Breaking News

Trik menjaga kesehatan kucing

A. Gejala Sakit

cek kesehatan kucing

Setiap orang yang memelihara kucing pasti tidak mengharapkan terjadi sesuatu yang buruk terhadapt kucingnya. Jika membeli kucing dari pembiak, sebaiknya meminta informasi lengkap tentang trik menjaga kesehatan kucing dan pemberian pakan yang biasa dilakukan supaya tidak menimbulkan masalah.

Jika kucing menunjukan gejala-gejala di luar kebiasaannya, lebih baik kita memeriksakannya ke dokter hewan. Berikut ini gejala-gejala yang mungkin diderita kucing.
  • Diare.
  • Sulit buang air kecil atau sembelit.
  • Warna air kencing tidak seperti biasanya.
  • Keluar cairan dari hidung, mata, atau vulva (kelamin bagian luar kucng betina).
  • Suhu badan hangat.
  • Perubahan jumlah komsumsi makan atau minum (lebih banyak atau lebih sedikit dari pada biasanya).
  • Perubahan tingkah laku (menjadi pendiam, nervous, suka menyendiri).
  • Kulit kering.
  • Bulu rontok secara tiba-tiba.
  • Mengeluarkan air liur.
  • Berhenti melakukan grooming sendiri.
  • Berat badan menurun.
  • Kondisi badan memburuk.
  • Susah berjalan.
  • Sering muntah (bukan hairball).


B. Kutu dan cacing

kutu pada kucing

Kucing yang dipelihara di dalam rumah, mungkin saja tertular kutu. Kutu tersebut bisa terbawa dari tempat lain atau dari rumah seseorang yang memelihara kucing. Kutu tidak saja mengganggu kucing, tetapi juga manusia.

Bentuk kutu kecil dan berwarna hitam. Biasanya, kutu mudah terlihat di bagian kulit ekor dan kulit perut kucing. Jika rumah sudah tertular kutu, sulit untuk membebaskannya karena dia dapat berkembang biak dengan cepat.

Banyak jenis obat kutu yang tersedia dipetshop, seperti dalam bentuk semprotan cairan atau sejenis sampo. Namun, sedikit yang aman bagi anak kucing. Karena itu, berhati-hatilah memilih obat yang tepat. Bacailah keterangan yang tertera pada lebel obat tersebut. Jika kucing telah tertular kutu cukup parah, sebaiknya dibawa ke dokter hewan untuk mendapatkan pengobatan khusus.

Cacing merupakan salah satu parasit berbahaya karena dapat merusak pencernaan kucing. Banyak jenis cacing yang dapat menyerang kucing. Namun, yang umum adalah cacing bulat dan cacing pita.

Sebagian besar anak kucing terinfeksi larva cacing bulat sejak dia lahir karena tertular induknya. Pemberian obat cacing untuk pertama kali dapat dilakukan sekurang-kurangnya pada umur satu bulan dan diulang setiap 3-4 bulan. Anak kucing sebaiknya diberi obat cacing sebelum diadopsi dan diulang kembali oleh pemilik barunya.

C. Cara vaksin kucing

dokter hewan

Cara vaksinasi kucing diberikan secara teratur bertahap, beberapa penyakit yang berbahaya seperti panleucopenia, feline calicivirus, dan rhinotrachietis. Selama anak kucing masih menyusui kepada induknya, mereka masih terlindung karena adanya antibodi yang diperoleh dari susu induk. Setelah lepas sapih, mereka perlu diberi vaksinasi. Vaksinasi pertama diberikan pada umur delapan atau sembilan minggu dan diulang pada umur empat bulan.

Jadwal pemberian ceksinasi

  1. Penyakit Panleucopenia, Vaksin pertama 8-10 minggu, Vaksin petama 12-16 minggu, Vaksin pertama 12 bulan.
  2. Penyakit viral, vaksin pertama 8-10 minggu, vaksin pertama 12-16 minggu, vaksin pertama 12 bulan.
  3. Penyakit calcivirus, vaksin pertama 8-10 minggu, vaksin pertama 12-16 minggu, vaksin pertama 12 bulan.
  4. Penyakit chlamydiosis, vaksin pertama 8-10 minggu, vaksin pertama 12-16 minggu, vaksin pertama 12 bulan
  5. Penyakit chlamydiosis, vaksin pertama 12 minggu, vaksin pertama 64 minggu, vaksin pertama 12 atau 36 bulan.

D. Gerak badan

kucing berantam

Kucing terutama yang masih kecil sangat senang melakukan gerak badan setiap hari. Selain tidaur dan makan, kegiatan rutinnya ketiga bagun adalah bermain. Kucing memang menikmati aktivitas ini ketika dia bermain dengan kita. 

Mereka senang melompat dan berlari sambil mengibaskan ekornya. Kelakuannya mulai terlihat aktif sejak umur enam minggu samapai menginjak dewasa. Biakan mereka bermain sampai merasa leleh.

Anak kucing sering bergulat, mencakar, dan menggigit dengan sesama saudaranya. Bahkan, induknya pun sering diganggu dengan menggigit ekor atau telinganya. Jika anak kucing hanya sendiri, dia akan menganggap kita sebagai teman bermainnya.


Sumber : Asyari dtt



Type and hit Enter to search

Close