Cara membuat nata de coco dari air kelapa


Tanaman kelapa adalah tanaman tahunan yang biasa tumbuh di dataran rendah. hampir seluruh daerah di Indonesia ditumbuhi tanaman kelapa. daerah pantai biasanya paling banyak dijumpai tumbuhan kelapa. seluh bagian tanaman kelapa, mulai dari pohon, daun sampai buahnya dapat dimanfaatkan. misalnya antara lain adalah :
  1. Daun kelapa dapat digunakan untuk atap rumah, pembuatan hiasan janur, pembuatan sapu lidi, dijadikan tusuk sate, dan lain-lain.
  2. pohon kelapa dapat digunakan untuk bahan bangunan, perabot rumah tangga, dan lain-lain.
  3. buah kelapa, dibagian buah kelapa muda biasanya dapat dimakan langsung atau sebagian campuran minuman sirup, sedangkan daging buah kelapa yang tua digunakan sebagai bahan pembuatan minyak goreng, dibuat santan dan dibuat makanan ringan.
Selama ini kita tahu air kelapa hanya untuk diminum. seringkali orang membuangnya begitu saja. padalah, air kelapa dapat dimanfaatkan untuk membuat manisan sari kelapa (biasa dikenal dengan istilah nata de coco) yang justru dapat menghasilkan uang lebih banyak.

Manfaat air kelapa

Selain air kelapa muda yang biasa dimanfaatkan untuk minuman pelepas dahaga, air kelapa tua pun dapat dimanfaatkan, tetapi bukan untuk diminum langsung. secara tradisional air kelapa itu banyak dimanfaatkan orang untuk membuat asam cuka. melalui perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam bidang pengolahan makanan dan minuman, saat ini air kelapa tua dapat dijadikan sebagai bahan baku pembuatan minuman ringan yang segar, bergizi, tahan lama dan dapat mendatangkan keuntungan. selain dijadikan minuman ringan, akhir-akhir ini air kelapa tua banyak dimanfaatkan untuk manisan sari kelapa (Nata de coco).

Apa itu manisan sari kelapa (Nata de coco)

Nata de coco adalah jenis makanan ringan yang warna dan rasanya mirip kolang-kaling (buah aren). perbedaanya dengan kolang-kaling, manisan sari kelapa (nata de coco) terbuat dari air kelapa yang diolah terlebih dahulu dengan cara menambahkan bibit (ragi) dan bahan pendukungnya. kemudian, didiamkan beberapa lama sampai terbentuk lapisan putih dan kenyal (lihat) setebal kurang lebih 1 cm di bagian atas cairan.

Lapisan nata de coco yang terbentuk selanjutnya dipotong-potong berbentuk kubus dan diolah sampai menjadi manisan sari kelapa yang siap dihidangkan sebagai makanan ringan yang segar. potongan nata de coco biasanya dicampurkan dalam sirup ataupun air gula.

Syarat-syarat membuat manisan sari kelapa nata de coco

Ada beberapa persyaratan penting yang harus diperhatikan sebelum membuat nata de coco.

1. Air Kelapa
Air kelapa yang digunakan adalah air dari buah kelapa yang sudah tua dan jenis atau verietas kelapa apa saja yang ada disekitar kita. harus diperhatikan bahwa air kelapa tidak tercampur dengan air dari luar atau tercampur kotoran lain. dengan kata lain, air kelapa yang digunakan harus langsung ditampung dalam wadah yang bersih, yaitu setelah buah kelapa dibelah.

2. Wadah
Wadah yang digunakan untuk seluruh proses pembuatan manisan sari kelapa harus dipilih wadah yang mudah dicuci, tidak cepat berkarat (tahan lama), dan tahan asam.

3. Kebersihan wadah
Wadah yang dipergunakan baik untuk menampung air kelapa maupun tempat pembentukan lapisan "nata" harus benar-benar bersih, kering, dan tidak tercium bau asam. berarti, sebelum digunakan semua wadah sudah dalam keadaan bersih dan tertutup. untuk menutup wadah baki atau stoples biasanya menggunakan kertas koran yang bersih.

4. Ruang pemeraman/ penyimpanan wadah nata
Ruang untuk menyimpan wadah-wadah pembentukan nata harus tetap bersih, kering, dan tidak terlalu banyak udara luar masuk ke dalam ruangan. di dalam ruangan tersebut dapat dibuat rak bertingkat sehingga wadah-wadah bisa disimpan secara bersusun rapi dan aman.

5. Kondisi selama pemeraman
Wadah pembentukan Nata selama disimpan di ruang khusus, lebih kurang 8 hari, diusahakan tidak tergoyang dan tutupnya tidak terbuka. jika hal ini terjadi kemungkinan lapisan nata yang terbetuk akan rusak.

Cara menyimpan wadah

  1. semua wadah yang digunakan harus dicuci bersih menggunakan sabun atau detergen sihingga sumua kotoran dan lemak hilang.
  2. khusus untuk wadah pembentukan Nata setelah dicuci bersih kemudian dikeringkan di bawah terik sinar matahari selama kurang lebih 2 jam hingga wadah tersebut betul-betul kering.
  3. dalam keadaan masih panas saat dijemur, wadah tersebut langsung ditutup dengan kertas koran sampai menutupi seluruh permukaan wadah bagian atas dan diikat dengan karet secara melingkar.

Alat yang digunakan

Dalam pembuatan manisan sari kelapa (Nata de coco) digunakan alat-alat yang mudah diperoleh di lingkungan kita.

1. Pisau
Pisau digunakan untuk memotong atau mengiris lempengan nata menjadi bentuk kubus. pisau yang digunakan harus tajam, tidak mudah berkarat (stainless) dan bersih.

2. Panci
Panci digunakan untuk menampung air kelapa yang telah disaring dan untuk memasak air kelapa yang telah dicampurkan dengan bahan pencampuran lainnya. ukuran besarnya pandi dapat disesuaikan dengan banyaknya air kelapa yang dimasak dan terbuat dari bahan yang tahan karat (stainless) atau berlapis email.

3. Baki/loyang
Wadah yang digunakan untuk menyimpan air kelapa sampai terbentuk lapisan nata adalah baki atau loyang terbuat dari plastik ukuran lebih kurang 50 cm x 30 cm dan tingginya lebih kurang 30 cm.

4. Stoples dan botol
Berbagai jenis stoples dan botol bisa di gunakan, baik yang terbuat dari gelas/kaca atau plastik dilengkapi dengan penutupnya. stoples ini digunakan untuk menyimpan gula pasir, ZA dan bahan kimia lainnya, sedangkan botol untuk menyimpan air cuka biang.

5. Kompor atau tungku
Kompor atau tungku digunakan untuk memasak air kelapa atau menggodog nata yang diwadahi di dalam panci.

6. Ember
Berbagai jenis ember dengan bahan dan ukuran yang berbeda dapat digunakan, bisa terbuat dari bahan plastik, stainles (tahan karat) atau email.

7. Ayakan
Ayakan ini umumnya terbuat dari bambu yang dianyam, dengan ukuran bermacam-macam. alat ini digunakan sebagai tempat meniriskan potongan nata yang telah dicuci bersih agar tidak ada lagi air cucian yang menempel pada potongan nata tersebut.

8. Botol
Sebaiknya dipilih botol dari bahan gelas, misalnya bekas botol kecap, orson/sirup. botol digunakan untuk menyimpan bibit nata. sebaiknya dipilih botol dari bahan gelas, misalnya bekas botol kecap atau sirup karena bibit tersebut mudah dituangkan dan mudah mengontrol keadaan cairan bibit (tidak perlu dibuka).

9. Plastik
Plastik digunakan untuk membungkus (mengemas) potongan nata dalam larutan gula yang siap untuk disimpan atau dipasarkan (dijual).

10. Kain saring
Kain saring digunakan untuk menyaring air kelapa atau larutan gula, dapat juga digunakan kain belacu atau saringan halus lainnya.

11. Timbangan 
Timbangan digunakan untuk menimbang bahan-bahan yang diperlukan dalam jumlah besar.

12. Sendok
Sendok digunakan untuk menakar bahan-bahan yang diperlukan dalam jumlah sedikit.

13. Pengaduk
Alat ini digunakan untuk mengaduk campuran air kelapa yang sedang dimasak atau mengaduk dalam membuat larutan gula. pengaduk tersebut terbuat dari logam tahan karat atau dari kayu.


Bahan yang digunakan

Mengetahui bahan-bahan yang anak digunakan dalam pembuatan manisan sari kelapa (nata de coco) sangat penting karena kekurangan salah satu bahan akan mempengaruhi kualitas manisan sari kelapa yang dibuat.

Bahan-Bahan yang harus disediakan adalah sebagai berikut.

1. Air kelapa
Air kelapa (sebagai bahan utama) yang digunakan pilih sabaiknya air kelapa dari buah kelapa tua dan masih segar (belum sempat disimpan lama) yang bisa dicirikan dengan melihat airnya tidak keruh dan tidak berbau asam.

2. Gula pasir
Gula pasir digunakan sebagai bahan pencampuran nata dan pemanis dalam manisan sari kelapa (nata de coco) yang sudah siap dimakan.

2, Pupuk ZA
Pupuk ZA nama kimianya adalah amonium sulfat (NH4)2SO4) digunakan sebagai bahan makanan bibit nata sehingga bibit tersebut dapat tumbuh dan membentuk nata dengan hasil yang baik. ZA juga disebut sebagai sumber protein.

3. Garam Inggris
Garam inggris nama kimianya adalah magnesium sulgat, fungsinya sama dengan pupuk ZA yaitu sebagai sumber makanan bibit nata. 

4. Asam cuka
Asam cuka yang digunakan adalah cuka biang (glasial) atau cuka yang biasa dipasaran. asam cuka berfungsi mempercepat terbentuknya lapisan nata karena bibit nata dapat tumbuh baik dalam air kelapa yang ditambah asam cuka.

5. Ragi roti (gist)
Ragi yang dipakai adalah ragi roti yang biasa sudah dikemas atau dibungkus plastik atau biasa dijual koloan. fungsinya sebagai bahan makanan bibit nata.

6.Vanili
Vanili digunakan sebagai pewangi manisan sari kelapa, ditambahkan menurut selera.

Baca juga : Manfaat buah kolangkaling

Langkah-langkah pembuatannya

  1. air kelapa disaring menggunakan kain saring dan tampung ke dalam panci bersih.
  2. ambilah 10 liter air kelapa yang telah di saring dan masukkan ke dalam panci lain yang telah bersih.
  3. tambahkan gula pasir 5 sendok makan, ragi roti 1 sendok makan, ZA 1 sendok makan penuh, garam ingris 1/4 sendok teh, asam cuka biang 10 sendok makan (40 sendok makan jika menggunakan cuka makan), kemudian aduk sampai semuanya larut.
  4. godong atau rebus campuran air kelapa tersebut sampai mendidih selama 15 menit.
  5. tuangkan air kelapa yang masih panas ke dalam loyang/baki plastik bersih yang sudah disiapkan sebelumnya. setiap baki diisi 1,5 liter air kelapa.
  6. tutuplah cepat-cepat baki yang sudah berisi air kelapa oleh selembar kertas koran.
  7. dinginkan baki air kelapa di ruang penyimpanan selama lebih kurang 5 jam
  8. tambahkan bibit nata ke dalam wadah air kelapa yang sudah dingin secara hati-hati botol bibit Nata bisa digunakan untuk 5 baki/loyang.
  9. susunlah baki/loyang kelapa di atas rak dalam ruang khusus, kemudian diamkan selama 8 hari. dengan catatan tidak boleh dibuka dan digerak-gerekkan sebelum penyimpanan berakhir.
  10. ambillah lapisan nata yang telah terbentuk dari tiap-tiap baki/baki
  11. ambilah lapisan atau selaput tipis pada permukaan lapisan nata dengan cara ditarik hati-hati.
  12. cucilah lapisan nata dengan air bersih sampai tidak ada kotoran atau padatan lain yang menempel.
  13. potong-potong lapisan nata dengan lapisan yang tajam berbentuk kubus kecil-kecil.
  14. rendamlah potongan nata dengan air bersih sampai terendam semuanya selama 2-3 hari.
  15. cucilah rendaman sampai bersih dengan cara diremas-remas. apabila potongan nata tersebut dicicipi masih terasa asam harus dilanjutkan dengan perebusan.
  16. rebuslah potongan nata selama lebih kurang 30 menit di dalam panci email atau panci stainless sehingga kalau dicicipi, rasa asam dari potongan nata benar-benar seudah hilang.
  17. tiriskan hasil rebusan di dalam ayakan sampai airnya sebanyak-banyaknya keluar.
  18. godonglah potongan nata dengan air gula selama 30 menit dengan perbandingan 1 kg potongan nata +air 1 liter (5 gelas minum) + gula pasir 1/2 kg.
  19. tambahkan air 1/2 bagian dari air yang di tambahkan pada penggodokan no. 18, kemudian dilanjutkan penggodokannya selama 15 menit lagi.
  20. masukkan potongan nata yang masih panas ke dalam kantong plastik ukuran 1 kg, sambil ditimbang sebanyak 1/4 kg, kemudian tambah dengan air gula godokan sampai bungkusan plastik beratnya manjadi 1/2 kg.
  21. ikalah rapat-rapat bungkusan plastik tersebut hingga aman untuk disimpan dan dijual.

Sumber : Ir. Adang Suryana








No comments for "Cara membuat nata de coco dari air kelapa"