Breaking News

Pengawetan buah-buahan


Buah-buahan termasuk jenis tanaman yang mudah rusak. oleh karena itu, penanganannya harus dilakukan secara hati-hati dan sempurna. untuk mengatasi terjadinya kelebihan produksi buah-buahan di musim tertentu sehingga buah-buahan tersebut tidak habis dikonsumsi atau dimakan, langkah yang harus ditempuh adalah pengawetkan buah-buahan  tersebut.


Bermacam-macam cara untuk mengawetkan buah-buahan, antara lain adalah sebagai berikut.

a. Pengawetan dengan suhu rendah

Cara mengawetkan dengan suhu rendah dapat dilakukan dengan pendinginan. pendinginan yang biasa dilakukan adalah di dalam lemari es. dengan pendinginan ini biasanya buah dapat tahan dan segar selama beberapa hari atau beberapa munggu tergantung dari jenis buahnya.

Pengawetan dengan cara ini akan menekan keaktifan atau kegiatan mikroba atau bakteri dan enzim atau cairan yang ada di dalam buah. oleh karena itu, bila buah-buahan dikeluarkan dari tempat pendinginan, mikroba atau bakteri dan enzim atau cairan buah yang ada didalam akan aktif atau bekerja lagi. selain itu, bila penyimpanan dengan suhu terlalu rendah atau dingin, akan menyebabkan kerusakan buah yang berasal dari daerah panas, seperti terong, mangga, dan tomat.

b. Pengawetan dengan pengeringan

Kandungan air dalam buah. caranya menguapkan air dengan menggunakan panas. biasanya kandungan air dalam buah sampai batas tertentu. tidak semua buah dapat diawetkan dengan cara pengeringan sebab pengaruh dari pengeringan dapat mengubah nilai gizi warna, dan aroma menjadi lebih rendah.

Keuntungan dari pengeringan adalah buah menjadi lebih awet dengan jumlah atau volume buah menjadi lebih sedikit sehingga mempermudah dan menghemat ruangan pengankutan dan pengepakan. berat buah juga berkurang sehingga memudahkan dalam pengangkutan.

Kerugian pengawetan dengan cara pengeringan adalah sifat buah yang dikeringkan dapat berubah bentuk dan dapat menurunkan mutu buah. pengeringan dapat dilakukan dengan dua cara, antara lain sebagai berikut.
  1. Pengeringan dengan sinar matahari. cara ini merupakan cara yang termudah dan murah. akan tetapi, hasilnya tidak terlalu menjamin karena sangat tergantung pada keadaan cuaca dan perubahan suhu udara. lama penjemuran tidak dapat ditentukan dengan tepat, selain itu, karena dilakukan di tempat terbuka sehingga keberhasilan susah diawasi.
  2. Pengeringan dengan menggunakan alat pengering buatan. pengeringan ini biasa dilakukan dengan oven. dengan cara ini, keuntungannya kondisi pengeringan bisa terkontrol, waktu pengeringan dapat ditentukan, dan rasanya dapat lebih cepat serta kualitas bahan yang dikeringkan dapat lebih baik.

Baca Juga : Budidaya jeruk siam

c. Pengawetan dengan panas

Pengawetan dengan menggunakan pemanas biasanya dilakukan pada buah-buahan yang dikalengkan atau dibotolkan, baik dalam bentuk buah-buahan maupun dalam bentuk seri buah.

Faktor yang harus diperhatikan dalam pengawetan dengan panas adalah.
  • Jumlah panas yang dihasilkan atau diberikan harus cukup untuk mematikan jasad-jasad renik atau penyebab penyakit.
  • Jumlah panas yang dihasilkan tidak boleh menyebabkan penurunan gizi dan citra rasa.

Cara mengolah buah-buahan

Tujuan mepengolahan adalah untuk memperpanjang masa simpan atau mengawetkan buah-buahan tersebut. karena bila buah-buahan dibiarkan begitu saja di udara bebas tanpa pengolahan, dalam waktu beberapa hari saja buah tersebut akan rusak, misalnya baunya busuk, warnanya berubah, rasanya tidak enak, dan nilai gizinya juga akan berubah atau turun.

Keadaan semacam ini sangat merugikan manusia. buah-buahan dapat diolah atau dibuat menjadi sirup, minuman segar, anggur, dan manisan.

Cara membuat sirup mangga

Alat yang diperlukan
  1. pisau,
  2. ember plastik atau baskom,
  3. panci,
  4. alat pengepres buah-buahan (blender),
  5. kompor,
  6. dandang,
  7. kain saring atau saringan plastik,
  8. corong, dan
  9. botol steril atau botol suci hama.
Bahan yang diperlukan.
  1. buah yang matang dan sehat,
  2. gula pasir, dan
  3. asam sitat.
Cara membuatnya :
  • buah yang akan diolah menjadi sirup dipilih yang matang betul dan sehat. buah yang matang penuh diperlukan agar aroma sirup buah kuat dan enak rasanya. buah yang cacat atau rusak jangan digunakan karena banyak mengandung bakteri.
  • buah yang dipilih dicuci dengan air bersih, kemudian dikupas dan diambil daginggya. setelah itu, daging buah dihancurkan sampai menjadi bubur. penghancuran bisa menggunakan alat pengepres atau blender.
  • bubur buah sudah terbentuk, disaring dengan kain saring atau saringan plastik, kemudian dimasak dengan gula. untuk menambah rasa aman, dapat ditambahkan asam sitrat.
  • sirup yang sudah masak kemudian dimasukan ke dalam botol yang bersih dan steril dan selanjutnya botol ditutup rapat. untuk membunuh kuman penyakit, botol direbus atau dikukus selama 30 menit.

Sumber : Mujiono  

Type and hit Enter to search

Close