Breaking News

Macam macam tanaman obat tradisional

Sehari-hari kita bergaul dengan aneka jenis tumbuhan, baik itu yang berfungsi sebagai bahan makanan, seperti sayur-sayuran, rempah-rempah, buah-buahan, maupun tanaman yang bisa digunakan sebagai tanaman hias atau tanaman pagar. Bahkan tumbuhan yang kadang dianggap tanpa guna seperti rumput-rumputan, banyak mengandung zat-zat berguna bagi pengobatan atau kesehatan.

Lada hitam adalah salah satu dari ratusan bahkan ribuan jenis tanaman yang mengandung unsur-unsur kima yang berguna bagi pengobatan. Awal tahun 2000-an penemuan menunjukkan tanaman mengkudu yang jarang dilirik orang, ternyata dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit, salah satunya adalah darah tinggi atau stroke.

Oleh karena itu, muncul berbagai produk obat dari bahan mengkudu yang dapat dibudidayakan di mana-mana dan mempunyai nilai ekonomi yang cukup bagus. Begitu pula dengan ditemukan kandungan yang terdapat dalam tanaman mahkota dewa yang tak kalah dahsyatnya dalam mengatasi berbagai penyakit yang sulit ditemukan obatnya.

Tanaman murbei yang dulu dikenal sebagai makanan ulat sutra, ternyata mulai dari daun sampai dengan akarnya, juga mengandung berbagai zat kimia yang baik untuk kesehatan. Bahkan sebuah perusahaan asal Cina sudah membuat teh murbei yang dapat mengobati berbagai penyakit, seperti kanker, darah tinggi, dan lain-lain.

Bermacam-macam tanaman obat tradisional mudah dibudidayakan, bermanfaat bagi kesehatan, sudah selayaknya menjadi perhatian kita di saat kondisi ekonomi masyarakat yang semakin sulit, harga obat serta sperawatan dokter dan rumah sakit semakin mahal, tanaman yang sudah melimpah disekitar kita bisa menjadi lahan.

Manfaat yang besar bagi kesehatan dari macam-macam tanaman yang kita miliki sudah selayaknya kita manfaatkan, selain sebagai penjaga kesehatan yang relatif sedikit efek sampinya, juga bisa dijadikan lahan budidaya yang bernilai bisnis.

tanaman herbal adas

A. Adas

Adas merupakan jenis tanaman berkhasiat obat yang dapat hidup di dataran rendah maupun dataran tinggi. Tumbuhan ini dapat hidup di dataran rendah sampai dengan ketinggian 1.800 m di atas permukaan laut, tetapi akan tumbuh lebih baik pada dataran tinggi. 

Sebenarnya tanaman ini bukan tanaman asli Indonesia, tetapi di Indonesia cukup populer. Tanaman ini asal mulanya tumbuh di Eropa Selatan dan Asia. Akan tetapi, karena banyak memanfaatkan akhirnya tumbuhan ini banyak dibudidayakan di beberapa negara seperti di India, Argentina, Eropa, Jepang, Juga di Indonesia.

Pengolahan tanaman Adas, dengan cara menyuling buahnya yang telah dimasak. Lalu dikeringkan dahulu. Setelah itu adas akan menghasilkan minyak yang berguna bagi industri obat-obatan atau farmasi. Rasa minyak adas ada yang pahit dan ada yang manis.

Adas juga dipakai untuk bumbu, atau sebagai bahan yang memperbaiki rasa dan mengharumkan ramuan obat. Biasanya ada digunakan bersama-sama dengan kulit batang pulosari yang dibeberapa daerah terkenal dengan sebutan adas pulosari.

1. Kandungan kimia

Tanaman adas bermanfaat bagi kesehatan dan pengobatan karena kandungan kimia alaminya. Kandungan kimia tersebut berada dalam daun, buah, dan akarnya. Adas mengandung minyak asiri (Oleum Foeniculi) 1-6 persen, mengandung 50-60 persen anetol, lebih kurang 20 persen fenkon, pinen, limonen, dipenten, felandren, mitilchavikol, anisaldehid, asam anisat, dan 12 % minyak lemak.

2. Manfaat

Dengan Kandungan kimia yang telah kita ketahui di atas dapat kita manfaatkan mulai dari daun, buah, dan akarnya. Manfaat yang bisa kita ambil dari tanaman adas ini, yaitu :

  • Buah bermanfaat untuk mengatasi sakit perut, perut kembung, rasa penuh di lambung, mual, muntah, diare, sakit kuning (jaundice), kurang nafsu makan, batuk berdahak, sesak napas (asma), nyeri haid, haid tidak teratur, air susu ibu (ASI) sedikit, putih telur dalam kencing (proteinuria), susah tidur, buah pelir turun (orchidoptosis), usus turun ke lipat paha (hernia inguinalis), pembengkakan saluran sperma (epididimis), penimbunan cairan di dalam kantung buah zakar (hidrokel testis), mengurangi rasa sakit akibat batu dan membantu menghancurkannya, rematik gout, keracunan tumbuhan obat atau jamur.
  • Daun berkhasiat mengatasi batuk, perut kembung, kolik, rasa haus, dan menginkatkan penghlihatan.
  • Akar bisa dimanfaatkan antara lain sebagai pencahar dan diuretik.

3. Contoh pemakaian

Dalam pemanfaatannya, adas dicampur dengan bahan-bahan lainnya, serta diolah sedemikian rupa. Selain itu, penggunaannya juga harus menggunakan dosis yang tepat. Untuk lebih jelasnya berikut contoh pemanfaatan tanaman adas untuk mengatasi beberapa penyakit.

a. Batuk

untuk mengobati batuk, baik batuk berdahak ataupun batuk kering adas bisa kita olah dengan beberapa cara yaitu :

  1. Serbuk buah adas sebanyak 5 g diseduh dengan 1/2 cangkir air mendidih. Setelah dingin disaring, tambahkan 1 sendok teh madu. Aduk sampai merata, minum sekaligus. Lakukan 2 kali sehari, sampai sembuh.
  2. Daun saga 1/4 genggam, bunga kembang sepatu 2 kuntum, daun poko 1/5 genggam, bunga tebelekan 10 kuntum, bawang merah 2 butir, adas 1 sendok teh, pulosari 1 jari, rimpang jahe 1 jari, gula merah 3 jari, dicuci dan dipotong-potong seperlunya. Rebus dengan 3 gelas air bersih sampai tersisa setengahnya. Setalah dingin disaring, lalu diminum. Lakukan 3 kali sehari, masing-masing 1/2 gelas.
b. Sesak napas

Sesak napas bisa juga diobati dengan adas, terutama minyak adasnya sebagai bahan utamanya. Caranya sebagai berikut.

  1. Minyak adas sebanyak 10 tetes, diseduh dengan 1 sendok makan air panas. Minum selagi hangat. Lakukan 3 kali sehari, sampai sembuh.
  2. Adas 1/2 sendok teh, pulosari 1/4 jari, rimpang kencur 2 jari, rimpang temulawak 1 jari, jintan hitam 1/4 sendok teh, daun poncosudo (jasminum pubescens) 1/4 genggam, gula merah 3 jari, dicuci dan dipotong-potong seperlunya. Bahan-bahan tadi lalu direbus dengan 4 1/2 gelas air bersih sampai tersisa kira-kira separuhnya. Setelah dingin disaring, lalu siap untuk diminum. Sehari 3 kali, masing-masing 3/4 gelas.
c. Sariawan

Untuk mengobati sariawan kita membutuhkan adas yang dicampur bahan-bahan lain dan cara mengolahnya sebagai berikut.

Bahan-bahan

  • Adas 3/4 sendok teh.
  • ketumbar 3/4 sendok teh.
  • daun iler 1/5 genggam.
  • daun saga 1/4 genggam.
  • pegagan 1/4 genggam.
  • daun kentut 1/6 genggam.
  • pulosari 3/4 jari.
  • rimpang lempuyang wangi 1/2 jari
  • rimpang kunyit 1/2 jari.
  • kayu manis 3/4 jari
  • gula merah 3 jari.
Caranya

  • Dicuci dan dipotong-potong seperlunya.
  • Bahan-bahan tadi lalu direbus dengan 4 1/2 gelas air bersih sampai tersisa separuhnya.
  • Setelah dingin disaring, siap untuk diminum. sehari 3 kali, setiap kali cukup 3/4 gelas.
d. Haid tidak teratur

Bagi kaum wanita dewasa setiap bulan mengalami haid. Akan tetapi, terkadang tidak teratur. Untuk mengatasinya, ada beberapa bahan yang digunakan bersama adas. 

Bahan-bahannya : daun dan bunga srigading masing-masing 1/5 genggam, jinten hitam 3/4 sendok teh, adas 1/2 sendok teh, pulosari 1/2 jari, bunga kesumba keling 2 kuntum, jeruk nipis 2 buah, gula batu sebasar telur ayam, dicuci lalu dipotong-potong seperlunya.

Caranya : bahan-bahan tadi lalu direbus dengan 3 gelas air bersih sampai tersisa 2 1/4 gelas. Setelah dingin disaring, minum 3 kali sehari masing-masing 3/4 gelas.

e. Keracunan tumbuhan obat atau jamaur

Cara mengobati keracunan bisa menggunakan serbuk buah adas sebanyak 5 gr, diseduh dengan 1/2 cangkir arak. Minum selagi hangat.

f. Batu empedu.

Cara mengobati keracunan bisa menggunakan serbuk buah adas sebanyak 5 gr diseduh dengan 1 cangkir air panas. Minum setelah dingin, lakukan setiap hari.

Catatan :

  1. Pengobatan hernia tetap dengan cara operasi, yaitu menutup lubang saluran yang ada. Adas hanya menaikkan sementara usus yang turun ke lipat paha.
  2. Hindari penggunaan adas dalam dosis besar.
  3. Pemakaian buah adas kadang menyebabkan sering kentut dan bersendawa.
  4. Buah adas efektif untuk pengusir serangga.


Sumber : Sopandi




Type and hit Enter to search

Close