Breaking News

Cara Membuat Susu Pasteurisasi Yang Enak


Ada beberapa pengolahan susu, yakni dari pengolahan yang sangat sederhana sampai pada proses pengolahan yang lebih lengkap. di antara sekian bayak pengolahan susu, hanya dipilih beberapa jenis pengolahan susu. misalnya, susu pasteurisasi, karamel susu, es krim, dan yoghurt.

Susu Pasteurisasi, susu memiliki sifat mudah rusak dan memiliki bau yang mudah berupah apabila kondisi penyimpanannya salah. susu tidak dapat diawetkan dalam keadaan segar, kecuali mengolah susu menjadi bentuk lain. pasteurisasi adalah pemanasan pada suhu 70-80 derajat celcius selama beberapa saat.

Tujuan pasteurisasi susu adalah untuk.

  • membunuh bakteri penyebab penyakit (bakteri patogen),
  • menurunkan jumlah bakteri dalam susu,
  • merusak enzim pada susu, dan
  • meningkatkan mutu susu segar.
Alat yang diperlukan untuk pasteurisasi adalah
  • panci,
  • kompor,
  • pengaduk, dan
  • termometer.
Cara membuat susu pasteurisasi susu segar adalah sebagai berikut :
  1. pertama-tama, masukan susu segar kedalam panci atau wadah lain yang dapat dipanaskan.
  2. panaskan air susu segar tadi di atas api yang tidak terlalu besar. pemanasan dilakukan sampai mencapai suhu 70-72 derajat celcius selama 15 detik sampai 62-63 derajat celcius selama 30 menit. selama pemanasan, sebaiknya dilakukan pengadukan agar protein susu tidak pecah/
  3. setelah pemanasan atau pasteurisasi, air susu tadi diangkat. setelah itu, air susu segar dapat siap diminum atau diolah lebih lanjut.
  4. apabila akan diolah lebih lanjut atau tidak diminum segera, susu pasteurisasi tadi didinginkan pada suhu 3 derajat celcius. hal itu dilakukan karena susu pasteurisasi belum bebas kuman sehingga penyimpanan pada suhu rendah akan memperpanjang umur simpan susu pasteurisasi. jika pendinginan lebih cepat pada suhu 3 derajat celcius, suhu susu pasteurisasi dalam wadah berkisar 4-6 derajat celcius.

Pengemasan susu pasteurisasi

Susu yang sudah dipasteurisasi dapat dikemas dalam botol atau karton berlapis alumunium. namun, untuk ukuran produksi kecil, susu pasteurisasi dapat dikemas dengan menggunakan kantong plasik. yang perlu diperhatikan adalah penutupan kantong plastik harus benar-benar rapat. hal itu dimaksudkan untuk mencegah masuknya jasad renik perusak susu pasteurisasi ke dalam wadah pengemasan.

Untuk pengemasan susu pasteurisasi dapat juga dipakai botol kaca. penggunaan botol itu memiliki keuntungan  sebagai berikut.
  • mudah membersihkannya,
  • berwarna tembus pandang sehingga susu pasteurisasi dapat dilihat dengan jelas,
  • berbentuk tetap, dalam arti tidak berubah meskipun dipanasi, dan
  • dapat ditukar atau dikembalikan botol kosongnya.
Akan tetapi, penggunaan botol kaca juga memiliki kelemahan, yaitu
  • berat dalam transpotasinya, dan
  • mudah pecah.
Apabila botol digunakan untuk wadah pengemasan, botol tersebut harus dicuci dengan memakai sabun, dan dibilas dengan air panas sampai bersih. kemudian, botol dikeringkan dalam pososo terbalik. setelah botol benar-benar kering dan bersih, masukan susu pasteurisasi dengan jumlah tertentu. misalnya, setiap botol berisi 1 liter atau 0,5 liter, kemudian setelah pengisian segera mulut botol ditutup rapat.

Pengemasan dengan menggunakan botol yang tembus pandang juga ada masalah sehubungan dengan umur simpan susu pasteurisasi. botol tembus pandang dapat ditembus oleh sinar matahari sihingga sinar matahari akan merusak riboflavin dan vitamin C dalam susu. di samping itu, lemak susu dan protein juga akan rusak.

Selain kedua bahan pengemasan di atas (plastik dan botol), susu pasteurisasi juga dapat dikemas dalam kardus yang diberi lapisan plastik atau plastik aluminium. penggunaan kemasan itu akan lebih baik dan umur simpanan susu pasteurisasi lebih panjang. akan tetapi, alatnya cukup mahal dan wadahnya harus dibuang setelah digunakan sehingga harga jual susu pasteurisasi menjadi lebih mahal.

Ciri-ciri kerusakan pada susu pasteurisasi  

Adanya sinar yang dapat mengenai susu dapat mempercepat oksidasi pada lemak susu sehingga susu mudah rusak. kerusakan yang paling berbahaya, yaitu hadirnya jasad renik dalam susu pasteurisasi. akibat pertumbuhan jasad renik perusak susu, yaitu bakteri asam laktat, susu pasteurisasi menjadi.
  • menggumpal sehingga tampak pada susu ada pemisahnya, dan
  • susu terasa asam.
Bakteri asam laktat itu akan tumbuh cepat pada suhu pasteurisasi 10-37 derajat celcius. apabila suhu lebih dari 37 derajat celcius, akan terbentuk gas-gas yang mudah menguap dan berbau kurang sedap. selanjutnya, bakteri asam laktat akan mengubah gula susu (laktosa) menjadi asam laktat sehingga susu terasa asam.

Fermentasi yang berkelanjutan akan menghasilkan gas-gas lain. pada fermentasi itu, aktif atau tumbuh cepat. krim susu agak terasa pahit atau adanya gumalan-gumpalan yang manis. hal itu merupakan kesalahan yang sering terjadi dalam udara panas. pada kondisi itu, akan terbentuk gumpalan-gumpalan minyak di atas permukaan susu pasteurisasi. hal itu dapat terjadi karena adanya jasad renik yang merusak protein dan lemak susu.

Selain rasa asam karena adanya asam laktat, adanya asam butirat juga menambah rasa asam pada susu. terbentuknya asam butirat, kemungkinan karena adanya enzim lapase atau hadirnya bakteri maupun jamur yang terdapat pada susu.

sumber dari Ir. Wahyu Handoko

Type and hit Enter to search

Close