Breaking News

Tanaman Baru Cina obat herbal penyakit perempuan

herba tanaman baru cina

Baru cina (Artemisia vulgaril L.)

Tubuhan ini dikenal dengan nama Baru cina karena memang awal mulanya berasal dari Cina. Tumbuhan baru cina memiliki beberapa ciri yang mudah untuk dikenali, yaitu :

  1. Berambut halus dan berbau tajam.
  2. Menyenangi tanah yang cukup lembab dan kaya humus.
  3. Daun tunggal, berbentuk bulat telur dengan tepi berbagi menjari, ujung meruncing, kedua permukaan berambut halus, warna permukaan atas hijau, bawahnya hijau keputihan, duduk bersilang, panjang 8-12 cm, dan lebar 6-8 cm.
  4. Bunga majemuk dalam bonggol, kecil-kecil, warnanya kuning muda, tersusun dalam rangkaian berbentuk malai yang tumbuh merunduk, keluar dari ketiak daun dan ujung tangkai.
  5. Bentuk kotak, bentuk jarum, kecil, cokelat, biji kecil, cokelat.

Baru cina merupakan salah satu tumbuhan obat yang berkhasiat untuk pengobatan penyakit pada perempuan. Sering dimasak dengan daging berlemak sebagai sayuran. Di Indonesia tanaman ini lebih dikenal dengan nama baru cina, tepai dibeberapa daerah di Indonesia mempunyai nama sendiri-sendiri, misalnya :

  • sudamala (sumatera).
  • beunghar kucicing, jukut lokot mala (sunda).
  • suket gajah (jawa)
  • daun manis, cam cao (jakarta).
  • kolo, goro-goro (ternate).

1. Sifat dan khasiat

Baru cina yang mempunyai rasa daunnya pahit, pedas, hangat, berbau aromatik, masuk meridian ginjal, paru dan limpa, mempunyai banyak khasiat antara lain menghangatkan meridian, menghilangkan rasa dingin, penghilang nyeri (analgesik), penghenti pendarahan (hemostatis), peluruh kencing (diuretik), peluruh kentut, peluruh keringat, meningkatkan nafsu makan (stomakik), astringen, tonik, stimulan, melancarkan peredaran darah dan menghilangkan pembekuan, mencegah keguguran, dan menormalkan haid.

2. Kandungan kimia

Sebagai tanaman yang berguna bagi pengobatan tanaman baru cina mengandung berbagai zat kimia. Kandungan kimia pada tanaman baru cina terdapat pada daun, akar dan batang, serta cabang yang kecil-kecil. Berikut ini kandungan kimia dalam tanaman baru cina, yaitu :

  • Daun baru cina mengandung minyak siri (phellandrene, cadinene, alphathujone), alpha-amirin, fernenol, dihydromatricaria ester, cineole, alpha-terpineol, beta-kariophilene, quebrachitol, dan tanin.
  • Akar dan batangnya mengandung inulin (yang mengandung artemose).
  • Adapun cabang kecil mengandung oxytocin, yomogi alkohol, dan ridentin.

3. Manfaat

Manfaat dari tiap tanaman sangat bergantung dari kandungan kimia didalamnya. Dengan kandungan kimia yang telah kita ketahui di atas maka bagian-bagian tanaman baru cina dapat kita manfaatkan sebagai obat. Berikut ini adalah bagian-bagian tanaman baru cina yang bisa kita manfaatkan :

a. Daun berkhasiat untuk mengatasi :

  1. gangguan haid : darah haid terlalu banyak (hipermenore), nyeri haid (dismenore), datang haid tidak teratur, tidak datang hadi (amenore).
  2. kehamilan : timbul pendarahan sewaktu hamil, gerak janin terlalu aktif.
  3. mempermudah persalinan, sukar punya anak.
  4. keramperut setelah melahirkan, epilepsi.
  5. keputihan (leukorea).
  6. disentri, perut kembung, nyeri ulu hati.
  7. pendarahan, misalnya : muntah darah (hematemesis), batuk darah (hemoptysis).
  8. mimisan (epistaksis), wasir berdarah, perdarahan sehabis melahirkan, luka berdarah.
  9. batuk berdarah, sakit tenggorokan.
  10. terlalu banyak menggunakan opial.
  11. beri-beri.
  12. wasir.

b. Biji berkhasiat mengatasi lemah syahwat.

c. Akar berkhasiat mengatasi ayan (epilepsi).

4. Hasil penelitian

  • Injeksi ektrak daun baru cina pada percobaan binatang meningkatkan efek sedatif (penenang).
  • Ekstrak air daun baru cina pada percobaan tabung memperlihatkan adanya rangsangan pada otot uterus (kandungan).

5. Contoh pemakaian

Tanaman baru cina ternyata dapat dimanfaatkan untuk mengobati banyak penyakit. Pemanfaatan jumlah yang dibutuhkan, cara pemakaian, serta bahan-bahan tambahan atau campuran sangat bergantung dari jenis penyakitnya. Berikut ini jenis penyakit yang dapat diobati beserta caranya.

a. Kutil (veruka)

  • Daun segar baru cina secukupnya dicuci bersih lalu digiling halus.
  • Daun yang sudah lumat lalu ditempelkan pada kutil.
  • Lakukan 3-4 kali sehari, selama lebih kurang 30 hari.

b. Memulihkan tenaga setelah melahirkan

  • Sebanyak 4 potong baru cina setelah dicuci bersih lalu dipotong-potong seperlunya.
  • Rebus dengan 6 gelas air bersih sampai tersisa 2 gelas.
  • Setelah dingin disaring, hasilnya diminum sehari 2 kali, masing-masing 1 gelas. Diminum sebelum makan.

c. Lemah syahwat

  • Biji baru cina sebanyak 15-45 g digiling halus.
  • Tambahkan air hangat secukupnya, lalu diminum sekaligus.

d. Ayan (epilepsi)

  • Akar baru cina 1 genggam, jahe dan gula enau masing-masing sebesar ibu jari, dicuci lalu dipotong-potong secukupnya.
  • Masukkan 4 gelas air bersih lalu direbus sampai airnya tersisa 2 gelas. Setelah dingin disaring, hasilnya diminum sehari 2 kali, masing-masing 1 gelas.
  • Serbuk baru cina sebanyak 1 sendok teh diseduh dengan air panas. Minum setelah dingin, lakukan 3 kali sehari.

e. Sakit tenggorokan dan batuk berdahak

  • Herba baru cina segar secukupnya dicuci bersih lalu ditumbuk sampai lumat. Peras dan saring, sampai air perasanya terkumpul 1/2 cangkir.
  • Minum sekaligus, sehari 2 kali, lakukan setiap hari sampai sembuh.

f. Sisentri

  • Herba segar baru cina sebanyak 20 gr dan jahe segar seukuran ibu jari dicuci lalu dipotong-potong seperlunya.
  • Rebus dengan 3 gelas air sampai tersisa 1 gelas.
  • Setelah dingin disaring. Minum pagi, siang, dan malam hari, masing-masing 1/3 gelas.

g. Bercak perdarahan sewaktu kehamilan (mencegah keguguran).

  • Serbuk baru cina sebanyak 6 gr, biji Cuscuta chinensis (tu si zi) 15 gr, benalu (loranthus parasiticus) 15 gr, dan akar Angelica sinensis (tangkuei) 10 gr, direbus dengan 3 gelas air bersih sampai tersisa 1 gelas. 
  • Setelah dingin disaring lalu diminum 2 kali sehari, masing-masing 1/2 gelas.

h. Darah haid terlalu banyak, nyeri lambung

  • Serbuk baru cina sebanyak 6 gr, umbi teki (Cyperus rotundus) dan akar Paeonia lactiflora (chi shao) masing-masing 12 gr, akar Angelica sinensis (tang-kuei), dan rimpang Corydalis yanhusuo (yuan hu) masing-masing 10 gr, direbus dengan 3 gelas air bersih sampai tersisa 1 gelas.
  • Setelah dingin disaring, dibagi untuk 2 kali minum. Pagi dan sore hari.

i. Nyeri ulu hati, gangguan pencernaan, dan gangguan haid

  • Daun baru cina segar 15 gr diseduh dengan 3 gelas air mendidih.
  • Minum seperti teh.

j. Nyeri haid

  • Daun baru cina 20 gr dicuci lalu direbus dengan 2 gelas air bersih selama 20 menit.
  • Setelah dingin disaring lalu dibagi untuk 2 kali minum, pagi dan sore.

k. Bisul

  • Daun segar secukupnya dicuci bersih lalu ditumbuk halus.
  • Turapkan pada bisul.

l. Wasir

  • Daun segar secukupnya dicuci bersih lalu ditumbuk halus.
  • Panaskan sebentar di atas api kecil.
  • Hangat-hangat digunakan untuk menutup wasir.
m. Mencegah penyakit kewanitaan

  • Pucuk batang baru cina berikut bunganya sebanyak 30 gr diseduh dengan air mendidih.
  • Minum sebagai teh. Bila ingin diminum dingin, tambahkan sedikit gula dan susu.
n. Terlalu banyak memakai apiat.

  • Minum jus herba baru cina sebanyak 3/4 cangkir.
o. Rematik

  • Daun baru cina segar secukupnya digiling halus, lalu ditim.
  • Hangat-hangat digunakan untuk menutup bagian yang sakit.

6.  Efek samping

Sekitar 30% pasien yang menggunakan rebusan herba ini mengeluh mulut kering, rasa tidak enak di lambung, mual, muntah, mencret, dan pusing. Keluhan ini timbul apabila menggunakan minyak daunnya.

Catatan :

  1. Daun Artemisia argyi levl. et Vant ( artemisiae argyi folium, argy wormwood leaf) berkhasiat mengobati kanker lambung, payudara, kelenjar gondok, limfosarkoma, dan hiperplasia kelenjar payudara. Juga digunakan untuk mengobati hepatitis, prostatitis, bronchitis, darah haid banyak, nyeri haid, dan haid tidak teratur. Herba ini menghambat pertumbuhan sel Hela, Beberapa bakteri patogen dan jamur (dermatomyces) secara ini vitro.
  2. Herba baru cina kering yang digunakan menyerupai cerutu disebut moksa. Moksibusi adalah moksa yang ujungnya dibakar dan digunakan untuk memanasi titik-titik akupuntur tertentu.
  3. Cara membuat teh daun baru cina : daun baru cina yang sudah diiris tipis lalu diambil sebanyak 1 sendok teh. Seduh bahan tersebut dengan 1 cangkir air panas, biarkan sampai dingin, tambahkan madu untuk menambah rasa. Sehari minum 3-4 kali, masing-masing 2 sendok teh. Khasiatnya sebagai tonik, stimulan, diaforetik, dan emenagog.

Sumber: Sopandi

Type and hit Enter to search

Close