Breaking News

KURANGNYA IPTEK PENDIDIK MENGENAI MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS AUDIO VISUAL DI SDN 008 PULAI RAMBAI


TUGAS MEDIA PEMBELAJARAN SD



KURANGNYA IPTEK PENDIDIK MENGENAI MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS AUDIO VISUAL DI SDN 008 PULAI RAMBAI





Dosen Pengampu : Purba Adi Wijaya M.Pd 

Disusun Oleh

Kelompok 11 :


Reza Afrilis Annur (206910365) 

Sintya Triana Riski (206910163) 

Yunisa Cesaria Putri (206910538)


PRODI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR 

FAKULTAS KEGURUAN ILMU DAN PENDIDIKAN 

UNIVERSITAS ISLAM RIAU

PEKANBARU 2022



KURANGNYA IPTEK PENDIDIK MENGENAI MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS AUDIO VISUAL DI SDN 008 PULAI RAMBAI

Reza Afrillis Annur1 , Sintya Triana Riski2 dan Yunisa Cesaria Putri3

Pendidikan Guru Sekolah Dasar , Universitas Islam Riau , Pekanbaru Riau Indonesia.



Latar belakang

Media adalah bahan , alat , sarana , perantara dan penghubung yang di gunakan untuk membantu guru dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran baik berupa tertulis berupa buku buku, modul, lembar kerja, brosur, leaflet, wallchart maupun bahan tidak tertulis seperti video/film, VCD, radio, kaset, CD interaktif berbasis komputer dan internet. Bahan ajar dalam bentuk tertulis berupa materi yang harus dipelajari siswa sebagai sarana untuk mencapai standar kompetensi dan kompetensi dasar. Media pembelajaran merupakan salah satu komponen pelajaran yang mempunyai peranan penting dalam kegiatan belajar mengajar. Pemakaian media pembelajaran dalam proses belajar mengajar dapat membangkitkan minat
 
dan keinginan yang baru, motivasi dan rangsangan kegiatan belajar, dan bahkan membawa pengaruh-pengaruh psikologis terhadap siswa sehingga akan membantu keefektifan proses pembelajaran dalam penyampaian pesan dan isi pelajaran pada saat itu. Selain membangkitkan motivasi dan minat siswa, media pembelajaran juga dapat membantu siswa meningkatkan pemahaman, menyajikan data dengan menarik dan memadatkan informasi. Penggunaan media pembelajaran yang dilakukan oleh peserta pendidik merupakan langkah awal yang dilakukan oleh pendidik untuk mencapai suatu tujuan pembelajaran. Pendidik dapat memanfaatkan teknologi yang saat ini sangat berkembang pesat, contohnya dengan mengunakan media pembelajaran audio visual. Media audio-visual adalah media yang mempunyai unsur auditif (mendengar) dan unsur visual (melihat). Peningkatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi memberikan kemajuan teknologi yang memungkinkan manusia mendapatkan fasilitas yang canggih. Berbagai fakta dalam modernisasi, setiap hari disediakan baik oleh keluarga, masyarakat dan juga dunia informasi. Maraknya dunia periklanan memaksa informasi beredar lebih mudah, mampu menstimulasi rasa ingin tahu, rasa ingin mencoba sebagai akibat publikasi yang dirancang secara apik oleh para ahli komunikasi dengan biaya yang mahal dengan dampak meluas dan mendalam. Keberhasilan kegiatan pembelajaran pada suatu Sekolah dipengaruhi oleh berbagai faktor yaitu, faktor guru, siswa, kurikulum, lingkungan sosial dan sebagainya. Guru menjadi faktor penting dalam proses pembelajaran dengan tugas utama dalam membantu siswa agar dapat belajar sesuai kebutuhan dan minatnya. Pengunaan media ini diharapkan mampu meningkatkan hasil hasil pembelajaran siswa.

Pemilihan Isu

Media Pembelajaran Audio Visual ”media” berasal dari bahasa Latin dan merupakan bentuk jamak dari kata”medium”yang secara harafia berarti”perantara atau pengantar”. Dengan demikian, media merupakan wahana penyalur informasi belajar atau penyalur pesan. Media adalah sumber belajar, maka secara luas media dapat diartikan dengan manusia, benda, ataupun peristiwa yang memungkinkan anak didik memperoleh pengetahuan dan keterampilan (Sadiman, 2010).

Kemajuan IPTEK yang telah kita capai sekarang benar-benar telah diakui dan dirasakan memberikan banyak kemudahan dan kenyamanan bagi kehidupan umat manusia. Sumbangan IPTEK terhadap peradaban dan kesejahteraan manusia tidaklah dapat dipungkiri. Namun manusia tidak bisa pula menipu diri sendiri akan kenyataan bahwa IPTEK mendatangkan dampak negatif dan positif bagi manusia.

Saat ini anak-anak sudah dikenalkan dengan berbagai media dari paling dekat dan sering digunakan pada setiap waktu adalah pemakaian handphone yang memudahkan komunikasi jarak jauh. Melalui media handphone telah tersedia kamera dan berbagai aplikasi menarik untuk mengakses internet dan game setiap saat. Keberadaan camera digital, laptop, flashdisk, modem, dan sebagainya. Kemajuan yang demikian pesat juga membawa kebaikan dalam dunia pendidikan. Namun tidak dipungkiri keberadaan media juga memberi pengaruh besar dalam pendidikan. Apabila dalam penggunaannya tidak dalam pengawasan maka akan berdampak buruk bagi siswa.

Sekolah adalah sebuah lembaga pendidikan formal yang memberikan pengetahuan dan membekali keterampilan kepada siswa untuk mempersiapkan manusia yang berkompeten. Maka guru diharapkan mampu membentuk siswa yang terampil dan memiliki kecakapan dalam berbagai bidang ilmu pengetahuan. Kemampuan dapat dilatih dan dikembangkan dengan metode pembelajaran dua arah antara guru dan siswa.

Seorang guru harus pandai menciptakan siswa yang terampil, hal tersebut bisa diwujudkan melalui lingkungan sekolah, dengan menciptakan suasana belajar yang kondusif. Keberhasilan kegiatan pembelajaran pada suatu Sekolah dipengaruhi oleh berbagai faktor yaitu, faktor guru, siswa, kurikulum, lingkungan sosial dan sebagainya. Guru menjadi faktor penting dalam proses pembelajaran dengan tugas utama dalam membantu siswa agar dapat belajar sesuai kebutuhan dan minatnya.

Salah satu alternatif yang ditempuh guru dalam rangka peningkatan hasil pembelajaran adalah dengan menggunakan media IT dalam pembelajaran. Penggunaan media yang tepat dan bervariasi mempunyai nilai praktis, antara lain: mengatasi keterbatasan pengalaman siswa, mengkongkritkan pesan yang abstrak, menanamkan konsep dasar yang tepat, menimbulkan keseragaman agar dapat meningkatkan efektivitas dan efisiensi dalam kegiatan pembelajaran sehingga dapat meningkatkan mutu pembelajaran.

Beberapa faktor yang menyebabkan kurangnya penggunaan teknologi yaitu :

Dari hasil wawancara dari salah satu guru SD NEGERI 008 Pulau Rambai Ibu Nurmalis S.Pd Bahwa Penggunaan media audio visual di SD NEGERI 008 Pulau Rambai kurang terlaksana karena kurangnya pengetahuan guru mengenai penggunaan teknologi seperti laptop, infocus dan komputer. Sebagaian guru tidak mengerti bagaimana cara menggunakan media pembelajaran berbasis audio visual dan guru juga membutuhkan waktu lama untuk mempersiapkan bahan pembelajaran menggunakan media audio visual, sehingga ketika terjadi hambatan tersebut tidak hanya akan membuang-buang waktu tetapi juga materi yang akan ditampilkan tidak disampaikan dengan maksimal kepada siswa yang akan diajar.

Kebanyakan guru yang sudah lama mengajar atau yang sudah diatas umurnya mungkin masih bingung ketika menggunakan media audio visual,Kurangnya pemahaman dan penguasaan terhadap ilmu teknologi, sehingga guru lebih sering menggunakan metode lama seperti ceramah tanpa adanya media atau alat yang menunjangnya. Akan tetapi metode ceramah kurang efisien untuk peserta didik. optimalnya peserta didik fokus dipelajaran adalah 30-45 menit diawal pembelajaran dimulai. Oleh karena itu apabila memakai metode ceramah selama 2 jam pelajaran itu kurang efisien.

Guru terkadang merasa kerepotan dalam mempersiapkan alat-alat media video pembelajaran. Pada saat sebelum pembelajaran dimulai guru perlu mempersiapkan khususnya alat-alat yang digunakan saat proses penerapan media video pembelajaran. Karena alat-alat media video pembelajaran yang berukuran relative besar dan berat, sehingga guru merasa kerepotan mempersiapkannya.

Keterampilan dan kerativitas yang dimaksud adalah bagaimana kemampuan guru dalam menggunakan akal, fikiran, ataupun ide ketika ingin membuat media audio visual seperti powerpoint ataupun video yang menyangkut materi pembelajaran. Setelah melakukan penelitian, peneliti menyimpulkan bahwa hambatan selanjutnya yang dihadapi guru dalam menggunakan media audio visual adalah keterampilan. Karena ada beberapa guru yang masih belum mahir dalam membuat video pembelajaran ataupun powerpoint sebagai media dalam menyampaikan materi.

Ia mengungkapkan bahwa pembuatan materi ketika menggunakan media audio visual sangat rumit dan lama, sehingga membuat beliau jarang menggunakan media audio visual sebagai alat untuk menyampaikan materi ketika proses pembelajaran dikelas. Menurut beliau, rumit yang dimaksud adalah ketika membuat media pembelajarannya, seperti bagaimana membuat powerpoint yang menarik ataupun mencari video yang sesuai dengan materi yang akan disampaikan dan merasa kesulitan ketika proses pembuatan media pembelajaran dan mencari video yang sesuai untuk materi yang akan disampaikan. Guru harus memilih video yang sesuai dengan tema dan materi yang akan diajarkan, guru merasa repot dalam proses pembuatan video pembelajaran yang memakan waktu lama.

dapat disimpulkan bahwa memang ada beberapa guru yang masih memiliki hambatan berupa pemahaman tentang bagaimana membuat bahan ajar. Guru masih kurang paham cara membuat media pembelajaran menggunakan media audio visual karena merasa repot dalam proses pembuatan media pembelajaran yang memakan waktu lama, Guru masih minim pengetahuannya dalam menggunakan aplikasi Microsoft Office Power Point, Guru juga kesulitan dalam mengatur waktu saat pembelajaran yang dimana terkadang terdapat video pembelajaran yang berdurasi lama sehingga guru kesulitan dalam mengatur waktu saat proses pembelajaran.

Pada wawancara ini dapat dikatakan bahwa setiap guru harus memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam memberikan pembelajaran kepada siswanya agar pembelajaran tidak monoton dan dapat membangkitkan ketertarikan siswa pada materi yang disampaikan. Jadi meskipun menggunakan berbagai metode dan media, guru tidak kehabisan akal atau ide dalam memanfaatkan media yang ada. Tetapi masih banyak guru yang merasa satu metode saja sudah cukup, dan bahkan telah merasa nyaman dengan metode yang selama ini digunakan. Sehingga fasilitas yang disediakan oleh sekolah masih belum semuanya memanfaatkan dan menggunakannya. Media sebagai alat bantu dalam proses pembelajaran adalah suatu kenyataan yang tidak dapat dipungkiri karena dengan adanya media dapat membantu tugas guru dalam menyampaikan pesan-pesan dari bahan pelajaran yang diberikan oleh guru kepada anak didik. Selain itu, media juga dapat mewakili apa yang kurang mampu guru ucapan melalui kata-kata atau kalimat tertentu. Media pendidikan merupakan sarana dan prasarana untuk menunjang terlaksananya kegiatan pembelajaran. Untuk itu dari semua pihak yang terlibat dalam proses pembelajaran perlu memberikan perhatian yang memadai untuk masalah ini. Keberadaan media tidak dapat diabaikan begitu saja dalam proses pembelajaran hal ini dikarenakan tanpa adanya media pendidikan, pelaksanaan pembelajaran tidak akan berjalan dengan baik termasuk dalam proses pembelajarn bidang studi.49 Dari uraian diatas dapatlah dilihat pentingnya media pembelajaran serta beragamnya media yang ditawarkan dalam proses pembelajaran. Tetapi masih banyak guru hanya menggunakan beberapa media saja, bahkan ada yang sama sekali tidak mampu mengembangkannya, sehingga berakibat pada kejenuhan dan kebosanan yang menjangkiti siswa didalam kelas. Seharusnya guru memiliki media dalam mengajar dan mengelola kelas sehingga belajar bisa lebih menarik bahkan di rindukan, akibat dari kondisi ini kebanyakan siswa mengalami kebosanan dan
 
kurang memahami materi yang disajikan, karena guru lebih dominan menggunakan metode ceramah. Idealnya guru dapat menggunakan setengah atau seluruh media pembelajaran untuk menyajikan berbagai macam disiplin ilmu pengetahuan, Tujuannya agar proses belajar dan mengajar didalam kelas bisa lebih menarik sehingga bisa menumbuhkan minat belajar siswa.





Type and hit Enter to search

Close