya kita ganti dengan tanaman lain yang cocok dengan keadaan lingkungan kita.

Tanaman yang tumbuh terlalu subu, berdaun lebat, dan rimbun segera dipangkas. Kulit batang dikelupas 1 cm melingkas. sebagian akar pada ujung juga dipangkas dalam hati-hati. Untuk tanaman yang terserang hama dan penyakit yang menyerang segera ditanggulangi dengan berbagai cara, seperti penyemprotan insektisida dan penyuntikan.

MEMPERCEPAT TANAMAN BERBUAH

A. Pemangkasan

Ada tiga macam pemangkasan, yaitu pemangkasan ringan, sedang, dan berat. Pemangkasan ringan adalah pemangkasan yang dilakukan dengan tujuan untuk membuang ranting yang tidak produktif. Pemangkasan seperti ini dilakukan pada pohon pepaya.

Pemangkasan sedang biasanya dilakukan pada tanaman anggur, apel, jeruk. Cabang-cabang yang rusak dan ujung-ujung cabang dipangkas sehingga tanaman cepat berbuah. Pemangkasan berat dilakukan dengan tujuan untuk meremajakan tanaman yang sudah tua, sehingga buahnya menjadi lebih lebat lagi. Selain itu, pemangkasan berat dilakukan untuk memperpendek berat buah-buahan sehingga kita lebih mudah memanennya, misalnya pohon jambu biji, belimbing, dan nangka.

Dalam kegiatan ini pemangkasan ini dibutuhkan alat pemangkas gunting pangkas dan gergaji. Kita juga membutuhkan cat, ter, atau parafin. Untuk melakukan pemangkasan harus memperhatikan kondisi lingkungan tanaman. Pemangkasan berat sebaiknya dilakukan pada akhir musim kemarau atau awal musim hujan. Pada saat itu suhu tidak terlalu tinggi sehingga penguapan tidak terlalu tinggi. Dengan demikian, tunas baru akan lebih cepat tumbuh.

Rantin-ranting pohon cukup dipangkas dengan gunting pemangkas tanaman. Batang atau dahan (cabang bersar) dipotong dengan gergaji. Pemotongan dilakukan miring ke dalam maksudnya adalah agar apabila terkena hujan, air tidak akan membasahi luka bekas pemotongan. yang akan menyebabkan terjadinya infeksi (hama dan penyakit). Kemudian, luka bekas pemotongan dipoles dengan cat atau ter atau parafin sehingga terhindar dari infeksi hama dan penyakit. Pemangkasan secara teratur untuk memperoleh buah sesuai yang diharapkan dilakukan pada tanaman anggur, apel, jeruk, dan alpukat juga buah-buahan lainnya.

1. Pemangkasan tanaman anggur

Buah anggur muncul pada ranting-ranting sehingga semakin banyak ranting yang terbentuk pula buahnya. Tujuan pemangkasan pada tanaan anggur adalah.
  1. untuk memperkuat batang pokok,
  2. untuk mempercepat pembuangan atau pembuahan.
  3. untuk memperbanyak ranting-ranting.
Alat yang digunakan gunting pangkas.

Cara pemangkasan

Pemangkasan hanya boleh dilakukan pada batang yang berwarna cokelat saja. Pada pemangkasan bentuk, pemangkasan dilakukan untuk memperoleh bentuk yang sesuai, yaitu bentuk para-para yang rantingnya banyak.

Selanjutnya, dilakukan pemangkasan pembungaan, yaitu dengan memotong cabang tersier saja, Panjang pendeknya pemangkasan disesuaikan dengan jenisnya. Tanaman anggur yang tumbuh terlalu cepat dapat dipotong dengan menyisakan lebih dari 10 mata. Pemotongan sedang dilakukan dengan menyisakan 6 - 10 mata dan pemotongan pendek dilakukan dengan menyisakan 2-6 mata.

Pemotongan panjang dilakukan untuk tanaman anggur Isabela, pemotongan sedang untuk anggur Probolinggo putih, dan pemotongan pendek untuk anggur Probolinggo biru. Buah akan segera dapat dinikmati 100 sampai 115 hari setelah pemangkasan.

2. Pemangkasan tenaman apel

Tanaman apel yang telah berumut 1 tahun biasanya telah siap untuk menghasilkan buah. Biasanya cabang-cabang yang mendatar lebih cepat menghasilkan buah. Untuk itu, cabang yang melengkung dibuat mendatar, dengan diikatkan pada tali berpasak, yang ditancapkan di dalam tanah.

Setelah cabang melengkung ditarik sampai menjadi cabang mendatar. Ujung cabang dipotong agar tidak tumbuh terus. Pemotongan kira-kira sampai 4 mata. Kemudian, semua daun dibuang (dirompes) dan disisihkan 4 helai daun saja pada ujung cabangnya.

Sebulan kemudian tanaman apel biasanya akan berbunga dan 4 - 4 1/2 bulan kemudian buah sudah dapat dipanen. Perompesan daun bertujuan untuk membuat seperti keadaan pada waktu musim gugur daun sehingga kemudian muncul bunga dan berbuah.

B. Pelilitan

Pelilitan juga disebut pencincinan atau pengikatan. Melilit pohon merupakan suatu cara tradisional yang sudah dilakukan sejak zaman dulu. Tujuan pelilitan adalah utuk mempercepat proses pembuahan. Dengan mililit batang tanaman. pengangkutan karbohidrat hasil fotosintesis ke bagian akar menjadi terhambat sehingga akhirnya terjadilah timbunan-timbunan zat makan yang kemudian akan merangsang timbulnya pembungaan dan pembuahan.

Adalah tindakan yang benar sekali bahwa di kampung-kampung banyak tanaman buah-buahan yang batangnya diikat dengan kawat sengat kencang, misalnya tanaman nangka, sirsak, mangga. Bagian yang dililit adalah batang utama atau batang primer dan cabang. 

Alat yang digunakan

Cara pelilitan
  1. Kawat dililitkan pada batang dengan kencang sekali.
  2. Setelah tanaman buah-buahan tersebut berbunga dan bakal buahnya muncul, barulah lilitan dilepas.


C. Melukai Batang dan Akar

Melukai merupakan cara yang sudah lama dilakukan, tetapi harus dilakukan dengan hati-hati karena salah melukai akan menjadikan tanaman mati. Untuk itu, apabila cara lain masih dapat ditempuh, jangan dulu menggunakan cara melukai tanaman.

Tujuan melukai adalah untuk mempercepat pembuahan. Dengan dilukai, pengangkutan zat-zat makanan, terutama pengangkutan hasil fotosintesis, ke bagian akar akan terganggu. Akibatnya terjadi pemusatan zat-zat makanan ke cabang-cabang dan dedaunan yang diikuti dengan proses pembungaan dan akhirnya pembuahan.

Alat yang digunakan adalah :
  1. Pisau atau parang atau sabit yang tajam.
  2. Parafin atau cat atau ter.
Cara melukai tanaman
  1. Goreslah bagian kulit batang (seperti mencangkok) sampai kambiumnya hilang dengan lebar luka kira-kira 10 - 20 cm keliling batang tanaman. 
  2. Cacahlah kulit batang secara tidak beraturan.
  3. Oleskan parafin atau cat atau ter pada bekas luka untuk menghindari terjadinya infeksi.
  4. Pengerokan pada tanaman kelengkeng dilakukan dengan mengerok kulit batangnya sehingga terjadi penimbunan zat tepung di bagian atas tanaman akhirnya digunakan untuk mempercepat pembentukan buah.
  5. Sekitar 4 - 5 bulan setelah pengerokan klengkeng biasanya sudah berbuah.
Melukai bagian akar atau umbi jarang dilakukan karena terlalu berbahaya bagi tanaman tersebut. Tanaman buah-buahan yang diperlukan seperti ini, yaitu dilukai batangnya, adalah nangka, mangga, sirsak, dan tanaman yang berkulit keras.

D. Pemotesan Ujung Tunas Cabang

Sebenarnya caranya sama dengan pemangkasan, tetapi dilakukan hanya pada bagian ujung-ujungnya saja. Pemotesan ini dilakukan sehingga pertumbuhan memanjang dari cabang-cabang dapat dihambat. Dengan demikian, zat makanan yang digunakan untuk membentuk tunas cabang dapat ditimbun untuk membentuk buah.

Biasanya pemotesan dilakukan pada tanaman buah jambu biji, jambu monyet, alpukat, dan kedondong. Alat yang digunakan adalah gunting pangkas. pemotesan dapat terjadi secara alami, yaitu apabila tanaman terserang hama ulat, sampai daunnya habis sama sekali, biasanya setelah itu akan muncul bunga yang diikuti bakal buah.


PEMUPUKAN

Rangsangan agar tanaman lebih cepat buah sekarang ini dilakukan dengan memberikan pupuk daun. Pupuk daun ini diberikan melalui penyemprotan pada daun. Pupuk ini akan diserap oleh mulut daun (stomata) yang ada pada permukaan daun.

Pupuk daun mempunyai keistimewaan tersendiri, yaitu.
  1. lebih cepat terserap,
  2. hasilnya lebih cepat dilihat dengan tumbuhnya tunas baru dan kuncup bunga,
  3. tempat tumbuhnya tanaman tidak cepat rusak.
Pemakaian pupuk harus memperhatikan aturan pakai yang tercantum pada lebel atau bungkus pupuk. Kelebihan dosis akan mematikan tanaman. Pupuk daun yang cocok untuk merangsang pembuahan adalah pupuk daun yang kandungan unsur P (fospor) nya tinggi. Alat yang digunakan untuk menyemprot adalah penyemprot yang disesuaikan dengan ukuran dan bentuk tanaman kita.

Cara pemupukan :


  1. Tanaman buah yang pendek atau tanaman yang dalam pot, cukup disemprot dengan semprot tangan biasa. Sebaliknya, penyemprotan tanaman yang tinggi harus menggunakan penyemprot yang mempunyai selang atau yang noselnya panjang. Dapat juga penyemprotan dilakukan dengan penyemprot tangan biasa dengan bantuan tangga atau bantuan tungku.
  2. Penyemprotan dilakukan terhadap sisi permukaan bawah daun.
  3. Penyemprotan dilakukan pada saat matahari terbit sebelum pukul 09.00 saat panas belum terik atau pada sore hari setelah pukul 16.00 sampai hari agak gelap. Penyemprotan dilakukan selain waktu itu tidak baik karena banyak yang menguap. di samping itu, jangan menyemprot saat hari akan hujan sebab larutan pupuk akan habis terguyur air hujan.
  4. Penyemprotan dilakukan setiap 7 - 10 hari sekali.
  5. Setelah mulai muncul kuncup-kuncup bunga, penyemprotan dihentikan sampai bakal buah terbentuk. Kalau penyemprotan masih dilakukan, bunga akan gugur.
  6. Setelah bakal buah terbentuk, penyemprotan dengan pupuk daun yang berkadar P tinggi dapat dilakukan dengan cara menyemprot daun asalkan tidak mengenai buahnya.
  7. Penyemprotan dapat terus dilakukan dengan pupuk p (fospor) sampai buah siap dipanen.
  8. Pelu diperhatikan agar jangan sampai menyemprot pupuk daun bersama dengan Insektisida yang akan mengganggu penyerapan oleh daun dan berakibat daun hangus.
Contoh pupuk daun untuk pembungaan dan pembuahan.



No
Nama Dagang
Kandungan Unsur
Kepekaan Larutan
Keterangan
1



2
Gandasil B



Vita bloom special biru
N 6% Mg 3%
P 20% Mn, B, Cu, Co
K 30% Zn

N 5% Mg, Fe, Mn
P 50% Co, B, Mo
K 17% Vitamin B1
1 gram / 1 liter air



1 sendok teh/ 4 liter air
Berbentuk tepung



Berbentuk kristal


PENGAIRAN

Air merupakan kebutuhan pokok bagi tanaman. Air merupakan beberapa manfaat, antara lain.
  1. sebagai pelarut zat-zat yang diserap untuk memudahkan pengangkutan.
  2. untuk mempertahankan tekanan permukaan pada pengangkutan dan pertumbuhan tanaman.
  3. sebagai zat makanan untuk pertumbuhan tanaman.
Apakah akibat yang muncul apabila tanaman berkurang air ?
  1. Tanaman menjadi layu dan akhirnya mati.
  2. Bunga-bunga layu dan berguguran.
  3. Gagalnya perkembangan bakal buah menjadi buah.
Apakah akibat yang muncul apabila tanaman kelebihan air ?
  1. Akar menjadi rusak dan tanaman dapat mati.
  2. Tanaman tidak akan mau berbunga dan berbuah, misalnya mangga, jambu biji, dan jambu monyet.
Dengan demikian, Pengairan tanaman buah harus dilakukan dengan hati-hati dan jangan terlalu banyak atau kurang. Pengairan pada tanaman buah sangat diperlukan untuk merangsang dan meningkatkan produktivitasnya. Pada musim kemarau, perlu dilalkukan penggenangan untuk merangsang timbulnya bunga.

Penggenangan berarti air dialirkan melalui parik-parit dengan perlahan-lahan agar tanah tidak terkena erosi. Biarkanlah air meresap ke dalam tanah. Setelah air mererap kedalam tanah, air genangan dialirkan ke luar dengan membuka bendungannya.

Tanaman buah-buahan yang pada musim kemarau perlu penggenangan adalah jeruk, belimbing, apel, pepaya, dan pisang karena mempunyai perakaran yang dangkal sehingga tanah tidak lagi menarik air dari kedalaman tanah. Sebaiknya, jika musim penghujan tiba perlu juga agar jangan sampai terlalu banyak air sehingga dengan demikian perlu dibuat saluran khusus untuk pembuangan.

Tanaman dalam pot tidak mempunyai masalah mengenai air. Pengairannya mudah diatur, yaitu cukup dengan menyiram secara teratur dan dijaga agar tidak sampai kering dan pedat tanahnya. Apabila tanah mengalami kekeringan, pembentukan bunga dan buah menjadi terhambat.

Baca juga : cara menanam semangka nonbiji


PEMBERIAN HORMON

Membuat tanaman cepat berbuah juga di lakukan dengan cara memberikan sarana penunjang pertanian yang berupa zat perangsang tumbuhan atau hormon. Zat ini juga disebut zat pemacu pertumbuha, zat pengatur tumbuh, perangsang tanaman, stimulan, dan hormon tumbuh.

Hormon atau perangsang adalah zat yang berfungsi sebagai pengatur yang dapat mempengaruhi jaringan-jaringan berbagai organ dan sistem organ tanaman. Hormon tidak sama dengan pupuk. Zar ini tidak memberikan tambahan pada tanaman. Walaupun zat ini mengatur proses perpanjangan sel, pertumbuhan akar, batang, daun, bunga, dan buah. Hormon ini berada dalam tanaman, tetapi sekarang manusia pun sudah mampu membuat hormon tiruan.

Hormon diberikan untuk merangsang pertumbuhan dan pembentukan bunga dan buah. Selain pertumbuhan bunga menjadi lebih cepat, akan diperoleh hasil yang lebih banyak pula. Salah satu hal yang harus diperhatikan adalah dosis pemakaian dan keseimbangan pemakaian pupuk N, P, dan K yang dibutuhkan tanaman. Ketidakseimbangan menjadikan tanaman loyo atau lemah.

Hormon diberikan dengan cara menyemprotkannya pada tanaman, dibasahkan pada akar tanaman, atau dengan cara menyuntikkannya pada batang tanaman. Selain itu mempercepat tanaman berbunga dan berbuah, hormon ini juga berfungsi meningkatkan ururan buah.

Hormon yang sering digunakan dan dijual dipasaran.
  1. Atonik = Merangsang pertumbuhan tanaman serta meningkatkan pertumbuhan daun, bunga, buah, dan akar.
  2. Dekomon 22, 43 L = Mencegah kerontokan bunga atau buah, serta meningkatkan jumlah dan mutu hasilnya.
  3. Dharmasri 5EC = Meningkatkan kualitas hasil.
  4. Ergostim = Meningkatkan hasil, mutu, warna, kandungan vitamin, dan membuat buah matang seragam.
  5. Ethrel 40 PGR = Meningkatkan hasil tanaman hortikultural dan perkebunan.
  6. Florita = Untuk tanaman hortikultural.
  7. Gibberelin kyowa = Merangsang pertumbuhan, mempercepat pembuangan, meningkatkan jumlah, bunga dan buah, memecahkan dormansi, dan merangsang perkecambahan.
  8. Hydrasil = Merangsang pertumbuhan vegetatif dan generatif (daun dan bunga).
  9. Kalsium karbit = Mempercepat pertumbuhan tanaman nanas.


PEMANENAN DAN KONTINUITAS PEMBUAHAN

A. Pemanenan

Pemetikan buah perlu dilakukan dengan baik dan benar sehingga tidak menyebabkan rusaknya bagian tanaman, patah dahan, dan luka. Cacat dapat menyebabkan tenaman terserang jamur yang dapat mempengaruhi kontinuitas pembuahan selanjutnya. Sebaliknya buah dibiarkan masak, lalu dipetik bersama tangkainya, dengan gunting panen, jagalah agar tidak sampai luka buah. Buah yang terluka dan cepat busuk.

B. Kontinuitas Pembuahan

Tanaman buah-buahan akan menghasilkan buah yang luar biasa hebatnya dan menimbulkan rasa bangga apabila tanaman buah tersebut buah tidak hanya satu kali tetapi dapat terus menerus berbuah pada musim berikutnya. Agar setiap musim tanaman dapat berbuah, ada beberapa hal yang harus dilakukan.

1. Pemangkasan.

Apabila tanaman mangga tidak mau berbuah lagi setelah dipanen dapat dilakukan pemangkasan dahan, persis pada batas antara dahan tua (berwarna cokelat) dan bahan muda (berwarna hijau). Sebaliknya apabila buah terlalu banyak, tunasnya dalam satu ranting dapat dikurangi.

Pada tanaman anggur yang berbuah tiga kali dalam satu tahun, pemangkasan dilakukan secara bergiliran, sehingga akan diperoleh buah secara terus-menerus sampai empat kali panen dalam satu tahun sekali.

Untuk tanaman stroberi, buanglah rumpun-rumpun agar tidak terlalu rimbun. Daun yang terlalu rimbun akan mengurangi produksi buah. Rumpun yang dipotong itu pun dapat dijadikan tanaman baru.

Untuk tanaman apel pemangkasan dilakukan dengan membuang daun-daun beberapa kali setelah buah dipanen. Tujuannya adalah untuk merangsang cepatnya pembuahan yang merata.

2. Pemupukan

Setelah dilakukan pemangkasan, perlu dilakukan pemupukan sehingga tanaman segera tumbuh kembali, baik dahan, ranting, maupun daun dengan cara memberikan pupuk N (nitrogen). Selanjutnya, untuk mempercepat pembungaan dan pembentukan buah, tanaman diberikan pupuk P dan K dan hormon perangsang bunga dan buah.

3. Penjarangan buah

Untuk tanaman yang berbuah sangat lebat, perlu dilakukan penjarangan buah. Tujuannya adalah agar tanaman dapat terus-menerus berbuah setiap musim berbuah tiba. Apabila buahnya terlalu lebat, tanaman banyak membutuhkan zat makanan dari dalam tanah, Di samping itu, tujuan lainnya adalah agar mutu buah meningkat, baik dari segi rasa, ukuran, maupun penampilannya.

Penjarangan buah yang paling baik dilakukan setelah muncul bakal buah dengan cara memilih bakal buah yang sehat dan bagus. Buah yang tidak baik dihilangkan untuk dijarangkan. Penjarangan ini harus dilakukan tepat waktu. Apabila kita terlambat melakukannya, kita akan merugi karena mutu, sara, dan ukuran buah menjadi tidak baik.


Sumber : Dra. Wisnuwati

No comments for "agar tanaman cepat berbuah"