Breaking News

Makanan enak sederhana

Pembuatan Tempe Gembus

Tempe gembus adalah hasil fermentasi atau peragian atau pemeraman ragi tempe dengan bahan baku ampas tahu. Bentuknya padat dan kompak karena bahan terjalin menjadi satu oleh benang-benang meselia dan hifa (akar). Permukaannya lunak seperti busa. Ampas tahu yang dibuat menjadi tempe gembus menjadi lebih enak dan lebih mudah dicerna. Dengan adanya proses pemeraman oleh ragi tempe, Bau langu dapat dihilangkan. Citra rasa dan aromanya pun dapat lebih sedap dan mempunyai ciri khas.



Pengolahan ampas tahu menjadi tempe gembus akan meningkatkan daya terima masyarakat terhadap nilai ekonomis ampas tahu.

A. Alat yang diperlukan

  • Ember plastik.
  • centong kayu.
  • kain saring (kain blacu).
  • tampah atau nyiru.
  • dandang.
  • kompor atau tungku.


B. Bahan yang diperlukan

  • ampas tahu 10 kg.
  • ragi tempe 200 gram (2 ons).
  • daun atau plastik.

C. Cara pembuatan 

  1. Ampas tahu direndam dalam ember dengan air bersih selama satu hari satu malam. Kemudian, airnya diperas dengan menggunakan kain saring sampai ampas tahu menjadi kesat.
  2. Ampas tahu yang sudah diperas lalu dikukus selama 1 jam.
  3. Ampas tahu didinginkan di atas tampah atau nyiru hingga dingin. Kemudian, ragi tempe ditaburkan sambil diaduk-aduk hingga merata.
  4. Setelah raginya merata, ampas tahu dibungkus dengan daun atau plastik yang telah dilubangi dengan ujung pisau. Jika menggunakan plastik, usahakan jumlah lubang harus banyak dan merata.
  5. Bungkusan diperam selama satu hari satu malam dalam tempat tertutup tetapi berpori, misalnya pada tampah yang ditutupi tempah lainnya. Jika sudah terasa hangat, tempe yang masih terbungkus dihamparkan pada rak bambu selama satu hari satu malam. Setelah hari ketiga, tempe gembus siap untuk dimakan.

Pembuatan Kerupuk Ampas Tahu

Ampas tahu dapat juga diolah menjadi kerupuk dengan mutu yang tidak kalah dari kerupuk yang terbuat dari bahan baku lain. Penambahan tepung tapioka pada pembuatan kerupuk ini berguna sebagai pengikat ampas tahu agar dapat dibuat adonan. Jumlah tepung tapioka yang ditambahkan akan mempengaruhi daya mekar kerupuk yang digoreng. Semakin banyak tapioka yang ditambahkan, semakin mekar kerupuk yang digoreng.

A. Alat yang digunakan

  • baskom.
  • telenan.
  • gayung plastik.
  • cobek dan mutu atau ulekan.
  • dandang.
  • kompor atau tungku.
  • pisau.

B. Bahan yang diperlukan

  • ampas tahu, 10 kg.
  • tepung tapioka, 6 kg.
  • bumbu penyedap 2-3 bungkus.
  • garam 50-100 gram.
  • pewarna makanan, secukupnya (1 sendok teh).
  • daun pisang.

C. Cara pembuatan

  1. Ampas tahu diperas, airnya dibuang, lalu dikukus selama 30 menit, dan didinginkan.
  2. Campurkan 4 kg tapioka, 50-100 gram garam, 2 bungkus bumbu penyedap, dan pewarna makanan secukupnya. Aduklah hingga merata dan buatlah adonan yang kompak. Bungkuslah dengan daun pisang berbentuk silinder atau pipa dengan garis tengah 3-4 cm.
  3. Kukuslah selama 1 jam, kemudian dinginkan dengan cara diangin-anginkan selama lima hari lima malam.
  4. Buanglah pembungkusnya (daun pisang), kemudian isilah dodolan dengan pisau atau alat perajang dengan ketebalan lebih kurang 2 mm.
  5. Irisan dodolan selanjutnya dijemur sampai kering. Dodolan kering atau kerupuk siap untuk digoreng atau dikemas dalam keadaan mentah.

Pembuatan Siomay

Jenis makanan siomay, salah satu jenis masakan Cina, merupakan produk atau hasil oleh langsung dari ampas tahu. Artinya, ampas tahu dapat juga dibuat siomay, di samping tempe gembus, kerupuk, keripik, kecap, dan tauco.


A. Alat yang digunakan

  1. baskom.
  2. botol atau gilingan kayu.
  3. pisau.
  4. cowet atau mutu (ulekan).
  5. dandang.
  6. kompor atau tungku.
  7. plastik,
  8. panci email yang tahan karat (bukan panci alumunium).

B. Bahan yang diperlukan

  1. ampas tahu segar 10 kg.
  2. tepung terigu 10 kg.
  3. tepung tapioka 10 kg.
  4. ikan atau udang 5 kg.
  5. telur 10 butir.
  6. garam dapur 2 kg.
  7. bawang daun 25 batang.
  8. bawang putih 20 siung,
  9. merica 1/2 kg.

Cara pembuatan

  1. Peraslah ampas tahu, kemudian kukuslah selama lebih kurang 30 menit.
  2. Angkat dan dinginkan ampas tahu tersebut. Sementara itu, ikan atau udang disiangi dan dibuang bagian-bagian yang tidak diperlukan (insang, isi perut, kepala, dan duri-durinya). Yang diperlukan adalah dagingnya saja agar kemudian ditumbuk sampai halus.
  3. Ampas tahu yang telah dingin dicampur dengan tapioka, daging ikan, dan bumbu-bumbu. Bawang daun diiris kecil-kecil. Merica, bawang putih, dan garam (secukupnya) digiling sampai halus. Campurkan bahan-bahan tersebut dan aduklah dengan tangan hingga terbentuk adonan yang kompak dan merata. Kemudian, buatlah bentuk menurut selera (bulat atau lonjong) sebesar bola pingpong.


Pembuatan kulit siomay

  1. Kocoklah telur sampai agak mengembang. Masukkan terigu ke dalam telur tersebut dan aduklah sampai rata. Tambahkan air dan garam secukupnya. Buatlah adonan hingga agak kenyal dan dapat dibentuk.
  2. Siapkan alat penggilas. Botol sirup dapat digunakan sebagai penggilas. Taburilah alat penggilas dengan tupung agar tidak lengket. Buatlah adonan (bulat atau lonjong) dan hamparkan di atas penggilas untuk selanjutnya digiling atau digilas hingga didapat lembaran yang tipis dan rata. Potong-potonglah lembaran tersebut dalam bentuk bulat atau persegi.
  3. Bungkuslah isi siomay dengan kulit yang baru dibuat tersebut.
  4. Kukuslah pada dandang yang sudah dialasi dengan daun pisang. Sementara itu, siapkan saus, kecap, dan sambal kacang. Siomay siap dihidangkan dalam keadaan masih panas.

Pembuatan Keripik Tempe Gembus

Tempe gembus dapat diolah menjadi keripik, seperti keripik tempe yang sudah banyak dikenal orang.


A. Alat yang digunakan

  1. ember plastik.
  2. centong kayu.
  3. kain saring (kain blacu).
  4. tampah atau nyiru.
  5. dandang.
  6. kompor atau tungku.
  7. wajan.
  8. serok yang tipis dan tajam.
  9. pisau yang tipis dan tajam.
  10. cowet dan mutu (ulekan).

B. Bahan yang diperlukan

  1. ampas tahu 10 kg.
  2. ragi tempe 200 gram.
  3. daun atau plastik secukupnya.
  4. tepung beras 1 kg.
  5. tepung tapioka 1/4 kg.
  6. kemiri 1 ons.
  7. garam 25 gram atau secukupnya.
  8. bawang putih 10 siung atau menurut selera.
  9. minyak goreng 5 liter atau secukupnya.
  10. kencur sebesar ibu jari atau sesuai selera.

C. Cara pembuatan

  1. Buatlah tempe gembus sebagaimana yang telah diuraikan terdahulu.
  2. Tempe gembus diiris tipis-tipis memanjang dengan pisau yang tajam dan tipis.
  3. Jemurlah irisan tempe gembus di bawah terik matahari selama sekitar 2 jam. Jagalah agar jangan sampai mengering agar rasa khas tempe gembus tidak hilang.
  4. Buatlah adonan tepung beras dan tepung tapioka yang dibumbui dengan kemiri, bawang putih, kencur, dan garam yang telah dihaluskan.
  5. Celupkan irisan tempe gembus yang sudah dijemur ke dalam adonan tepung yang sudah dibumbui. kemudian, gorenglah dalam minyak goreng yang sudah panas sampai kering. Keripik tempe gembus siap untuk dimakan atau dikemas dengan plastik yang tebal agar lebih tahan lama dan awet.

Pembuatan Kecap Ampas Tahu

Bahan dasar kecap yang saat ini beredar dan banyak dikenal orang kebanyakan adalah kacang kedelai. Ampas tahu juga dapat digunakan sebagai bahan dasar dalam pembuatan kecap dengan mutu yang tidak jauh berbeda dari bahan dasar kacang kedelai.


A. Alat yang digunakan

  1. ember plastik.
  2. centong kayu.
  3. kain saring (kain blacu).
  4. tampah atau nyiru.
  5. dandang.
  6. kompor atau tungku.
  7. panci emai yang taha karat.
  8. alat penggiling atau penumbuk.
  9. penutup botol.
  10. botol kecap.

B. Bahan yang diperlukan

  1. ampas tahu 10 kg.
  2. ragi tempe 2 ons (10 sendok makan).
  3. daun atau plastik, secukupnya.
  4. gula merah 17 kg.
  5. keluwak 20 kg.
  6. air masak 10 liter.
  7. garam dapur 2 kg.
  8. daun salam 15 lembar.
  9. sereh 10 tangkai.
  10. lengkuas 5 kelingking.
  11. tepung tapioka 4 ons.

C. Cara pembuatan

  1. Buatlah tempe gembus. Tempe gembus tidak dibungkus, tetapi diperam pada tampah yang dialasi dan ditutup dengan daun pisang.
  2. Tempe gembus dihancurkan dengan cara ditumbuk atau diremas-remas atau dicabik-cabik dengan tangan. Kemudian, rendamlah tempe gembus yang sudah halus itu dalam larutan garam 20% (2 kg garam dilarutkan dalam 10 liter air masak). Perendaman dilakukan pada panci email selama 1-2 bulan. Setiap hari harus dijemur di bawah terik matahari dan pada malam hari harus ditutup.
  3. Setelah diperam selama 1 bulan atau lebih, hancurkan tempe gembus yang direndam dalam larutan garam tersebut ditambah air 2,5 liter, kemudian dimasak selama 30 menit sambil diaduk-aduk.
  4. Saringlah dengan kain blacu, dan pisahkan cairan dengan padatannya, kemudian ukur cairannya.
  5. Cairan ampas tahu tadi ditambah air sebanyak 2 kali lipat. Tumbuklah semua bumbu, kecuali daun salam dan sereh, kemudian masukan ke dalam larutan tadi. Sementara itu, gula merah yang jumlahnya sebanding dengan jumlah larutan diiris tipis dan dicampurkan ke dalam air tersebut. Panaskan dengan api sedang sampai semua bumbu meresap dan gula melarut.
  6. Saringlah larutan kecap dan pisahkan bumbu yang tidak tersaring oleh kain saring.
  7. Untuk mengentalkan kecap, campurkan tepung tapioka sebanyak 2% dari jumlah larutan kecap. Sebaiknya tepung tapioka dilarutkan dengan air secukupnya. Selanjutnya, air kecap dipanaskan kembali sambil diaduk-aduk sampai agak kental.
  8. Sementara itu, siapkan botol yang besih. Rebuslah botol tersebut. Dalam keadaan panas-panas, masukanlah kecap tadi. Kemudian, botol ditutup rapat. Kecap ampas tahu sudah siap untuk dikonsumsi atau dipasarkan.

Pembuatan Tauco Ampas Tahu

Pembuatan tauco ampas tahu hampir sama dengan pembuatan tauco dari bahan kedelai kuning. Hanya bahan dasar saja yang berbeda. Baik aroma maupun rasa tauco dari bahan ampas tahu ini sedikit berbeda dari tauco dengan bahan dasar kedelai kuning, Karena sebelumnya bahan dasarnya telah mengalami proses penghancuran. Sehingga bentuknya pun berbeda (berupa bubur).


A. Alat yang digunakan

  1. ember plastik.
  2. centong kayu.
  3. kain saring (kain blacu).
  4. tampah atau nyiru.
  5. dandang.
  6. kompor atau tungku.
  7. panci email.
  8. cowet dan mutu (ulekan).
  9. pengelem plastik atau botol.

B. Bahan yang diperlukan

  1. ampas tahu 10 kg.
  2. ragi tape 2 ons (secukupnya).
  3. daun atau plastik, secukupnya.
  4. gula merah 3 kg.
  5. air masak 10 liter.
  6. garam dapur 2 kg.
  7. daun salam 10 lembar.
  8. sereh 7 tangkai.
  9. lengkuas 5 kelingking.
  10. tepung tapioka 2 ons.

C. Cara pembuatan

  1. Buatlah tempe gembus seperti pada pembuatan kecap ampas tahu.
  2. Timbanglah tempe gembus. hancurkan atau cabik-cabiklah dengan tangan, lalu rendamlah dalam larutan garam 20% (2 kg garam dilarutkan dalam 10 liter air masak). Penyimpanan dilakukan pada panci email selama tiga minggu atau satu bulan dan ditempatkan pada udara terbuka yang terkena sinar matahari langsung. Jagalah agar tidak terkena air hujan.
  3. Masukkan gula merah 1/4 bagian dari berat tempe gembus. Gula merah diiris tipis-tipis, dilarutkan dengan air secukupnya sambil dipanaskan, lalu disaring. Masukkanlah tepung tapioka sebanyak 1 persen dari jumlah hancuran tempe gembus yang telah dilarutkan dengan sedikit air.
  4. Campulah air gula dengan hancuran tempe gembus yang sudah diperam dalam larutan garam. Panaskan selama 30 menit sambil diaduk-aduk.
  5. Sementara itu, rebuslah botol yang sudah disiapkan. Dalam keadaan panas-panas, masukkan tauco tadi ke dalam botol tersebut. Tauco ampas tahu siap dikonsumsi atau dipasarkan.

Pembuatan Manisan Sari Tahu

Manisan sari tahu merupakan makanan rendah energi sehingga tepat untuk keperluan diet. Makanan ini mempunyai cita rasa menyegarkan dan menjadi lebih enak jika dicampur dengan es atau sirup atau dicampurkan dengan koktil. Manisan ini merupakan krim selulosa yang dibentuk oleh bakteri asam cuka selama pertumbuhannya. Bentuknya menyerupai agar-agar yang agak kenyal mendekati kekerasan kolang-kaling.

Manisan sari tahu ini belum banyak diproduksi. Walaupun demikian, masa depan pasarannya cukup baik. Bahan baku pembuatannya pun mudah dan murah. Kecuali itu, manisan ini juga dapat digunakan sebagai pelengkap, pengganti, atau bahkan pesaing manisan sari kelapa. Produk makanan ringan manisan sari tahu juga bertujuan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, khususnya di kota-kota besar yang umumnya menggemari produk manisan sari kelapa.


A. Alat yang digunakan

  1. jerigen plastik.
  2. ember plastik.
  3. loyang plastik ukuran 25 x 40 x 8 cm.
  4. timbangan.
  5. gelas pengukur.
  6. panci email.
  7. kompor atau tungku.
  8. pisau tahan karat.
  9. kain saring (kain blacu).
  10. centong atau pengaduk dari plastik.

B. Bahan yang diperlukan

  1. limbah cair tahu (sari tahu air yang diperoleh dari sisa penggumpalan susu kedelai).
  2. gula pasir.
  3. asam cuka biang.
  4. asam sitrat.
  5. garam dapur.
  6. bibit manisan sari kelapa.
  7. air kelapa tua.
  8. ragi roti.
  9. urea.
  10. fosfat.
  11. kertas koran bekas yang bersih.
  12. karet gelang.
  13. botol sirup.
Catatan : urea dan fosfat dapat diganti dengan bahan kimia yang disebut CAS, yang dapat dibeli di Dinas Perindustrian terdekat.


C. Cara pembuatan

Cara pembuatan krim sari tahu

  1. Sari tahu yang masih segar sebanyak 10 liter disaring dan ditampung dalam panci email.
  2. Tambahkan gula pasir sebanyak 700-1.000 gram sambil diaduk-aduk hingga larut. Jika perlu saringlah sekali lagi.
  3. Panaskan hingga mendidih selama 10 menit (waktu dihitung dari saat setelah mendidih). Kemudian, tambahkan ramuan urea 10 gram dan fosfat 10 gram. Keduanya dapat diganti oleh CAS sebanyak 60 gram.
  4. Campuran disaring dengan kain saring bersih dan ditampung dalam panci email bersih lainnya. Kemudian, campuran atau larutan tersebut didinginkan sampai suhu lebih kurang 20 derajat celcius (suhu ruangan).
  5. Setelah larutan agak dingin, tambahkan asam cuka biang sebanyak 200 ml (cc) dan bibit manisan air kelapa sebanyak 2 liter (4 botol). Penambahan asam cuka biang dapat pula dilakukan bersamaan dengan penambahan ramuan, dan penambahan bibit dapat dilakukan setelah larutan dimasukkan ke dalam loyang plastik dengan jumlah 150 ml (1/4 bagian botol).
  6. Dengan menggunakan gayung plastik bersih dan steril (setelah terlebih dahulu dicelupkan dalam air panas), masukkanlah larutan tersebut ke dalam loyang plastik yang bersih dan steril, masing-masing 1,5 liter (2 gayung). Cara membersihkan dan mensterilkan loyang adalah menyemprotkan alkohol 70%, dan dibersihkan dengan lap bersih, dan selanjutnya dijemur di bawah terik sinar matahari.
  7. Loyang plastik ditutup dengan kertas koran bersih yang telah dipanaskan atau dijemur terlebih dahulu, lalu diikat dengan karet. Loyang disimpan di tempat yang aman dan bersih, misalnya di rak atau disusun di atas lantai yang telah dibersihkan dengan menggunakan alkohol dan asam cuka biang. Loyang dibiarkan selama 9-12 hari. Usahakan agar loyang tidak tergoyang atau bergerak apalagi dipindah-pindahkan karena akan mempengaruhi pembentukan krim.
  8. Setelah diperam selama 9-12 hari, larutan tersebut akan menjadi lembaran atau lapisan berupa agar dengan ketebalan antara 1,5 - 2 cm. Lapisan agar (krim) diangkat dan dicuci sambil diremas-remas, kemudian dipotong-potong berbentuk kubus dengan ukuran 1,5 x 1,5 x 1,5 cm.
  9. Cucilah potongan-potongan agar (krim) tadi dengan air bersih yang mengalir sehingga tidak terasa licin dengan cara diremas-remas. Selanjutnya, rendamlah dalam ember plastik selama sehari semalam atau lebih dengan air bersih. Tambahkanlah soda kue sebanyak 100 gram. Jika perendaman dilakukan lebih dari sehari, air rendaman harus diganti.
  10. Selanjutnya, potongan krim dicuci kembali dan direbus berulang-ulang (2-3 kali). Air rebusan selalu diganti sampai rasa asamnya hilang. Tiriskan pada ayakan hingga airnya menetes habis. Sementara itu, siapkan sirup gula untuk krim sari tahu tersebut.

Cara pembuatan sirup manisan sari tahu

  1. Rebuslah 7,5 liter (lebih kurang 9 gayung air) air bersih dan masukkan 5,5 kg gula pasir sambil diaduk-aduk hinga seluruh gula larut.
  2. Saringlah larutan gula tersebut dengan kain saring bersih dan tampunglah dalam panci email lainnya.
  3. Masukkan potongan-potongan krim sari tahu yang sudah ditiriskan ke dalam larutan gula tadi. Kemudian, angkat dan biarkan selama 30 menit atau setelah larutan gula meresap ke dalam krim sari tahu.
  4. Tambahkan 5,5 liter (6 gayung air) air panas ke dalam campuran tadi dan didihkan selama 10-15 menit sambil ditambahkan pula garam dapur sebanyak 50-70 gram, asam sitrat 1 gram (1/2 sendok teh), dan vanili 3-5 bungkus. Aduklah hingga merata dan larut. Angkat dan dinginkan campuran tersebut. Manisan sari tahu pun siap untuk dikonsumsi. Jika akan dikemas dalam plastik, gunakanlah plastik yang tebal dan kuat dan bungkuslah dalam keadaan panas. Jika akan diikat, usahakanlah agar jangan sampai terdapat rongga atau gelembung udara.

Cara memperbanyak bibit dari bibit cair 

  1. Air kelapa sebanyak 2 liter dan gula pasir didihkan selama 10 menit. Campuran tersebut ditambah lagi roti 1 gram dan ZA 0,1 gram sambil terus diaduk-aduk hingga larut. Saringlah campuran atau larutan tersebut dalam keadaan panas dan tampunglah pada panci email lainnya.
  2. Larutan yang masih panas dimasukkan ke dalam botol sirup yang bersih dan telah direbus dengan air panas sebanyak 3/4 botol. Botol ditutup dengan kertas koran bersih yang telah dipanaskan di atas nyala api atau dijemur. Kemudian, ikatlah dengan karet dan biarkan hingga menjadi hangat (sedikit dingin) atau bahkan dingin.
  3. Setelah larutan dalam botol dingin, tambahkan asam cuka biang atau cuka bibit sebanyak 50 ml (1/4 gelas dan bibit cair nata (krim) sebanyak 75-100 ml (3/4 gelas) ke dalam masing-masing botol tadi. Tutuplah kembali botol dengan kertas koran dan simpanlah di tempat yang aman dan bersih selama 4-5 hari. Tempat penyimpanan bahan bibit sebaiknya dibersihkan dengan alkohol dan asam cuka. Setelah hari kelima atau keenam, air bibit siap digunakan untuk memproduksi krim sari tahu atau digunakan untuk perbanyakan bibit berikutnya.


Sumber : Udang Suryana, HS

Type and hit Enter to search

Close