Tehnik merawat tanaman mangga manalagi


Cara Pemupukan

Tanaman mangga membutuhkan perawatan yang meliputi pemupukan, pemangkasan, dan pemberantasan hama dan penyakit. dalam pemupukan, pupuk yang diperlukan adalah NPK dengan perbandingan 15 : 15 :15 sebanyak 300-500 gram per pohon, diberikan sebagian pada awal musim penghujan dan sebagian pada awal musim kemaru. setelah diberi pupuk NPK, tanaman diberi pupuk kandang sebanyak 2,5 kaleng sebagai penutup. sebagai tambahan, diberi juga pupuk gandasil dan zat perangsang tanaman sesuai dosis yang tertera di label pupuk.

Pada musim kemarau panjang, tanaman mangga di beri penutup tanah (mulsa) dibawah tanaman. musa yang digunakan sebaiknya jerami kering atau kompos. jerami kering disusun di sekitar pohon, tepat di bawah tajuk. jika menggunakan kompos, tanah seluas lingkaran tajuk dicangkul, kemudian kompos ditabur merata dan tanah bekas cangkulan ditutup lagi. pemberian mulsa tidak perlu dilakukan jika dibawah pohon tumbuh rerumputan.

Pada musim kemarau, penyiraman dilakukan setiap hari atau 3 hari sekali, setiap dilakukan pemupukan, sebaiknya tanaman disiram secukupnya. aturan pemupukan untuk pohon mannga manalagi.

 Umur tanamanJenis pupuk Takaran Waktu pemberian 
 0-1 tahunNPK (15:15:15)
pupuk kandang 
250 gram
2-2,5 blek minyak 
tanah 20 liter 
Saat menanam, diberikan
di sekitar batang saat menutup
lubang tanam atau mengolah
lubang tanam 
 0-5 tahunNPK (15:15:15) 300-500 gram Sebagian pada awal musim
penghujan dan sebagian pada
awal musim kemarau 
 Pupuk kandang2-2,5 blek minyak
tanah 20 liter
Sebagian pada awal musim 
penghujan dan sebagian pada
awal musim kemarau. 
 5 tahu ke atasNPK (15:15:15)1,5 - 2,5 kg Sebagian pada awal musim
penghujan dan sebagian pada
awal musim kemarau 
 Pupuk kandang 2 - 2,5 blek minyak
tanah 20 liter 
Sebagian pada awal musim
penghujan dan sebagian awal 
musim kemarau 

Pemangkasan

Beberapa bulan setelah bibit ditanam tumbuh beberapa tunas. tunas-tunas tersebut harus dipangkas dan disisihkan antara 2-3 tunas saja. letak tunas yang dibiarkan sebaiknya jangan sama  tinggi dan tidak berada pada suatu tempat saja.

Tunas tersebut dipelihara sampai berumur lebih kurang satu tahun. kemudian dilakukan penangkasan kedua. pemangkasan ini dilakukan pada tempat yang kulit batangnya mulai berwarna. akibat potongan ini, akan tumbuh tunas-tunas baru. tunas tersebut harus dipangkas juga dan disisakan 2-3 tunas saja. satu tahun kemudian, lakukan pemangkasan yang ketiga, caranya sama seperti pemangkasan yang pertama dan kedua.

Pemangkasan harus di lakukan pada permulaan musim penghujan. pohon yang telah dipangkas diharapkan dapat menghasilkan buah yang banyak, mudah dipelihara, dan dapat segera dipetik. perlu diingat sebelum melakukan pemangkasan, tanaman diberi pupuk terlebih dahulu.

Perawatan

Tanaman mangga manalagi dari hasil okulasi dan sambungan biasanya akan berbuah pada umur 3-5 tahun. buah pada tahu-tahun pertama biasanya tidak banyak. untuk itu, bila tanaman masih muda, tetapi sudah berbunga, sebagiknya dibuang saja agar tanaman tidak menjadi lemah dan mudah terserang penyakit. baru setelah tanaman cukup umur, bunga-bunga itu dibiarkan menjadi buah.

Adakalanya pohon mangga yang sudah cukup dewasa dan perawatannya cukup baik, lambat berbunga. jika penyebab kelambatan itu bukan berasal dari hama atau penyakit, dapat digunakan zat perangsang agar tanaman cepet berbunga. untuk merangsang pembungaan mangga, kita dapat menggunakan beberapa jenis hormon pembuahan, misalnya ethrel. etrel dapat merangsang bunga mangga muncul serempak pada musim berbunga.

Penggunaan zat perangsang dapat dilakukan pada saat pucuk (pupus) tanaman berhenti tumbuh dan daun-daun sudah berwarna hijau serta tanaman paling tidak sudah berumur empat tahun. pemberian zat perangsang dapat dilakukan dua kali dalam satu periode berbunga. pertama, saat pupus daun tanaman berhenti tumbuh. kedua, dua sampai tiga minggu setelah pemberian yang pertama. dengan menggunakan zat perangsang, pohon mangga akan segera berbunga, bahkan dapat berbuah dua kali dalam setahun.

Bila bunga mangga berlimpah dan mudah rontok sehingga gagal menjadi buah, ada beberapa penyebabnya, jika pemupukan sudah cukup baik, penyebab adalah terlalu banyak air, misalnya pada waktu musim hujan. untuk mencegah bunga berguguran dan gagal manjadi buah. sebaiknya air tidak dibiarkan menggenang di sekitar pohon mangga. kerontokan bunga atau bakal buah, kemungkinan disebabkan cendawan pengganggu. sebagai tindakan pecegahan, tanaman dapat disemprot dengan fungisida, seperti benlate, antracol ; dithane, atau fungisida lainya.

Kerontokan bunga dapat terjadi jika tanaman mengalami kekeringan. penyiraman dapat dilakukan khususnya pada musim kemarau yang panasnya cukup terik. akibatnya, terjadi kekeringan yang dapat menghambat pertumbuhan tanaman. apabila saat itu pertumbuhan sedang berbunga. akan mempengaruhi pertumbuhan bunga. 

Untuk berbunga, tanaman mangga memerlukan zat makanan berupa fospor (P) dan kalium (K) dalam jumlah cukup. bila unsur fospor kurang tersedia, pembungaan akan terlambat atau seandainya tanaman mampu berbunga, bunganya mudah rontok. bila tanaman kekurangan kalium, tangkal bunga atau buah akan lemah. akibatnya, bunga atau buah juga  rontok. karena itu, menjelang pembentukan bunga, pemupukan yang sesuai perlu dilakukan. dosis pemupukan dapat disesuaikan menurut umur tanaman.

Baca Juga : Cara menanam mangga manalagi 


Pemangkasan

Pemangkasan ini adalah menciptakan suatu bentu, antara lain :

a. Pemangkasan untuk membentuk tajuk

Tajuk pohon mangga jangan dibiarkan terlalu rimbun dan lebat karena keadaan ini dapat menimbulkan berbagai gangguan, misalnya datangnya penyakit. selain itu, akan menyulitkan perawatan dan tidak sedap dipandang mata. tanaman yang terlalu tinggi atau percabangannya tidak teratur juga kurang baik. untuk mendapatkan tanaman yang berpenampilan menarik, perlu dilakukan pemangkasan awal atau pemangkasan pembentuk tajuk sejak tanaman berumur 1-2 tahun.

Pemangkasan awal untuk membentuk percabangan tidak perlu dilakukan bila kita menanam bibit yang sudah bercabang dan sehat. namun, bila bibit yang ditanam belum bercabang perlu dilakukan pemangkasan awal. tanaman yang berumur 1-2 tahun dipangkas setinggi 50-60 cm diukur dari permukaan tanah. beberapa waktu kemudian, akan muncul tunas-tunas baru akibat pemangkasan ini. tunas ini dipangkas kembali pada saat musim penghujan tahun berikutnya. tidak semua cabang perlu dipelihara, cukup tiga atau empat cabang saja. cabang yang layak dipelihara adalah cabang yang sehat dan subur, letaknya tidak saling berdekatan, tumbuhnya teratur, dan kedudukannya tersebar di sekeliling batang pokok. biasanya cabang yang demikian kelak akan menjadi dahan yang kukuh.

Cabang yang tumbuh akibat pemangkasan awal, pada musim penghujan berikutnya perlu dipangkas lagi untuk mendapatkan cabang baru. perlu diingat, sebelum melakukan pemangkasan sebaiknya tanaman dipupuk terlebih dahulu. tunas-tunas cabang yang dipelihara syaratnya sama dengan pemangkasan awal, sebanyak tiga atau empat cabang saja. setelah pemangkasan, tanaman mangga tidak perlu dipangkas lagi. semua cabang yang dipelihara akan tumbuh kuat dan teratur hingga membentuk tajuk seperti yang diinginkan.

b. Pemangkasan untuk pemeliharaan

Berbeda dengan pemangkasan awal untuk membentuk tajuk, pemangkasan pemeliharaan dilakukan setahun sekali ketika hujan mulai turun, di samping untuk mengatur pertumbuhan cabang, pemangkasan ini juga berguna untuk mengurangi kerimbunan pohon sehingga tanaman cukup mendapatkan sinar matahari. dengan demikian, tanaman dapat terhindar dari kelembapan dan sekaligus dari serangan cendawan sebagai sumber penyakit. sering terjadi pohon yang semula tidak buah setelah dipangkas menjadi berbuah.

Pemangkasan ini dilakukan terhadap cabang, dahan atau ranting yang sakit, kering, mati, ranting patah atau terbelah yang tumbuhnya tumpang tindih, cabang-cabang yang tumbuh tidak teratur, yang tumbuh ke atas terus (tunas air yang tumbuh dipangkal batang), atau tunas liar lainnya. setiap kali melakukan pemangkasan, tanaman harus sudah dipupuk.

Sumber : Dra. Sri Ambarwati

No comments for "Tehnik merawat tanaman mangga manalagi"