Breaking News

Masakan nasi liwet

Pada umumnya, nasi yang kita makan sehari-hari dimasak dengancara yang tetap, yaitu dengan cara dikukus atau diliwet. Hal ini kadang -kandang menyebabkan rasa bosan dan nafsu makan menjadi kurang. Makan yang kurang  jika berlangsung dalam waktu yang lama, dapat menyebabkan kekurangan gizi dan akan berakibat penyakit mudah menyerang kita.



Selain dengan cara mengubah-ubah menu masakan setiap hari, cara lain untuk membangkitkan selera nafsu makan adalah sekali-kali mengubah cara masak nasi dengan berbagai tahap. Hal ini akan sangat berguna jika kita mau mencobanya. Sebab suatu saat tertentu, misalnya pada acara kenduri, pesta, selamatan, dan yang lainnya kita sangat membutuhkan hal itu.

Masakan Nasi Liwet

Beras dapat dimasak dengan berbagai cara hal itu perlu agar tidak membosankan.

1. Nasi liwet

Membuat nasi liwet sangatlah mudah, tetapi jika tidak atau dijaga akan terdapat kerak.

Bahan : 3 gelas beras, 3 gelas air.

Cara pembuatan:
  • Cucilah beras sampai bersih, kemudian tiriskan airnya.
  • Taruhlah beras di panci bersama airnya.
  • Panci ditutup rapat.
  • Jika sudah mendidih, koreklah sebentar dan biarkan sampai airnya agak kering.
  • Setelah airnya habis, kecilkan apinya.
  • Angkat jika nasi sudah masak.

2. Nasi kukus liwet

Bahan : 3 gelas beras, 3 gelas air.

Cara pembuatan :
  • Cuci beras sampai bersih, kemudian rendamlah beras kira-kira selama 1 jam.
  • Masaklah beras bersama airnya.
  • Biarkan sampai airnya habis kering.
  • Pindahkan nasi yang setengah matang tersebut ke dandang yang sudah mendidih airnya.
  • Angkat jika nasi sudah matang.

3. Nasi kukus

Bahan : 3 gelas beras, 3 gelas air.

Cara pembuatan :
  • Beras dicuci bersih, kemudian direndam satu jam.
  • Dandang diberi air dan ditaruh di atas api.
  • Jika airnya sudah mendidih, taruhlah beras yang telah direndam tadi.
  • Kalu sudah setengah matang berasnya, tuanglah air mendidih di atasnya.
  • Tutuplah dandangnya.
  • Jika air telah meresap semua, aduk-aduklah sebentar.
  • Tunggu sampai nasi masak.

4. Nasi tim

Bahan : 1 gelas beras, 1,5 gelas air.

Cara pembuatan :
  • Masak beras dengan cara ditim, gunakan dua panci, yaitu panci besar, tempat menaruh air dan panci kecil, tempat menaruh beras dan air. Panci kecil dimasukkan atau diletakkan di dalam panci besar.
  • Letakkan panci yang besar di atas api.
  • Panci kecil diisi 1 gelas beras dan 1,5 gelas air, lalu dimasukkan pada panci pertama.
  • Tunggu sampai masak (kira-kira 45-60 menit).

5. Nasi gurih

Bahan : 4 gelas beras, 4 gelas air santan, pandan, daun salam, garam, dan serai.

Cara memasaknya sama seperti memasak nasi biasa, hanya ditambah dengan bahan penyedap alami. Nasi gurih ini sangat cocok jika dihidangkan bersama kedelai goreng, mentimun, opor ayam, kemangi, dan daun seledri.


6. Nasi kebuli

Bahan :
  • 4 gelas beras.
  • 4 gelas santan.
  • Bumbu-bumbu seperti ketumbar, jinten, pala, merica, kayu manis, cengkih, jahe, dan garam, lalu ditumbuk sampai halus.
  • Laos (dimemarkan).
  • Salam, daun jeruk purut.
  • Serai (dimemarkan).
Cara pembuatan :
  • Masaklah beras, santan bersama semua bumbunya. Caranya sama dengan memasak nasi biasa.
  • Nasi kebuli amat cocok jika dihidangkan bersama tahu goreng, telur rebus (digoreng dan di sambal), daun seledri, dan mentimun.

7. Nasi langgi

Bahan :
  • 4 gelas beras.
  • 4 gelas santan.
  • Laos, serai, pandan, garam, bawang merah, bawang putih, ketumbar, dan jinten (diuleg sampai halus kecuali pandan, serai, dan laos).
Cara Pembuatan :
  • Sama seperti membuat nasi kebuli.
  • Hidangkanlah bersama lauknya, seperti pada nasi kebuli. 

8. Lontong

Bahan : beras, daun pisang.

Cara pembuatan :
  • Beras dicuci, kemudian direndam sebentar.
  • Masukkan beras ke dalam daun pisang, yang sebelumnya telah digulung (berbentuk bulat panjang), kira-kira 1/2 dari panjang gulungan daun pisang.
  • Masak dalam dandang atau tempat lain yang telah diberi air mendidih.
  • Tunggu sampai matang.

9. Ketupat

Bahan : beras, bungkusan ketupat.

Cara pembuatan :
  • Beras dicuci dan direndam kira-kira selama 1 jam dalam air yang telah diberi sedikit kapur sirih.
  • Beras ditiriskan, kemudian dimasak dalam air sampai airnya kering (nasi setengah matang).
  • Masukkan nasi tersebut ke dalam bungkusan-bungkusan ketupat (sebanyak 3/4 bagian).
  • Masukan dalam dandang yang telah diberi air mendidih.
  • Tunggu sampai masak, kira-kira 2-3 jam.

10. Lepat

Bahan : 4 gelas beras ketan, 4 gelas santan, 3 gelas kacang merah atau kelapa parut.

Cara pembuatan :
  • Cucilah beras ketan, kemudian dimasak bersama santan.
  • Angkat jika airnya sudah habis.
  • Tambahkan kacang atau parutan kelapa dan garam.
  • Aduk-aduklah hingga tercampur rata.
  • Bungkus adonan tersebut pada daun kelapa muda (janur), isi adonan jangan padat.
  • Rebus di suatu tempat yang telah diberi air mendidih.
  • Angkat jika sudah masak (kira-kira setelah 1 jam).

11. Bacang

Bahan : 5 gelas ketan (dapat juga memakai beras biasa), 5 gelas air, garam dan vetsin.

Cara pembuatannya :
  • Masak ketan bersama air dan garam serta vetsin.
  • Jika sudah kering airnya, ketan tersebut diberi isi kemudian dibungkus dengan daun pisang.
  • Isilah bacang dengan bahan-bahan sebagai berikut. Kentang dipotong berbentuk kotak-kotak kecil, lalu digoreng. Telur dipotong berbentuk kotak-kotak kecil, kemudian digoreng. Telur dadar, kemudian dipotong-potong kecil. Wortel dipotong berbentuk kotak-kotak kecil, lalu digoreng.
  • Daging direbus, dipotong berbentuk kotak-kotak kecil, lalu diberi bumbu berikut ini
  1. Jehe, kencur, bawang putih, bawang merah goreng, ketumbar, dan garam halus.
  2. Daun bawang diiris tipis-tipis.
  3. Gula, vetsin, dan kecap manis.
  4. Tumislah semua bumbu itu dan masukkan bahan-bahan ke dalamnya. Apabila sudah masak, angkatlah.
  • Masukkan isi kacang tersebut di tengah-tengah ketan yang sudah dimasak.
  • Bungkuslah rapat dan rebuslah sampai masak.

12. Nasi kuning

Bahan : 2 gelas ketan, 4 gelas beras, 6 gelas air.

Bumbu : daun salam, daun pandan, kunyit (diparut dan disaring), serai, bawang merah, bawang putih, jinten, ketumbar, dan garam.

Cara Pembuatan.
  • Beras dan beras ketan dicuci, kemudian dimasak bersama santan dan bumbu-bumbunya. Cara memasaknya sama dengan membuat nasi biasa, yaitu dengan cara dikukus liwet.
  • Biarkan sampai nasi menjadi matang.
Cara Penghidangan :
Nasi kuning diletakkan dalam tempat atau piring khusus, kemudian dihias dengan bahan-bahan berikut
  • Telur dadar yang diiris tipis panjang-panjang.
  • Telur puyuh rebus.
  • Abon sapi.
  • Kedelai goreng.
  • Mentimun, wortel, dan tomat diiris-iris sebagai penarik dan pemanis hidangan.
  • Bawang goreng.

13. Lemang

Bahan : beras ketan 2 gelas, santan 4 gelas, daun pandan, daun pisang.

Cara pembuatan : 
  • Tambahkan dalam santan sedikit garam dan aduk-aduklah biar tercampur atau larut.
  • Daun pandan dipotong-potong (lebih hurang 3 cm).
  • Bungkuslah beras ketan sebanyak 2 sendok makan, santan 4 sendok makan, dan 1 poton daun pandan dengan daun pisang.
  • Dandang diberi air, kemudian ditaruh di atas api dan biarkan airnya mendidih.
  • Masukkan bungkusan-bunkusan ketan tersebut ke dalam dandang.
  • Masak sampai matang.

14. Nasi briani

Bahan : 1 liter beras, 2 gelas penuh air, 1 gelas susu sapi, segar, 1/2 kg daging kambing (dipotong-potong).

Bumbu :
  • bumbu yang dihaluskan : bawang merah, bawang putih, ketumbar, jinten, lada, adas, jahe, kunyit, tomat, dan garam.
  • bawang goreng.
  • biji pala, serai, kayu manis, cengkih, dan kapulaga.
  • minyak samin,
Cara pembuatan :
  • Beras dikukus sampai setengah matang.
  • Angkatlah dan taruh di dalam panci.
  • Timbangkan air, garam, susu, kunyit yang sudah ditumbuk serta disaring, dan minyak samin, lalu berilah daun pandan agar wangi.
  • Masaklah sampai airnya habis atau kering.
  • Tumislah bumbu-bumbu yang sudah dihaluskan dengan menggunakan minyak samin (jika tidak ada, minyak samin dapat diganti dengan mentega).
  • Masak sampai tercium bau harum.
  • Tambahkan daging, pala, kayu manis, cengkih, kepulaga, dan sereh.
  • Tambah sedikit air dan masak hingga airnya kering serta dagingnya empuk.
  • Angkat tumisan daging tersebut dan campurkan ke dalam beras yang telah dikukus.
  • Aduk-aduklah hingga merata.
  • Kukuslah kembali adonan tersebut dan biarkan hingga matang.
  • Hidangkan nasi briani dengan ditaburi bawang goreng.

15. Nasi tumpeng

Bahan :
  • 10 gelas beras.
  • 10 gelas air.
  • ketang direbus (diiris).
  • tempe goreng (dipotong-potong).
  • tahu goreng (dipotong-potong).
  • kacang panjang (dikukus dan dipotong-potong).
  • ayam (direbus dan dipotong-potong kecil).
  • jamur (direndam dan dipotong-potong).
  • telur (direbus dan dibelah empat).
Bumbu :
  • ketumbar, jinten, bawang putih, bawang merah, dan garam yang dihaluskan
  • kayu manis, kapulaga, jahe, cengkeh, dan serai.
  • vetsin.
  • mentega.
  • kelapa (diparut, disangrai, kemudian dihaluskan).
Cara pembuatan :
  • Masaklah beras bersama air, tunggulah sampai airnya habis (setengah matang).
  • Bagilah dua aronan nasi tersebut menjadi dua bagian. Nasi bagian pertama dibiarkan tanpa diberi bumbu. Nasi bagian kedua (separuhnya lagi) diberi bumbu atau isi, yaitu sebagai berikut :
  1. Tumis bumbu-bumbu yang telah dihaluskan.
  2. Tumis jamur bersama menteganya secara terpisah.
  3. Campurkan antara tumisan pertama (bumbu) dengan tumisan kedua (jamur) dan aduk bersama nasi yang kedua (nasi berbumbu).
  4. Dandang yang sudah diberi air dan di atasnya diletakkan kukusan yang runcing, ditaruh diatas api atau kompor dan biarkan airnya sampai mendidih.
  5. Letakkan secara bergantian hal-hal berikut :
  • Nasi tanpa bumbu.
  • Di atasnya diletakkan nasi yang berbumbu.
  • Di atas nasi yang berbumbu aturlah berupa kentang, tempe goreng, tahu goreng, ayam, kacang panjang, dan telur rebus.
  • Di atasnya, taruh kembali nasi tanpa bumbu.
  • Kemudian nasi berbumbu.
  • Tempe, kentang, ayam, telur, tahu, dan kacang panjang.
  • Lapisan yang paling atas letakkan atau taruh nasi tanpa bumbu.
  • Tunggu sampai nasinya masak.
  • Angkatlah kukusannya, kemudian hidangkan dengan cara membalikkan kukusan dan diletakkan pada piring lebar atau yang lainnya.
 
Sumber : Ir. Zumrotun

Type and hit Enter to search

Close