Breaking News

Ternak ayam dan ikan

Ternak ayam dan ikan, merupakan jenis ternak yang sudah tidak asing lagi bagi masyarakat. Hasil olahan serta produk industri dengan bahan baku dari kedua jenis ternak itupun sudah tersebar serta dapat dinikmati oleh banyak kalangan. Dapatkan ke dua jenis ternak tersebut dibudidayakan secara bersama-sama pada suatu tempat dalam waktu yang sama?


Pemanfaatan efek timbal balik

Efek timbal balik adalah suatu timbal balik yang timbul dari dua bentuk kegiatan di bidang pertanian, baik berupa kegiatan budidaya tanaman dengan bidang peternakan, peternakan dengan perkiraan atau bidang perikanan dengan budidaya tanaman dengan dampak nyata peningkatan pendapatan serta efesiensi penggunaan lahan.

Kegiatan budidaya dengan pemanfaatan efek timbal balik merupakan dasar pengembangan teknik budidaya yang dapat menjawab pertanyaan yang diajukan seperti tersebut diatas. Dari kegiatan efek simergisme akan diperoleh efek timbal balik secara biologis maupun ekonomis. Efek secara biologis diperoleh dalam bentuk pemanfaatan penggunaan faktor produksi, seperti pupuk, sumber pakan, kesuburan tanah sedangkan efek ekonomis yang diperoleh adalah peningkatan pendapatan yang diterima.

Salah satu bentuk budidaya dengan memanfaatkan adanya efek timbal balik adalah teknik budidaya makanan ayam. Teknik ternak ayam dan ikan adalah suatu cara pemeliharaan ayam dan ikan pada lokasi yang sama dan dalam waktu yang bersamaan.

Manfaat

Pelaksanaan tenak ayam dan ikan bermanfaat, antara lain :
  • pendayagunaan lahan dengan sebaik-baiknya.
  • peningkatan pendapatan yang merata.
  • pengurangan resiko usaha.
  • peningkatan pengetahuan dan keterampilan.
  • peningkatan gizi keluarga.


Teknik ternak ayam dan ikan

Ternak ayam dan ikan merupakan suatu bentuk kegiatan usaha tani secara terpadu antara ternak ayam dan ikan yang diusahakan atau dibudidayakan secara bersama dalam waktu yang bersamaan. Teknik budidaya ini merupakan pengembangan adanya efek timbal balik yang ada pada kedua jenis mata dagangan pertanian tersebut dengan tujuan utama peningkatan penggunaan lahan.

Pada kegiatan ternak ayam dan ikan terdapat dua macam keterampilan yang harus dikuasai yaitu.
  1. keterampilan budidaya ikan.
  2. keterampilan pemeliharaan ayam.
Keterampilan-keterampilan dalam budidaya ikan dan pemeliharaan meliputi.
  1. penyiapan kolam dan kandang.
  2. pemeliharaan ayam dan ikan, antara lain pembagian pakan, pengendalian hama dan penyakit.
  3. kemampuan memasokan hasil.
Ukuran :
  • Kolam : 500 - 700 m2/ disesuaikan dengan lahan yang tersedia. dilengkapi dengan saluran pemasukan dan pembuangan.
  • tanggul dan dasar kolam bisa ditembok.
  • kedalaman kolam 1,5 - 2 m.
  • Kandang : 3 x 2 x 8 m2. Bahan terdiri atas :
  • buis beton 50 cm.
  • kayu.
  • bilik bambu.
  • gentang.
Peralatan Kandang :
  • Tempat pakan.
  • Tempat minum.
  • Tempat telur (jika yang dipelihara ayam petelur).
  • Ember.
  • Timbangan telur.
  • Alat vaksinasi.
  • Lampu pijar.
  • Broder.
  • Lampu minyak.
  • Timbangan gantung.
Persiapan Kandang :
  • Kandang dibersihkan dari sisa-sisa kotoran.
  • Dinding kandang dikapur.
  • Kandang disterilkan dengan cara di semprot dengan formalin.
  • Peralatan makan minum dibersihkan.
Persiapan Kandang :

Fose storter (umur 0-2 minggu)
  • kandang fose storter berbentuk kotak berkaki.
  • kandang fose storter berbentuk kotak berlantai.
Persiapan kolam dan penaburan bibit ikan

1. Langkah pertama adalah menciptakan kesuburan pada kolam.

Adapun tindakan-tindakan yang dilakukan adalah.
  • menggemburkan dasar kolam dengan cara dicangkul.
  • mengapur dengan kapur pertanian berdosis 2 kg/100 m2.
  • memberi pupuk kandang.
  • memberi pupuk urea berdosis 5 kg/m2.
2. Langkah kedua adalah mengisi air kolam
  • tinggi permukaan air 1 m dari dasar kolam.
  • dibiarkan sampai 1 minggu agar tumbuh plankton.
3. Langkah ketiga adalah menebarkan bibit ikan
  • penebaran bibit ikan dilakukan seminggu setelah pengisian air.
  • persentase jumlah ikan, luas kandang, luas kolam, padat penebaran kolam dengan cara ternak ayam dan ikan (ayam pedaging - ikan).

Luas kolam = 500 m2
Ukuran kandang = 3 x 2 x 8 m
Jenis ikan
%
Jumlah (ekor)
          Mas
         Nila
           Nilam
          Tambakan
45
20
15
20
3.035
1.350
1.000
1.350
Ukuran ikan yang ditebar = 5-8 cm
Padat penebaran ayam = 300 DOC

Pemeliharaan

Kegiatan pemeliharaan pada ternak ayam dan ikan pada kegiatan ini adalah :
  • pemberian pakan (pakan ikan, ayam).
  • pemantauan kualitas air.
  • pengendalian penyakit.

A. Pemeliharaan ikan
Waktu pemeliharaan ikan di kolam dapat dilaksanakan dengan :
  • disesuaikan dengan pemeliharaan ayam (40 - 42 hari).
  • ikan dipelihara lebih lama (3 bulan).
Pada budidaya ikan kegiatan yang terpenting adalah pemberian makan tambahan pada ikan. Makanan tambahan dapat berupa dedak atau bekatul. Perkiraan pemberian makanan tambahan adalah 3% dari berat ikan secara keseluruhan, jumlah tersebut sudah dapat mencukupi kebutuhan makanan ikan, karena suplai dari kotoran ikan sudah diperolah pada
  • awal periode pemeliharaan ayam : 1,094 kg/100 ekor/ hari.
  • akhir periode pemeliharaan ayam 12,5 kg/2 ekor/ hari.

B. Pemeliharaan ayam

Pemeliharaan ternak ayam dibagi ke dalam dua fase, yaitu pada

1. Fase starter
  • pada fase starter kandang dilengkapi dengan indukan.
  • kandang diberi bola lampu 40-60 watt.
  • lampu digantung 10-15 cm di atas lantai.
  • jumlah lampu 1 buah untuk setiap kotak kandang starter
Hal yang harus diperhatikan adalah sebagai berikut
  • pemberian pakan dan minum harus diperhatikan dengan cermat.
  • peralatan makan dan minum harus dibersihkan 2-3 hari, sekali.
  • pelaksanaan vaksinasi, lewat air minum dan lewat tetes mata.
Vaksinasi dilaksanakan pada
  • umur 4 hari.
  • umur 14 hari.
  • umur 4 minggu.
2. Fase pemeliharaan ayam di kandang

Kegiatan pada fase ini adalah sebagai berikut.
  • pemindahan anak ayam dari fase starter ke kandang dengan cara ternak ayam dan ikan dilakukan setelah anak ayam berumur 2  minggu.
  • pemeliharaan dengan ternak ayam dan ikan dilaksanakan sampai ayam berumur 4-6 minggu.
  • kegiatan rutin yang dilakukan pada fase ini adalah pemberian pakan/minum dan menjaga kesehatan lingkungan kandang.
  • pemberian pakan dilakukan 2-3 minggu/ hari dengan dosis yang dipakai : umur 1-2 minggu 40 g/ekor/hari. umur 2-6 minggu 60-100 g/ekor/hari.
Baca Juga : 

Penyakit dan Pemberantasannya

Penyakit-penyakit yang sering menyerang pada ternak ayam dan ikan antara lain sebagai berikut.

A. Penyakit pakan ikan
1. Penyakit nonparasiter
  • Penyakit yang disebabkan oleh faktor fisik dan kimia, seperti pH yang terlalu rendah, perubahan suhu air, kurang oksegen dalam air, gas beracun, dan pastisida/herbisida.
  • Penyakit yang disebabkan oleh faktor gizi, yaitu kurang vitamin, bahan makanan yang kurang.
  • Usaha penaggulangan penyakit itu adalah dengan perbaiki struktur kolam, pemakaian air bebas pestisida, dan pemberian makanan tambahan.
2. Penyakit parasitor

Penyakit parasitor pada ikan, antara lain penyakit bintik putih, banyak menyerang ikan hias, tawes, tambahan. Hal ini disebabkan oleh parasit Ichthiopthirius multifikis. Cara pemberantasan penyakit itu adalah dengan.
  • menggunakan methylare blue 1% dalam 100 cc air,
  • merendam ikan yang sakit dengan cairan yang dipersiapkan, 4 liter 2 -4 cc selama 24 jam,
  • memberi garam dapur.
Caranya adalah sebagai berikut
  • siapkan 100 cc air 1 - 3 gr NaCI diaduk.
  • rendam ikan yang sakit dalam larutan tersebut 5-10 menit kemudian dipindahkan ke air bersih.

B. Penyakit pada ayam

Penyakit pada ayam antara lain penyakit NCA/Tetelo, yaitu penyakit yang disebabkan oleh psendo pistis tanda-tandanya adalah norok dan lumpuh. Pencegahan untuk mencegah penyakit ini dengan cara.
  • Senitasi kandang.
  • Vaksinasi pada umu 1-7 hari melalui air minum dengan strep atau antibiotik lainnya.

Pemanenan

Dalam kegiatan pemanenan terdapat beberapa kegiatan yang harus dilakukan. Kegiatan tersebut antara lain sebagai berikut. 

A. Persiapan wadah/ peralatan dan persiapan pemasaran.

Yang harus dilaksanakan pada saat pemanenan adalah persiapan pemasaran, kegiatan ini dilaksanakan dengan tujuan untuk memperoleh kepastian pemasaran dari produk yang dihasilkan. Oleh karena itu, hal yang harus diperhatikan adalah :
  • kepada siapa atau ke mana kita harus menjual produk?
  • berapa tingkat, harga yang akan diterima ?

B. Waktu Pemanenan

Kegiatan pemanenan pada kegiatan ternak ayam dan ikan terdiri atas pemanenan ikan dan ayam. Pemanenan ikan dapat dilakukan sesuai dengan lama periode pemeliharaan ayam (4-6 minggu) atau disesuaikan dengan pola usaha yang diterapkan. Para prakteknya lama pemeliharaan ayam adalah 6 minggu sudah diperoleh ayam dengan bobot 1,8 - 2 kg/ekor.

Langkah pemanenan ikan dapat digambarkan sebagai berikut :
  1. Saluran pemasukan ditutup. Sediakan penyaring pada saluran pembuangan, kemudian dibuka.
  2. Ikan dikumpulkan dengan menggunakan seser kemudian di masukkan ke dalam wadah yang sudah disediakan untuk pengiriman jarak jauh dapat dipergunakan wadah dari plastik ukuran diameter 50 cm, panjang 1 m yang diisi 15 liter air dan ditambah dengan oksigen.
  3. Kumpulkan hasil yang diperoleh, siap untuk dipasarkan.

Sumber : Sunarso, B.Sc

Type and hit Enter to search

Close