Breaking News

Tanaman bandotan berkhasiat stimulan, tonik, pereda demam, anti toksin

Bandotan sebagai obat herbal

Tanaman bandotan termasuk tanaman baik tumbuh di daerah tropis. Tanaman ini asal mulanya berasal dari Amerika tripis. Di Indonesia tanaman ini termasuk tumbuhan liar. Tumbuhan ini dapat ditemukan diberbagai tempat antara lain di pekarangan rumah, tepi jalan, tanggul, dan sekitar saluran air pada ketinggian 1-2.100 m dpl.

Jika daunnya telah layu dan membusuk, tumbuhan ini akan mengeluarkan bau yang tidak enak. Buahnya berwarna hitam dan bentuknya kecil. Siapa sangka dan siapa duga walaupun bandotan merupakan tumbuhan liar dan lebih dikenal sebagai tumbuhan pengganggu atau yang bisa disebut gulma di kebun dan di ladang petani ini memiliki kandungan kimia yang kaya dan banyak manfaat sebagai obat.

1. Sifat dan khasiat

Herbal ini rasanya pahit, pedas dan sifatnya netral. Tanaman bandotan berkhasiat stimulan, pereda demam (antiperik), antitoksin, menghilangkan pembengkakan, menghentikan perdarahan (karminatif). Daun bandotan dapat digunakan pula sebagai insektisida nabati. Selain Ageratum conyzoides L. terdapat bandotan varietas lain yang mempunyai khasiat yang sama, yaitu Ageratum houstonium Mill.

2. Kandungan kimia

Tanaman bandotan banyak mengandung kimia yang berguna bagi penyembuh. Kandungan kimia tersebut terdapat pada herba dan juga akarnya. Herba bandotan mengandung asam amino, organacid, pectic substance, minyak asiri kumarin, friedelin, b-siatosterol, stigmasterol, tanin sulfur dan potasium klorida. Akar bandotan mengandung minyak asiri, alkoloid dan kumarin.

3. Indikasi

Dengan kandungan kimia pada herba daunnya tumbuhan bandotan mempunyai banyak kasiat untuk menyembuhkan penyakit. Khasiat tersebut antara lain :

a, herba bandotan berkhasiat untuk pengobatan :

  • demam, malaria.
  • sakit tenggorokan, radang paru (pneumonia).
  • radang telinga tengah (otitis media).
  • perdarahan, seperti perdarahan rahim, luka berdarah dan mimisan.
  • diare, disentri,
  • mulas (kolik), muntah, perut kembung.
  • keseleo, pegel linu.
  • mencegah kehamilan.
  • badan lelah sehabis bekerja berat.
  • air seni sedikit.
  • tumor rahim, 
  • perawatan rambut.

b. Akar berkhasiat untuk mengatasi demam.

Baca juga : Tanaman herbal penyembuh penyakit pada perempuan

4. Contoh pemakaian

Di bawah ini kami sajikan beberapa jenis penyakit yang dapat diobati dengan menggunakan tanaman bandotan, berserta caranya. Untuk diingat dalam penggunaannya agar menghasilkan yang terbaik dengan memperhatikan takaran serta cara yang tepat.

a. Sakit telinga tengah akibat radang

Cuci herba bandotan segar secukupnya, lalu tumbuk sampai halus. Hasilnya, peras, dan saring. Gunakan perasan yang terkumpul untuk obat tetes telinga. Setiap 4 kali, setiap kali pengobatan sebanyak 2 tetes.

b. Luka berdarah, bisul, dan eksim

Cuci herba bandotan segar secukupnya sampai bersih, lalu tumbuk sampai halus, turapkan ramuan secukupnya ke bagian yang sakit, lalu balut dengan perban. Dalam sehari, ganti balutan 3-4 kali. Lakukan pengobatan ini sampai sembuh.

c. Bisul, borok

Cuci satu tumbuhan bandotan segar sampai bersih. Tambahkan sekepal nasi basi dan seujung sendok teh garam, serta giling sampai halus. Turapkan ke tempat yang sakit, lalu balut dengan perban.

d. Reumatik dan bengkak karena keseleo

Satu genggam daun dan batang muda tumbuhan bandotan segar, satu kapal nasi basi dan 1/2 sendok teh garam. Selanjutnya cuci daun dan batang muda sampai bersih, lalu tumbuh bersama nasi dan garam. Setelah menjadi adonan seperti bubur kental. Turapkan ramuan ke bagian sendi yang bengkak sambil dibalut. Biarkan selama 1-2 jam, lalu balutan dilepas. Lakukan perawatan seperti ini 2-3 kali sehari.

e. Perdarahan rahim, sariawan, bisul, dan bengkak karena memar

Rebus 10-15 gr herba bandotan dalam dua gelas air bersih sampai tersisa menjadi satu gelas. Setelah dingin saring dan air saringannya diminum sekaligus, lakukan 2-3 kali sehari.

f. Tumor rahim

Rebus 30-60 gr herba bandotan kering segar atau 15-30 gr herba kering dalam tiga gelas air bersih sampai tersisa menjadi 1 gela. Selain direbus, herba segar dapat juga ditumbuk. Air rebusan atau air perasannya diminum satu gelas sehari.

g. Sakit tenggorokan

Cuci 30-60 gr daun bandutan segar sampai bersih, lalu tumbuk sampai halus. Selanjutnya peras dan saring. Tambahkan larutan gula batu ke dalam air perasan secukupnya dan aduk sampai rata. Minum ramuan dan lakukan tiga kali sehari. Cuci daun bandotan secukupnya, lalu jemur sampai kering. Selanjutnya giling sampai menjadi serbuk. Tiupkan serbuk ke dalam tenggorokan penderita.

h. Malaria, influenza

Rebus 15-30 gr herba bandotan kering dalam dua gelas air sampai tersisa menjadi satu gelas. Setelah dingin saring dan minum sekaligus, lakukan dua kali sehari.

i. Perut kembung, mulas, dan muntah

Cuci satu buah tumbuhan bandotan ukuran sedang sampai bersih, lalu potong-potong seperlunya. Rebus dalam tiga gelas air tersisa menjadi satu gelas. Setelah dingin saring dan minum sekaligus. Lakukan pengobatan ini 2-3 kali sehari sampai sembuh.

j. Perawatan rambut

Cuci daun dan batang bandotan segar sampai bersih, lalu tumbuk sampai halus. Oleskan hasil tumbukan ke seluruh kulit kepala dan rambut. Tutup kepala dengan sepotong kain. Biarkan selama 2-3 jam. Selanjunya bilas rambut dengan air hangat dan keramas sampai bersih. Lakukan perawatan ini satu sampai dua minggu sekali.

Catatan :

Ibu hamil dilarang minum rebusan tumbuhan obat bandotan karena dapat menyebabkan kaguguran.


Sumber : Sopiadi


Type and hit Enter to search

Close