Breaking News

Bisnis ternak ikan gurame

Ikan gurame merupakan ikan air tawar yang sangat digemari oleh masyarakat umum. Harga jual ikan gurame saat ini sangat mahal. Hal ini dikarenakan jumlah ikan gurame yang ada di pasaran masih dalam jumlah terbatas. Ketersediaan ikan gurame di pasaran sangat tergantung pada jumlah petani peternak ikan gurame. Petani ikan gurame sampai saat ini masih sangat sedikit karena para petani masih banyak yang menganggap bahwa pemelihara gurami tidak menguntungkan. Pemeliharaan petani tidak menguntungkan karena dalam pemeliharaannya membutuhkan waktu yang cukup lama. Waktu yang dibutuhkan untuk memelihara ikan tersebut mencapai ukuran konsumsi, yaitu 700 gr-1 kg per ekor secara tradisional ini adalah 4-5 tahun.

Dengan semakin berkembangnya ilmu di bidang perikanan, saat ini pemeliharaan ikan gurame dapat dilakukan dalam waktu 10-12 bulan untuk mencapai ikan yang berukuran 700-1.000 gram per ekor. Oleh karena itu, pemeliharaan ikan gurame di kolam sangat menguntungkan karena harga jual ikan gurame cukup tinggi. Selain itu, ikan gurame merupakan jenis ikan yang dapat diekspor ke luar negeri. Hal ini tentunya akan memberikan keuntungan bagi petani ikan gurame karena pemasaran ikan hasil pemeliharaannya sudah ada.


Syarat Terlaksana

Pembesaran ikan gurame di kolam akan memberikan keuntungan jika petani ikan memperhatikan beberapa syarat di bawah ini :
  1. persiapan kolam pembesaran.
  2. pengolahan tanah dan air.
  3. pemilihan bibit ikan.
  4. pemberian makanan tambahan, dan
  5. ketersediaan alat dan bahan.

A. Persiapan kolam pembesaran

Kolam yang akan digunakan untuk pembesaran ikan gurame ada dua jenis, yaitu kolam tanah dan kolam tembok. Kolam tanah adalah kolam tradisional, yang di sekeliling kolam terbuat dari tanah. Adapun kolam tembok adalah kolam yang pada bagian keliling kolam terbuat dari tembok. Untuk bagian dasar kolam, baik kolam tanah maupun kolam tembok tetap tanah alami. Hal ini berguna untuk menumbuhkan makanan alami yang sangat dibutuhkan oleh ikan.

Adapun beberapa langkah yang harus diperhatikan dalam mempersiapkan kolam pembesaran, yaitu :
  1. memperbaiki bentuk dan ukuran pematang kolam.
  2. memperbaiki dasar kolam.
  3. memperbaiki pintu pemasukan dan pengeluaran air.

Bentuk dan ukuran kolam

Kolam pembesaran ikan gurame bentuknya berbagai macam, antara lain bentuk segi empat, bentuk lingkaran, dan bentuk memanjang. Ukuran kolam pembesaran ikan gurame biasanya tergantung dari sistem pemeliharaannya. Untuk pemeliharaan ikan gurame secara intensif, yaitu pembesaran ikan gurame yang menggunakan pakan atau makanan ikan buatan sebagai sumber makanan di dalam kolam, mempunyai luas kolam minimal 50 m2 dan paling besar adalah 500 m2. hal ini untuk memudahkan  dalam pemeliharaan ikan tersebut.

Adapun pemeliharaan ikan gurami secara tradisional, yaitu pembesaran yang hanya mengandalkan makanan alami sebagai sumber makanan ikan di dalam kolam, maupun luas kolam lebih besar dari 500 m2. Luas kolam pembesran ikan gurame secara tradisional antara 100 m2 sampai 1.500 m2. Setelah bentuk dan ukuran kolam pembesaran ditentukan, langkah selanjutnya adalah memperhatikan tentang bangunan kolam tersebut. Bagunan kolam pembesaran ikan gurame yang baik harus memiliki :
  1. pematang.
  2. saluran keliling dan saluran tengah (kemalir).
  3. pintu air, yaitu pintu pemasukan dan pengeluaran air.
Pematang yang baik untuk kolam pembesaran gurame ada dua bentuk, yaitu bentuk trapesium sama kaki dan bentuk trapesium tidak sama kaki.
  1. Bentuk trapesium sama kaki, dengan perbandingan kemiringan 1:1
  2. Bentuk trapesium tidak sama kaki, dengan perbandingan 1:1,5
Tinggi pematang kolam pembesaran ikan gurame berkisar antara 45 - 80 cm untuk bagian yang terendam air dan 70-100 cm untuk bagian yang muncul di permukaan air. Lebar pematang kolam pembesaran ikan sangat tergantung dari luas kolam tersebut. Semakin luas kolam pemeliharaan ikan gurame maka  semakin lebar pematang yang dibuat. Sebagai patokan adalah jika luas kolam pembesaran 200 m2 dibutuhkan pematang yang lebarnya 1 m pada bagian atasnya.

Saluran di dalam kolam pembesaran ada dua, yaitu saluran keliling atau caren dan saluran tengah atau kemalir. Saluran di dalam kolam ini dibuat miring ke arah pintu pengeluaran air. Hal ini untuk memudahkan di dalam pengeringan kolam dan pemanenan ikan. Pintu air di dalam kolam pembesaran ikan gurame ada dua buah, yaitu pintu pemasukan dan pengeluaran air. Pintu pemasukan dan pengeluaran air ini dapat dibuat dari beberapa bahan, antara lain pipa paralon atau PVC dan sistem berbentuk monik.

B. Pengelolaan tanah dan air

 1. Pengelolaan tanah

Sebelum kolam pembesaran ikan gurame digunakan, terlebih dahulu dilakukan pengelolaan tanah. Pengelolaan tanah dasar kolam pembesaran ini secara garis besar ada tiga kegiatan, yaitu pengolahan tanah, pengapuran, dan pemupukan. Kegiatan pengolahan tanah ini bertujuan untuk :
  1. meningkatkan kesuburan tanah dasar kolam,
  2. mempertahankan kestabilan keasaman tanah dasar kolam,
  3. memberantas jenis hama dan penyakit, 
  4. mempercepat berlangsungnya penguraian senyawa-senyawa organik dalam tanah.
Pengolahan tanah dasar kolam dilakukan dengan cara :
  1. mencangkul tanah dasar kolam sampai kedalaman 10-20 cm,
  2. tanah yang dicangkul tersebut dibalik letaknya, dan
  3. biarkanlah tanah yang sudah dicangkul dan dibalik tersebut mengering selama 3-5 hari.
a. Pengapuran
Pengapuran dasar kolam dilakukan untuk menjaga kestabilan keasaman tanah dan juga memberantas beberapa jenis hama dan penyakit ikan. Kapur yang digunakan adalah kapur tohor. Jumlah kapur yang dibutuhkan untuk tahap pertama adalah 20 kg/100 m2. Tahap kedua pengapuran adalah setelah 3-4 bulan masa pemeliharaan. Jumlah kapur yang ditebar pada tahap kedua ini adalah 10 kg per 100 m2.

b. Pemupukan
Pemupukan dasar kolam pembesaran ikan gurami dilakukan untuk mengingkatkan kesuburan tanah dasar kolam. Dalam tanah dasar kolam yang diberi pupuk dan diairi akan tumbuh organisme air yang merupakan makanan alami dari ikan gurame. Pupuk yang digunakan untuk kolam pembesaran gurami adalah pupuk kandang, urea, dan TSP.

1. Pupuk kandang
Jumlah pupuk yang ditebarkan adalah 1 kg/m2.

2. Urea
Jumlah pupuk yang ditebarkan adalah 1 gram/m2.

3. TSP
Jumlah pupuk yang ditebarkan adalah 1 gram/m2.

Untuk menjaga kelangsungan hidup makanan alami di perairan (kolam) pembesaran, harus dilakukan pemupukan susulan setiap dua minggu sekali. Jumlah pupuk yang ditebarkan pada saat pemupukan ini biasanya sebagian dari jumlah pemupukan pertama. Misalnya pemupukan pertama 1 kg/m2 maka pemupukan kedua adalah 0,5 kg/m2.

2. Pengelolaan air

Pengelolaan air di kolam pembesaran ikan gurame dilakukan agar proses penguraian unsur-unsur organik seperti untuk menjadi cepat sehingga makanan alami akan cepat tumbuh. Pengelolaan air meliputi :
  1. Pengisian air kolam tahap pertama setinggi 10 cm, kolam dibiarkan selama empat hari. Hal ini untuk mempercepat proses penguraian pupuk dan kapur yang telah ditebarkan ke dalam kolam.
  2. Pengisian air kolam tahap kedua setinggi 10 cm, kolam dibiarkan selama tiga hari. Hal ini untuk menumbuhkan pakan alami di dalam kolam. Makanan alami yang tumbuh di dalam kolam dapat ditandai dengan terjadinya perubahan warna. Perubahan warna tersebut adalah dari warna cokelat keruh menjadi cokelat kehijau-hijauan.
  3. Pengisian air kolam tahap ketiga adalah satu hari sebelum kolam diisi benih gurami. Ketinggian air di dalam kolam pembesaran ikan tersebut adalah 70 cm dari dasar kolam.
  4. Pengisian air kolam tahap keempat adalah setelah benih ikan gurame ditebarkan. Ketinggian air selama pemeliharaan adalah 80 cm. Pengisian air tersebut dilakukan terus-menerus selama pemeliharaan.
Jumlah air yang masuk ke dalam kolam dapat dihitung dari debit airnya. Debit air, Yaitu kecepatan air yangmasuk kedalam kolam yang dihitung dalam liter per detik. Debit air yang ideal untuk kolam pembesaran ikan gurami adalah 2 liter/detik. Air yang mesuk ke dalam kolam pembesaran akan selalu berganti secara berkelanjutan jika debit air 2 liter/detik.

C. Pemilihan benih ikan

Benih ikan gurame yang akan ditebarkan ke dalam kolam pembesaran sebelumnya harus dipilih. Pemilihan benih ikan ini bertujuan untuk meningkatkan produksi. Jika benih ikan yang ditebar dalam keadaan sehat maka tingkat kematian benih pada saat pemeliharaan akan rendah. Ukuran benih ikan pembesaran ada tiga ukuran, yaitu :
  1. ukuran 8-11 cm (panjang total benih ikan).
  2. ukuran 14-18 cm (panjang total benih ikan).
  3. ukuran 20-25 cm (panjang total benih ikan).
Ciri-ciri ikan gurame yang baik adalah sebagai berikut.
  1. Sirip utuh sempurna tidak ada yang cacat.
  2. Siripnya terasa halus dan licin jika diraba.
  3. Sisiknya tidak ada yang lepas.
  4. Sisiknya berwarna menghilat dan terasa licin jika diraba.
  5. Benih terlihat sehat jika memperlihatkan gerakan rutin, naik ke permukaan dan kembali ke dasar atau tengah kolam dengan menyemburkan gelembung-gelembung udara.
Benih yang akan ditebar ke dalam kolam pembesaran akan memberikan pertumbuhan yang maksimal jika :
  1. Benih yang ditebar mempunyai ukuran yang seragam dan berumur relatif sama dan 
  2. benih dalam keadaan sehat.
Padat penebaran benih atau jumlah benih yang ditebar di kolam pembesaran tergantung dari ukuran benih. Ukuran kolam tradisional yang luasnya 1.400 m2 dapat ditebarkan :
  1. 500 ekor benih gurame yang berukuran 8-11 cm.
  2. 400 ekor benih gurame yang berukuran 14-18 cm.
  3. 300 ekor benih gurame yang berukuran 20-25 cm.
Untuk kolam intensif, jumlah benih yang ditebarkan lebih padat dan makanan yang diberikan sangat mengandalkan makanan buatan yaitu pelet. Benih yang ditebarkan untuk kolam seluas 50 m2, dengan ukuran benih rata-rata 20 gram per ekor adalah sebanyak 600 ekor. Ukuran benih 20 gram per ekor ini sama dengan ukuran benih yang mempunyai panjang total 8-11 cm.

D. Pemberian makanan tambahan

Ikan gurame berdasarkan sifat makanannya termasuk ke dalam kelompok ikan omnivora, yaitu ikam pemakan segala macam makanan. Makanan utama ikan gurame di kolam adalah makanan alami yang tumbuh di dalam kolam. Adapun makanan tambahan yang diberikan kepada ikan gurami ada dua jenis sebagai berikut.
  1. Makanan buatan dalam bentuk pelet, yaitu campuran makanan dari berbagai macam jenis bahan yang dicetak serta dipadatkan menjadi bentuk pendek dan bulat.
  2. Makanan hijauan, yaitu makanan yang diberikan kepada ikan gurami masih dalam bentuk segar.
Jenis makanan hijauan yang dapat dimakan oleh ikan gurame adalah :
  1. daun pepaya,
  2. daun keladi,
  3. daun singkong,
  4. daun labu,
  5. daun genjer,
  6. daun dadap.
Jumlah makanan buatan yang diberikan kepada ikan gurame setiap harinya berkisar antara 5-7 persen dari berat total badan ikan yang dipelihara. Pemberian makanan ini dilakukan dua kali sehari, yaitu pagi hari dan sore hari. Jumlah makanan hijauan yang diberikan kepada ikan gurame selama pemeliharaan, sesuai kebutuhan ikan. Pemberian makanan ini juga dilakukan sehari dua kali yaitu pada pagi hari dan sore hari.

E. Pemanenan

Setelah ikan gurame dipelihara selama 6-12 bulan, ikan gurame tersebut telah siap untuk dipanen. Pemanenan ikan gurame dilakukan dalam dua tahap berikut ini .

1. Tahap 1
Dilakukan setelah ikan gurame dipelihara selama 6 bulan. Di antara benih yang ditebarkan ke dalam kolam pembesaran terdapat benih unggul. Oleh karena itu, setelah 6 bulan pemeliharaan, harus dilakukan penjarangan. Untuk melakukan penjarangan tersebut, di dalam kolam pembesaran harus dilakukan panen tahap pertama. Panen ikan gurame dilakukan dengan menggunakan jaring yang mempunyai ukuran panjang (sebesar ukuran ikan gurame yang akan dipanen). Dengan demikian, ikan gurame yang berukuran kecil akan lolos dari jaring.

2. Tahap 2
Pemanenan tahap kedua dilakukan setelah 12 bulan masa pemeliharaan. Panen yang dilakukan ini adalah panen total. Dalam melakukan panen total, kolam pembesaran ikan gurame dikeringkan dengan membuka pintu saluran pembuangan. Ikan gurame akan berkumpul pada saluran keliling dan saluran tengah sehingga sangat mudah dilakukan penangkapan. Pemanenan dilakukan dengan menggunakan serok. Ikan-ikan gurami tersebut diserok dan dimasukkan ke dalam ember besar atau keramba.


Alat yang digunakan

Untuk melakukan pembesaran ikan gurame di kolam pembesaran ada beberapa alat yang harus disediakan, antara lain garpu, cangkul, sekop, slondom, penggaruk, timbangan, seser atau serok, keramba, ember besar, meteran, patok kayu, tali plastik, dan jaring ikan.

Bahan yang diperlukan

  1. benih ikan gurame,
  2. makanan buatan, yaitu pelet,
  3. makanan hijauan, yaitu daun keladi dan daun pepaya,
  4. pupuk kandang, dan
  5. kapur tohor.

Langkah kerja

Untuk melakukan pembesaran ikan gurame di kolam ada beberapa langkah kerja yang harus dilakukan, antara lain persiapan kolam pembesaran, pengelolaan tanah dan air, penebaran benih, pemeliharaan, dan pemanenan.

A. Persiapan kolam pembesaran

Kolam yang akan digunakan untuk pembesaran ikan gurame dapat dengan cara membuat kolam baru atau menggunakan kolam lama. Di bawah ini akan ditulis langkah kerja untuk mempersiapkan kolam pembesaran gurame yang telah ada, yaitu memperbaiki bentuk dan ukuran pematang kolam, memperbaiki tanah dasar kolam, membuat saluran keliling dan saluran tengah, serta memperbaiki pintu pengeluaran dan pemasukan air.

1. Memperbaiki bentuk dan ukuran pematang kolam

Jika kolam digunakan adalah kolam tembok, langkah ini tidak perlu dilakukan. Langkah kerja memperbaiki bentuk dan ukuran pematang kolam ini dilakukan untuk kolam tradisional.
  • Ambillah cangkul dan perhatikan kemiringan pematang kolam.
  • Rapikan pematang kolam dan sisi pematang yang ada di dalam kolam dengan menggunakan cangkul.

2. Memperbaiki tanah dasar kolam

Cara memperbaiki tanah dasar kolam adalah sebagai berikut.
  • Ambillah cangkul, galilah tanah dasar kolam tersebut sedalam 10 cm.
  • Letakkanlah tanah yang telah dicangkul pada posisi semula tetapi tanahnya dibalikan, yaitu tanah bagian bawah menjadi tanah bagian atas.
  • Jemur kolam tersebut selama 5 hari sampai tanah tersebut mengering.

3. Membuat saluran keliling dan saluran tengah

Adapun langkah kerja membuat saluran keliling dan saluran tengah adalah sebagai berikut.
  • Ambillah tali plastik buatlah patokan pada ujung-ujung kolam untuk membuat garis lurus di kolam.
  • Ambil meteran dan ukurlah lebar saluran keliling yang akan dibuat, yaitu 1 meter. 
  • Tandailah lebar saluran dengan menggunakan patokan dan tali plastik tersebut.
  • Rentangkanlah tali plastik dari ujung yang satu ke ujung yang lainnya di dalam kolam.
  • Ambillah sebuah cangkul dan galilah saluran keliling tersebut sedalam 25 cm.
  • Buatlah tanah hasil cangkulan tersebut pada sisi pematang atau di atas tanah dasar kolam.
  • Lakukanlah pada saluran tanah dasar kolam sampai terdapat saluran keliling dan saluran tengah pada kolam tersebut. Pada saluran tengah, kedalaman yang di dekat pintu pengeluaran air dibuat lebih dalam.

4. Memperbaiki pintu pengeluaran dan pemasukan air

Didalam kolam pembesaran ikan gurame harus terdapat pintu pemasukan air dan pintu pengeluaran air. Langkah kerjanya adalah sebagai berikut.
  • Perhatikan pintu pemasukan dan pengeluaran air yang ada di kolam pembesaran.
  • Bersihkanlah pintu air tersebut dari kotoran.
  • Pesanglah saringan pada pintu pemasukan air agar tidak ada kotoran dan hama yang masuk ke dalam kolaml.

B. Pengelolaan Tanah dan air

Langkah kerja pengelolaan tanah dan air meliputi pengapuran, pemupukan, dan pengisian air.

1. Pengapuran

Adapun langkah kerja pengapuran adalah sebagai berikut.
  • Hitunglah jumlah kapur yang dibutuhkan untuk ditebarkan ke dalam kolam pembesaran.
  • Jika luas kolam pembesaran ikan gurami 100 m2 dan jumlah kapur yang harus ditebar adalah 20 kg dibagi 100 m2 maka jumlah kapur yang dibutuhkan 20 kg/100 m2 x 100 m2 = 20 kg.
  • Timbanglah kapur sebanyak 20 kg dengan menggunakan timbangan.
  • Tebarkanlah kapur tersebut ke dalam kolam pembesaran secara merata.

2. Pemupukan

Cara pemupukan ikan gurame ke dalam kolam pembesaran adalah sebagai berikut.
  • Hitunglah jumlah pupuk kandang yang dibutuhkan ke dalam kolam pembesaran. Jika luas pembesaran ikan gurame 10 m2, jumlah pupuk kandang yang dibutuhkan = 1 kg/m2. Maka jumlah pupuk yang harus ditebar adalah 1 kg/m2 x 100 m2 = 100 kg.
  • Timbanglah pupuk kandang sebanyak 100 kg dengan menggunakan timbangan.
  • Tebarkanlah pupuk kandang tersebut ke dalam kolam pembesaran secara merata.

3. Pengisian air

Setelah pembesaran gurame dikeringkan serta diberi kapur dan pupuk selanjutnya, diisi air. Pengisian air ke dalam kolam pembesaran dilakukan dengan cara sebagai berikut.
  • Isilah kolam pembesaran gurame dengan air setinggi 10 cm.
  • Biarkanlah air di kolam tersebut selama 4 hari.
  • Isilah lagi kolam tersebut dengan air setinggi 10 cm dan biarkan air tersebut selama 3 hari.
  • Setelah makanan alami tumbuh, isilah lagi kolam tersebut sampai air di dalam kolam mencapai ketinggian 80 cm dari dasar kolam

C. Penebaran benih

Langkah kerja penebaran benih meliputi pemilihan benih dan penebaran benih.

1. Pemilihan benih

Pada pemilihan benih langkah yang harus dilakukan adalah sebagai berikut.
  • Siapkanlah benih ikan gurame.
  • Pilihlah ikan gurame yang sehat dan pisahkan dalam wadah yang berbeda.
  • Pilihlah ikan gurame yang berukuran sama dan masukkanlah benih gurame yang seragam dalam satu tempat.

2. Penebaran benih

Adapun lengkah penebaran benih adalah sebagai berikut.
  • hitunglah jumlah benih yang dibutuhkan untuk ditebarkan ke dalam kolam pembesaran.
  • jika kolam pembesaran akan dikelola secara intensif, jumlah benih yang akan ditebarkan pada luas kolam pembesaran 100 m2 adalah 1.200 ekor.
  • Siapkanlah benih gurame sebanyak 1.200 ekor.
  • tebarkanlah binih gurame ke dalam kolam pembesaran.

D. Pemeliharaan

Langkah kerja pemeliharaan ikan gurame meliputi pemberian makanan dan pengontrolan pertumbuhan ikan gurmae.

1. Pemberian makanan

Hal-hal yang harus dilakukan dalam pemberian makanan pada ikan gurame adalah sebagai berikut.
  • Hitunglah jumlah makanan yang akan diberikan.
  • Jika makanan utama adalah pelet, jumlah pelet yang harus di berikan setiap hari adalah :
  1. jumlah makan adalah 7 persen dari berat total badan ikan yang dipelihara.
  2. berat badan ikan gurame yang ditebarkan adalah 1.200 ekor x 20 gram/ekor = 24.000 gram = 24 kg.
  3. maka jumlah makanan yang harus diberikan adalah 7/100 x 24 kg = 1,68 kg.
  • Timbanglah jumlah makanan buatan tersebut dengan menggunakan timbangan.
  • Tebarkan buatan makanan buatan ke dalam kolam pembesaran dengan cara membagi jumlah makanan tersebut manjadi dua bagian karena makanan akan diberikan pada pagi hari dan sore hari. Untuk pagi hari 2/3 x 1,68 kg = 1,12 kg. dan untuk malam hari 1/3 x 1,68 kg = 0,56 kg.
  • Selain diberikan makanan buatan dalam bentuk pelet ikan gurami juga diberikan makanan hijauan.
  • Ambillah makanan hijauan seperti keladi atau daun pepaya.
  • Tebarkanlah daun keladi atau daun pepaya tersebut ke dalam kolam pembesaran ikan gurame secukupnya.
  • Lakukanlah hal ini terus-menerus selama ikan gurame dipelihara di kolam pembesaran.

2. Pengontrolan pertumbuhan ikan gurame

Tahap pengontrolan pertumbuhan ikan gurame adalah sebagai berikut.
  • Lakukanlah penimbangan berat badan ikan gurami setiap satu bulan sekali.
  • Ambillah serok (seser), untuk mengambil ikan gurami di dalam kolam pembesaran.
  • Timbanglah berat badan ikan gurami tersebut dan ukurlah panjang ikan gurame dengan menggunakan penggaris atau meteran.
  • Catat ukuran dan berat badan ikan gurame.
  • Lakukanlah penimbangan dan pengukuran untuk beberapa ekor ikan setiap bulan.
  • Lakukanlah kegiatan ini selama ikan dipelihara di dalam kolam pembesaran sampai dilakukan pemanenan.

E. Pemanenan

Ada dua tahap pemanenan ikan gurame, yaitu sebagai berikut.

1. Pemanenan tahap pertama

Yang dilakukan pada pemanenan tahap pertama adalah sebagai berikut.
  • Siapkan jaring insang yang mempunyai ukuran panjang.
  • Bentangkanlah jaring insang tersebut ke dalam kolam pembesaran.
  • Penganglah unjung jaring tersebut dan tariklah oleh beberapa orang sampai ke ujung kolam pembesaran.
  • Ikan gurami yang berukuran kecil akan lolos dan yang berukuran besar akan ikut terbawa jaring.
  • Jika sudah sampai di bagian ujung kolam pembesaran, ambillah seser atau serok.
  • Seroklah ikan-ikan tersebut dan masukkan ke dalam wadah ember plastik.

2. Pemanenan tahap kedua

Adapun yang dilakukan pada pemanenan tahap kedua adalah sebagai berikut.
  • Bukalah pintu pengeluaran air dan pasanglah saring pada pintu pengeluaran agar ikan guramenya tidak ikut lolos ke luar.
  • Setelah air di kolam pembesaran mengering, siapkanlah serok, dan wadah penyimpanan ikan.
  • Ambillah ikan-ikan gurami tersebut dengan menggunakan serok.
  • Masukkanlah ikan gurami tersebut ke dalam wadah seperti ember besar.
  • Timbanglah berat ikan gurame pada saat panen tersebut.

Sumber : Ir. Gusrina

Type and hit Enter to search

Close