Breaking News

Cara menanam semangka


Manfaat budidaya semangka nonbiji

Semangka nonbiji atau dikenal juga sebagai semangka seed less merupakan komoditas hortikultura yang mempunyai nilai ekonomi tinggi. pengusahaannya akan memberikan banyak manfaat baik di bidang ekomoni maupun teknologi.

Manfaat budidaya semangka nonbiji secara ekonomi adalah.
  •  meningkatkan incame (penghasilan) petani,
  •  menigkatkan pemenuhan gizi keluarga dan masyarakat,
  •  dalam skala besar, dapat meningkatkan ekspor sektor nonmigas berupa produk  hortikultural segar yang berkualitas,
Sementara itu, manfaat budidaya semangka nonbiji secara teknologi/ keterampilan adalah.

  • produktivitas dan kualitas tanaman lebih tinggi jika dibandingkan dengan tanaman semangka biji,
  • produktifitas buah segar meningkat,
  • ikut menyukseskan progam pemerintah dalam swasembada produk hortikultural,
  • budidaya ini dapat digunakan sebagai sarana pendidikan petani modern.

IKLIM TANAMAN SEMANGKA

Tanaman semangka adalah tanaman sukulen yang hidup pada musim kering. tanaman ini menghendaki iklim yang kering, panas, dan cukup sinar matahari, serta tidak kekurangan air. tanaman semangka dapat tumbuh dengan baik pada tempat yang memiliki ketinggian 600 m di atas permukaan air laut. iklim yang kering dan panas, sinar matahari dan air yang cukup merupakan kebutuhan tanaman yang utama. jika cahaya matahari kurang penuh bersinar, proses pembungaan dan pembuahan berlngsung kurang baik dan bunga mudah gugur.

Faktor iklim sangat menentukan keberhasilan pertanaman, yakni dalam hal pertumbuhan, perkembangan serta kualitas buah yang dihasilkan. perkecambahan biji akan berlangsung dengan baik jika dilakukan pada suhu 25 -30 derajat celcius. sementara itu, suhu 25 -30 derajat celcius pada siang hari dan suhu 12 - 18 derajat pada malam hari merupakan suhu yang paling cocok bagi pertumbuhan karena tanaman akan tumbuh dengan cepat dan kuat. jika kelembapan terlalu tinggi, tanaman akan mudah terserang penyakit daun dan kualitas buah rendah.

Tanaman semangka akan tumbuh dengan baik pada daerah yang memiliki musim panas yang panjang dan musim hujan yang pendek. tanah yang cocok bagi pertumbuhan dan perkembangannya adalah tanah yang gembur dan subur dengan sistem pengairan yang baik, seperti tanah berpasir atau lempung berpasir dengan kandungan nitrogen yang banyak. sebaiknya, pada tanah-tanah yang berat, kualitas dan kuantitas buah akan menjadi rendah. sedangkan pada tanah yang mudah tergenang air semangka tidak dapat tumbuh dengan baik. derajat keasaman tanah yang dikehendaki berkisar antara pH 5- 6,8.

Baca Juga : Mengenal Agribisnis tanaman pangan


BAHAN DAN ALAT

A. Bahan-bahan

Bahan baku utama yang diperlukan dalam budidaya tanaman semangka nonbiji adalah benih bermutu yang terdiri atas benih semangka nonbiji, benih semangka berbiji sebagai pejantan, pupuk, zat pengatur tumbuhan (ZPT), pupuk pelengkap cair (PPC), serta kondisi media tanam yang baik.

1. Benih

Benih bermutu merupakan modal awal keberhasilan dari setiap budidaya tanaman. benih semangka dalam upaya budidaya ini terdiri atas 2 macam, yaitu benih semangka berbiji (sebagai pejantan) dan benih semangka nonbiji sebagai pohon/tanaman betina yang diharapkan hasilnya.

Jenis semangka berbiji

Semangka berbiji ini banyak jenisnya. berikut ini diberikan beberapa jenis semangka berbiji disertai dengan ciri-ciri dan sifat dasarnya.

1. Empire No. 2
Tanaman agak pendek, berat buah mencapai 12 kg, kulit kuat, daging berwarna merah terang. jarang terjadi kerusakan buah dan hampa pada bagian tengahnya.

2. Fammer giant
Buah berbentuk bulat pendek, mirip dengan charleston gray dan umur panen lewat awet 10 hari. jenis ini kebal terhadap fasarium wilt desease dan antrachnose.

3. Grand baby
Bentuk luarnya mirip sugar baby, kulit buah berwarna hijau polos. buahnya dapat dipanen pada umur 78 hari setelah sebar biji. buah berbentuk bulat penuh. daging buah berwarna merah, biji berwarna cokelat, toleran terhadap fusarium wilt desease, leaf blight, powdery mildew dan antrachnose.

4. China dragon
Jinis ini merupakan saudaranya new dragon, tetapi sulurnya lebih pendek dan lebih kuat. batang tanamannya kecil, pembuahannya baik dan buahnya masak setelah 80 hari setelah sebar biji. daging buahnya berwarna merah, bentuknya bulat panjang, kulitnya berwarna hijau gelap dengan stip hijau gelap, rasanya manis, dan bijinya kecil-kecil berwarna hitam.

5. Klondike No.2
Ukuran buahnya besar, kulitnya hijau gelap dengan strip tidak jelas, dan tahan terhadap fusarium wilt desease.

Jenis semangka nonbiji

Beberapa jenis semangka nonbiji disertai dengan ciri-ciri dan sifat dasarnya.

1. Fong shan No.1
Tanaman ini sangat kuat dan bisa dibuahkan dengan periode pembuahanyang lama. produksi buahnya berlimpah dengan ukuran/berat berkisar 7 kg. buahnya berbentuk bulat penuh, warnanya hijau gelap dengan strip tidak jelas, kulit tipis, tetapi sangat kuat. daging buahnya berwarna merah, teksturnya baik, bijinya sangat kecil dan berwarna putih. biji ini tidak berfungsi. semangka jenis ini tahan disimpan dan dikirim untuk jarak jauh.

2. Quality
Buahnya berbentuk bulat penuh, warnanya hijau tua dengan strip hijau gelap, kulitnya tipis sangat kuat. daging buahnya berwarna merah segar, lebih berair bila dibandingkan dengan Fong shan No. 1 dan rasanya lebih baik. kulitnya sangat kuat sehingga cukup baik untuk dikapalkan dan penyimpanan. bijinya sedikit dan tidak berfungsi.

3. Orchid sweet
Daya adaptasinya yang sangat luas dan sangat mudah untuk membuahkannya. buahnya berukuran sedang, bentuknya bulat tumpul, warna kulitnya hijau terang dan stip hijau gelap, berat buahnya berkisar 4-5 kg. daging buahnya berwarna kuning terang, berair, dan manis.

4. Famer wonderful
Berat buahnya berkisar 9 kg, kulit berwarna hijau dengan strip hijau helap agak tidak beraturan. daging buahnya berwarna merah, berair, rasanya manis, bijinya berwarna putih dan tidak berfungsi.

2. Tanah yang baik

Tanaman semangka menghendaki struktur yang remah, gembur, dan poreus. untuk memperoleh kondisi seperti itu, tanah harus diolah dengan baik, dibajak, dicangkul, diberi pupuk kandang/kompos, dan dicampur abu sekam.

3. Abu sekam

Abu sekam merupakan bahan yang dipergunakan untuk mencampur tanah sebagai media dalam budidaya tanaman semangka. berbagai manfaat dan keuntungan yang diberikan abu sekam antara lain sebagai berikut,
  • abu sekam merupakan bahan yang steril (bebas dari bibit jasad pengganggu yang merugikan tanaman) karena pada saat dibakar bibit-bibit jasad pengganggu ikut terbakar,
  • abu sekam dapat memperbaiki struktur dan aerasi tanah.
  • abu sekam dapat meningkatkan daya ceka terhadap air pada saat dilakukan pengairan.
  • abu sekam merupakan buffer/penahan terhadap flukuasi suhu antara siang dan malam sehingga suhu di sekitar tanah perakaran memiliki kondisi yang stabil.
  • abu sekam dapat meningkatkan daya serap akar terhadap unsur hara.

4. Pupuk tepung


Beberapa macam pupuk yang digunakan di dalam budidaya semangka terdiri atas pupuk yang mengandung unsur hara makro (N,P,K) dan pupuk dengan kandungan unsur hara mikro. jenis pupuk dengan unsur hara makro yang biasa digunakan adalah urea, ZA, TSP, KCI. dari beberapa jenis pupuk tersebut, khusus untuk TSP, sebaiknya diberikan dalam bantuk powder (tepung), dengan pertimbangan.

a. unsur P terlambat tersedia bagi tanaman,
b. umur tanaman semangka merupakan tanaman yang tidak tahan degenangi air ter menerus,
c. karena tanaman semangka merupakan tanaman yang tidak tahan digenangi air terus menerus.

Dengan beberapa pertimbangan di atas, TSP yang diberikan dalam bentuk tepung (powder) akan memberikan keuntungan -keuntungan karena akan :
  • meningkatkan efektivitas terhadap penggunaan dosis pupuk P pada tanaman,
  • mengingkatkan persediaan untus P pelarutan pupuk P,
  • meningkatkan dan mempercepat pelarutan pupuk P.
Sehubungan dengan butir pertama diatas, banyak ditemukan kasus di lapangan bahwa setelah musim tanam selesai masih banyak pupuk TSP yang belum terhancurkan pada saat mulsa plastik dibuka sehingga kurang memberikan manfaat.

Dengan kasus seperti ini, karena unsur P-nya tidak banyak memberikan manfaat dan tidak terlihat pengaruhnya, petani menganggap dosis P yang diberikan jumlahnya kurang sehingga tidak jarang petani yang meningkatkan penggunaan dosis P pada tanamannya, kalau hal ini terus dilakukan, petani harus menambah biaya pembelian pupuk sehingga dapat mengurangi keuntungan yang diperoleh.

5. Pupuk pelengkap cair (PPC)

Pupuk pelengkap cair (PPC) adalah senyawa kimia yang mengandung beberapa unsur hara makro dan mikro, yang dilengkapi dengan endapan vitamin dan protein yang berbentuk cairan, mudah diserap, dan tidak beracun bagi tanaman.

Di dalam pupuk pelengkap cair terkandung tiga unsur penting sebagai berikut.
  • kompleks hidrosida protein, yaitu sumber asam-asam amino yang nantinya dapat berfungsi sebagai sumber hara.
  • enzim-enzim yang dapat berfungsi sebagai biokatalisator yang dapat mempercepat proses perombakan molekul-molekul kompleks organik yang terdapat di dalam tanah sehingga menjadi bentuk-bentuk sederhana. dengan demikian, molekul-molekul itu akan muda diserap oleh akar-akar tanaman.
  • bahan-bahan yang dapat mempercepat pertumbuhan, yaitu mempercepat tingkat perkecambahan benih dan kemudian meningkatkan daya tumbuh bibit tanaman.
Pupuk pelengkap cair banyak macamnya, misalnya vitablomm-B, unggul-B, heponec-B, gandasil-B, dan masih banyak yang lain. contoh-contoh itu merupakan merek dagang.

6. Zat pengatur tumbuhan (ZPT)

Zat pengatur tumbuhan adalah senyawa organik yang bukan hara, yang dalam jumlah sedikit mendukung, dapat menghambat dan dapat mengubah proses fisiologi tanaman. bahan ini digunakan dalam budidaya semangka dengan tujuan agar proses pertumbuhannya dapat dipacu sehingga harapan akhir agar tanaman memberikan produksi secara optimal dapat tercapai.

Secara bersama-sama, PPC dan ZPT ini digunakan pada tanaman setelah pemupukan ZPT, petani dapat memulai memberikan pada tanaman sejak umur 3-5 hari setelah tanam, yaitu pada saat tanam mulai tumbuh (gilir).

7. Kapur dan terusi (CuSO4)

Bentuk kapur yang dapat diberikan kepada tanaman dapat berupa dolomit, siolit, atau kapur-kapur untuk tujuan pertanian yang lainnya. perkembangan kapur pada lahan pertanian bertujuan untuk menetralisir kondisi pH atau derajat keasaman tanah. jumlah kapur yang diberikan kepada tanah tergantung kondisi pH nya.

Terusi adalah senyawa tembaga (Cu) yang dapat meracuni mikroorganisme yang bersifat pathohen (bibit penyakit) pada tanaman. selain itu, Cu merupakan unsur hara mikro yang dibutuhkan oleh tanaman semangka untuk meningkatkan pemanfaatan unsur-unsur lain (hara makro) seperti N, P, K, dan S yang  terdapat dalam pupuk urea, TSP, ZA, dan KCI.

Secara bersama-sama, kapur dan terusi dapat menjadi senyawa kimia (bordeaux mixture = bubur bordo) yang merupakan fungisida paling efektif untuk membunuh  mikroorganisme (jamur dan bakteri). perkembangan kapur dan terusi dalam budidaya semangka nonbiji akan memberikan manfaat dan keuntungan sebagai berikut.

a. Menetralisir derajat keasaman (pH) tanah dan dapat menambah ketersediaan unsur hara mikro.
b. Formulasi fungisida yang sangat efektif untuk memberantas bakteri dan jamur.
c. Dapat digunakan sebagai disenfektan terhadap tanah jika kapur dan terusi diberikan bersamaan            dengan saat pengolahan tanah 1 atau sebagai pupuk dasar.

8 Borate

Borate adalah merk dagang pupuk dengan kandungan unsur tunggal, yaitu boron. boron secara jelas belum diketahui fungsinya dalam tanah, namun sebagai unsur hara mikro, pupuk ini akan sangat diperlukan unsurnya sebagai aktivator dalam penyerapan unsur-unsur hara makro yang dibutuhkan oleh tanaman semangka nonbiji, seperti unsur hara makro yang terdapat dalam urea, ZA, TSP, dan KCI.

9. Black silver plastic (mulsa plastik perak)

Mulsa plastik ini didesain dengan dua permukaan yang berbeda, yaitu satu permukaan berwarna perak (silver) dan satu permukaan lainnya berwarna hitam. permukaan yang warna perak dipasang pada permukaan atas, sedangkan permukaan yang berwarna hitam untuk bagian dalam. warna perak mempunyai fungsi untu memantulkan sinar matahari yang jatuh di permukaan mulsa sehingga mengakibatkan hama-hama, seperti golongan kutu (aphids) yang hidup di permukaan bawah daun, tidak lagi betah berlindung. karena itu, tanaman semangka akan terbebas dari serangan hama golongan ini.

Keuntungan lain yang dapat diperoleh dari mulsa plastik ini adalah sebagai berikut.
  1. dapat meredam terjadinya kenaikan suhu tanah dan penguapan (evaporasi) akibat panas matahari sehingga akan menjaga kestabilan suhu di daerah perakaran dan terjadinya penguapan.
  2. pada malam hari, bumi melepaskan panas yang biasanya akan diikuti oleh terlepasnya butir-butir air dalam tanah. dengan adanya hamparan mulsa plastik butir-butir air/ uap air yang terlepas tersebut akan ditampung oleh mulsa dan oleh gaya beratnya sendiri (air) maka kumpulan-kumpulan uap air akan jatuh lagi ke tanah.
  3. kejadian butir (1 dan 2) di atas menyebabkan stuktur tanah kondisinya tetap terjaga dengan aerasi yang tetap baik. kondisi semacam ini akan sangat baik bagi perkembangan akar tanaman semangka dan penyerapan unsur hara akan terjadi meningkat pula.

B. Alat bantu

Peralatan yang digunakan dalam budidaya semangka nonbiji cukup sederhana seperti berikut ini.

a. Saat pengencambahan biji

Alat-alat yang digunakan saat pengecambahan biji.
1. germination seed/ alat pengecambahan biji, yang dapat berupa kotak karton.
2. kertas filter/ tissue.
3. kain kasa.
4. kaleng dan bak plastik.
5. thermometer.
6. pasir halus dan steril (media semai)
7. bola lampu sebagai sumber panas.
8. jet sprayer.
9. alat pemecah biji (alat pemotong kuku).

b. Saat pembibitan

Pada saat pembibitan diperlukan beberapa alat seperti berikut.
1. polybag ukuran 7 x 10 cm. 
2. plastik sungkup.
3. bumbu sebagai kerangka.
4. cangkul, sabit, gembor.
5. hand sprayer.

c. Saat penanaman

Pada saat penanaman diperlukan alat-alat sebagai berikut.
1. cangkul.
2. tugal.
3. pisau/ silet.
4. ajir.
5. masker.
6. hand sprayer.


PROSES PRODUKSI DAN CARA PENGERJAAN

A. Pengecambahan biji

Benih semangka nonbiji agar dapat berkecambah dengan baik membutuhkan beberapa persyaratan dan perlakuan khusus. jika tidak demikian, benih semangka nonbiji akan mengalami kesulitan dalam melakukan perkecambahan. bahkan, sering terjadi para petani semangka nonbiji membeli sudah dalam bentuk kecambah disebabkan memang mengecambahkan biji semangka nonbiji tidak mudah. kalau hal tersebut harus berulang-ulang terjadi, maka akan menambah biaya produksi, yang berarti pula akan mengurangi jumlah keuntungan yang akan diperoleh. karena pembelian dalam telah berkecambah, tentu harganya lebih mahal.

Untuk membantu para petani semangka nonbiji pemula, dalam hal ini akan diuraikan secara rinci bagaimana cara mengecambahkan bibi-biji semangka seedless agar berhasil dengan baik. tahap-tahap dalam pengecambahan biji meliputi pekerjaan sebagai berikut.

1. Memecah biji.

Biji yang telah dikeluarkan dari bungkus/kemasannya satu persatu dipecah bagian ujungnya. ujung yang dipecah adalah ujung bagian yang akan keluar akarnya. pemecahan biji dilakukan dengan menggunakan alat pemotong kuku dengan cara sebagai berikut.

Letakkan biji semangka nonbiji di antara tuas (pemegang alat), jepit/ tekan pelan-pelan hingga ujung biji membuka. biasanya membuka biji diikuti dengan bunyi "klik"

Bagian biji yang dipecahkan hanya 1/4 bagian saja, yaitu hanya pada bagian ujungnya saja. perlu dicatat bahwa biji tidak dipotong dengan bagian yang tajam alat. alat hanya di gunakan sebagai penjepit saja. dalam pemecahan biji ini, usahakan jangan sampai bakal akar patah, sebab dapat menyebabkan biji tidak berkecambah. perhatikan gambar berikut.



2. Memeram/ menetaskan biji

Untuk mempercepat terjadinya perkecambahan, setelah biji pecah, biji diperam/ditetaskan dalam germination seed atau kotak karton sebagai berikut penetasannya.

  • siapkan bak plastik atau kaleng kue.
  • isilah bak plastik atau kaleng tersebut dengan pasir halus yang steril hingga mencapai ketinggian 3 cm sebagai media perkecambahan.
  • basahi media pasir hingga jenuh air, tetapi jangan sampai menggenang.
  • letakkan 3 lapis kertas filter atau kertas tisue di atas media pasir dan lanjutkan dengan menutup dengan satu lapis kain catton (kain kaos) yang telah dibasahi.
  • letakkan biji-biji yang sudah dipecah di atas kain catton/ kaos yang telah dibasahi terlebih dahulu.
  • tutup bak/kaleng rapat-rapat.
  • masukkan bak/kaleng ke dalam karton, kemudian atur suhu di dalamnya antara 28-30 derajat celcius. jika kotak karton yang digunakan untuk memeram/ menetaskan, sumber panas untuk mengatur suhu digunakan lampu/bola lampu 5 watt.
  • agar dapat diketahui dengan pasti suhu di dalam kaleng, sebaiknya tutup kaleng diberi lubang dan masukkan termometer ke dalamnya.
  • setiap 12 jam sekali atau jika air di dalam kaleng kelihatan kering, berilah air masak untuk menggantikan air yang hilang.
  • setelah 36 jam dalam pemeraman/ penetasan biji-biji akan mulai berkecambah. apabila sudah mulai tampak akarnya, kecambah itu sudah siap untuk dipindah dalam media semai. 

3. Membuat persemaian

Setelah biji-biji semangka dalam peraman/penetasan berkecambah, maka kecambah-kecambah siap untuk disemai dalam pembibitan. cara penyemaian kecambah ini dilakukan dengan urutan seperti berikut.
  • siapkan media pembibitan berupa campuran pupuk kandang, kapur, furadan, dan TSP dengan perbandingan 2 : 1 : 1 : 1.
  • siapkan polybag ukuran 7 x 10 cm dan masukan media yang telah dibuat tersebut ke dalamnya.
  • dua atau tiga hari sebelum menyemai, lakukanlah sanitasi lingkungan dengan cara menyemprot tempat permbibitan dengan campuran insektisida dan fungisida.
  • sebelum disemai dalam polybag, kecambah yang telah berumur 36 jam tersebut terlebih dahulu disemprot dengan fungisida untuk mencegah terjadinya kontaminasi jasad pengganggu (bakteri dan jamur).
  • siramlah media dalam polybag hingga basah, buatlah lubang, dan tambahlah kecambah di dalamnya.
  • aturlah kecambah-kecambah dalam polybag di tempat persemaian dan berilah sungkup plastik.

4. Memelihara persemaian

Persemaian yang telah dibuat harus dipelihara dengan baik. pemeliharaan itu dapat dilakukan dengan langkah berikut.

a. persemaian disiram setiap pagi dan sore hingga cukup basah.
b. bantulah bibit-bibit di persemaian dengan melepas kulit biji agar cepat pertumbuhannya.
c. buatlah sungkup pada pagi dan sore hari. sungkup dapat dibuka seluruhnya setelah bibit berumur 3 - 4 hari dalam persemaian.
d. setelah berumur 8-10 hari atau bibit telah berdaun 3 helai, bibit telah siap untuk dipindah di                lahan/ditanam.

5. Persiapan tanam dan pemeliharaan tanaman

1. Persiapan tanam

a. pengapuran
Pengapuran dilakukan menjelang pengolahan tanah, dengan menggunakan dolomit atau siolit sebanyak 5 kw/ha atau derajat keasaman tanah.

b. pengolahan tanah I
Tanah dibajak satu kali, dicangkul hingga halus, dan dilanjutkan dengan pembuatan bedengan, dengan ukuran 1x5 m, atau sesui keinginan.

Kelemahan dan keuntungan cara tanam di atas bedengan tanah.
  1. biaya pengolahan lebih murah karena dalam satu bedengan ditanam 2 baris, sedangkan kelemahannya lebih sulit karena tanaman saling menutup rapat, juga dapat merusak tanaman karena pekerja harus naik turun bedengan, serta tanah mudah tergenang.
  2. biaya lebih mahal dibandingkan dengan cara 1, keuntungannya adalah pemeliharaan tanaman lebih muda dan mudah dikeringkan.
  3. cara ini memerlukan biaya lebih banyak. tetapi jumlah tanaman (populasi) lebih banyak sehingga produksinya pun lebih banyak.
Setelah dibuat bedengan-bedengan tersebut tanah dibiarkan istirahat minimal 15 hari.

c. Pengolahan tabah II
Pengolahan pad tahap ini oleh petani disebut sebagai service karena pada tahap ini tanah diolah lagi hingga diperoleh struktur yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan tanaman semangka. bedengan dicangkul lagi hingga diperoleh struktur yang baik. bersamaan dengan pengolahan ini di lakukan pula pemupukan dasar dengan menggunakan.

a. Urea : 50 kg/ha
b. ZA : 250 kg/ha
c. TSP : 100 kg/ha
d. KCI : 100 kg/ha
e. Terusi : 5 kg/ha
f. Insektisida karbofuran (ekalux 5G, furadan 3G) dan lain-lain 8-10 kg/ha.

Cara pemupukan dilakukan dengan berikut :
Bedengan dicangkul pada bagian tengah-tengahnya, lalu ditaburkan pupuk didalamnya yang dikemudian ditutup lagi dengan tanah. pupuk dasar diberikan 7-10 hari sebelum tanam, dengan tujuan agar pupuk sudah bereaksi dalam tanah dan apabila ditanami, bibit tidak mudah layu/mati.

Khusus untuk pupuk TSP, diberikan dalam bentuk tepung (dihancurkan). setelah pemupukan, dasar bedengan ditutup dengan mulsa plastik.

2. Penanaman

Ada dua cara penanaman semangka nonbiji, yaitu sistem ganda dan sistem tunggal.

a. Sistem ganda

Penanaman sistem ini dilakukan dengan cara menanam semangka nonbiji dengan semangka berbiji bersamaan dalam satu bedengan dengan perbandingan 2:1. cara ini mempunyai keuntungan karena proses penyebaran dapat dibantu oleh serangga dan angin sehingga tenaga untuk mengawinkan agak lebih ringan. namun, ada kelemahannya. apabila jumlah angin dan serangga kurang, akan banyak bunga-bunga yang tidak terserbuki. disamping itu, pada saat panen akan terjadi kesulitan bagi petani yang kurang trampil untuk membedakan antara semangka nonbiji dengan buah semangka berbiji.

b. Sistem tunggal

Pada sistem tunggal, tanaman semangka nonbiji dan semangka berbiji dipisahkan penanamannya. pada saat diperlukan/dikawinkan bunga-bunga dari tanaman semangka berbiji diambil untuk diserbukkan pada bunga tanaman semangka nonbiji.

Cara penanaman dapat dilakukan dengan mengikuti urutan berikut :
  • sebelum melakukan penanaman, buatlah lubang tanam dua hari sebelum dengan cara membuka mulsa plastik dengan cara menggunakan pisau atau silet dengan jarak tanam 70-80 cm atau sesuai jarak tanam yang dikehendaki.
  • lakukan penyiraman pada lubang lubang tanam dan lakukan penugalan.
  • lakukan penanaman dan penyiraman setelah penanaman dilakukan.
  • lakukan pengairan/penggenangan selokan.
c. Pemeliharaan

Umur 3 - 5 hari setelah tanam (setelah tanam ngilir = mulai tumbuh) lakukan penyemprotan dengan zat pengatur tumbuh, pupuk daun insektisida dan fungisida dengan interval penyemprotan 3-7  hari tergantung keadaan pertumbuhan dan perkembangan tanaman.
contoh : atonik, bayfolan, diazinon, dithane M-45, dan lain-lain.

Umur 10 hari setelah tanam, mulai diberi pupuk susulan berupa NPK 15-15-15 dengan cara melarutkan dalam 10 liter air untuk 3 kg NPK. larutan ini masih cukup pekat, sebelum disiramkan atau untuk pemupukan perlu di encerkan lagi sebagai berikut :
  • ambil larutan NPK sebanyak 250 cc dan encerkan dalam 10 liter air.
  • lakukan pemupukan dengan larutan yang telah diencerkan 250 cc/tanaman. interval pemupukan 5-7 hari dan pemberian terus ditingkatkan sesuai dengan umur, pertumbuhan, dan perkembangan tanaman.
Umur 30-50 hari setelah tanam atau setelah pengkasan ringan selain pupuk NPK perlu diberi pupuk pelengkap cair, seperti : vitablom-B, Heponec-B, gandasil-B, unggul-B, dan lain-lain.

d. Pemangkasan

Pemangkasan pada prinsipnya adalah membuang cabang-cabang yang tidak mengeluarkan buah dan membatasi jumlah cabang pada setiap pohonnya.

Cara memangkas pada tanaman semangka nonbiji adalah sebagai berikut.
  1. pangkasan ringan, dilakukan pada umur 20-30 hari setelah tanam, dengan tujuan untuk membentuk tanaman agar percabangan tidak terlalu banyak. setiap tanaman ditinggalkan/ dipelihara 3 cabang utama saja.
  2. pada tiap-tiap cabang, dipangkas hingga mencapai ruas ke-12, pada ruas-ruas ini bunga dipelihara hingga menjadi buah.
  3. pangkasan produksi, dilakukan pada umur 35-45 hari setelah tanam. berupa pengurangan buah-buah yang tidak normal atau terlalu banyak. untuk mendapatkan buah yang berukuran maksimal, sebaiknya tiap cabang dipelihara hanya 1 buah saja, jadi tiap pohon/tanaman maksimal 3 buah saja.
  4. pada umur 40-50 hari, dilakukan toping (pangkas pucuk), dengan tujuan agar tidak terjadi perpanjangan ukuran dengan cermat dan terus-menerus sebab setelah pemangkasan dilakukan, tunas-tunas baru akan tumbuh. hal ini akan sangat berpengaruh terhadap perkembangan buah.
e. Mengawinkan tanaman

Dengan ditanam dua biji semangka nonbiji ; 1 biji (sistem ganda), sebenarnya perkawinan secara alami bisa terjadi. tetapi untuk tujuan/usaha-usaha komersial sebaiknya dibantu perkawinannya dengan cara menggoreskan tepung sari dari bunga semangka berbiji ke bunga semangka nonbiji.

Bagi budidaya secara tunggal; mengawinkan merupakan suatu pekerjaan yang harus dilakukan sebab kalau perkawinan tidak dilakukan, proses pembuahan semangka nonbiji tidak akan terjadi.

f. Waktu mengawinkan tanaman

Waktu terbaik untuk melakukan perkawinan adalah pada saat bunga tanaman semangka nonbiji sedang membuka yaitu sekitar pukul 06.00 - 10.00 pagi. masa mengawinkan dapat dilakukan sejak tanaman berumur 25 - 35 hari setelah tanam.

g. Pengendalian hama dan penyakit

1. Hama
Hama utama pada tanaman semangka antara lain sebagai berikut.
  • ulat tanah. ulat ini menyerang tanaman dengan cara memotong tanaman yang berada di atas permukaan tanah sehingga tanaman putus dan mati. pengendalian dapat dilakukan secara mekanis, yaitu dengan cara mengumpulkan ulat dan dimatikan. cara lain adalah dengan umpan beracun yang terdiri atas campuran dedak/serbuk gergaji, gula merah/tetes (melase), dan insektisida depterex, lalu ditambahkan air untuk meratakan campuran. umpan beracun ditempatkan pada bagian pangkal tanaman. atau, dapat pula dengan cara menyiramkan salah satu insektisida (misalnya sevin 85 S) pada bagian pangkal tanaman.
  • kutu (aphids sp). ada empat golongan kutu yang menyerang tanaman semangka yaitu,
  1. kutu yang menetap pada bagian pucuk tanaman yang berwarna hitam dan kuning.
  2. kutu yang menetap di bagian bawah daun, dekat pangkal daun dan buah,
  3. kutu yang menetap dibagian bawah pelepah atau dekat leher akar, dan
  4. thrips atau mijten, 
Pengendalian dapat dilakukan dengan menggunakan akarisida dengan dosis sesuai anjuran pada tiap-tiap lebel kemasannya (bayrusil, omite, kelthane atau perfecthion).

2. Penyakit

a. Fusarium wilf desease
Tanaman terserang menjadi layu dan serangan yang berat dapat menyebabkan kematian. kelayuan dan kematian disebabkan terjadi penyumbatan pada jaringan tanaman. 

Pengendaliannya dapat dilakukan dengan cara.
- menggunakan varetas resisten,
- kelembaban di sekitar tanaman dijaga dan drainase diperbaiki.

b. Virus mozaik
Tanaman yang terserang  virus ini daunnya menjadi mengeriting, tanaman tidak bisa tumbuh segar dan tetap kerdil, buah tidak berbentuk dan akhirnya mati. Cara mengendalikannya dengan memberantas serangga penularnya yaitu golongan kutu (aphids).

c. Bercak daun
Daun yang terserang menunjukan gejala bercak-bercak. serangan parah mengakibatkan meluasnya bercak, yang akhirnya dapat mengakibatkan daun berlubang-lubang. cara pengendaliannya dapat dilakukan dengan menggunakan fungisida.

d. Gugur buah
Buah-buahan yang terserang menjai busuk dan mengering dan akhirnya gugur. serangan makin meningkat apabila curah hujan semakin tinggi.

pengendalian dapat dilakukan dengan cara.
- eradikasi (pemusnahan) selektif terhadap buah-buah yang terserang, dan
- semprot dengan menggunakan salah satu fungisida.

e. Penyakit bintil akar
Penyakit ini menyebabkan akar tanaman menjadi/timbul bintil-bintil yang mengakibatkan tanaman tumbuh terhambat dan kerdil. pengendaliannya dapat dilakukan dengan cara menyiram dengan salah satu nematisida.

f. Penyakit embun tepung
Gejalanya, pada daun atau batang muda terlihat seperti dilapisi oleh tepung berwarna putih. daun terserang menjadi kuning mengeriput, pertumbuhan terhambat. serangan hebat mengakibatkan tanaman mati dan buah seperti terkena luka bakar.

Pengendalian dapat dilakukan dengan menyemprot tanaman dengan fungisida (benlate T-120) dengan interval 5-7 hari.

g. Panen dan cara pemetikan

1. Panen
Panen dilakukan pada umur 55-60 hari setelah tanam. tanda-tanda buah siap dipanen yaitu : umur telah mencapai 55 - 60 hari, apabila dipukul dengan jari, suaranya nyaring.

2. Cara pemetikan
Pemetikan buah perlu di lakukan tepat setelah buah-buahan mencapai derajat kematangan penguh dengan cara memotong tengkai buah. pemotongan yang baik dapat dilindungi buah dari proses pembusukan dan menjaga rasa buah tetap enak.


CARA PENYIMPANAN

Buah-buahan memiliki arti penting sebagai sumber vitamin, mineral, dan zat-zat lain untuk menunjang kecukupan gizi bagi masyarakat. hasil hortikultura terutama buah-buahan sebagian bersar (seperti semangka) memang dikonsumsi dalam keadaan segar dan dimanfaatkan tanpa pengolahan maupun dimasak lebih dahulu.

Buah-buahan umumnya dihasilkan di daerah-daerah yang jauh dari pusat-pusat konsumen. karenanya, selama pengangkatan ke pusat-pusat konsumen, petani diharapkan pada masalah-masalah susut, kehilangan hasil, serta rusak yang dapat disebabkan oleh faktor-faktor dalam, yang memang timbul dari sifat-sifat alami, serta dapat pula dikarenakan pengaruh dari faktor luar.

Faktor-faktor dalam pada buah-buahan terutama erat hubungannya dengan komposisi zat-zat yang terkandung di dalamnya seperti air, protein, karbohidrat, lemak, enzim, dan lain-lain zat. hampir semua jenis buah-buahan termasuk semangka mempunyai kandungan air yang tinggi. kandungan air yang sedemikian tinggi merupakan media subur bagi perkembangan jasad renik perusak. adanya kadar air yang tinggi juga memungkinkan enzim-enzim aktif bekerja melakukan perombakan zat-zat yang terkandung dalam buah-buahan seperti buah semangka ini.

Selain mengalami kerusakan karena proses perombakan oleh jasad renik serta enzim, setiap komoditas (termasuk buah semangka) terus dilakukan respirasi dan transpirasi karena tetap merupakan benda-benda hidup. pada saat respirasi, buah mengambil oksigen (O2) dan melepaskan (CO2) dan panas. pada proses transpirasi buah melepaskan sebagian kadar airnya sehingga dapat mengalami susut berat.

Faktor-faktor luar, yang dapat menyebabkan kerusakan buah-buahan, ternyata sangat banyak, seperti masalah jarak dari pusat-pusat produksi, tempat pengumpulan, pengankutan, dan distribusi, melalui jalur-jalur tata niaganya merupakan segi-segi penyebab kerusakan yang berhubungan dengan penanganan pascapanen. masalah pascapanen pada buah diharapkan pada pengangkutan dan penyimpanan.

Pengangkutan buah semangka (yang tanpa dikemas) dilakukan dengan cara dasar bak harus diberi jerami kering, jerami yang basah dapat menimbulkan kelembapan sehingga mengakibatkan buah menjadi rusak. buah semangka disusun 4-5 lapis kemudian diberi jerami.

Cara penyimpanan untuk jangka waktu pendek dapat dilakukan dengan mengatur seperti yang dilakukan untuk pengangkutan, yaitu dasar tempat penyimpanan/ gudang diberi jerami kering, buah semangka disusun 4-5 lapis dan ditutup jerami lagi. sementara itu, agar buah memiliki kualitas dan nilai ekonomi yang bagus dan cukup tinggi. buah disimpand dalam gudang yang sehat dan bersih, suhu ruangan yang dingin antara 8-10 derajat celcius dan kelembapan udara 85-90%.


Sumber : Ir. Iskandar hadiyanto

Type and hit Enter to search

Close