Breaking News

Ternak kuda

Manfaat Ternak Kuda

Peningkatan taraf hidup, perbaikan gizi, kecerdasam, dan kesejahteraan rakyat merupakan tujuan pembangunan nasional. Oleh karena itu, pengembangan dan perbaikan produksi ternak merupakan usaha dalam mencapai tujuan tersebut. Ternak kuda, burung puyuh, kelinci, burung, merpati, dan rusa merupakan ternak yang cukup produktif untuk dikembangbiakkan sebagai aneka ternak. Kuda merupakan salah satu jenis ternak yang terpilih untuk dikembangbiakkan. Seperti diketahui, di Indonesia terdapat beberapa jenis ternak kuda yang dapat dimanfaatkan. Manfaat kuda tersebut antara lain adalah sebagai berikut.

  1. Sebagai tenaga kerja atau kuda tarik, contohnya untuk menarik dokar atau delman andong.
  2. Sebagai objek wisata, contohnya kuda pony.
  3. Sebagai sarana olahraga, seperti jenis kuda pacu.
  4. Sebagai salah satu sumber protein hewani, serat dagingnya lebih kasar, dibanding daging ternak sapi, domba, dan kambing, dan mempunyai komposisi zat gizi, air susunya mendekati air susu ibu (ASI) dengan kandungan laktose yang lebih rendah.
  5. Di beberapa daerah di Indonesia kuda merupakan fungsi sosial terutama di daerah luar jawa. Bahkan kuda dipakai sebagai upacara adat dan merupakan suatu kebanggaan sosial di dalam masyarakat bagi yang memilikinya.
  6. Sebagai tambahan pendapatan keluarga, misalnya bagi peternak yang memelihara kuda jenis tarik, dapat memanfaatkan kudanya sebagai alat transportasi.

Keterlaksanaan

Di Indonesia memiliki cukup banyak jenis kuda lokal yang dapat dikembangkan sebagai hewan kesayangan atau hewan pembantu mencari nafkah keluarga. Usaha peternakan kuda yang dilakukan oleh penduduk yang masih ada yang belum memenuhi persyaratan teknis beternak kuda. Sebelum memulai beternak kuda, sebaiknya ditentukan dahulu jenis kuda yang akan dipelihara, untuk hobi (kesayangan), untuk olahraga, atau untuk membantu mencari nafkah. Setelah itu, baru mencari lokasi yang cocok untuk pemeliharaannya.

Luasnya lokasi tergantung pada jumlah ternak kuda yang akan dipelihara. Yang perlu diperhatikan adalah hewan ternak kuda memerlukan lapangan (tempat umbaran/ tempat penggembalaan) sebagai tempat berlatih berlari. Luasnya lapangan umbaran kira-kira satu hektar tanah yang berumput unggul untuk dua ekor ternak kuda selama satu tahun pemeliharaan. Pemeliharaan ternak kuda memerlukan perhatian yang lebih dibandingkan ternak sapi, seperti kebersihan dan perawatan karena ia lebih rentan terhadap serangan penyakit.


Bangsa-bangsa Kuda

1. Asal usul dan persebaran

Ternak kuda pertama kali ditemukan di gurun tertier, era Eocena, kira-kira 58 juta tahun yang lalu di dataran Amerika, kemudian berimigrasi ke Benua Eropa dan Benua Asia melalui Alaska dan Siberia. Kuda merupakan hewan terakhir yang dijinakkan oleh manusia setelah sapi, domba, kambing, keledai, dan unta. Kuda dijinakkan pertama kali kira-kira 3.000 tahun sebelum Masehi di Asia Tenggara (Persia).

Nenek moyang kuda berasal dari kuda liar Asia dan kuda liar Eropa. Kuda liar Asia merupakan kuda yang berbadan kecil dan berkaki ringan. Kuda Arab menyebar ke Inggris, Eropa Utara, dan Amerika. Kuda jantan Turki dan Tunisia menyebar ke Inggris, kemudian disilangkan dengan kuda betina Inggris menghasilkan kuda Engelse volbloed atau Thoronghbred. Kuda liar Eropa merupakan kuda tipe berat dengan bentuk badan yang besar dan ada yang kecil, berotot kuat, hidup dihutan Eropa, terutama di hutan Jerman dan Skandinavia. Kuda ini diduga hidup di daerah pegunungan Vorges lebih kurang 1.600 sebelum Masehi.

2. Tipe-tipe kuda

Menurut bentuk, ukuran, dan pemakaiannya, kuda dapat digolongkan atas beberapa kelas, yaitu :
  • kuda kelas ringan,
  • kuda kelas berat,
  • kuda kelas pony.
Menurut kegunaannya, kuda dapat dibagi menjadi empat, yaitu :
  • Tipe tarik, kuda bergia dan kuda suffolk.
  • Tipe bendi dan tunggang yang terdiri atas tipe ringan dan tipe sedang, contoh kuda arab dan kuda hunter. tipe berat, contoh kuda anglo norman.
  • Tipe pacu, yaitu terdiri atas tipe pacuan garis tempuh datar, contoh kuda thoronghbred. Tipe pacuan rintangan, contoh kuda standardbred. Tipe pacuan untuk lari, contoh kuda prancis dan amerika.
  • Tipe pony, kuda welsh, kuda shetland, dan kuda hackney.

3. Bangsa-bangsa kuda di Indonesia 

Di Indonesia terdapat beberapa jenis kuda, yaitu kuda makasar, kuda gorontalo dan kuda minahasa, kuda sumba, kuda sumbawa, kuda roti (kori), kuda timor, kuda sumatra, kuda jawa, kuda bali, dan kuda lombok, kuda kuningan, kuda sabu, kuda bima, dan kuda flores.

a. Kuda Makasar

Kuda ini berasal dari pulau jawa, bisa digunakan sebagai kuda tunggang atau beban.

ciri-cirinya :
  • bertemperamen stabil.
  • kaki tegap dan kuat.
  • tinggi tubuh 1,25 m (4 kaki).
  • berotot kuat.
  • persendian kuku jarang sakit.

b. Kuda gorontalo dan minahasa

Kuda ini banyak terdapat di Sulawesi tepatnya di Karesidenan Manado. Kuda ini sangat mirip dengan kuda makasar.

c. Kuda sumba

Kuda ini disebut juga kuda sandel, terdapat di Pulau Sumba. Kuda ini merupakan kuda asli Indonesia yang terbaik dan termasuk tipe tarik ringan atau tunggang.

Ciri-cirinya :
  1. tinggi pundak 1,28-2,30 meter.
  2. bentuk tubuh bagian depan lebih besar dibanding bagian belakang.
  3. bertemperamen riang.
  4. berwatak baik, sabar, dan sederhana.
  5. warna kulit bermacam-macam.
  6. berpinggang agak tinggi.

 d. Kuda sumbawa

Kuda ini berasal dari Sumbawa, termasuk tipe tarik atau terkenal dengan kuda delman,.

Ciri-cirinya :
  1. tinggi 1,15 meter.
  2. bertemperamen panas, dan suka berlari-lari.
  3. bersifat sabar.
  4. warna kebanyakan merah dan kuning kecokelatan.

e. Kuda timor

Kuda timor ini, banyak terdapat di Kepulauan Sawu, Rote, Timor, termasuk kuda yang rendah mulutnya untuk memperbaiki mutu kuda ini, ia dikawinkan dengan kuda sandel (kuda sumba).

g. Kuda sumatra

Kuda ini terdidi atas 4 jenis, yaitu kuda batak, kuda padang mengatas, kuda agam, dan kuda gayo. Jenis yang terbaik adalah kuda batak, yang banyak terdapat di daerah toba dan karo.

Ciri-cirinya :
  1. bertubuh serasi.
  2. bersifat agak jinak.
  3. daya tahan kuat.
  4. tinggi badan untuk jantan 1,25-1,50 meter dan betina 1,25 meter.
  5. berwarna cokelat dan cokelat tua kemerahan, dengan rambut ekor dan kaki bagian bawahnya berwarna hitam.
  6. kepala agak besar.
  7. leher lebar dan pendek.
  8. rambut kepala kasar dan berdiri.
  9. berkaki langsing dan berbulu di bagian persendiannya.
Jenis kuda agam dan kuda gayo bertubuh kecil dan bersifat jinak.

h. Kuda jawa

Jenis kuda ini banyak terdapat di Karesidenan Besuki dan Priangan.

Ciri-cirinya :
  1. tinggi lebih kurang 1,15 meter.
  2. bertemperamen labil.
  3. tubuhnya kurang baik (sempurna) karena terdapat kesenjangan antara tubuh dan kaki.
  4. berkuku lembek, sehingga untuk memperbaiki mutu kuda ini diadakan kawin silang dengan kuda sandel (sumba).

i. Kuda bali dan lombok

Kuda ini banyak terdapat di daerah Pringgabaya, Batu Klian, dan Praya. Karena pemeliharaannya oleh peternak kurang baik sehingga banyak yang mati.

j. Kuda kuningan

Berlula ketika Bupati Pemalang membuka peternakan kuda di Kuningan sehingga banyak kuda yang mati dan kuda ini akhirnya dikembangkan kembali dan menghasilkan kuda kuningan.

k. Kuda sabu

Kuda ini merupaka tipe tarik yang baik dan banyak dibawa ke Pulau Jawa dan sering dikawinkan dengan kuda sandel.

Ciri-cirinya :
  1. tinggi 1,13 meter.
  2. bentuk tubuhnya tegap dan serasi.
  3. berkaki kuat, berotot, dan berkuku baik.

l. Kuda bima

Kuda ini berasal dari Sumbawa, termasuk tipe tarik atau kuda delman.

Ciri-cirinya :
  1. bertubuh kecil.
  2. berpinggang pendek.
  3. langkahnya cepat.
  4. daya tahan tubuh tinggi.

m. Kuda flores

Kuda ini berasal dari Flores, termasuk tipe tarik dan tunggang.

Ciri-cirinya :
  1. tinggi pundak 1,22 meter.
  2. bertemperamen sabar.
  3. bertubuh kecil.
  4. jinak.

4. Bangsa-bangsa kuda di Dunia

Selain bangsa-bangsa kuda yang berasal dari Indonesia, dikenal pula beberapa jenis kuda di dunia, antara lain kuda arab, kuda thoronghbred, kuda percheron, kuda clydesdale, kuda standardbred, kuda shetland, kuda prezwalski, kuda quarter, dan kuda belgia.

a. Kuda arab

Kuda ini berasal dari Arab dan dikenal sebagai kuda padang pasir. Kuda ini termasuk tipe kuda tunggang dan kelas kuda ringan.

Ciri-cirinya :
  1. berbadan relatif pendek.
  2. pinggangnya hanya terdiri atas lima ruas tulang pinggang.
  3. tinggi pundak 1,48-1,60 meter.
  4. berat badan 400-500 kg.
  5. kuda ini kuat, tahan lapar dan haus.
  6. warnanya bermacam-macam.

b. Kuda thoronghbred

Kuda ini merupakan hasil persilangan antara kuda jantan timur dan kuda betina Inggris. Kuda ini termasuk tipe pacu dan kelas ringan.

Ciri-cirinya :
  1. bentuk tubuhnya panjang dan ramping.
  2. berleher panjang dan sifatnya sangat aktif.
  3. mempunyai tinggi pundak 1,50-1,70 meter.
  4. berat badan rata-rata 500 kg.
  5. warnanya bermacam-macam.

c. Kuda percheron

Kuda ini berasal dari Prancis, termasuk tipe kerja atau tarik dan kelas kuda berat.

Ciri-cirinya :
  1. kepalanya bersih dan halus.
  2. matanya bersinar.
  3. berleher relatif panjang.
  4. berpinggang bagus, pendek, dan kuat.
  5. dada lebar dan dalam.
  6. berekor relatif panjang,
  7. tinggi pundak lebih kurang 1,75 meter.
  8. berat badannya 900 kg.
  9. warna khasnya hitam dengan totol-totol putih pada muka dan badan.

d. Kuda clydesdale

Kuda ini berasal dari skotlandia, termasuk tipe kerja atau tarik dan kelas kuda berat.

Ciri-cirinya :
  1. bentuk kepala relatif besar dan agak panjang.
  2. bertubuh relatif panjang dan berotot baik.
  3. berbulu panjang pada pergelangan kaki sampai kuku.
  4. tinggi pundak 1,60 meter.
  5. berat badan lebih kurang 1.000 kg.
  6. berwarna merah dan putih pada kaki bawah da kepala.

e. Kuda standardbred

Kuda ini berasal dari Amerika dan menyerupai kuda thoronghbred, termasuk tipe pacuan dan kelas kuda ringan.

Ciri-cirinya :
  1. bentuk badannya langsing, panjang, dan kokok
  2. mata tajam.
  3. berat badan 400-500 kg.
  4. tinggi pundak 1,4-1,5 meter.
  5. warnanya bermacam-macam.

f. Kuda shetland

Kuda ini berasal dari Shetland Isles, termasuk tipe tunggang dan golongan kuda pony.

Ciri-cirinya :
  1. tinggi pundak lebih kurang 1 meter.
  2. berat badan 90-190 kg.
  3. berwarna hitam dan merah sawo.

g. Kuda prezwalski

Kuda ini termasuk jenis kuda liar Eropa dan merupakan kelas kuda kecil.

Ciri-cirinya :
  1. bentuk tubuh pendek dan gemuk.
  2. bulu tengkuk tegak dan ada garis gelap pada bulunya.
  3. warnanya kuning terang.

h. Kuda belgia

Kuda ini termasuk tipe kerja atau tarik dan kelas berat.

Ciri-cirinya :
  1. bentuk kepala relatif kecil.
  2. tubuh gempal dan padat.
  3. tinggi pundak 1,50-1,70 meter.
  4. berat badan 860-900 kg.
  5. mempunyai kaki pendek.
  6. warna bulunya merah agak kelabu.


Pembibitan

1. Menentukan Bibit Unggul

Pada dasarnya ada tiga cara untuk meneleksi ternak kuda, yaitu :
  1. Berdasarkan silsiah tetuanya.
  2. penampilan kuda itu sendiri.
  3. pengamatan secara langsung.
Cara yang umum dilakukan untuk menyeleksi ternak kuda adalah dengan melihat kuda dari arah samping, dari depan, dan dari belakang. Setelah itu, mengamati kuda ketika sedang bergerak dan melihat bagian-bagian tertentu dari anggota tubuhnya.

Ciri-ciri kuda yang baik adalah sebagai berikut :
  1. mempunyai telinga yang pendek, tegak, dan menyerupai telinga serigala.
  2. mempunyai otot agak menonjol dan letak kedua mata cukup terpisah strategis.
  3. mempunyai lubang hidung yang besar agar dapat menghirup banyak udara.
  4. mempunyai rahang yang menonjol dan kuat, bentuknya seperti piring makan, besar, dan bulat.
  5. mempunyai mulut relatif dangkal karena kuda yang mempunyai mulut yang terlalu dalam biasanya sulit dikendalikan.
  6. mempunyai leher relatif tipis sehingga kuda dapat berputar dengan cepat.
  7. mempunyai kemiringan bahu sebaiknya sekitar 45 derajat. Biasanya jika sudut kemiringan melebihi 45 derajat kuda cepat leleh, jika lebih kecil dari 45 derajat kuda tidak nyaman jika ditunggangi.
  8. kaki depan berotot sehingga gerakan kuda akan menjadi lincah dan bentuk kaki depan seperti huruf v terbalik jika dilihat dari arah depan sehingga kuda mampu mengendalikan gerakan silang ketika sedang berlari.
  9. mempunyai pundak yang cukup menonjol sehingga pelana yang ditempatkan tidak mudah berputar.
  10. mempunyai bentuk badan bagian belakang seperti buah apel untuk kuda quarter dan seperti buah pir untuk kuda thoronghbred.
  11. mempunyai bentuk kaki lurus, seperti pipa berdiri dan mempunyai gerakan yang lurus.

2. Menentukan Umur Kuda

Gigi dapat digunakan untuk menentukan umur kuda dengan cukup baik. Kita mengenal tiga macam gigi, yaitu gigi seri (gigi depan), gigi taring, dan gigi geraham. Di samping itu, gigi dibagi lagi atas gigi susu (gigi yang berganti), gigi tetap (gigi yang tidak berganti). Jumlah gigi untuk bermacam-macam jenis ternak tidaklah sama. Agar mudah mengingatnya, disusun rumus gigi untuk masing-masing jenis ternak. Tiap macam gigi dinyatakan dengan huruf tertentu, yaitu :

gigi seri (S)
gigi taring (T)
geraham berganti (GB)
geraham tetap (GT)

1/2 dari gigi rahang atas : 1/2 dari gigi rahang bawah = S3T1BG3GT3 / S3T1GB3BT3

Dari rumus diatas tersebut kita dapat mengetahui bahwa kuda mempunyai enam buah gigi seri, yaitu gigi dalam, gigi tengah, dan gigi luar.

Pemilik atau pemelihara ternak kuda perlu mengetahui umur kuda sampai umur delapan tahun karena hal ini sangat penting dalam pelaksanaan reproduksi (pengembangbiakan).

Misalnya :
  • Umur kawin yang baik bagi kuda jantan adalah 3-3,5 tahun dan untuk kuda betina umur 2,5-3 tahun.
  • Batas pemeliharaan terbaik untuk kuda jantan adalah umur 7-8 tahun dan untuk kuda betina umur 8-9 tahun.
  • Batas umur menternakan kuda jantan adalah 15-18 tahun kuda betina umur 18-20 tahun.

Keterlaksanaan

1. Kandang

Syarat-syarat kandang yang baik untuk ternak kuda adalah sebagai berikut:
  1. Syarat cukup ventilasi (lubang angin) sehingga pertukaran udara lancar.
  2. Air hujan jangan sampai masuk ke dalam kandang.
  3. Setiap bagian kandang harus dilengkapi dengan air bersih.
  4. Kandang anak, induk (betina), dan jantan harus terpisah.
  5. Untuk kuda induk yang akan melahirkan diperlukan kandang yang agak tertutup, dan agak lebar supaya anak-anak kuda dapat bergerak dengan bebas.
  6. kandang pejantan harus lebih kuat daripada kandang induk dan kandang anak, serta letaknya diusahakan agak jauh dari kandang betina agar tidak mangganggu,
Selain memerlukan kandang, induk kuda dan anak kuda juga memerlukan tempat umbaran (pengembalaan) yang agak luas karena anak kuda harus membiasakan diri untuk berlatih berlari. Dengan berlatih berlari sedini mungkin, akan membuat otot-otot menjadi kuat, yang sangat diperlukan untuk berpacu nantinya.

Syarat-syarat tempat umbaran (pengembalaan) yang baik adalah sebagai berikut.
  1. Sebaiknya pagarnya terbuat dari kayu atau besi yang kuat, tidak boleh memakai kawat berduri karena akan melukai kuda.
  2. Tanah tempat umbaran jangan ada yang berlubang supaya kaki kuda tidak terperosok dan jangan ada benda-benda tajam.
  3. Di sekeliling pagar ditanami pohon-pohon pelindung.
  4. Di tempat pengembalaan tersedia tempat pakan dan minum dari bahan yang lunak tetapi kokoh.
Bahan-bahan untuk membuat kandang yang baik adalah sebagai berikut.
  1. Kandang beratap genting, seng, atau asbes.
  2. Tiang terbuat dari bambu atau kayu.
  3. Lantai terbuat dari papan atau dari tanah yang telah diperkeras dan jangan tergenang air.
  4. Dinding kandang dari semen atau kayu. Dinding ini harus lebih tinggi daripada ternak kuda agar kuda tidak bisa melompat keluar.
Luas kandang rata-rata berkisar antara 10-13 meter persegi untuk satu ekor ternak kuda.


2. Perawatan

a. Perawatan anak

Anak-anak kuda yang baru lahir harus diperiksa pernapasannya dengan cara membersihkan lendir yang ada pada mulut dan lubang hidungnya sehingga anak kuda dapat bernapas dengan lancar. Setelah 2-3 jam setelah lahir, anak kuda harus mulai menyusu pada induknya untuk memperoleh kolostrum sebagai antibodi (zat kekebalan tubuh). Antibodi ini akan menghilang (habis) setelah tiga hari. Bagi anak kuda yang baru lahir, zat kekebalan tubuh ini hampir seluruhnya diperoleh dari kolostrum tadi.

Berbeda dengan ternak sapi, zat kekebalan tubuh ini bisa diperoleh dari sirkulasi darah. Untuk pengeluaran cairan konium, yaitu zat racun yang ada dalam usus sesaat sebelum lahir, maka anak kuda tersebut diberikan susu magnesia. Disamping memberi susu anak kuda itu juga bisa diberi air hangat (suam-suam kuku) dan sabun. Tali pusat jangan diikat, tetapi dibiarkan lepas dengan sendirinya. Setelah lepas, daerah sekitar pusat diolesi dengan yodium untuk mencegah infeksi atau masuknya bibit penyakit.


b. Perawatan masa kehamilan

Lamanya ternak kuda bunting rata-rata 335 hari (315-350 hari). Kuda lebih sering mengalami keguguran dibandingkan dengan ternak lainnya. Para peternak dapat memeriksa kehamilan atau tidak kuda dengan cara perabaan melalui dubur (palpasi rektah) setelah dikawinkan. Jika kuda sudah bunting, sebaiknya jangan dikawinkan lagi untuk menghindari keguguran dan si induk kuda diberi pakan yang bergizi tinggi.

Tanda-tanda induk akan melahirkan adalah sebagai berikut :
  1. Ambing membesar.
  2. Keluarnya cairan kental pada puting susu, biasanya berkisar 12-14 jam menjelang kehaliran, tetpi hal ini tidak sama untuk semua ternak kuda.
  3. Otot vulvanya membengkak serta ligamen yang terkait dengan pelvis mengalami relaksasi sehingga di bagian pelvis membuka. Biasanya si induk langsung menjauhi teman-temanya atau menyendiri.
  4. Ekornya sering diangkat.
  5. Sering kencing.
  6. Kadang-kadang manggigit dan gelisah serta lebih galak.
  7. Biasanya diikuti pecahnya kantung air (plasenta).

c. Proses kelahiran

Persiapan untuk melahirkan adalah sebagai berikut :
  1. menyiapkan kandang yang diberi alas jerami kering.
  2. lampu.
  3. air hangat.
  4. sabun.
  5. pengbungkus ekor (kain).
  6. yodium tincture.
  7. susu magnesia.
Jika sudah kelihatan melahirkan akan segera terjadi, ekor induk kuda segera dibungkus dengan kain. Kelahiran ini ada yang normal dan ada yang tidak normal. Proses kelahiran normal berlangsung cepat, yaitu antara sepuluh menit hingga satu jam karena tidak mengalami kesusahan atau hambatan. Pada kelahiran normal posisi kepala ada di antara dua kaki depan dan yang pertama keluar atau kelihatan adalah kuku kaki depan. 

Apabila kelahiran ternak kudan akan melahirkan secara tidak normal, segera dibantu. Jika kaki anak kuda sudah kelihatan segera diikat dengan tali yang lembut, kemudian ditarik secara perlahan-lahan. Jika moncong sudah kelihatan, berarti pertolongan sudah berhasil. Biasanya ternak kuda melahirkan anak pada malam hari.


d. Perawatan induk yang melahirkan

Biasaya, tiga jam setelah melahirkan plasenta akan keluar dengan sendirinya. Jika ternyata 3-6 jam plasenta ini tidak juga keluar, harus dibantu untuk mengeluarkannya. Setelah melahirkan, induk diberi kesempatan untuk melatih fisik yang ringan, bisa di kandang atau di tempat umbaran agar rahimnya cepat kembali normal. Biasanya birahi pertama akan terjadi 7-9 hari setelah melahirkan. Lamanya birahi ternak kuda rata-rata 5,5 hari dengan selang 4,5-7,5 hari.

Tanda-tanda ternak kuda betina birahi adalah sebagai berikut :
  1. mau menerima pejantan.
  2. tidak menendang.
  3. ekor diangkat tanpa dikibaskan.
  4. kaki direntangkan jika dinaiki.
  5. sering kencing.

3. Pencegahan dan pengobatan penyakit

Cara mencegah penyakit ternak kuda adalah sebagai berikut :
  1. kandang harus bersih.
  2. ternak kuda harus bersih.
  3. kandang cukup ventilasi (lubang angin).
  4. alat tidur bersih dan jangan basah.
  5. pemberian pakan (makanan) yang sesuai.
Gejala pertama yang dapat dilihat pada ternak kuda sakit adalah berkurangnya nafsu makan atau tidak mau makan sama sekali. 

Jenis-jenis penyakit yang sering menyerang ternak kuda adalah sebagai berikut.

a. Penyakit senin pagi

Gejala :
  1. Otot-otot di paha belakang tegang.
  2. Kaki menjadi kaku.
  3. Mengeluarkan keringat yang hebat (banyak).
Pencegahan :
Untuk kuda yang kerjanya ringan atau menganggur sebaiknya diberi pakan (makan) yang sedang-sedang saja. 

Pengobatan :
diberi obat Sedative dan Laxative alkalizing.

b. Penyakit tendinitas (bowed tendon)

Penyebabnya secara umum karena terkilir berat, kehabisan tenaga, kecelakaan, latihanyang dipaksakan, jalan yang dilalui berlumpur, dan pemakaian sepatu kuda yang kurang baik. Penyakit tendinitas ini merupakan penyakit pembesaran tendon (otot) yang berada di belakang tulang cannon pada kaki depan dan belakang. Gangguan ini tepatnya di bawah lutut dan di atas fetloak atau di antara keduanya.

Gejala :
  1. segera setelah luka jalan kuda kelihatan pincang.
  2. lumit dalam posisi miring, untuk menghilangkan tekanan.
  3. jika diraba akan terasa panas, bengkak, dan sakit.
Pengobatan :
  1. Diberi suntikan kortikoid dan di balut dengan gips ringan selama lebih kurang 2 minggu dan kuda diistirahatkan paling tidak satu tahun (tergantung keadaan).
  2. Dioleskan salep pada peradangan yang kronis menjadi akut.

c. Penyakit kejang perut (kolik)

Penyakit kolik ini merupakan penyakit pencernaan. Penyebabnya adalah makan dan minum yang berlebihan, makan makanan berjamur, dan usus terhalang atau terjepit.

Gejala :
  1. ternak bergerak terus-menerus.
  2. kesakitan.
  3. berkeringat.
  4. gelisah.
  5. kalau tidak cepat diikat ternak akan berguling-guling.
  6. bibir mengulung.
  7. tidak mau makan.
Pengobatan :
Diberi minyak mineral melalui selang langsung ke dalam lambung menghilangkan pemadatan.


d. Penyakit heaves

Penyakit heaves ditandai dengan batuk-batuk dan bersin-bersin pada saat sedang bekerja. hal ini karena kuda alergi terhadap makanan berdebu atau berjamur.

Pencegahan :
  1. ternak diberi hijauan atau pakan yang bersih dan ditambah sedikit air.
  2. pemberian pakan dalam bentuk pelet untuk mengurangi debu pakan.

e. Penyakit influensa

Penyakit ini merupakan penyakit pernapasan yang disebabkan oleh virus.

Gejala :
  1. batuk mengeluarkan bunyi sengau.
  2. suhu tubuh naik dan biasanya berlangsung selama 2-10 hari.
Pengobatan :
  1. pemberian antibiotik dan sulfa.
  2. ternak harus istirahat.

f. Penyakit tidur

Penyakit ini dapat menyebabkan kuda tersungkur dan jatuh atau berdiri dengan kepala terlukai dan kadang-kadang bisa lumpuh total dan akhirnya mati. Penyebab adalah virus yang disebabkan oleh nyamuk dan lalat.

Pencegahan :
  1. Pemberian pakan yang cukup baik jumlah dan mutunya.
  2. Pemberian air minum yang bersih.
  3. Menjaga kebersihan kandang.
  4. Vaksinasi biasanya dilakukan dua kali dengan selang waktu 7-10 hari.

g. Penyakit infeksi pusar

Penyakit ini banyak diderita oleh anak kuda yang baru lahir sehingga menyebabkan peradangan pusar, sendi-sendi membengkak, panas, dan pincang.

Pencegahan :
Mengoleskan pusar dengan yodium pada saat baru lahir.

Pengobatan :
Diberi obat antibiotik dan sulfa serta transfusi darah.


h. Penyakit strangles (equine distemper)

Penyakit ini bersifat menular dan saling diderita pada ternak kuda umur enam bulan sampai lima tahun.

Gejala :
Demam tinggi, batuk, keluar nanah dari hidung, dan kelenjar di bawah rahang membengkak dan akhirnya mengeluarkan nanah.

Pengobatan :
Diberikan antibiotik dan istirahat.


i. Demam rawa

Penyakit ini disebabkan oleh virus yang disebabkan oleh lalat dan nyamuk.

Gejala :
Demam tinggi, sulit bernapas, denyut jantung cepat, dan cepat lelah.

Biasanya kuda yang terserang penyakit ini akan mati dalam waktu satu bulan.


j. Tetanus (lockjaw)

Penyakit terbatas ini disebabkan oleh makhluk hidup kecil yang tidak dapat dilihat dengan mata, yang berasal dari tanah dan kotoran dan debu. Biasanya kuda sangat rentan terhadap penyakit tetanus ini.

Gejala :
kaki depan kaku, sensifit terhadap kebisingan, dan kelopak mata bagian dalam terlipat.

Pengobatan :
  1. diberi obat pengendur otot dan antioksin (anti-racun).
  2. suntikan glukose melalui pembuluh darah balik.
Biasanya ternak kuda yang terjangkit penyakit ini dalam waktu 24 jam sampai 1 minggu tidak dapat pengoban akan mati, karena keganasan racun yang dikeluarkan oleh mikroorganisme tetanus.


k. Tying-up syndrome

Penyakit tying up ini mirip gejalanya dengan penyakit senin pagi, tetapi penyakit ini lebih ringan dibandingkan dengan penyakit senin pagi.

Pengobatan :
  1. ternak yang menderita tying up diajak berjalan selama 30-40 menit dan penyakit ini biasanya akan hilang.
  2. jika keadaannya lebih berat, diberi suntikan kortikoid intravenon dan alkalinisasi aliran darah.

l. Pool evil-fistula wither

Penyakit ini merupakan infeksi bursa dalam pool dan menyebabkan luka pecah dan mengeluarkan air. Diduga penyakit ini disebabkan luka pada waktu pemakaian pelana atau tutup kepala yang tidak sesuai.


m. Founder (laniniris)

Penyakit ini disebabkan makan yang berlebihan, kurang latihan fisik, dan minum air dingin pada saat kuda sedang kepanasan.

Pengobatan :
  1. kuda direndam dalam air dingin untuk mengurangi pembengkakan pembuluh darah.
  2. pemberian sepatu kuda yang sesuai.

n. Penyakit lenimae

Penyakit lenimae yaitu kuku kuda bertanduk yang dipenuhi oleh aliran darah. Untuk pencegahannya kuku harus sering dipotong. Penyakit-penyakit yang sering menyerang kaki kuda adalah sebagai berikut.

a. Bog spavin
Penyakit ini adalah pembengkakan kapsal tulang sendi yang terjadi pada persendian lulut (hock) karena adanya akumulasi cairan.

Pengobatan :
Dengan perbaikan pemberian pakan jumlah dan mutunya.


b. Bone spavin

Penyakit ini desebabkan oleh pembesaran tulang yang terletak pada bagian dalam sebelah bawah sendi lutut.


c. Corns
Penyakit ini disebabkan oleh adanya luka pada jari kaki, misalnya karena tanah yang kasar atau sepatu yang tidak baik (tidak sesuai). Penyakit ini biasanya sulit untuk disembuhkan.

Penanganan :
  1. kuda harus istirahat.
  2. memakaikan sepatu yang baik.
  3. menjaga kebersihan.

d. Gravil
Penyakit ini merupakan gangguan yang disebabkan oleh adanya gerak bebatuan (kerikil) dari garis putih pada kuku de daerah tumit.

Penanganan :
  1. merendam kaki kuda dalam garam epsom dan yodium tincture.
  2. dioleskan salep antiphlogistic setiap hari kemudian dibalut.

e. Grease heel (scratches)
Penyakit ini disebabkan oleh kulit terserang oleh kudis.

Penanganan :
  1. kuda dibersihkan dengan sabun ringan dan air.
  2. di daerah yang terserang, rambut kuda dipotong dan diberi obat antiseptik dengan teratur.
  3. kandang harus bersih.

f. Retak kuku
Penyakit ini disebabkan oleh kuku yang rapuh atau luka pada kaki.

Penanganan : Melindungi kuku dengan memakai sepatu khusus.


g. Penyakit navikular
Penyakit ini merupakan radang pada tulang navikular kecil dan bursa kaki depan.

Gejala :
  1. ternak menjadi pincang.
  2. setelah beberapa hari kuda tampak menggeserkan berat badan ke kaki yang sehat.
  3. merenggangkan kuku yang terserang, dan
  4. pada waktu dikendarai kuku menyentuh tanah sebelum tumit.
Pengobatan :
Memberikan sepatu khusus, memberikan suntikan corticoid.


h. Penyakit quinttor
Penyakit ini merupakan peradangan kronis dari kartilago kolateral (tulang rawan tambahan) pada koronet.

Gejala :
terjadi pembengkakan, suhu tubuh panas, dan sakit di sekeliling pita koroner.


i. Lide bone
Penyakit ini merupakan penyakit umum pada semua jenis kuda, yaitu kuda menjadi pincang.

Penanganan :
dikompres dengan air dingin, memberikan sepatu yang cocok.


j. Splints
Penyakit ini merupakan tumbuhnya tulang baru (tulang abnormal).

Penyebabnya :
terpeleset, berlari, jatuh dan meloncat.


Pakan Ternak Kuda

Sapi dan kerbau adalah hewan pemamah biak, sedangkan ternak kuda buka termasuk hewan pemamah biah. Jadi, dalam hal ini pakan yang dimakan langsung dikunyah pada saat ternak makan. Pakan ternak kuda seperti pakan ternak lainnya terdiri atas pakan hijauan dan pakan penguat (konsentrat). Hijauan untuk pakan ternak kuda terdiri atas jenis rumput-rumputan, jenis polong-polongan, seperti kacang tanah. Pakan penguat (konsentrat) terdiri atas dedak, jagung, bekatul, dan ditambahkan sumber mineral dan vitamin.

Bagi ternak kuda yang diumbar di lapangan berumput, pemberian hijauan tidak perlu diberikan secara khusus. Kuda akan memilih makanan jenis rumput yang sesuai dengan seleranya. Seperti diketahui, kuda mempunyai sifat untuk memilih jenis rumput tertentu, seperti rumput BD (Brachiaria Decunbens). 

Sebenarnya, dengan pakan hijauan saja kuda sudah dapat hidup, tetapi untuk mencapai prestasi ternak kuda perlu diberi pakan tambahan berupa pakan penguat (konsentrat). Selain pakan, ternak kuda juga perlu air minum yang cukup. Hal ini penting untu membantu proses pencernaan makanan dalam tubuh ternak. Biasanya untuk meningkatkan nafsu makan, air minum dicampur dengan dedak dan ditambah sedikit garam atau gula.


1. Kebutuhan Pakan

Kebutuhan pakan ternak kuda secara umum lebih kurang 10% dari berat badannya, sedangkan jumlah pakan penguat minimal 10% dari kebutuhan pakan keseluruhan. Jadi, kebutuhan pakan kuda adalah 10% dari berat badan yang terdiri atas 90% hijauan segar dan 10% pakan penguat. Akan tetapi, apabila dalam keadaan kering kebutuhan pakannya hanya 3-5% dari berat badan.

Contoh :
Berat kuda =400 kg
kebutuhan pakan = 10/100 x 400 kg = 40 kg/hari (basah

pakan hijauan = 90/100 x 400 kg = 3.600/100 = 36 kg/hari (basah)

pakan penguat = 10/100 x 400 kg = 400/100 = 4 kg/hari (basah)


2. Pemberian pakan

Pakan ternak kuda dibagi atas pakan anak, pakan induk, dan pakan pejantan.

a. Pakan anak

Anak kuda yang berumur 1- 6 bulan tidak perlu disediakan pakan khusus karena masih menyusu dengan induknya. Akan tetapi, apabila sudah berumur lebih dari 6 bulan, anak kudah sudah disapih, perlu pemberian makanan secara khusus yang diberikan dua kali dalam sehari (pagi dan sore), karena pada siang harinya si anak diumbar, untuk berlatih berlari. Setelah lewat umur 24 bulan (2 tahun), anak kuda dianggap sudah dewasa. Kalau kudanya berasal dari kuda pacu, banyak jumlah pakan konsentrat (penguatnya) dan ditambah vitamin serta mineral.

Kuda olahraga dianggap sudah dewasa pada umur 3 tahun karena pada umur ini tulang punggungnya sudah kuat maka pemberian pakan penguatnya disesuaikan dengan berat latihannya. Kuda olahraga lebih banyak lagi memerlukan konsentrat dan serat kasar jika dibandingkan dengan kuda pacu.

Contoh pemberian pakan pada kuda olahraga.
  1. Kuda yang bekerja ringan (kurang dari 3 jam) diberi konsentrat 0,5% dari berat badan dan jerami 1-1,5%.
  2. Kuda yang bekerja sedang (3-5 jam) diberi konsentrat 1,5% dari berat badan dan jerami 1,5%.
  3. Kuda yang bekerja berat (lebih dari 5 jam), diberi konsentrat 1,5-2% dari berat badan dan jerami 1,5%

b. Pakan induk

Pakan induk yang sedang menyusui harus mendapat perhatian khusus, dengan memberi kacang-kacangan dan bunkil yang dapat membantu permbentukan air susu. Pemberian pakan tiga kali sehari, yaitu pagi, siang, dan sore hari.


c. Pakan pejantan

Pemberian kacang-kacangan pada ternak kuda jantan sangat baik untuk mambantu kesuburan. Pejantan yang dijadikan pemacak selama musim kawin yang lamanya kurang lebih 6 bulan, pakan yang diberikan berupa konsentrat, vitamin, mineral, dan rumput unggul dan harus ditambah telur segar 5-10 butir serta madu secangkir per hari. Jika musim kawin, pemberian telur, dan madu tidak diperlukan.


Sumber : Ir. Mazia Centia Murti dan drh. Udy Pramono, M.M

Type and hit Enter to search

Close