Breaking News

Bentuk Tulisan

mengenal bentuk tulisan
Sumber : pixabay

Menulis merupakan kegiatan komunikasi. Bentuk tulisan penulis yang baik tentu bisa menggunakan pesan yang akan disampaikan sesuai penerima pesan itu. Penulis yang baik adalah penulis yang mampu menggunakan teknik bentuk tulisan  secara berbeda. Perbedaan teknik menulis itu tergantung sasaran dan tujuan penulisan.

Ada beberapa bentuk tulisan, yaitu, deskripsi, eksposisi, narasi, persuasi, dan argumentasi. Berikut ini akan diuraikan satu per satu mengenai bentuk tulisan tersebut.

A. Deskripsi

Deskripsi adalah tulisan yang melukiskan sesuatu sesuai keadaan sebenarnya. Dengan demikian, pembaca dapat melihat atau merasakan apa yang dilukiskan oleh penulis. Tulisan deskripsi bertujuan mengambarkan sesuatu sesuai yang dilihat pengarang.

Tulisan deskripsi bisa dilakukan untuk melukiskan perasaan, misalnya perasaan bahagia, takut, sepi, atau sedih. Ciri-ciri tulisan deskripsi sebagai berikut.

  1. Mengambarkan keadaan atau sesuatu apa adanya dan melukiskan dengan sehidup-hidupnya objek tersebut.
  2. Tidak ada pertimbangan atau pendapat.
Sebuah karangan dapat dikembangkan dari judul karangan yang telah ditetapkan. Dalam mengembangkan karangan, pengarang harus memperhatikan langkah mengarang seperti berikut.
  1. Menetapkan tema karangan. Tema karangan merupakan dasar pembicaraan suatu karangan. Oleh karena itu, semua kalimat dalam karangan tidak boleh menyimpang dari tema yang ditetapkan.
  2. Menentukan tujuan karangan. Pengarang dapat menentukan tujuan penulisan, misalnya apakah ia akan mengambarkan, menjelaskan, atau menarik perhatian pembaca.
  3. Melakukan pengamatan. Sebelum menyusun karangan sebaiknya pengarang mengadakan pengamatan. Pengamatan tersebut berhubungan dengan objek karangan.
  4. Mengklasifikasikan hasil pengamatan. Data yang sudah diperoleh dan yang digunakan adalah dipilih data yang menunjang isi karangan. Selanjutnya, data itu dikelompokkan berdasarkan jenisnya.
  5. Menyusun kerangka karangan. Data yang sudah dikelompokkan dituangkan ke dalam kerangka karangan.
Sasaran yang ingin dicapai penulis deskripsi adalah menciptakan daya khayal pembaca. Pembaca seakan-akan melihat atau mengalami sendiri objek yang dideskripsikan. Dalam sebuah tulisan jarang dijumpai tulisan yang benar-benar murni deskripsi, narasi, atau argumentasi.

Dalam karangan narasi sering dijumpai bentuk tulisan, lain mungkin karangan eksposisi atau deskripsi. Penulisan narasi biasanya menggunakan bentuk karangan deskripsi. Karangan ini menggambarkan latar belakang tempat dan waktu terjadinya peristiwa.

B. Eksposisi

Eksposisi berarti membuka dan memulai. Ada yang mengatakan bahwa eksposisi berarti penjelasan. Berarti tulisan eksposisi berusaha memberi tahu atau menerangkan sesuatu. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia,  eksposisi berarti uraian (paparan) tentang maksud dan tujuan. Jadi, eksposisi (paparan) adalah karangan yang menerangkan atau menjelaskan pokok pikiran yang dapat memperluas wawasan atau pengetahuan pembaca.

Masalah yang dieksposisikan adalah informasi. Tujuan penulisan eksposisi memberi informasi. Tujuan penulisan eksposisi memberi informasi kepada pembaca agar pembaca semakin luas pengetahuannya. Tujuan eksposisi sekedar memaparkan suatu opini dari kejadian yang ada. Tulisan eksposisi ditemukan dalam surat kabar, majalah, atau buku.

Eksposisi mempunyai ciri-ciri seperti berikut.

  1. Berisi penjelasan atau informasi.
  2. Menggunakan contoh, fakta, gambar peta, dan angka.
  3. Akhir karangan berupa penegasan.
Karangan eksposisi atau paparan ada yang panjang maupun pendek. Paparan yang panjang, misalnya menguraikan suatu gagasan proses pembuatan susu kedelai. Sebaliknya paparan yang pendek dapat dilihat pada petunjuk penggunaan obat. Sebelum memaparkan sesuatu, penulis harus memahami benar apa yang ingin dipaparkan. Dengan demikian, susunan kalimat lebih sistematis, lengkap, dan logis.

Paparan tidak selalu terdiri atas pembukaan, pengembangan, dan penutup. Hal ini tergantung sifat keterangan yang diberikan dan tujuan yang akan dicapai. Paparan pendek pada petunjuk penggunaan obat hanya terdiri atas petunjuk singkat. Susunannya terdiri atas pembukaan dan pengembangan, tanpa penutup. Akan tetapi, paparan yang panjang memerlukan susunan yang lengkap.

C. Narasi

Narasi adalah tulisan yang berupa rangkaian peristiwa yang terjadi dalam satu kesatuan waktu. Narasi sering diartikan juga cerita. Cerita merupakan penulisan yang mempunyai karakter, setting, waktu, dan masalah. Karangan yang tergolong jenis narasi yaitu cerpen, novel, roman, atau semua karya prosa imajinatif.

Narasi tulisan berdasarkan rekaan atau imajinasi. Namun narasi bisa ditulis berdasarkan pengalaman pribadi, pengamatan atau wawancara, Sumber yang paling mudah digali untuk cerita adalah pengalaman pribadi. Kita tinggal menggali kenangan lama dan mengingat-ingat peristiwa yang pernah kita alami. 

Dalam tulisan narasi ada tohoh-tokoh yang terlibat dalam peristiwa. Narasi dikelompokkan menjadi narasi ekspositoris dan narasi sugestif.

1. Narasi Ekspositoris

Narasi ekspositoris bertujuan memberi informasi kepada pembaca agar pengetahuannya bertambah luas. Maksudnya, narasi ini berusaha agar pembaca mengetahui apa yang dikisahkan. Narasi ekspositoris dapat berupa kisah perjalanan atau autobiografi.

2. Narasi Sugestif

Narasi sugestif berkaitan dengan tindakan atau perbuatan yang dirangkaikan dalam suatu kejadian. Seluruh rangkaian peristiwa berlangsung dalam satu kesatuan waktu. Narasi sugestif bertujuan menyampaikan makna kepada pembaca melalui daya penulis. Narasi ini hanya mengisahkan hasil rekaan, khayalan, atau imajinasi pengarang. Jenis karangan ini terdapat pada roman, cerpen, dongeng, atau novel.

Tulisan narasi bermaksud menyajikan peristiwa yang terjadi dan bagaimana peristiwa itu terjadi. Ciri-ciri narasi sebagai berikut.

  1. Bersumber dari fakta atau sekedar fiksi.
  2. Berupa rangkaian peristiwa.
  3. Bersifat menceritakan.
Argumentasi adalah tulisan yang berusaha memberikan alasan untuk memperkuat atau menolak suatu pendapat. Argumentasi memuat bukti dan alasan yang dapat menyakinkan orang lain.

Argumentasi bertujuan mengubah atau mempengaruhi pikiran pembaca. Selain itu, argumentasi juga mengubah sikap dan pandangan pembaca sehingga mereka menyetujui pendapat penulis. 

Tulisan argumentasi biasanya digabung dengan eksposisi dan deskripsi. Tulisan argumentasi membutuhkan data penunjang yang cukup. Argumentasi juga membutuhkan logika dan uraian yang runtun.

Argumentasi mempunyai ciri-ciri seperti berikut.

  1. Mengandung bukti dan kebenaran.
  2. Disertai dengan alasan kuat.
  3. Menggunakan kata-kata denotif.
  4. Menyajikan analisis rasional (berdasarkan fakta).
  5. Unsur subjektif dan emosional sangat dibatasi.
Karangan argumentasi dan eksposisi kadang-kadang sukar dibedakan. Bentuk kedua karangan tersebut hampir sama. Persamaan argumentasi dan eksposisi antara lain sebagai berikut.
  1. Argumentasi dan eksposisi sama-sama menjelaskan pendapat, gagasan, dan keyakinan penulis.
  2. Argumentasi dan eksposisi memerlukan analisis.
  3. Sumber gagasan argumentasi dan eksposisi berasal dari, pengalaman, pengamatan, penelitian serta sikap dan keyakinan.
  4. Keduanya menggunakan fakta atau data berupa angka, peta, statistik, atau gambar.
E. Persuasi

Persuasi berarti membujuk atau menyakinkan. Menurut kamus Besar Bahasa Indonesia, persuasi berarti (1) bujukan halus, (2) ajakan kepada seseorang dengan cara memberikan alasan dan prospek yang menyakinkan, dan (3) imbuan. Jadi, persuasi dapat diartikan jenis tulisan yang mengandung ajakan atau imbuan agar pembaca mau menerima dan mengikuti pendapat penulis.

Persuasi harus bisa menampilkan fakta agar pembaca mau melakukan sesuatu sesuai maksud penulis. Persuasi bertujuan memengaruhi atau mengimbau pembaca agar melakukan sesuatu sesuai dengan kehendak penulis. Mempengaruhi pembaca diperlukan alasan dan bukti nyata agar pembaca percaya. Adapun ciri-ciri persuasi sebagai berikut.

  1. Harus ada argumen (alasan dan bukti).
  2. Ada unsur imbauan atau ajakan.
  3. Tidak ada pertentangan (konflik).
Biasanya tulisan persuasi dilakukan oleh pembuat iklan, penjual jamu, juru dakwah, atau juru kampanye. Ada beberapa teknik persuasi, antara lain rasionalisasi, identifikasi, dan sugesti.

1. Rasionalisasi

Rasionalisasi diartikan dengan argumentasi semu. Artinya, suatu proses pembuktian menenai kebenaran dalam bentuk yang lemah. Dasar sebagai pembenaran itu tidak merupakan sebab langsung masalah tersebut. Rasionalisasi bukan berdasar kebenaran mutlak.

2. Identifikasi

Identifikasi biasa digunakan dalam kampanye. Seseorang juru kampanye mengidentifikasi dirinya sebagai "milik rakyat", "politikus yang bersih". Ia bertugas menghapus korupsi, padahal belum tentu bisa mewujudkannya jika sudah berkuasa. Tujuannya agar masyarakat memilih dirinya.

3. Sugesti

Sugesti adalah usaha untuk membujuk atau mempengaruhi orang lain tanpa memberi dasar kepercayaan yang logis. Rangkaian kata-kata yang menarik dan menyakinkan menjadi salah satu kekuatannya. Sugesti dilakukan oleh orang yang mempunyai wibawa atau kedudukan yang tinggi di masyarakat. Dalam berkeluarga, orang tua sangat mudah mengsugesti anak-anaknya.

Tulisan persuasi dan argumentasi kadang sulit dibedakan. Kedua tulisan tersebut berusaha menyakinkan pembaca. Perbedaan tulisan argumentasi dan narasi sebagai berikut.

  1. Argumentasi mempunyai ciri khas membuktikan kebenaran yang digariskan oleh penulis. Argumentasi juga merupakan proses dalam memcapai kesimpulan. Sebaliknya, persuasi merupakan proses untuk menyakinkan orang lain agar dapat menerima apa yang diinginkan penulis. Jadi, argumentasi sekedar membuktikan kepada pembaca. Sementara persuasi dengan sengaja membujuk pembaca.
  2. Sasaran dalam argumentasi yaitu kebenaran mengenai subjek yang diargumentasikan. Sasaran dalam persuasi yaitu pembaca, yaitu usaha bagaimana merebut kesepakatan dari pembaca tentang suatu hal.
  3. Semakin banyak fakta semakin kuat kebenaran yang dipertahankan dalam argumentasi. Sebaliknya, dalam persuasi fakta dipergunakan seperlunya saja.

Sumber : Monica Abigail W.




Type and hit Enter to search

Close