Breaking News

Membuat selai nanas enak

Selai

Selai atau sering disebut jam adalah makanan setengah padat atau kental, terbuat dari 45 bagian bubur  buah dan 35 bagian gula. Gula yang dipakai biasanya gula pasir. Campuran tersebut dikentalkan dengan pemanasan pada api sedang sampai memperoleh adonan selai yang kental. Bubur buah dapat diperoleh dengan menghancurkan buah yang akan dibuat selai dengan menggunakan alat seperti parut atau blender. Buah-buahan yang dapat diolah menjadi selai sangat banyak, misalnya nanas, pepaya, sirsak, jambu biji, dan pisang.


A. Penggunaan selai

Selai biasanya digunakan sebagai pelengkap hidangan roti, campuran pada pembuatan kue-kue, campuran es krim, dan sebagainya. Untuk daerah pedesaan yang sulit mendapatkan atau memperoleh roti, selai ini dapat disantap bersama singkong rebus. Caranya dengan mengoleskan selai ditenah-tengah belahan singkong rebus, kemudian belahan singkong yang lain dilekatkan. Hasilnya akan terlihat lapisan selai di tengah-tengah belahan singkong rebus, kemudian belahan singkong yang lain dilekatkan. rasa singkong rebus menjadi lebih nikmat.


B. Selai nanas

Selai nanas dibuat dari bahan dasar buah nanas. Buah nanas yang digunakan harus yang mempunyai kematangan penuh, dengan ciri-ciri jarak mata buah jauh, warna kulit kuning merata. Buah nanas kita ketahui mempunyai kandungan vitamin C yang cukupt tinggi. Dengan demikian, mengkonsumsi buah nanas segar atau dalam bentuk olahannya seperti selai nanas sangat bermanfaat bagi tubuh kita.

Vitamin C bermanfaat untuk mencegah menurunnya daya tahan tubuh terhadap infeksi. Contoh vitamin C dapat mencegah penyakit sariawan yang sangat mengganggu nafsu makan kita. Selain kandungan vitamin C-nya yang tinggi, buah nanas juga mengandung serat yang cukup tinggi. Hal ini akan bermanfaat untuk memlancarkan percernaan atau mencegah sembelit.


Manfaat Pembuatan Selai Nanas

Pembuatan selai nanas prosesnya sangat sederhana, mudah dikerjakan dan alat-alat yang digunakan juga sangat sederhana. Di samping itu, bahan dasar yang digunakan harganya murah dan mudah didapat. Dengan demikian, pembuatan selai ini memungkinkan untuk diterapkan pada lingkungan rumah tangga. Lebih lanjut lagi apabila proses pembuatan selai sudah dikuasai dengan baik dan menghasilkan selai nanas dengan kualitas yang baik, dapat penghasilan tambahan, apabila dibuat dalam lingkungan usaha rumah tangga (home industry).


A. Bahan yang digunakan

Bahan yang digunakan dalam pembuatan selai nanas meliputi hal berikut.

1. Buah nanas yang matang

Ciri-ciri nanas yang telah matang penuh adalah jarak mata buah jauh, kulit buah kuning merata.

2. Gula pasir

Gula pasir yang digunakan kira-kira 750 gram atau 3/4 kg untuk setiap kilogram buah nanas.

3. Asam sitrat atau jeruk nipis

Asam sitrat yang dibutuhkan kira-kira 3 gram untuk setiap kilogram bubur buah nanas. Asam sitrat ini dapat diganti dengan jeruk nipis. Untuk setiap kilogram bubur buah membutuhkan air asam dari sebuah jeruk nipis.


B. Alat yang digunakan

1. Parut kayu atau blender

Apabila di rumah tersedia blender ini lebih praktis digunakan.

2. Pisau antikarat

Pisau yang digunakan sebaiknya pisau antikarat. Kita ketahui buah nanas kandungan asamnya tinggi sehingga apabila digunakan pisau yang mudah berkarat, selain pisaunya menjadi berkarat juga, akan mempengaruhi rasa selai nanas yang dihasilkan. Pisau ini berfungsi untuk mengupas kulit nanas serta menghilangkan mata dan empulur buah nanas. Mata pada buah nanas harus dihilangkan karena baigan ini sering menimbulkan rasa gatal, sedangkan empulur buah nanas juga dihilangkan karena kandungan seratnya yang sangat tinggi.

3. Pengaduk

Pengaduk berfungsi untuk mengaduk adonan selai selama pemanasan sehingga pemanasan bisa merata ke seluruh bagian adonan selai dan selai tidak cepat hangus. Sama halnya seperti pisau, sebaiknya gunakan pangaduk yang bukan terbuat dari logam. Untuk itu dapat digunakan pengaduk dari kayu, plastik, atau pengaduk dari gelas.

4. Panci antikarat

Untuk memasak (memanaskan) adonan selai, gunakan panci antikarat atau dapat juga digunakan panci dari tanah liat.

5. Botol selai dan tutupnya

Botol ini digunakan untuk wadah selai yang sudah masak. Dengan penutupnya yang rapat, selai yang sudah dibotolkan dapat disimpan dalam waktu yang lama.

6. Kompor atau pemanas

Kompor yang digunakan untuk memanaskan (memasak) selai dapat berupa kompor minyak tanah, tungku pemanas, kompor gas, dan lain-lain. Yang perlu diperhatikan dalam penggunaan kompor ini adalah api diusahakan menyala sedang, tidak terlalu besar, juga tidak terlalu kecil.

7. Timbangan

Alat ini digunakan untuk menimbang bubur buah nanas sehingga apabila berat bubur buah nanas diketahui dapat untuk mempertimbangkan kebutuhan gula pasri. Timbangan yang digunakan dapat berupa berbagai jenis timbangan.


Proses Pembuatan Selai Nanas

Tahapan pembuatan selai nanas dapat diuraikan sebagai berikut.
  1. Pilih buah nanas yang telah matang penuh dengan ciri-ciri jark mata buah jauh dan kulit buah kuning merata.
  2. Kupaslah kulit nanas hingga bersih. Hilangkan bagian mata dan bagian empulurnya (hatinya).
  3. Daging buah nanas yang telah bersih dari kulit, mata, dan empulur buah kemudian dicuci menggunakan air garam. Air garam dibuat dengan cara melarutkan dua sendok makan garam ke dalam satu liter air. Fungsi air garam ini selain untuk membersihkan kotoran yang melekat pada daging buah nanas, juga untuk menghilangkan rasa gatal yang sering ditimbulkan oleh daging buah nanas ini.
  4. Setelah bersih, daging buah nanas kemudian diparut atau diblender sampai memperoleh bubur buah nanas. Yang perlu diingat, apabila penghancuran buah nanas ini menggunakan blender, daging buah nanas harus dipotong-potong terlebih dahulu. Disamping itu, blender tidak boleh dihidupkan dalam waktu yang lama. Hentikan pemblenderan apabila mesin bagian bawah terasa panas. Kemudian lanjutkan pemblenderan lagi. Apabila sudah lumat, didiamkan beberapa saat. Hal ini untuk mencegah blender cepat rusak.
  5. Bubur buah nanas kemudian dimasak lebih kurang 15 menit. Pemanasan ini mempunyai tujuan agar sebagian air yang dikandung buah nanas menguap.
  6. Untuk setiap kilogram bubur buah nanas, tambahkan gula pasir 750 gram (3/4 kg). Asam sitrat yang ditambahkan kira-kira 3 gram. Apabila tidak ada asam sitrat digunakan air asam dari buah jeruk nipis.
  7. Pemanasan dilanjutkan sampai kekentalan selai terpenuhi. Untuk mengetes kekentalan selai, lakukanlah cara-cara berikut ini. Celupkan garpu ke dalam adonan selai nanas, Kemudian angkatlah garpu itu. Apabila selai tersebut tidak jatuh atau menetes turun, berarti kekentalan selai sudah terpenuhi (cukup). Akan tetapi, apabila selai tersebut  jatuh berarti kekentalannya belum terpenuhi sehingga pemasakan masih perlu dilanjutkan.
  8. Apabila kekentalan selai sudah terpenuhi, dalam keadaan panas selai dimasukkan ke dalam botol yang sudah dibersihkan. Jangan menunggu sampai dingin. Yang perlu diperhatikan pada pengisian selai ke dalam botol ini adalah pengisian jangan terlalu penuh, tetapi isikan selai nanas sampai pada leher botol saja.
  9. Botol kemudian ditutup rapat. Langkah selanjutnya adalah mensterilkan selai dengan cara mengukus selai dalam botol yang tertutup rapat dengan menggunakan panci untuk mengukus. Kukuslah kira-kira 30 menit.
  10. Tepat 30 menit, keluarkan selai dan dinginkan di ruang terbuka. Setelah itu, selai dapat disimpan dalam waktu yang lama.

Sumber : Ir. Danik Dania. A, M.P

Type and hit Enter to search

Close