Breaking News

Belajar Menulis

pengetahuan dasar menulis

Menulis merupakan salah satu aspek berbahasa. Kamu sudah belajar menulis sejak di bangku taman kanak-kanan. Bahkan, sebelum kamu sekolah orang tuamu telah mengajari menulis huruf. Kegiatan tulis-menulis itu kemudian berkembang sesuai pendidikan. Mula-mula belajar menulis huruf, kata, kalimat, dan paragraf.

Banyak orang menyamakan antara menulis dengan mengarang. Sebenarnya menulis dan mengarang itu berbeda. Mengarang merupakan kegiatan menulis yang berkaitan dengan fiksi dan nonfiksi. Fiksi merupakan bentuk tulisan yang tidak harus mengandalkan data pendukung. Data pendukung dapat berupa angka-angka, teori, atau hasil penelitian. Kegiatan fiksi berupa novel, cerpen, puisi, atau roman.

Menulis mempunyai arti yang lebih netral. Artikel atau karya ilmiah disebut tulisan. Orang yang menulis artikel atau karya ilmiah disebut penulis. Salah satu contoh, wartawan merupakan penulis berita. Dengan demikian, cakupan makna kata penulis lebih luas.

Ada beberapa istilah yang berkaitan dengan penulisan. Istilah tersebut antara lain menulis, tulisan, penulis, dan tulis-menulis. Menulis adalah kegiatan yang dilakukan seseorang untuk menghasilkan tulisan. Maksud tersebut berarti melahirkan pikiran atau perasaan dengan tulisan.

Tulisan adalah sesuatu yang dihasilkan oleh seseorang akibat kegiatan penulisannya. Novel, cerpen, atau karya ilmiah disebut tulisan. Tulisan ini sengaja dibuat oleh seseorang dengan maksud tertentu.

Penulis adalah seseorang yang pekerjaannya melakukan kegiatan menulis. Dengan kata lain, penulis adalah orang yang melakukan kegiatan menuangkan gagasan ke dalam tulisan. Di media cetak terdapat seseorang penulis artikel. Orang itu disebut kolumnis. Ada pula istilah novelis bagi orang yang gemar menulis cerpen. Kolumnis, novelis, dan cerpenis disebut seorang penulis.

B. Unsur-unsur menulis

Menurut The Liang Gie, unsur menulis terdiri ata gagasan, tuturan (narasi, deskripsi, eksposisi, argumentasi, dan persuasi), tatanan, dan wahana.

1. Gagasan

Gagasan berupa pendapat, pengalaman, atau pengetahuan seseorang. Gagasan seseorang tergantung pengalaman masa lalu atau pengetahuan yang dimilikinya. Seandainya dua orang disuruh menulis tentang pendidikan, maka hasil tulisan pasti berbeda. 

Perbedaan itu disebabkan oleh pengalaman maupun pengetahuan seseorang. Pada dasarnya setiap orang mempunyai gagasan. Ada yang mampu menuangkan dalam bentuk tulisan, ada yang tidak. Hebat tidaknya gagasan tergantung seberapa sering dia membaca.

Dari manakan gagasan muncul? gagasan dapat muncul dari membaca, mengamati, berdiskusi, atau pengalaman hidup seseorang. Seseorang yang sering membaca akan mempunyai banyak gagasan pula.

Sebaliknya, orang yang jarang membaca akan miskin gagasa. Gagasan juga dapat dicari dan muncul sendiri. Gagasan dapat dicari ketika kamu mengerjakan tugas dari bapak atau ibu guru. Kamu bisa mencari buku atau bahan-bahan bacaan di perpustakaan.

2. Tautan

Tautan adalah pengungkapan gagasan yang dapat dipahami pembaca. Ada beberapa macam-macam tuturan, antara lain :

  1. narasi.
  2. deskripsi.
  3. ekposisi.
  4. argumentasi, dan
  5. persuasi
3. Tataban

Tatanan merupakan aturan yang harus diindahkan ketika akan menuangkan gagasan. Berarti ketika menulis, kamu tidak sekedar menulis. Kamu harus mengindahkan aturan. Aturan dalam menulis misalnya seperti beriku.

  • Bagamiana mengatur agar persoalan yang sudah dibahas tidak diulangi lagi.
  • Apa saja yang akan ditulis.
  • Fokus yang akan ditulis.
Tatanan berguna agar tulisanmu tidak menyalahi pedoman buku penulisan. Aturan menulis karya ilmiah akan berbeda dengan menulis artikel. Menulis artikel sangat membutuhkan tatanan. Tatanan tersebut misalnya, diksi yang dipilih, sistematika penulisan, alur cerita, dan akhir cerita yang diinginkan. 

Namun, ada pula seseorang penulis artikel yang tidak mengindahkan tatanan. Begitu di depan komputer, gagasan dapat mengalir dengan sendirinya. Sebaiknya, untuk penulisan karya ilmiah dibutuhkan tatanan yang ketat. Tatanan buku dalam penulisan karya ilmiah dapat diurutkan seperti berikut.

  1. Latar belakang masalah.
  2. Rumusan masalah.
  3. Tujuan.
  4. Manfaat.
  5. Tinjauan teori.
  6. Metode.
Tatanan tersebut tidak boleh dibolak-balik.

4. Wahana

Wahana juga sering disebut alat. Wahana berupa kosakata, gramatika, retorika (seni memakai bahasa). Bagi penulis pemula, wahana sering menjadi masalah. Mereka masih menggunakan kosakata, gramatika, retorika yang masih sederhana dan terbatas.

Untuk mengatasi tersebut, seorang penulis harus memperkaya kosakata yang belum diketahui artinya. Seseorang penulis harus rajin menulis dan membaca. Ketika membaca, kosakata akan terus bertambah.


Sumber : Monica abigail W.



Type and hit Enter to search

Close