Breaking News

Cara menanam salak

Salak merupakan tanaman asli Indonesia. Buah salak selain dapat dimakan langsung juga dapat dijadikan makanan yang diawetkan atau dibuat manisan. Budi daya salak ini mempunyai peluang besar untuk berkembang di Indonesia. Hal yang perlu di perhatikan cara menanam salak dan alasan kenapa harus buah salak.

  • Permintaan buah salak yang terus meningkat.
  • Buah salak dapat dimakan langsung atau dijadikan makanan olahan atau manisan sehingga akan mudah memasarkannya.
  • Pemasaran hasil atau penjualan buah salak cukup mudah dan hara cukup stabil.
Mengingat hal tersebut maka peluang untuk mengembangkan budi daya ini masih terbuka lebar, asalkan mengetahui cara bertanam salak dan menerapkan saptausaha pertanian, yaitu :
  • Penggunaan bibit unggul.
  • Penggarapan tanah yang baik.
  • Pemupukan yang tepat.
  • Pengairan.
  • Pencegahan dan pemberantasan hama dan penyakit.
  • Pascapanan.
  • Pemasaran hasil.

Manfaat



Tanaman salak termasuk tanaman berumah dua. Ciri-cirinya adalah tumbuhnya merumpun, batangnya pendek, seluruh batang tertutup oleh pelepah, dan seluruh permukaan tertutup oleh duri yang sangat tajam. Buahnya terdapat pada ketiak pelepah daun dan terdiri atas tanda-tanda buah. Warna buah cokelat kehitam-hitaman. Rasanya manis-manis sepat atau masir.

Bertanam salak di samping dapat menambah penghasilan para petani yang menanam salak secara kecil-kecilan juga memberikan keuntungan yang lebih besar apabila dibudidayakan secara baik dan benar. Di samping itu, tanaman salak juga dapat ditanam pada tanah-tanah yang miring, yang berfungsi sebagai penguat tanah atau penahan erosi sehingga kelestarian alam atau lingkungan dapat dipertahankan.

Keuntunan lain tanaman salak ini karena dapat berumur tahunan sehingga sekali bertanam salak dapat menikmati hasil bertahun-tahun. Tentunya saja tanaman yang sudah tua atau sudah tidak menghasilkan lagi perlu diperbaharui atau diremajakan.


Syarat tumbuh pohon salak

1.Iklim

Tanaman salak dapat ditanam mulai dari dataran rendah sampai pada ketinggian 800 meter di atas permukaan air laut. Pada tanah dataran rendah, sinar matahari bersinar secara langsung mengenai tanaman, diperlukan tanaman pelindung agar tanaman tidak layu, terutama pada musim kemarau.

Sedangkan pada dataran tinggi atau pegunungan, tidak diperlukan tanaman pelindung karena sinar matahari tidak bersinar penuh dan juga udara pegunungan yang sejuk sangat membantu tanaman terhindar dari kekeringan.

Curah hujan yang baik pada tanaman salak adalah 200 - 400 milimeter setiap bulannya. Pada awal-awal pertumbuhan, tanaman salak menghendaki iklim yang basah. Akan tetapi, tanaman salak juga akan berkembang dengan baik pada iklim kering asalkan air untuk pengairan tersedia dengan cukup.

2. Tanah

Seperti juga tanaman yang lain, tanaman salak menghendaki tanah yang subur, gembur, dan mempunyai pori-pori air yang baik. Pada dasarnya tanaman salak dapat tumbuh pada semua jenis tanah, baik itu tanah liat, tanah berpasir, dan jenis lain.

Tanah yang mempunyai pengudaraan artinya penambahan udara ke dalam air dengan memancarkan air tau melewatkan gelembung-gelembung udara ke dalam air yang baik adalah tanah yang dapat menahan air sekaligus melepaskan air dengan baik.

Hal ini dapat terlihat atau diketahui dari keadaan berikut.
  • Tidak terdapat genangan air pada waktu musim penghujan.
  • Tanah tidak cepat retak-retak apabila air hujan sudah lama tidak turun.
Tanaman salak sangat toleran terhadap keasaman dalam tanah. Hal ini dibuktikan dengan tanaman salak yang dapat hidup pada tanah yang ber pH 4,5 sampai 7,5 sebenarnya pH tanah yang dikehendaki oleh tanaman salak adalah 6-7.


Pembudidayaan

1. Jenis-jenis salak

Salak merupakan tanaman asli Indonesia yang termasuk dalam golongan keluarga pala serumpun dengan tanaman kelapa sawit, aren, palem, dan pakis. Salak merupakan tanaman berumah dua, yaitu buah jantan dan betina terdapat pada rumpun tanaman yang berbeda.

Namun, ada tanaman salak yang berumah satu, bunga jantan dan bunga betina berada dalam satu tanaman. Bunga jantan dan bunga betina pada tanaman salak dapat terlihat dari ciri-ciri sebagai berikut :
  • Bunga jantan berbentuk panjang dengan cabang mempunyai jari-jari yang sama, mempunyai mahkota, dan mempunyai mata tunas bunga kecil-kecil yang rapat.
  • Bunga betina berbentuk agak bulat, tidak begitu kelihatan bercabang, mempunyai mata tunas dan tankai yang lebar, serta putik dan bakal biji tersusun rapi di dalam kuntum bunga.
Jenis salak yang biasa ditanam di Indonesia, antara lain sebagai berikut.

a. Salak pondoh

Salak pondoh yang terdiri atas tiga macam, yaitu
  1. Salak pondoh yang memiliki kulit buah berwarna agak kemerahan.
  2. Salak pondoh yang memiliki buah agak kehitaman.
  3. Salak pondoh yang memiliki warna kulit agak kekuningan.
Dari ketiga jenis salak ini yang mempunyai rasa paling manis dan paling tebal adalah jenis yang mempunyai warna agak kehitaman. salak pondoh ini buahnya kecil-kecil, tetapi rasa buahnya paling manis.

b. Salak kelapa

Jenis salak ini berwarna kekuning-kuningan, daging buah berwarna putih, buahnya besar-besar, dan rasanya kurng manis.

c. Salak putih

Salak ini rasanya tidak terlalu manis dan buah yang masih muda berwarna hijau.

d. Salak nangka

Salak jenis ini kulit buah berwarna kehitam-hitaman, aromanya seperti aroma nangka, dan saranya manis.

e. Salak madu

Jenis buah salak ini besarnya sedang, buahnya berwarna merah kecokelat-cokelatan dan rasa daging buahnya manis.

f. Salak Gading

Jenis buah salak ini buahnya kecil-kecil, berwarna gading, daging buahnya berwarna putih kenuning-kuningan dan rasa daging buahnya manis.

g. Salak lilipan

Salak ini disebut juga salak malam. Jenis salak ini tahan terhadap pembusukan dan rasa buahnya manis.

2. Pemilihan bibit

Pemilihan bibit sangat menentukan dalam usaha budi daya suatu tanaman. Apabila kita menggunakan bibit yang baik, hasil yang diperoleh pun akan baik. Bibit yang baik mempunyai ciri-ciri, antara lain.
  • produksi buahnya banyak.
  • dapat berbuah sepanjang tahun.
  • tahan terhadap hama dan penyakit.
  • tahan terhadap pemupukan.
  • tanaman cepat berbuah.
Bibit salak dapat diperoleh dari biji dan dari anaknya.

a. Perbanyakan dengan biji

Bibit salak yang diambil dari biji arus diambil dari pohon induk yang telah tua, bentuknya bagus, rasa buahnya enak manis, dan produksi tanamannya tinggi. Biji yang diambil berasal dari buah yang mempunyai dua atau tiga biji karena kemungkinan bibit yang dihasilkan adalah tanaman betina, sedangkan buah yang hanya memiliki satu biji kemungkinan pohonnya jantan.

Biji yang sudah terkumpul segera dilakukan perendaman dengan air selama 3-6 hari sambil melakukan seleksi benih. Benih yang baik akan tenggelam sedangkan benih yang jelek akan terapung.

Setelah benih menunjukan tanda-tanda perkecambahan, segera disemai pada lahan yang sudah disiapkan. Setelah berumur dua sampai tiga bulan, dipindahkan ke dalam polybag (kantong plastik).

Biasanya salak yang dihasilkan dari perbanyakan generatif ini akan menyimpang dari induknya dan sulit untuk membedakan perbedaan antara jantan dan betina. Namun, benih dari biji ini mempunyai kelebihan antara lain sebagai berikut.
  1. Biji lebih mudah didapat.
  2. Jumlah biji lebih banyak.
  3. Tanaman akan hidup lebih lama.
  4. Perakaran tanaman dari biji lebih kuat sehingga tahan terhadap kekeringan dan angin kencang (rebah),

b. Perbanyakan dengan anakan

Selain perbanyakan dengan biji, bibit salak juga bisa diperbanyak melalui anakan. Anakan yang diambil adalah tunas-tunas yang keluar dari batang utama. Pebanyakan cara ini lebih menguntungkan karena bibit yang diperoleh akan sama dengan sifat-sifat induknya dan juga mudah ditentukan pohon jantan dan pohon betinanya.

Namun, perbanyakan bibit melalui tunas ini sangat terbatas karena tanaman salak yang unggul dalam satu tahun hanya menghasilkan buah sebanyak 6-12 tunas. Hal inilah yang merupakan salah satu tambahan untuk menyediakan bibit yang berasal dari anakan.

Keuntungan yang dapat dari pebanyakan sistem anakan ini adalah :
  1. Bibit yang dihasilkan akan sama dengan sifat-sifat induknya.
  2. Tanaman akan cepat berbuah 2-3 tahun.
  3. Tidak menimbulkan keragu-raguan dalam menanam bibit karena sudah dapat diketahui bibit jantan dan bibit betina.
  4. Harga jual bibit ini jauh lebih mahal sehingga sangat menguntungkan.
Perbanyakan ini dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut.

1. Memisahkan anakan secara langsung

Pemisahan akanan secara langsung adalah memisahkan anakan atau tunas dari batang induk secara langsung dari induknya.

Caranya adalah sebagai berikut :
  • Sebelum pekerjaan ini dilakukan, di sekitar rumpun tanaman perlu dibersihkan untuk memudahkan kita dalam bekerja.
  • Menyeleksi tanaman yang bagus dan baik pertumbuhan maupun hasilnya serta rasa buah yang manis. Yang tidak kalah penting adalah bahwa pada tanaman tersebut terdapat tunas anakannya.
  • Anakan atau tunas tersebut kita timbun dengan tanah yang subur dan gembur dapat dicampur kompos agar akar keluar dari anakan tersebut. Dengan demikian, anakan dapat mencari makanan sendiri.
  • Setelah itu, barulah kita potong atau kita pisahkan dari batang induknya. Akan tetapi, masih dibiarkan karena menunggu akar anakan keluar labih banyak lagi.
  • Setelah satu bulan, barulah digali atau dibongkar anakan tersebut dengan cara diputar, yaitu menggali sekitar tanaman secara melingkar, kemudian mengangkatnya.
  • Setelah selesai pembongkaran tanaman dapat langsung ditanam atau dimasukkan ke dalam kantong plastik yang besar, kemudian ditimbun dengan tanah dan disimpan di tempat yang teduh. Karena tanaman masih sangat lemah dan apabila langsung ditanam perlu diperhatikan agar tanaman tidak terkena sinar matahari langsung karena akan kekeringan dan tanaman jangan sampai roboh. Untuk itu tanaman perlu diberi naungan, disiram setiap hari, dan disangga dengan bambu.

2. Perbanyakan dengan mencangkok

Untuk membuat anakan sistem cangkok, diperlukan bumbung bambu dengan diameter 7-10 cm dan panjangnya 12-14 cm. Pada bagian bawah bumbung diberi lubang kecil-kecil untuk membuang kelebihan air, kemudian bumbung diisi dengan media cangkok yang terdiri atas campuran tanah dan pupuk kompos dengan perbandingan satu bagian tanah dan satu bagian kompos (1:1).

Tunas yang akan dicangkok dibersihkan dari pelepah-pelepah kering agar tidak mengganggu pertumbuhan akar tanaman. Anakan yang di cangkok adalah anakan yang sudah berumur empat bulan atau sudah terdapat batang.

Bumbung yang sudah terisi media cangkok dikaitkan pada pangkal tunas. Apabila anakan terlalu dekat dengan tanah, perlu digali agar bumbung dapat diletakkan di bawah anakan. Bumbung sebaiknya diikatkan pada induknya agar tidak terlepas.

Hasil cangkok dapat diambil setelah akar anakan tumbuh banyak dan kira-kira setelah tujuh bulan dari pencangkokan dengan menggunakan pahat atau parang yang tejam. Bibit hasil cangkokan ini dapat langsung ditanam.

Untuk menghindari banyaknya tanaman yang mati, sebaiknya ditanam dahulu di polybag kemudian diletakkan di tempat yang teduh. Pada tahap ini bibit hasil cangkokan perlu diperhatikan dengan serius, terutama pengairannya agar tanaman tidak kekurangan air dan mati. Setelah bibit benar-benar tumbuh dengan baik, dapat segera ditanam atau dipasarkan.


3. Pengolahan tanah

Agar tanaman salak yang kita tanam dapat berumur panjang dan hasil buahnya baik, diperlukan perencanaan yang matang. Perencanaan yang matang dan baik dapat mempermudah proses pemeliharaan tanaman salak. Sebaiknya, apabila perencanaan kurang baik, proses pemeliharaan tanaman akan terganggu.

a. Pembuatan saluran di sekitar tanaman

Saluran ini berfungsi ganda, yaitu sebagai pengairan pada waktu musim kemarau dan sebagai saluran air pada waktu musim penghujan. Pada waktu musim kemarau, tanaman salak memerlukan air. Hal ini disebabkan tanaman salak kurang tahan terhadap kekurangan air.

Pengairan pada tanaman salak cukup dialirkan pada saluran-saluran yang telah tersedia. akan tetapi, tanaman salak juga tidak menghendaki kelebihan air. Hal ini sering terjadi pada musim penghujan. Dengan demikian, air yang mengenang dapat dialirkan melalui saluran tersebut.

b. Jarak tanaman

Pengaturan jarak tanaman bergantung pada tujuan dan keadaan tanah. Jarak tanam yang digunakan pada penanaman sistem monokultur akan berbeda dengan sistem polikultur. Monokultur artinya dalam satu areal tanah hanya dibudidayakan satu jenis tanaman, sedangkan polikultur adalah dalam satu areal tanah terdapat lebih dari satu jenis tanaman.

Pada sistem penanaman monokultur jarak tanam yang digunakan adalah 2 x 2 meter atau 2 x 3 meter atau 2,5 x 2,5 meter dengan jumlah tanaman kira-kira 1.800 rumpun sampai 2.000 rumpun tuntuk setiap hektare.

Pada tanaman polikultur, jarak tanaman lebih luas, bergantung pada jenis tanaman lain yang akan di tanam. Di samping itu, tanaman salak juga dapat digunakan sebagai tanaman penahan erosi pada tanah-tanah kritis dengan jarak tanaman 1,5 x 1,5 meter atau 1 x 1,5 meter. Pada tanah-tanah yang subur , jarak tanam yang digunakan lebih lebar dibandingkan tanah-tanah yang kurang subur.

c. Pembuatan lubang tanam

Setelah jarak tanam ditentukan, mulai dilakukan pembuatan lubang tanam. Ukuran lubang tanam yang digunakan adalah lebar 50 x panjang 50 x dalam 50 cm atau 75 x 75 x 75 cm. Pada waktu penggalian tanah bagian atas dipisahkan dengan tanah bagian bawah. 

Setelah penggalian tanah, lubang tanam dibiarkan dahulu selama 3 minggu agar terkena sinar matahari. Tanah bagian atas dicampur dengan pupuk kandang atau pupuk kompos sebanyak kira-kira 15 kg dan dimasukkan kembali pada lubang tanam sampai menggunduk. Baiarkan gundukan selama kira-kira satu minggu, baru dilakukan penanaman.


4. Penanaman

Apabila lubang tanam telah siap dan bibit salak sudah tersedia, penanaman dapat segera dilakukan. Waktu penanaman yang baik adalah pada awal musim penghujan karena suhu udara sudah agak sejuk. Yang lebih penting adalah dengan adanya air hujan tanah menjadi lembab sehingga pertumbuhan tanaman salak akan berlangsung dengan baik.

Pada penanaman salak dengan bibit hasil perbanyakan dengan biji, penanaman pada setiap lubangnya adalah dua atau tiga rumpun karena bibit dari biji ini sulit dibedakan antara bibit yang jantan dengan bibit yang betina. Dengan penanaman seperti ini, diharapkan setiap lubang akan terdapat paling sedikti satu atau dua tanaman betina.

Perbandingan jumlah rumpun salak betina dengan salak jantan adalah sepuluh berbanding satu (10:1). Bibit yang sudah siap tanam dikeluarkan dari kantong plastik atau polybag kemudian dimasukkan ke dalam lubang tanam dan ditutup kembali dengan tanah.

Untuk menjaga agar tanaman yang masih kecil tidak roboh oleh angin, diberi ajir untuk menopangnya. Tanaman yang baru ditanam perlu dipangkas daunnya. Hal ini karena tanaman yang baru ditanam belum tahan terhadap penguapan yang berlebihan sehingga dikhawatirkan tanaman akan mati.

Pemotongan dilakukan pada daun tanaman sebanyak kira-kira 70% dari keseluruhan daun agar akar tanaman yang belum mampu mencari makan dapat seimbang dengan jumlah daunnya.

Menanam salak menggunakan bibit cangkokan lebih mudah pengaturannya. Setiap lubang tanam cukup diberi satu tanaman karena bibit hasil perbanyakan cangkokan ini sudah dapat diketahui bibit jantan maupun bibit betinanya.

Penanaman salak sebaiknya tidak di campur antara bibit yang berlainan jenis karena akan terjadi perkawinan silang. Hal ini yang perlu diperhatikan pada waktu penanaman adalah jangan sampai akar tanaman rusak sehingga pertumbuhan tanaman dapat terganggu atau mati.


5. Pemeliharaan tanaman

Pemeliharaan tanaman adalah hal yang sangat penting untuk keberhasilan suatu proses penanaman. Apabila perawatan tanaman kurang diperhatikan, hasil yang diperoleh pun tidak akan sesuai dengan yang kita harapkan.

Tanaman salak yang dipelihara dengan baik, akan memberikan hasil yang baik pula, seperti hasil yang banyak, umur tanaman yang lebih lama, dan tanaman akan berbuah terus-menerus.

Usaha pemeliharaan tanaman, meliputi penyulaman, pemupukan, penggemburan, penyiangan, penyiraman, pemangkasan, penyerbukan, pengedalian hama penyakit, peremajaan, pemanenan, dan pemasaran.

a. Penyulaman

Penyulaman tanaman dilakukan apabila terdapat tanaman yang mati, atau terhambat pertumbuhannya atau tanaman tersebut tidak sesuai dengan yang dikehendaki. Misalnya, perbandingan salak jantan dan salak betina tidak seimbang.

Hal ini bisa terjadi karena pada waktu penanaman menggunakan bibit yang berasal dari biji. Tanaman baru diketahui jantan dan betinanya setelah tanaman berbunga. Untuk mengatasi hal tersebut, tanaman perlu diganti atau dilakukan penyulaman.

Bibit yang digunakan untuk penyulaman hendaknya dipilih yang sehat, umurnya sama, dan hasil buahnya banyak. Penyulaman sebaiknya dilakukan pada awal musim penghujan sehingga tanaman salak akan cepat tumbuh dan mengurangi tenaga kerja penyiraman.

Pengambilan bibit untuk penyulaman dilakukan dengan cara putar agar tanaman tidak terganggu perakarannya. Bibit ini dapat kita ambil dengan membongkar lubang tanaman setiap lubang tanam kita masukkan 2-3 bibit tanaman atau dari tunas-tunas anakan pada tanaman yang sudah tua.

Pengambilan dengan cara putar adalah membongkar bibit dengan mengikutsertakan tanahnya, kemudian dibungkus dengan kantong plastik atau karung dan ditanam. Sebelum bibit tersebut ditanam, kantong plastik atau karung perlu dibersihkan agar pertumbuhan akar tidak terganggu dan juga untuk menghindari hama rayap.

Untuk memindahkan tanaman yang sudah dewasa cukup sulit karena tanaman dewasa durinya lebih banyak, akarnya lebih banyak, dan tanaman lebih besar sehingga dalam penggalian lebih sulit.

Untuk itu, diperlukan tahapan-tahapan dalam pembongkaran tanaman salak dewasa. Tahapan-tahapan tersebut adalah sebagai berikut.
  • Tanaman salak kita ikat pelepahnya agar mempermudah dalam pengerjaannya.
  • Tanaman ditopang dengan empat bambu agar pada waktu penggalian tenaman tidak roboh.
  • Tanaman salak dibongkar dengan jarak dari pangkal batang 15-20 cm
  • Pada waktu pembongkaran dilakukan pemotongan akar tanaman tiga perempatnya dan disisakan seperempatnya dekat pangkal tanaman agar tanaman tidak mati.
  • Lubang galian diisi dengan tanah yang sudah dicampur dengan pupuk organik (kompos) dengan perbandingan 1:1.
  • Setelah 3 bulan, akan tumbuh akar-akar yang baru pada tanaman yang telah ditimbun dengan tanah tadi.
  • Setelah akar tanaman banyak, tanaman dapat segera dibongkar dan dipindahkan ke tempat penanaman. Pada waktu pembongkaran, dilakukan pemotongan sisa akar yang dulu tidak dipotong.
  • Pembongkaran dilakukan dengan hati-hati agar akar tanaman tidak rusak, begitu juga waktu diangkat ke tempat penanaman yang baru.
  • Setelah sampai pada tempat penanaman tanaman segera ditanam, terlebih dahulu kantong atau karung pembungkusnya dibersihkan.
  • Agar tanaman yang baru kita tidak rusak, perlu diberi ajir sebagai penyangga tanaman.

b. Pemupukan

Zat makanan sangat diperlukan oleh tanaman dalam pertumbuhannya, mulai dari perkecambahan dampai dengan tanaman menghasilkan. Zat makanan yang tersedia dalam tanah diambil oleh akar kemudian disalurkan ke seluruh bagian tanaman.

Persediaan zat makanan di dalam tanah sangat terbatas, lama-kelamaan akan habis sehingga diperlukan zat makanan tambahan dengan cara memberi pupuk. Pemberian pupuk bertujuan menjaga agar tanaman tidak kerdil atau mati disebabkan zat makanan dalam tanah habis. Selain itu, juga untuk meningkatkan hasilnya.

Penggunaan pupuk pada tanaman salak dapat menggunakan pupuk kandang atau kompos atau dapat juga memberikan pupuk buatan, misalnya NPK. Pemberian pupuk kandang bertujuan agar kesuburan tanah tetap terjaga serta struktur tanah menjadi remah.

Pemberian pupuk kandang dapat diberikan 15 kg untuk setiap rumpun tanaman satu kali dalam setahun. Pemberian pupuk kandang ini dapat dilakukan dengan cara membuat lubang di sekitar tanaman sedalam 5 cm sampai 10 cm, kemudian pupuk kandang dimasukkan ke dalam lubang kemudian ditutup kembali dengan tanah.

Pemupukan dengan pupuk organik dapat menggunakan NPK atau campuran antara Urea, TSP, dan KCI. Pemupukan ini dilakukan pada waktu penanaman sebagai pupuk dasar, yaitu 2 gram urea, 2 gram TSP, dan 2 gram KCI. Salak yang berumur 6 bulan diberikan pupuk sebanyak 5 gram, campuran antara TSP, Urea, dan KCI pada setiap rumpun tanaman.

Setelah salak berumur satu tahun, diberi pupuk campuran yang sama, dengan dosis 10 gram setiap lubang tanam. Pada tanaman salak yang berumur 2 tahun, diberikan 20 gram setiap rumpunyya. Semakin besar usia tanaman, semakin banyak diberi pupuk dengan kenaikan setiap tahunnya 10 gram.

Pemupukan yang baik dilakukan pada awal musim penghujan sehingga pupuk dapat diserap oleh tanaman. Pemberian pupuk dapat dengan cara membuat lubang di sekitar tanaman. Setelah pupuk dimasukkan, lubang kita tutup kembali.

Pada awal berbunga, sebaiknya tanaman dipupuk dengan pupuk buatan cair, seperti gandasil B, forest, dan PPC, dengan cara menyemprotkan pupuk tersebut ke tanaman. Pemupukan dengan pupuk cair ini dengan dosis 20 ml yang dilarutkan ke dalam 10 liter air.

c. Penggemburan dan penyiangan

Penggemburan adalah usaha untuk memperhatikan agar tanah tetap gembur, penambahan oksigen ke dalam tanah baik sehingga pertumbuhan akar tanaman salak dapat leluasa dan tidak terganggu serta untuk merangsang pertumbuhan tunas-tunas baru yang dapat dijadikan bibit.

Penggemburan ini harus dilakukan dengan hati-hati agar akar tanaman tidak terganggu di samping itu, rumput-rumput di sekitar tanaman juga dibersihkan. Penggemburan dan penyiangan ini di lakukan bersamaan dengan pemupukan yang pertana, yaitu saat tanaman berumur enam bulan.

Penggemburan dan penyiangan berikutnya dapat dilakukan setiap empat bulan sekali atau bergantung pada keadaan gulma atau rumput pengganggu. Untuk memperkukuh berdirinya tanaman, pada waktu penggemburan tanah hasil cangkulan ditimbunkan pada pangkal batang tanaman. Hal ini selain bertujuan memperkukuh tanaman juga merangsang pertumbuhan akar dan tunas-tunas baru sebagai anakan.

Penimbunan tanaman tidak boleh terlalu tinggi karena akan merangsang pertumbuhan akar baru lebih tinggi lagi sehingga akar tanaman tidak dapat mengambil zat makanan tanaman yang belih luas. Pada waktu pembumbunan tanah tidak boleh dipadatkan karena akan menghambat pertumbuhan akar dan tunas-tunas anakan.

d. Pengairan

Air merupakan salah satu kebutuhan pokok untuk pertumbuhan tanaman salak. Kebutuhan air yang cukup akan membuat tanaman tumbuh dan berproduksi dengan baik. Tanaman salak merupakan tanaman yang rakus terhadap air. Untuk itu, keterseidaan air sangat dibutuhkan, terutama pada musim kemarau atau musim kering.

Pengaturan pemberian air pada tanaman salak ditentukan oleh beberapa faktor, antara lain sebagai berikut.

1. Jenis tanah
Kebutuhan air pada tanah-tanah berasir, tidak sama dengan kebutuhan air pada tanah liat. Tanah berpasir kebutuhan airnya lebih banyak karena tanah berpasir cepat basak dan juga cepat kering.

2. Iklim
Pada musim kemarau, kebutuhan air pengairan akan meningkat, sedangkan pada musim penhujan, kebutuhan airnya sudah tercukupi sehingga tidak perlu dilakukan penyiraman.

3. Kesuburan tanah
Tanah-tanah yang subur biasanya mengandung banyak bahan organik atau humus yang dapat mengikat air sehingga pengairannya lebih sedikit dibanding dengan tanah-tanah yang kurus atau tandus.

4. Keadaan tanah
Tanaman salak yang ditanam pada daerah dataran rendah kebutuhan airnya lebih banyak dibanding tanah daerah pegunungan. Ini disebabkan pada tanah dataran rendah sinar matahari diterima secara langsung dan penuh.

5. Luas lahan dan tingkat pertumbuhan
Pada lahan tanam yang sedikit dibutuhkan air yang sedikit pula, sedangkan pada lahan tanam yang lebih luas, kebtuhan air untuk pengairan akan lebih banyak. Demikian juga tingkat pertumbuhan salak, yaitu pada tanaman salak yang masih kecil memerlukan air lebih sedikit dibanding tanaman salak yang sudah besar.




Dengan demikian, dapat kita simpulkan bahwa kebutuhan air pada tanaman salak haruslah cukup. Artinya tanaman salak menghindari air yang cukup tidak terlalu banyak tanah di sekitar tanaman menggenang dan tidak juga kekurangan.

Pemberian air pada tanaman salak dapat diberikan melalui saluran air yang tersedia. Apabila saluran sudah penuh, didiamkan selama dua sampai tiga jam agar air meresap ke dalam tanah. Selain itu, air dibuang untuk menghindari kelebihan air. pemberian air ini dapat dilakukan secara bertahap sesuai dengan keadaan tanah dan iklim setempat.

 e. Pemangkasan

Pemangkasan pada tanaman salak bertujuan mengatur banyaknya pelepah daun dan tunas-tunas anakan yang tumbuh agar tanaman tidak terlalu rimbun sehingga tidak menghalangi sinar matahari dan mengganggu pemeliharaan.

Dengan pemangkasan yang baik, tanaman akan tumbuh dengan baik dan tanah tidak terlalu lembap sehingga akan menghasilkan buah salak yang memuaskan. Pemangkasan dilakukan pada tunas-tunas anakan yang terlalu banyak dan pelepah daun yang tua, terutama sekali pada tanaman akan mulai berbunga sehingga tanaman dapat menerima sinar matahari langsung.

Pemangkasan pada tunas-tunas anakan pada setiap rumpunya disisakan 3-4 tunas anakan, terutama pada tanaman yang sudah mulai berbuah sehingga zat makanan dapat digunakan untuk proses pembuahan.

Pemangkasan dapat dilakukan setiap dua bulan sekali terutama pada saat tanaman akan berbuah. Akan tetapi, pemangkasan juga dilakukan setelah panen. Apabila tanaman dalam setahun pemanenan dilakukan dua kali, pemangkasan juga dilakukan dua kali. Yang dipangkas adalah tandan-tandan sisa panen atau tandan-tandan bunga kering.

f. Penyerbukan

Pada dasarnya tanaman salak dapat melakukan pembuahan sendiri tanpa campur tangan manusia. Pembuahan tanaman salak dapat dilakukan oleh angin atau serangga, asalkan pada satu tanaman terdapat bunga jantan dan bunga betina. Akan tetapi, untuk mendapatkan hasil yang bagus dan banyak tanaman salak memerlukan bantuan manusia untuk penyerbukannya.

Tanaman salak biasanya akan berbunga pada umur 3 sampai 4 tahun jika bibit yang ditanam dari biji dan berumur 2 sampai 3 tahun pada penanaman dari tunas-tunas anakan. Untuk mengetahui kapan bunga salak siap untuk diserbukan, pengontrolan tanaman sangat diperlukan. Tanda-tanda tanaman salak yang sudah siap untuk diserbukan adalah jika seludang bunga betina sudah pedah, berwarna merah, dan berbau wangi. 

Caranya adalah bunga jantan diolesi-oleskan pada bunga betina agar batang sari bunga jantan menempel pada putik sari tanaman betina. Satu tangkai bunga jantan dapat digunakan untuk menyerbuki beberapa bunga betina. Setelah itu, tangkai bunga jantan diletakkan di atas bunga betina sebagai tanda tanaman sudah diserbuki.

Bunga betina mekar selama tiga hari. Karena itu, penyerbukan sebaiknya dilakukan pada hari kedua setelah bunga betina mekar. Perbukan sebaiknya dilakukan pada pagi hari dan sore hari pada saat cuaca cerah.

Apabila turun hujan, hasil penyerbukan ditutup dengan daun agar tidak terkena siraman air hujan karena kalau tersiram air hujan, penyerbukan tidak dapat berlangsung dengan sempurna.

Setelah selasai penyerbukan, kira-kira satu sampai dua bulan, sudah mulai terlihat bakal buah salak yang masih kecil-kecil. Untuk menjaga agar buah salak cepat tumbuh, diperlukan pengurangan buah yang tidak normal atau yang disebut penjarangan buah.

 Untuk menjaga agar tanaman salak tidak jatuh, tangkai buah diikat pada pelepah dengan tali rafia atau tali yang lain. Untuk menjaga buah kelihatan mengilap, bungkus dengan kertas sampai menjelang umur tujuh bulan setelah buah salak dikawinkan atau siap dipanen.

g. Pengendalian hama dan penyakit

Tanaman salak merupakan tanaman yang tahan terhadap serangan hama dan penyakit, tetapi bukan berarti tidak ada serangan. Untuk itu, diperlukan kehati-hatian dan selalu dilakukan pengawasan dan pencegahan agar tanaman terhindar dari serangan hama dan penyakit.

Beberapa pencegahan yang dilakukan agar tanaman terhindar dari serangan hama dan penyakit adalah sebagai berikut.
  1. Kebersihan kebun harus selalu terjaga, baik dari rumput pengganggu maupun dari sampah.
  2. Pemberian pupuk yang sesuai kebutuhan agar tanaman dapat tumbuh dengan sehat.
  3. Area pertanaman salak jangan terlalu lembap, baik yang disebabkan oleh tanaman yang jarang dilakukan pemangkasan maupun dari saluran air yang menggenang.
  4. Tanah harus selalu dijaga agar tetap subur dan gembur sehingga pertukaran udara dalam tanah dapat berlangsung dengan baik.
  5. Apabila terdapat gejala serangan hama dan penyakit segera dilakukan penyemprotan.
Jenis hama yang sering menyerang tanaman adalah sebagai berikut.

1. Hama perusak akar tanaman

Hama ini sisebabkan oleh cacing-cacing tanah yang menyerang akar tanaman. Akibat dari serangan ini tanaman menjadi kerdil dan daunnya menjadi kuning. Pada tingkat serangan yang ganas, tanaman salak dapat mati. Penanggulangan atau pengobatan penyakit ini adalah dengan furadan 3G, Currater 3G, dan Khriphos 25 Ec.

2. Hama perusak batang

Hama ini disebabkan oleh kumbang yang menyerang tanaman muda. pada awalnya hama ini menyerang daun, kemudian menjalar ke bagian pelepah dan akhirnya masuk ke dalam tunas batang. Hama ini menyerang akar tanaman. Akibatnya dari serangan ini adalah tanaman dapat menjadi kerdil dan daunnya menjadi kuning. Pada tingkat serangan yang ganas, tanaman salak dapat mati.

Penganggulangan atau pengobatan penyakit ini adalah kumbang-kumbang perusak di binasakan dan untuk pengobatan dilakukan penyemprotan insektisida Thiodan, decis, dan supercide atau dapat juga obat tersebut, dimasukkan ke dalam batang tanaman salak yang terkena serangan.

3. Binatang perusak buah

Yang termasuk golongan hama perusak buah adalah tupai dan tikus. Tanda-tanda serangan adalah adanya bekas gigitan pada buah atau pada tangkai buah. Pemberantasan atau pengendalian hama ini adalah dengan memberi racun, seperti Phosphid dan klerat atau dapat juga dengan meburunya.

4. Penyakit cendawan

Penyakit cendawan ini menyerang tanaman pada bagian pangkal batang dan pada buah. Serangan penyakit ini akan berkembang biak dengan cepat apabila turun hujan terus-menerus sehingga kebun tanaman menjadi lembap. Pengendalian atau pemberantasan penyakit ini dapat dengan penyemprotan fungisida, yaitu Dithane, Antracol, dan Velimex.

h. Peremajaan

Tanaman salak yang sudah tua dan sudah tidak mampu lagi menghasilkan dengan baik, perlu diremajakan. Peremajaan tanaman salak tidak sama dengan peremajaan tanaman jenis lain. Pada tanaman jenis lain, pohon yang sudah tua diganti dengan pohon yang masih muda.

Sedangkan pada salak cukup dengan merobohkan dan menimbun pangkal batang agar tunas-tunas akan tumbuh atau keluar lagi. Tunas-tunas anakan inilah yang dipelihara untuk kemudian dijadikan sebagai pengganti tanaman yang sudah tua.

i. Pemanenan

Penanganan pascapanen merupakan hal yang penting untuk menentukan keberhasilan suatu usaha pertanian. Pada tanaman salak, apabila penanganan pascapanen tidak tepat, segala upaya yang telah dilaksanakan akan sia-sia. Untuk itu, perlu diperhatikan hal-hal yang berhubungan dengan penanganan pascapanen.

1. Waktu dan cara pemanenan

Waktu pemanenan haruslah tepat, yaitu buah tidak terlalu masak dan tidak terlalu muda atau sebagai pedoman setelah berumur 6-7 bulan. Untuk jenis salak pondoh, pemanenan sebaiknya dilakukan pada saat buah sudah masak di dalam pohon, rasa buahnya menjadi kurang manis. Akan tetapi, untuk salak jenis yang lain, pemanenan dilakukan saat buah sudah masak di pohon.

Pemanenan tanaman salak biasanya dilakukan dengan cara memotong tangkai tandan tetapi dapat juga dengan memetik secara berkala. Hal ini disebabkan masak buah tanaman salak tidak seragam atau serempak.

Pemetikan buah salah juga bergantung pada tujuan pemanenan itu sendiri. Untuk tujuan komsumsi, buah salak dipanen pada saat buah sudah masak di pohon, sedangkan untuk tujuan penyimpanan, buah salak dipanen sebelum masak di pohon, tetapi yang dipanen benar-benar sudah tua. Pemanenan dilakukan dengan hati-hati agar kerusakan pada buah hasil panen maupun tanaman itu sendiri tidak terjadi.

2. Triming

Triming adalah pembuangan ranting-ranting tandan atau tangkai buah yang tidak berguna. Pemotongan ini sebaiknya dilakukan dengan menggunakan pisau yang tajam sehingga tidak menimbulkan kerusakan pada buah hasil panen.

3. Seleksi buah

Buah yang telah dipanen perlu dipisahkan atau dikelompokkan menurut besar dan keseragaman buan. Tujuan pengelompokan ini adalah.
  • untuk memudahkan dalam pengepakan atau pengemasan.
  • untuk memudahkan penjualan.
  • unuk memudahkan dalam menghitung.
  • untuk menarik minat pembeli.

j. Pemasaran

Harga buah salak selama ini cukup stabil, meskipun pada saat panen raya, meskipun pada saat panen raya. Selama ini pemasaran hasil yang dilakukan petani adalah dengan cara menebas atau membeli buah salak pada saat masih di kebun.


Sumber : Tawardi. Sukamto, B.Sc

Type and hit Enter to search

Close