Breaking News

Penyerbukan Tanaman

Cara penyerbukan buatan

Manfaat penyerbukan silang buatan

Sebagaimana kita ketahui bahwa perkawinan atau penyerbukan tanaman antara jenis tanaman ungul yang berbeda sifatnya, sifat-sifat yang dimiliki pohon induk jantan. Dengan cara demikian akan diperoleh keturunan atau anakan yang memiliki kombinasi sifat-sifat baru yang lebih baik atau menguntungkan.

Sifat baru yang demikian itu sering kita kenal dengan istilah HIBRIDA. Sebagai contoh hasil penyerbukan silang buatan yang sudah dikenal masyarakat selama ini antara lain : jambu bangkok, belimbing bangkok, dan jagung hibrida.

Dari keterangan di atas banyak sekali manfaat yang diperoleh dari cara penyerbukan silang secara buatan, terutama bagi masyarakat yang menginginkan peningkatan kualitas dan kuantitas produksi pertanian.

Secara umum manfaat penyerbukan silang secara buatan adalah untuk memperoleh jenis-jenis tanaman baru yang memiliki sifat-sifat sebagai berikut :

  1. Pertumbuhan tanaman lebih cepat besar dan lebih kuat atau kokoh.
  2. Waktu panen lebih pendek.
  3. Kualitas hasil panen lebih baik.
  4. Bentuk warna bunga lebih menarik, indah.
  5. Tanaman lebih tahan terhadap gangguan hama dan penyakit, serta faktor lingkungan yang lain seperti cuaca.
Di samping itu, beberapa manfaat lain dari penyerbukan silang secara buatan, adalah sebagai berikut.
  1. Bagai tanaman yang hanya memiliki bunga jantan atau bunga betina saja dalam satu pohon, penyerbukannya tidak akan sempurna jika tidak dilakukan penyerbukan silang buatan. Hal ini bisa saja dilakukan penyerbukan secara alam, misalnya dengan bantuan angin, tetapi tentu saja hasilnya tidak akan memuaskan. Contohnya : pada tanaman kelengkeng, tetapi penyerbukan silangnya dilakukan oleh serangga.
  2. Bagai tanaman yang memiliki bunga jantan dan bunga betina terpisah, walaupun masih dalam satu pohon, hasilnya akan lebih baik jika dibantu dengan menggunakan penyerbukan silang secara buatan. Contohnya pada tanaman vanili.
  3. Tanaman yang memiliki putik dan benang sari dalam satu bunga atau disebut bunga berkelamin dua, jika putik dan benang sari masaknya tidak pada waktu yang bersamaan, penyerbukan tidak akan terjadi dengan sendirinya. Hanya dengan penyerbukan silang buatan saja, tanaman tersebut bisa menghasilkan buah.
  4. Beberapa jenis tanaman tertentu jika mengalami penyerbukan sendiri terus-menerus, misalnya tanaman kubis dan jagung dapat mengalami degenerasi, sehingga akhirnya tidak dapat menghasilkan biji sama sekali. Hanya dengan penyerbukan silang saja keturunannya dapat menjadi sehat dan kuat kembali, sehingga kualitas produksi yang diperoleh dapat menjadi lebih baik.

Persyaratan melakukan penyerbukan silang buatan

Petunjuk-petunjuk dalam melaksanakan penyerbukan silang buatan adalah sebagai berikut.

A. Mengamati pembungaan

  1. Pada umumnya berapakah tanaman yang diamati itu mulai berbunga pertama kali?
  2. Apakah tanaman itu berbunga sepanjang tahun terus-menerus, dalam bulan-bulan tertentu saja, atau menurut musim? bila manakah tanaman itu mulai berbunga?
  3. Apakah tanaman biasanya berbunga lebat, sedang atau normal, atau hanya berbunga sedikit?
  4. Pada pukul berapakah (pagi hari, siang, sore, atau malam) kuncup-kuncup bunga itu mulai mekar?
  5. Berapa hari lamanya bunga dalam keadaan segar dan bilamanakah daun-daun tajuknya mulai layu atau gugur?
  6. Bagaimanakah keadaan cuaca (panas terik, dingin, udara lembab, hujan, atau cerah) pada waktu musim berbunga?
  7. Berapa jumlah rata-rata bunga yang gugur setiap hari dalam bulan pertama dalam satu pohon?
  8. Berikan informasi terhadap bunga yang diamati mengenai bentuk, susunan, ukuran, warna, dan ciri-ciri yang lainnya.
  9. Bila mana pada jam berapakah bunga itu menghasilkan nektar (cairan madu) yang terbanyak?
  10. Pada pukul berapakah bunga itu mendapat kunjungan seangga paling banyak?

B. Mengamati benang sari dari pohon induk jantan

  1. Berilah keterangan mengenai jumlah, panjang, dan letak benang sari bunga induk jantan.
  2. Bagaimana keadaan kepala sari pada saat bunga mulai mekar? (warna, bentuk, dan strukturnya).
  3. Mana yang lebih dahulu matang, benang sari atau kepala putik?
  4. Pada pukul berapakah ruang sari mulai pecah dan mengeluarkan serbuk sari?
  5. Apakah serbuk sari yang keluar banyak (tebal) atau sedikit?
  6. Pukul berapakah waktu yang terbaik untuk mengumpulkan serbuk sari?
  7. Berapakah hari lamanya benang sari atau serbuk sari dapat disimpan dalam keadaan masih baik?

C. Mengamati putik dari pohon induk betina

  1. Bagaimana letak kepala putik di dalam kuncup bunga? apakah letaknya di atas kepala sari atau di bawahnya atau menempel pada benang sari?
  2. Pukul berapakah dan bilamana putik dari bunga induk betina mulai masak (mengeluarkan lendir)?
  3. Apakah pada saat bunga mulai mekar kepala putiknya sudah tertaburi serbuk sari (tampak kotor), ataukah masih bersih, putih, dan segar? Periksalah dengan menggunakan kaca pembesar (lup)!
  4. Berapa hari lamanya kepala putik yang telah masak dalam keadaan segar dapat diserbuki terus dengan baik?

D. Mencatat asal-usul dan sifat tanaman

  1. Catatlah asal-usul tanaman dalam buku dengan rincian (No urut, Nama tanaman, Asal, tgl Penerimaan, tgl tanam, dan sifat-sifat).
  2. Catat pula sifat-sifat penting yang dimiliki tanaman, seperti kemurniaan, kesehataan bibit, kecepatan tumbuh, kemampuan berbunga, banyaknya produksi, dan sifat-sifat lainnya! 

E. Menentukan waktu penyerbukan yang terbaik

  1. Lakukanlah uji coba penyerbukan pada waktu tertentu, misalnya setiap satu jam sekali mulai dari pukul 7 pagi sampai pukul 6 sore hari. Lakukan setiap hari terhadap 20 sampai dengan 50 kuntum bunga!
  2. Catatlah hasil uji coba dalam tabel seperti (jam penyerbukan, keadaan cuaca, Jumlah bunga yang diserbuki, tabung serbuk sari yang tampak, jumlah buah terbentuk, hasil buah).


Alat dan bahan yang digunakan untuk penyerbukan

Dalam melakukan penyerbukan silang secara buatan alat dan bahan yang harus dipersiapkan adalah sebagai berikut.
  1. Pisau kecil yang tajam. Alat ini digunakan untuk memotong bagian bunga yang tidak dipakai atau harus dihilangkan, misalnya menghilangkan benang sari dan mahkota bunga. Carilah pisau kecil yang mempunyai pegangan yang panjang, ujungnya meruncing, dan terbuat dari logam tahan karat (stainless steel).
  2. Gunting kecil. Alat ini digunakan untuk memotong kuncup-kuncup bunga yang terdapat pada cabang yang sama dan tidak akan dipakai untuk keperluan penyerbukan silang. Gunting ini seharusnya terbuat dari bahan tahan karat (stainless steel) dan ujungnya runcing.
  3. Pinset melengkung. Alat ini digunakan untuk mencapit atau mengambil bagian-bagian yang halus, misalnya benang sari dan mengoleskan benang sari pada lendir yang ada pada putik. Pilihlah pinset yang ujungnya tajam dan sedikit melengkung.
  4. Jarum yang panjang dan lurus.
  5. Alkohol 75-85%, atau spiritus. Bahan ini digunakan untuk mensterilkan alat-alat yang digunakan dalam penyerbukan.
  6. Gelas atau cangkir untuk tempat benang sari.
  7. Sisir digunakan untuk mengeluarkan serbuk sari dari benang sari. Gunakanlah sisir kecil atau sikat bulu mata atau alis.
  8. Bulu ayam atau kuas kecil. Alat ini digunakan untuk mengambil dan menempelkan serbuk sari di atas kepala putik. Kuas atau bulu ayam ini diusahakan ujungnya dibuat runcing.
  9. Kaca pembesar atau lup. Alat ini digunakan untuk mengamati bagian bunga yang ukurannya cukup kecil, misalnya bagian kepala putik yang harus diamati kebersihannya, juga keadaan serbuk sari dan kepala sari.
  10. Kantung silinder. Alat ini digunakan untuk membungkus bunga sebelum dan sesudah dilakukan penyerbukan. Bahan yang dipakai untuk membuat kantung silinder ini bisa terbuat dari kain kafan, kelambu atau kantung plastik yang telah diberi lubang-lubang kecil untuk peredaran udara (pernapasan).
Kantung silinder yang bisa digunakan seharusnya memenuhi persyaratan sebagai berikut.
  1. Tahan terhadap hujan lebat dan terik matahari.
  2. Tidak mengganggu pernapasan bunga yang dibungkus.
  3. Mudah kering, jika terkena hujan atau embun.
  4. Bahan yang dipakai seharusnya tidak mengundang kehadiran serangga atau hewan ini. Jadi, tidak memiliki aroma atau warna yang menarik terhadap serangga tersebut.
  5. Ukuran kantung dibuat cukup besar, sehingga jika ada hujan yang turun bunganya tidak akan menempel pada kantung.
  6. Kantung berbentuk silinder dan diperkuat dengan kerangka dari kawat atau bambu. Jika bunga yang akan dibungkus berukuran kecil, kantung silinder tidak perlu digunakan. Akan tetapi, cukup menggunakan penutup dari kantung plastik.
  7. Kertas lebel. Bahan ini digunakan untuk memberi tanda pada bunga yang telah dilakukan penyerbukan silang. Sebaiknya setiap penyilangan ditandai dengan kertas lebel yang berwarna-warni. Selain itu, kertas lebel akan lebih baik jika terbuat dari bahan yang tebal dan dicelupkan ke dalam lilin agar tahan terhadap air hujan dan nomornya tidak akan mudah hilang.
  8. Alat tulis. Alat ini digunakan untuk pencatatan semua kegiatan penyerbukan silang yang dilakukan termasuk untuk buku silsilah tanaman induk.

Langkah-langkah penyerbukan silang buatan

Secara garis besar kegiatan penyerbukan silang buatan meliputi langkah-langkah sebagai berikut: mengadakan persiapan, melakukan kastrasi, pengumpulan serbuk sari, dan melakukan penyerbukan. untuk  lebih rinci lagi akan diuraikan langkah-langkah penyerbukan silang secara buatan seperti berikut ini.

A. Persiapan

  1. Siapkanlah alat dan bahan yang akan digunakan untuk melakukan penyerbukan silang buatan seperti yang telah diuraikan pada diatas. Sesuaikanlah jumlah alat dan bahan dengan jumlah bunga atau jenis tanaman yang akan dilakukan penyerbukan silang buatan.
  2. Pilihlah waktu yang tepat, yaitu pada waktu musim berbunga jika akan mengadakan penyerbukan silang.
  3. Pilihlah tempat yang iklimnya sesuai dengan pertumbuhan tanaman, mudah terjangkau, dan tidak terlalu jauh.
  4. Pilihlah tanaman induk yang sehat, unggul, dan jumlahnya cukup banyak untuk dilakukan variasi atau kombinasi persilangan.
  5. Lakukanlah pemeriksaan terhadap kuncup-kuncup bunga secara rutin, agar memudahkan dalam penentuan waktu, kapan bunga tersebut akan dilakukan penyerbukan silang secara buatan.
  6. Untuk mengadakan penyerbukan silang pada pohon-pohon yang tinggi harus dipersiapkan alat bantu seperti tangga atau menara dari bambu yang tinggi dan kuat.

B. Kastrasi

Melakukan kastrasi atau mengebiri adalah tindakan membuang benang sari yang masih muda atau yang belum masak pada sebuah kuncup bunga betina. Kegiatan kastrasi ini dimaksudkan agar bunga tersebut tidak segera melakukan penyerbukan sendiri. Sehingga pada umumnya kastrasi dilakukan satu atau dua hari sebelum kuncup bunga mekar.

Selain itu, juga perlu dilakukan pengamatan terhadap kuncup bunga mengenai panjang kuncup bunga pada saat mulai mekar, berapa lama waktu yang diperlukan kuncup bunga sampai mekar.

Kastrasi dilakukan pada kuncup bunga yang telah dewasa, tetapi benang sari di dalam bunga-bunga tersebut harus masih muda, yang ditandai oleh belum adanya sebuk sari yang keluar dari ruang sarinya.

Adapun cara melakukan kastrasi adalah sebagai berikut.

  1. Bukalah kantung silinder atau tabung yang membungkus kuncup bunga.
  2. Potonglah bagian ujung kuncup bunga dengan silet atau pisau yang tajam atau gunting, sehingga kepala putiknya tampak jelas terlihat dari atas. Hati-hatilah jangan sampai kepala putiknya ikut terpotong.
  3. Bukalah perlahan-lahan daun-daun tajuk atau mahkota bunga satu per satu dengan menggunakan sebuah pinset lengkung, sampai semua benang sari terlihat dari luar.
  4. Buanglah semua benang sari dengan menggunakan pinset secara hati-hati. Jika perlu semua daun tajuk atau mahkotanya juga dapat dibuang.
  5. Periksalah keadaan kepala putik dengan menggunakan kaca pembesar apakah terlihat putih bersih, segar, dan tidak rusak.
  6. Bungkuslah kembali bunga tersebut menggunakan kantung silinder atau tabung pelindung plastik atau kertas, agar tidak terganggu oleh pengaruh dari luar.
  7. Sterilkan terlebih dahulu alat-alat yang akan digunakan untuk melakukan kastrasi, seperti pinset, gunting kecil atau alat lain dengan cara meredamnya ke dalam alkohol 70-90 % atau spiritus selama beberapa menit, kemudian di keringkan dan bersihkan.
  8. Jika kastrasi telah selesai berilah lebel pada tangkai bunga yang dikastrasi yang telah diberi nomor dan kode sesuai dengan jenis tanaman.
  9. Catatlah data kastrasi dalam tabel (Induk betina, nomor silsilah, nama tanaman, tanggal, jam, nomor lebel, hasil kastrasi).
  10. Dalam melakukan kastrasi, kita dapat memperhatikan kastrasi bunga kapas atau bunga tanaman rosela (penghasil serat).
sebagai berikut: bunga kapas atau rosela biasanya akan membuka atau mekar pada pagi hari. Oleh karena itu, kastrasi dilakukan pada sore atau petang hari sebelum bunga mekar.

  • Terlebih dahulu daun-daun kelopak dan daun tajuk (mahkota) bunga dibuang satu per satu hingga bunganya menjadi terbuka.
  • Untuk membuang benang sarinya dapat digunakan sedikit lebih besar daripada diameter benang sari yang mengurung seluruh tangkai putik. Akan tetapi, dapat juga dilakukan dengan cara memotong dengan pisau atau menggunting benang sari. Jika menggunakan sedotan caranya selubungkan ujung sedotan tersebut seluruhnya pada benang sari, kemudian sambil ditekan cukup kuat dari atas ke bawah sampai semua kepala sari rontok.
  • Untuk menyelubungi kepala putik setelah melakukan kastrasi, juga menggunakan plastik sedotan yang ujungnya diberi sumbat kapas atau diikat agar kepala putik tidak terkena kotoran atau tertaburi serbuk sari dari luar.
  • Penyerbukan silang terhadap kepala putik tadi dilakukan pada pagi esok harinya.

C. Mengumpulkan dan menyimpan serbuk sari

  1. Untuk melakukan penyerbukan silang buatan diperlukan serbuk sari dalam jumlah yang banyak dan dalam keadaan segar.
  2. Ambillah serbuk sari yang baik, yaitu yang diperoleh dari kuncup bunga yang telah dewasa dan hampir merekah.
  3. Kumpulkan benang sari dari pohon induk jantan beberapa jam sebelum kuncup-kuncup bunga itu mekar.
  4. Untuk memperpanjang daya tahan bunga, pengambilan sari tersebut dapat menyertakan kuncup bunganya. Selain itu, pengambilan atau pemetikan kuncup bunga dilakukan pada pagi hari.
  5. Simpanlah serbuk sari di dalam tabung gelas yang tertutup rapat pada suhu 2-8 derajat celcius dan pada kelembaban udara antara 10-50%. Biasanya penyimpanan dilakukan dalam eksikator yang didalamnya berisi larutan asam asetat dengan konsentrasi 20-70%.


D. Melakukan penyerbukan silang buatan

langkah penyerbukan buatan

Cara untuk melakukan penyerbukan silang buatan ikuti petunjuk-petunjuk berikut ini.
  1. Pada bunga yang berkelamin dua penyerbukan silang hanya dilakukan pada kuncup bunga yang telah dikastrasi.
  2. Pada tanaman yang hanya menghasilkan bunga-bunga betina yang tidak membentuk benang-benang sari pada satu bunga maka putiknya dapat langsung diserbuki (tanpa kastrasi) pada saat bunganya mulai mekar. Dalam hal ini bunganya harus telah dibungkus dalam kantung terlebih dahulu.
  3. Saat yang tepat untuk melakukan penyerbukan silang adalah sewaktu tanamannya sedang berbunga lebat. Menurut pengalaman yang kita peroleh bahwa penyerbukan yang dilakukan pada saat tanaman baru mulai berbunga atau hampir habis masa berbunganya sering kali mengecewakan.
  4. Pada umumnya suhu udara yang baik untuk melakukan penyerbukan silang tidak lebih tinggi dari 20-25 derajat celcius. Karena kepala putik dapat cepat mengering pada suhu yang lebih tinggi.
  5. Jumlah putik yang diserbuki dari satu cabang tanaman tidak perlu banyak, yaitu tidak lebih dari 5 bunga pada satu cabang yang diserbuki.
  6. Periksalah keadaan kepala putik, apabila telah mengeluarkan lendir berarti sangat baik untuk dilakukan penyerbukan.
  7. Ambillah serbuk sari dengan menggunakan kuas atau bulu ayam, kemudian oleskan beberapa kali pada permukaan kepala putik.
  8. Jika putik sudah diserbuki, bungkuslah segera dengan amplop kertas berwarna cokelat.
  9. Tulislah pada amplop tersebut, nama jenis, induk betina, induk jantan, tanggal kastrasi, dan tanggal penyerbukan.
Salah satu cara melakukan penyerbukan dengan memakai sebuah pinset.
  • Kuncup bunga yang cukup dewasa dan belum mekar disediakan untuk keperluan penyerbukan.
  • Semua daun tajuknya telah dibuang.
  • Semua banang sari telah diambil dan hanya putiknya saja yang ditinggalkan.
  • Penyerbukan silang dilakukan dengan mengoleskan serbuk sari dari benang sari yang telah masak pada kepala putik tersebut dengan menggunakan sebuah pinset.

Sumber : Drs. Engkus Kustama Iskandar

Type and hit Enter to search

Close