Breaking News

Angsa

Beternak Angsa

A. Manfaat Beternak Angsa
Angsa adalah ternak yang dapat mendatangkan keuntungan jika dipelihara dengan baik. Jika kita punya halaman atau pekarangan, angsa bisa dilepaskan disitu, dan kita cukup menyediakan air dan naungan. Perawatan angsa tidak memerlukan biaya yang besar. Memelihara angsa sangat mudah, siapapun dapat melakukan tanpa harus memiliki keahlian khusus. Angsa adalah unggas yang sangat tahan penyakit. Beberapa pun anak angsa yang kita pelihara semuanya akan selamat dan bisa dipetik hasilnya.



Manfaat yang dapat kita peroleh dari beternak angsa di antaranya adalah seperti berikut.
  1. Ternak angsa menghasilkan daging yang lezat, harum, dan sedikit mengandung lemak. Daging angsa adalah makanan sehat bagi keluarga di samping sebagai sumber protein yang murah. Jika kita ingin agar keluarga kita selalu sehat dan cerdas daging angsa cocok untuk makanan keluarga.
  2. Ternak angsa bisa memberikan tambahan penghasilan bagi keluarga karena dagingnya bisa dijual ke rumah-rumah makan dan hotel-hotel. Anak-anak sekolah bisa membantu orang tuanya dengan beternak angsa karena beternak angsa tidak menyita banyak waktu. Bahkan, dengan beternak angsa orang tua akan bisa melatih anak-anaknya untuk kreatif, rajin, bertanggung jawab, serta meliliki rasa sayang terhadap hewan.
  3. Angsa adalah unggas yang sangat menyukai rumput. Kita dapat memanfaatkan angsa untuk membersihkan rumput atau memberantas gulma baik di pekarangan, kebun buah, kebun sayuran, ataupun palawija.
  4. Angsa adalah hewan yang sangat waspada terhadap musuh. Sifatnya sangat galak dan agresif terhadap orang asing yang datang atau mendekati mereka. Angsa kemudian mengeluarkan suaranya, menjerit-jerit, lehernya dijulurkan dan siap mematuk dan menyambar siapa saja, kecuali pemiliknya. Dengan demikian, angsa dapat dimanfaatkan untuk membantu menjaga rumah kita dari orang-orang yang berniat jahat.
  5. Bulu angsa sangat halus dan empuk, tetapi kurang menyerap air. Oleh karena itu, bulu angsa dapat dipakai untuk mengisi bantal dan kasur. Bulu angsa juga dapat dipakai untuk hiasan yang sangat indah dan laku dijual. Telur angsa adalah makanan yang lezat, kulitnya juga bisa dibuat hiasan. kotoran angsa dapat dipakai untuk pupuk.

B. Syarat Beternak Angsa
Angsa adalah unggas yang mudah dipelihara dan tahan penyakit. Akan tetapi, untuk mendapatkan hasil yang baik peternak harus memelihara ternaknya dengan sungguh-sungguh. Peternak harus mempunyai rasa sayang pada ternaknya. Rasa sayang itu ditunjukkan dalam rajinnya menjaga kesehatan dan kebersihan lingkungan, memberi makanan dan minum yang cukup, dan memperhatikan tingkah laku setiap angsa yang dipelihara secara satu per satu.

Walaupun angsa adalah perenang yang baik, tidak perlu ada kolam dan sungai untuk memeliharanya karena kehidupan angsa tidak tergantung pada tempat-tempat berair. Angsa dapat dipelihara di mana saja, Baik di pantai, di gunung maupun di tanah-tanah kering. Yang jika di tempat itu tidak tersedia makanan untuk angsa maka kita menyediakan makanan yang cukup.

Karena angsa bisa mengeluarkan suara keras yang dapat mengganggu tetangga, sebaiknya angsa tidak dipelihara di pemukiman yang padat penduduk. Angsa adalah pemakan hijauan seperti rumput dan sayuran. Tersedianya pekerangan yang cukup luas atau tanah lapang akan memudahkan pemeliharaan angsa.

Jenis-Jenis Angsa

Setelah pembaca mengetahui keuntungan dan manfaat beternak angsa, diharapkan akan tertarik untuk melakukannya. Langkah awal beternak angsa adalah menentukan jenis angsa apa yang akan dipelihara. Beberapa angsa yang terkenal adalah angsa cina, angsa tolouse, angsa embden, dan angsa afrika.

a. Angsa Cina
Angsa cina berasal dari angsa-angsa liar yang ada di Cina daratan. Hampir semua angsa yang ada di Indonesia adalah jenis angsa cina. Angsa cina lebih menyukai rerumputan daripada angsa-angsa lainnya. Angsa cina adalah angsa yang paling menarik. Mereka tumbuh cepat dan cepat dewasa. Angsa cina siap untuk dipotong pada umur kira-kira delapn minggu. Dagingnya lebih gelap daripada angsa-angsa jenis lainnya dan lemaknya sedikit. Angsa cina kurang tahan penyakit daripada angsa-angsa lainnya.

b. Angsa Afrika
Angsa afrika bentuk dan rupanya mirip dengan angsa cina tetapi ukuran tubuhnya lebih besar. Ciri khas yang ada ialah lipatan pada kulit lehernya. Daging angsa afrika sangat disukai oleh turis-turis asing. Angsa afrika juga penghasil telur yang baik seperti halnya angsa cina.

c. Angsa Embden
Angsa embden berwarna putih mulus, tumbuh cepat dan cepat dewasa. Anak angsa embden bisa mencapai berat 6 kg dalam waktu 10 minggu. Angsa jenis ini cocok untuk dikembangkan secara komersial atau secara besar-besaran seperti ayam.

d. Angsa Tolouse
Angsa tolouse merupakan jenis angsa yang berukuran paling besar. Perawakannya tegap. Ciri-cirinya adalah bulu punggung berwarna garis-garis putih dan dadanya berwarna putih. Warna bulu pada tubuh ini mirip dengan angsa cina dengan perbedaan bulu pada leher lebih panjang sehingga ukuran leher tampak besar. Angsa tolouse jantan dewasa beratnya bisa mencapai 13 kg.

Baca juga : Ternak kalkun

Kandang

Induk angsa dapat dipelihara dan ditempatkan dimana saja, seperti dibelakang rumah, bersatu dengan sapi, domba, ayam, atau itik. Akan tetapi, kita sebaiknya sudah mempersiapkan tempat untuk pemeliharaan sebelum angsa-angsa yang akan kita pelihara datang. Apakah kita mempunyai halaman yang cukup luas sediakanlah sebagian yang dipagar keliling. Di tempat itu kita bangun kandang angsa dan gubuk naungan. Kandang angsa berfungsi untuk merawat dan membesarkan anak-anak angsa sampai dapat digembalakan, sedangkan gubuk naungan digunakan untuk tempat tidur dan berteduh induk angsa.

a. Kandang Angsa
Kandang angsa tidak perlu bagus yang penting harus kering dan dapat mencegah angin masuk secara langsung. Kita bisa menggunakan sangkar untuk anak ayam atau sebuah bangunan tertutup. Jika anak angsa yang dipelihara sedikit, kita bisa menggunakan sangkar. Jika anak angsa yang kita pelihara cukup banyak kita harus menyediakan bangunan tertutup seperti kandang ayam atau kandang itik.

Sedangkan untuk anak angsa dapat berupa kotak dengan rangka dari kayu dan dinding serta atasnya dari bilah-bilah bambu, kayu atau kawat kas. Di dalam kotak kita beri lampu penerang 40 watt sehingga anak angsa mudah mendapatkan makanan dan air. Selain itu, lampu juga berguna sebagai penghangat.

Kandang untuk anak angsa dapat berbentuk seperti kandang ayam atau kandang itik. Bahan bangunan dapat dibuat dari kayu atau bambu. Dinding dapat dibuat dari bilah-bilah bambu atau kawat kasa, sedangkan bagian atasnya dapat berupa genting, rumbia, seng, atau asbes. Lantai bangunan bisa dari tanah, kayu, atau semen. Sebaiknya lantai terbuat dari semen karena angsa akan sehat dan kandang mudah dibersihkan.

b. Peneduh atau Naungan
Induk angsa membutuhkan peneduh atau perlindungan terhadap terik matahari ataupun hujan. Peneduh untuk angsa bentuknya sangat sederhana. Peneduh, selain berguna untuk tidur, juga untuk perkawinan dan bertelur. Oleh karena itu, ukurannya pun harus diperhatikan.

Salah satu sifat buruk angsa adalah suka mencampur telur dalam satu sarang. Telur dari induk yang berbeda tersebut dierami oleh satu induk. Jika sudah ada telur yang menetas angsa tidak mau lagi mengerami telur-telur lainnya yang belum menetas. Untuk mencegah hal tersebut, sebaiknya buatlah tempat-tempat khusus untuk angsa bertelur. 

Tempat bertelur dapat berbentuk kotak-kotak yang disusun berderet. Tiap kotak harus berukuran pas untuk satu ekor angsa induk, yaitu kira-kira 30 x 30 x 30 cm. Berilah nomor pada tiap kotak, dan isilah kotak dengan alas jerami atau rumput. letekkan kotak tempat bertelur itu di bawah peneduh atau di dalam kandang.


Merawat Angsa

Jika bibit yang kita beli berupa induk angsa, kita tiak akan kesulitan dalam merawatnya. Akan tetapi, apabila kita pelihara adalah anak-anak angsa, terutama anak-anak angsa yang baru menetas, kita memerlukan persiapan dengan lebih baik karena kondisi anak-anak angsa tersebut masih lemah. Jika anak angsa dipelihara jumlahnya sedikit peliharalah dalam sangkar kecil yang dilengkapi dengan lampu. Jika anak angsa yang dipelihara jumlahnya cukup banyak, peliharalah dalam kandang yang menggunakan pembatas.

Sebelum anak angsa datang persiapkanlah kandang atau sangkar dengan baik. Sikatlah dinding, langit-langit, dan lantai. Gunakanlah sabun terutama untuk mencuci lantai. Berilah pemanas berupa lampu listrik atau lampu minyak, jika anak angsa yang dipelihara berumur kurang dari satu minggu. Pakailah lampu 30 watt dan gantungkan di tengah kotak sangkar atau kandang kira-kira 9-12 cm di atas lantai.

Gunakanlah lampu secukupnya dan aturlah ketinggian lampu sedemikian rupa sehingga memberikan kenyamanan bagi anak angsa. Gantungkanlah termometer dekat dengan lampu, tingginya sama dengan tinggi punggung angsa. Termometer gunanya untuk mengukur suhu udara, dengan termometer bisa diketahui secara tepat tingkat suhu (panas) yang cocok bagi angsa.

Anak-anak angsa yang kepanasan biasanya gelisah, ribut, menjauhi lampu, dan saling patuk (kanibalisme). Pada saat terjadi saling patuk biasanya anak angsa satu mematuk anak angsa lainnya sampai terluka dan berdarah. Luka tersebut menarik anak-anak angsa lainnya untuk mematuk sehingga anak angsa yang dipatuk itu mati. Kanibalisme juga terjadi akibat kandang yang terlalu padat sehingga anak-anak angsa berdesakan. Atau, tidak cukup makanan dan air minum sehingga anak-anak angsa berebutan untuk mendapatkannya.

Di dalam kandang anak angsa sebaiknya disediakan batas, letaknya tepat di bawah lampu. Batas tersebut bisa terbuat dari karton atau bilah-bilah bambu yang dirangkai. Tinggi pembatas kira-kira 30 cm. Letakkanlah pembatas itu di atas lantai. Lampu harus terletak di tengah-tengah. Pembatasan ini bisa membuat anak-anak angsa dekat dengan sumber panas, makanan dan air minum, dan mencegah angin yang berhembus langsung ke lantai. Pembatas itu harus dapat berdiri dengan tegak sehingga tidak roboh dan melukai anak angsa.

Anak angsa dapat panik atau terkejut jika dikejutkan oleh suara halilintar. Pada saat panik anak bangsa akan lari dengan arah yang sama. Kalau pembatas ini dibuat bentuk persegi, anak-anak angsa akan betumpuk disudut-sudut. Anak-anak angsa saling tumpang tindih dan yang tertindih dapat sulit bernapas dan hati. Hal semacam ini tidak akan terjadi jika pembatas bentuk lingkaran.

Jika kita telah meletakkan pembatas di lantai berilah alas (litter) berupa serbuk gergaji, kulit padi, kulit kacang atau jerami yang dicacah setebal 4-6 cm. Litter yang ditaburkan ini harus bersih, kering, dan bisa menyerap air sehingga dapat member kehangatan bagi anak-anak angsa. Jika litter basah atau kotor, ambillah bagian yang kotor tersebut, lalu ganti dengan litter yang bersih dan kering.

Pada saat anak angsa ini sudah tumbuh besar, perbesarlah luas pembatas sehingga anak-anak angsa mendapat ruang gerak yang cukup leluasa. Lalu, tambahkanlah litter ke dalamnya. Setelah beberapa minggu pada saat anak-anak angsa sudah tidak membutuhkan lagi pembatas, anak-anak angsa itu bisa dikeluarkan dari kandang. Jangan menggunakan kertas koran, plastik, atau bahan-bahan lain yang permukaannya licin untuk alas kandang. Permukaan licin bisa membuat kaki anak angsa luka sehingga pincang.

Letakkanlah tempat makan dan minum di dalam pembatas sehingga mudah dicapai oleh anak angsa. Tempat minum sebaiknya terbuat dari plastik atau bahan-bahan lain yang tidak berkarat. Tempat minum sebaiknya terbuat dari plastik atau bahan-bahan lain yang tidak berkarat. Tempat minum dari plastik mudah didapat di toko-toko yang menjual makanan ternak. Kita bisa juga membuat tempat minum dari batok kelapa atau ruas-ruas bambu. Tempat makan bisa terbuat dari kayu, bambu, atau seng.

Sehari sebelum anak angsa datang, nyalakanlah lampu dan ukuran suhu udara di atas lantai dengan termometer yang digantungkan ditempat itu. Untuk menciptakan suhu udara yang tepat sesuai dengan kebutuhan angsa, kita bisa melakukannya dengan coba-coba, yaitu dengan mengatur ketinggian lampu. Suhu yang cocok bagi anak angsa biasanya adalah 37 derajat celcius.

A. Memberi Makan Anak Angsa
Anak angsa yang baru menetas dapat bertahan sampai 72 jam atau 3 hari tanpa makan atau minum. Ketahuilah itu ada dan dapat hidup cukup lama karena setelah menetas dalam tubuhnya masih terdapat sisa makanan yang diserap dari kuning telur pada telur bersangkutan saat sebelum menetas. Oleh karena itu, jangan ragu-ragu apabila kita membawa atau mengangkut anak angsa melalui perjalanan jauh asalkan waktu perjalanan tidak melebihi 3 hari.

Akan tetapi, bukan berarti anak angsa akan dibiarkan begitu saja setelah menetas. Berilah anak angsa makan dan minum dengan segera. Sebaiknya, makan dan air minum itu sudah tersedia sebelum anak angsa ditempatkan dalam ruang pembatas (induk buatan). Pada saat awal (starter) anak angsa harus diberi makanan berprotein tinggi (22%). Makanan itu bisa berupa makanan untuk itik starter, atau ayam pedaging starter yang bisa dibeli ditoko-toko makanan ternak. Jika toko makanan terlalu jauh, kita bisa memberi makanan untuk anak angsa sebagai berikut.
  • Tepung ikan 2 bagian.
  • Tepung jangung 3 bagian.
  • Dedak halus 1 bagian.
Tepung ikan dapat diganti dengan tepung bekicot, tepung siput, atau tepung kerang, bungkil kacang tanah, bungkil kelapa atau ampas tahu. Tepung jagung dapat diganti dengan tepung ubi kayu atau tepung gandum. Tepung yang diberikan jangan terlampau halus. Tempat makan dan minum harus selalu terisi, tetapi jangan terlalu banyak. Anak angsa sebaiknya diberi vitamin.

Vitamin ini bisa dibeli ditoko-toko makanan ternak. Vitamin untuk anak ayam, juga bisa untuk angsa. Bacalah aturan pakai vitamin menurut aturan. Pada umumnya, vitamin diberikan dengan cara dilarutkan ke dalam air minum, dengan aturan dua sendok kecil yang ada dalam bungkusnya untuk satu liter air.

Anak angsa dapat dikeluarkan dari kandang dan dibiarkan makan rumput-rumput hijau di halaman setelah berumur 2 minggu. Pada usia tersebut bulunya belum tumbuh dengan sempurna sehingga bisa mudah kedinginan, terutama apabila terjadi hujan. Sebaiknya, anak angsa tetap berada dalam kandang sampai umur empat minggu atau satu bulan, yakni pada saat bulu-bulunya telah tumbuh dengan sempurna.

Setelah berumur satu bulan, anak angsa bisa diberi makanan yang berprotein rendah (15-18%). Makanan umur ayam petelur bisa diberikan pada angsa pada usia dini. Satu bagian makanan untuk ayam pedaging starter bisa dicampur dengan satu bagian tepung ubi kayu, tepung jagung, atau dedak padi. Jika kita ini membuat ransum sendiri, bahan-bahannya adalah sebagai berikut.
  • Tepung ikan 1 bagian.
  • Tepung jagung 3 bagian.
  • Tepung halus 1 bagian.
Baca juga : Manfaat memelihara burung merpati

B. Menggembalakan Angsa

Angsa berumur 4 minggu sudah boleh digembalakan, tempatnya dapat di halaman, di tanah lapang, di ladang, atau di kebun. Di lapangan, anak angsa akan suka sekali makan rumput atau tanaman yang masih pendek, muda, segar. Angsa tidak suka rumput yang sudah tinggi, kering, dan keras.


Angsa bisa digembalakan di kebun buah-buahan atau palawija untuk membersihkan gulma. Jika kita merencanakan ingin memberantas gulma dengan angsa, sebaiknya angsa digembalakan ke tempat tersebut Sebelum gulma tumbuh tinggi. Hal yang perlu diperhatikan adalah jangan sekali-kali menggembalakan angsa di kebun atau lapangan rumput yang telah disemprot dengan obat-obatan pembasmi hama (insektisida) atau obat-obatan pembasmi rumput atau gulma (herbisida).

Angsa menyukai jenis gulma tertentu. Untuk memberantas gulma di perkebunan 6-8 ekor angsa bisa dipakai untuk kebun seluas setengah hektar. Pagarilah kebun yang akan diberantas gulmanya agar angsa tidak berkeliaran ke tempat-tempat yang jauh. Jika angsa sengaja dipelihara untuk memberantas gulma, sebaiknya, angsa tidak diberi makan terlebih dahulu supaya mereka lapar sehingga dapat memakan gulma sebanyak mungkin.

Dianjurkan untuk tidak memelihara secara terkurung mulai dari anak hingga siap dipotong. Angsa yang digembalakan akan lebih sehat dan sedikit mengandung lemak daripada angsa yang di keram(dikandang) terus-menerus. Memelihara angsa dengan cara digembalakan akan lebih murah. Dengan digembalakan, biaya untuk makanan bisa dihemat 9 kg per ekor pada saat angsa dijual. Pada saat dijualsebaiknya berat angsa dapat mencapai 4,5 - 5,5 kg.

Makanan dalam perut angsa akan diubah menjadi daging. Berat makanan yang diperlukan untuk meningkatkan bobot tubuh disebut konversi ransum. Makin kecil angka konversi adalah makin baik karena makanan yang dibutuhkan untuk meningkatkan berat tubuh per 1 kg makin sedikit. Konversi ransum pada angsa paling kecil daripada unggas lainnya, yaitu sekitar 2. Ini berarti anak angsa hanya membutuhkan 2 kg ransum untuk menambah berat sebesar 1 kg.

Ransum itu adalah ransum yang kita berikan dalam bentuk tepung, sedangkan makanan lain berupa rumput, sayuran, atau hijauan tidak dihitung. Unggas lain, seperti ayam pedaging, konversinya di atas 2,5. itu berarti dari segi pemanfaatan pakan angsa lebih irit daripada ayam. Jika anak angsa digembalakan di kebun atau pekarangan, minuman, dan tempat berteduh harus disediakan. Kita bisa menyediakan air dalam wadah (misalnya ember atau panci) yang disebar di tempat-tempat tertentu.

Pohon merupakan peneduh alami. jika tidak ada pohon buatlah tempat berteduh sementara, bahannya bisa berupa kayu, bambu, papan, genting, atau rumbia. Tempat berteduh tidak perlu berdinding, cukup ada peneduh di atasnya untuk mencegah terik matahari dan hujan. Peneduh yang mudah dibuat adalah bingkai papan atau anyaman bambu yang langsung diletakkan di atas tanah.

Lokasi tempat pemeliharaan angsa sebaiknya diberi pagar untuk mencegah anak-anak angsa berkeliaran jauh. Tinggi pagar cukup 1 - 1,5 m. Angsa tidak akan bisa melompat setinggi ini. Anjing bisa melompat setinggi 2 - 2,5 m. Akan tetapi, anjing akan ketakutan pada induk angsa yang sifatnya menyerang sehingga tidak perlu dikhawatirkan adanya serangan hewan liar.

C. Merawat Angsa 
Buatlah jadwal pemberian makan dan minum angsa dari pagi hingga malam. Kita jangan hanya menaruh makan di tempat makan dan mengisi tempat air minum dua kali sehari lalu selesai, tetapi harus pula merawat angsa-angsa kita itu dengan sepenuh perhatian. Amatilah angsa-angsa dan lingkungannya apakah kepanasan atau kedinginan. Apakah angsa-angsa sudah merasa nyaman dipelihara di pekarangan anda? apakah angsa itu maumakan atau minum? apakah ada angsa yang sifatnya diam saja atau menyendiri? jika ditemukan hal-hal seperti di atas kita harus segera mengabil tindakan.

Jika wadah makan angsa yang dipakai kelihatan kosong diisi lagi makanan. Jika makanan yang dipakai tersisa dan berjamur, gantilah dengan yang baru. Jika litter basah dan bau juga ganti dengan yang baru karena litter yang basah adalah tempat baik sekali untuk berkembangbiaknya bibit penyakit. 

Ada tahapan perawatan angsa yang dibagi dalam minggu. Tahapan itu sebagai berikut. 

Minggu pertama. Peliharalah angsa dalam induk buatan. Induk buatan dapat terbuat dari kotak berdinding kawat kasa atau bambu yang diberi pemanas berupa lampu. Apabila dipelihara dalam kandang, induk buatan bisa berupa lampu yang di bawahnya diberi pembatas. Berilah makanan berprotein tinggi (22%) dan juga vitamin. Suhu induk buatan adalah 37.2 derajat celcius.

Minggu kedua. Isilah tempat makan dengan separuhnya, sedangkan tempat minum diisi penuh. Turunkan suhu kandang hingga 35 derajat celcius dengan menaikan lampu. Memperhatikan anak angsa lebih penting daripada memperhatikan termometer. Jika anak angsa kelihatan lebih nyaman, tambahlah luas pembatas. Jika anak-anak angsa sudah tampak nyaman tanpa dibatasi maka pembatas itu bisa disingkirkan. Singkirkanlah anak-anak angsa yang tampak sakit. 

Minggu ketiga. Perhatikan kebersihan kandang dengan baik. Jaga agar litter tetap bersih dan kering. Sediakan makanan dan air minum yang segar. Turunkan suhu kandang hingga 32 derajat celcius.

Minggu keempat. Aduk-aduklah litter dan jaga agar tetap bersih dan kering. Turunkan suhu kandang sampai 29 derajat celcius. Pada cuaca terang suhu di luar kandang bisa sama dengan di dalam kandang. Oleh karena itu, pada waktu siang lampu bisa dimatikan. Jika pada malah hari udara dingin, nyalakanlah lampu. Pada saat itu anak-anak angsa bulu punggungnya harus sudah tumbuh dengan sempurna. Pada saat itu lokasi pemeliharaan angsa harus sudah diberi pagar untuk mempersiapkan agar anak-anak angsa bisa digembalakan di kebun-kebun atau di lapangan.

Minggu kelima. Berilah angsa dengan ransum berprotein rendah (15-18%) atau pakan untuk ayam petelur. Gembalakanlah angsa di kebun pekarangan, atau lapangan. Sediakan makan dan air minum di luar kandang. Perhatikanlah apakah makanan yang diberikan jumlahnya cukup. Apakah cuaca buruk mempengaruhi kesehatannya? apakah hewan-hewan liar pemangsa suka mengganggu? masukan anak-anak angsa ke dalam kandang pada malam hari. Jika pada malam hari angsa dimasukan ke dalam kandang perhatikan apakah di dalam kandang tersedia makanan. Air minum harus tersedia bersama makanan.

Minggu keenam. Angsa harus digembalakan untuk memakan rumput-rumput muda. Berikan pakan dan minum pada wadah-wadah yang ditempatkan jauh dari pagar.

Minggu ketujuh hingga ke sembilan. Periksa pagar. Beri pakan dan minum dalam jumlah cukup. Jika rumput-rumputan kering atau tanaman hijau tidak tumbuh pakan tepung harus ditambah. Pada saat angsa berumur 9 minggu, tengkaplah dua ekor angsa yang paling besar lalu timbanglah. Untuk menangkap seekor angsa peganglah leher dengan satu tangan dan tangan lain memegang sayap. Janganlah memegang kaki dan bulu, karena mudah terluka. Kita bisa menggunakan timbangan gantung untuk mengimbangi angsa. Jika angsa sudah mencapai berat 4,5 kg, berarti sudah siap dipotong.

Minggu kesepuluh hingga kedua belas. Pada minggu kesepuluh angsa sudah siap dipotong. Periksalah lapangan rumput tempat angsa bermain. Buatlah peneduh untuk mencegah sengatan matahari. Jika mereka digembalakan dalam kebun sayuran atau buah-buahan, lakukanlah sebelum buahnya masak. Timbang lagi angsa untuk mengetes dua ekor secara berturut, berat seekor harus mencapai 5,4 kg, jika masih kurang, pelihara terus dengan memberi makan tepung sampai beratnya mencapai 5,4 kg.

Setelah dua belas minggu. Setelah anak angsa mencapai berat 5,4 kg, anak angsa siap dipotong dan jika kurang, pelihara terus selama dua minggu lagi. Jangan memelihara angsa sampai tua karena pemotongannya akan sulit. Kita cukup memelihara angsa sekitar 12 minggu atau 3 bulan, angsa yang tua dagingnya keras dan sulit dimakan.

Baca juga : 
Ternak burung puyuh petelur

Angsa yang Bertelur

Angsa tidak pernah diseleksi untuk menghasilkan produksi telur yang tinggi seperti pada ayam negeri atau ayam ras. Namun, angsa cina, adalah angsa yang paling banyak menghasilkan telur. Dalam 1 tahun bisa menghasilkan 40 butir telur. Dalam keadaan alami angsa bisa bertelur dua kali setahun.

Tanda-tanda angsa betina yang telah bertelur adalah perutnya kendur sehingga menggelayut ke bawah. Akan tetapi, ini bukanlah ciri umum, tidak selalu angsa yang memiliki ciri demikian adalah angsa bertelur. Salah satu ciri yang lebih dapat dilihat adalah pada tingkah laku jantan. Pada saat betina bertelur jantan lebih suka menyerang. Pada saat itu jantan dapat sangat berbahaya terutama pada anak kecil.

Paruhnya sangat kuat, gigitannya juga sangat menyakitkan dan bisa menimbulkan luka memar. Akan tetapi, angsa jantan biasanya tidak galam terhadap pemiliknya. Oleh karena itu, tidak perlu ditakuti. Angsa betina mulai bertelur pada umur 7 bulan. Angsa betina akan bertelur hingga jumlahnya mencapai 20 butir, dan setelah itu dierami. Telur tetas akan ditutupnya sendiri dengan jerami, rumput, dan bulu-bulu dada.

Angsa biasanya sangat hati-hati dalam memilih tempat bertelur. Angsa tidak mau bertelur kalau tidak tersedia rumput dan jerami untuk menutup telurnya. Angsa yang sudah bertelur di suatu tempat sulit untuk dapat dipindahkan. Sediakanlah ranting-ranting atau rumput atau jerami di tempat angsa yang bertelur.

Kebanyakan angsa adalah pengeram yang baik. Mereka akan duduk dengan sabar di atas serang selama masa pengeraman, tiga puluh hari. Selama itu jantan akan sangat galak terhadap semua pengganggu. Angsa betina pada umumnya mempunyai sifat buruk, yaitu mencampur telurnya dalam satu sarang. Kebiasaan ini perlu dicegah karena angsa akan berhenti mengeram jika telur yang telah dierami ada yang menetas.

Telur-telur baru dari angsa lain yang tercampur ke dalam sarang tersebut tidak akan menetas karena tidak dierami lagi. Cara mengatasinya adalah buatlah kotak-kotak untuk angsa bersarang. Beri jerami atau rumput di tempat itu. Jika angsa telah bertelur beri tanda atau nomor pada telur yang berasal dari satu intuk, agar telur dari induk lain yang tercampur bisa segera dikembalikan.

Menetaskan Telur Angsa

A. Penetasan dengan induk ayam
Telur angsa bisa juga dierami oleh induk ayam atau entok. Satu hal yang perlu diingat adalah saat telur dierami oleh induknya, telur perlu dibalik oleh kaki atau paruh induk. Pembalikan ini penting untuk meratakan suhu dan zat-zat makanan. Hasil penetasan tidak baik jika tidak dibalik. 

Telur anggsa ukurannya terlalu besar dan terlalu berat untuk dapat dibalik oleh induk ayam atau entok. Oleh karena itu, pembalikannya perlu kita bantu. Berilah tanda X dan O pada dua sisi yang berbeda agar telur yang sudah dibalik tidak keliru dengan telur yang belum dibalik. Telur angsa juga harus sering disemprot atau dibasahi dengan air untk mencegah agar selaput-selaput dalam telur tidak mengering. Satu ekor ayam bisa mengerami 2-3 butir telur angsa, dan entok bisa mengerami 4-5 butir

B. Dengan mesin tetas
Mesin tetas sangat membantu pengembangbiakkan ternak angsa. Dengan adanya mesin angsa yang dipelihara dapat lebih banyak. Induk angsa dibiarkan bertelur terus menerus, Setiap kali bertelur ambillah telur itu dan kumpulkan, Setelah jumlahnya cukup banyak telur muli ditetaskan. Jadi, angsa tidak mengalami masa mengeram.

Mesin tetas sekarang mudah didapatkan di toko-toko yang menjual sarana produksi ternak. Ukurannya biasanya 1 x 1 meter persegi dengan satu bak telur atau lebih. Sumber panas mesin tetas ada yang dari listri, dari minyak, dan ada pula dari kombinasi. Artinya, sumber pemanasnya dari listrik dan juga dari minyak tanah. Pilihlah sesuai dengan harga dan kondisi tempat kita berada.

Sebelum dipakai, bersihkanlah mesin tetas terlebih dahulu dengan kain lap basah yang telah direndam dalam air sabun, rinso, lysol, atau creolin. Keringkan mesin tetas, lalu simpan dalam ruangan tertutup. Ruangan tempat penyimpanan barang-banrang kotor seperti pakaian kotor, sepatu kotor, jangkul, dan sebagainya, di dalam ruang mesin tetas. 

Isilah bak air hingga hampir penuh dan letakkan termometer di atas bak telur. Nyalakanlah meisn tetas paling tidak satu hari satu malam (24 jam). dalam waktu tersebut biasanya suhu mesin tetas telah stabil atau tetap. Dengan memutar skrup pengatur suhu pilihlah suhu dalam mesin tetas setinggi 38,5 derajat celcius. Perlu diperhatikan bawha suhu itu diukur dengan termometer, dengan posisi bola (pentol) termometer kira-kira segaris dengan permukaan kulit telur bagian atas.

Jika suhu mesin tetas sudah stabil, telur-telur mulai bisa diletakkan dalam bak telur. Jika telur yang tersedia jumlahnya sedikit, letakkan semua. Namun, jika telur yang tersedia cukup banyak, sebaiknya kita melakukan seleksi atau memilih telur yang baik, telur yang baik untuk ditetaskan adalah sebagai berikut .

  1. Umur telur tidak lebih dari satu minggu.
  2. Ukurannya rata-rata, tidak terlalu besar atau sebaliknya.
  3. Kulit mulus tidak terdapat benjolan.
  4. Bentuknya bulat telur atau oval, tidak bundar seperti bola atau lonjong seperti buah ketimun.
Bersihkanlah kotoran pada kulit telur dengan kain lap basah yang telah direndam dalam larutan sabun, rinso, atau lysol. Simpanlah telur dalam bak telur dengan dirabahkan. Tutuplah mesin tetas dan biarlah sampai dua hari lamanya. Pada har ke 4 telur harus diteropong untuk memeriksa apakah di dalam telur terdapat benih atau embrio. Peneropongan bisa dilakukan dengan lampu senter atau alat teropong yang terbuat dari kayu atau kaleng.

Adanya embrio dapat dilihat dari adanya urat-urat darah dalam telur. Jika terdapat urat-urat darah, berarti telur tersebut tidak mengandung embrio. Telur itu tidak usah dimasukkan lagi ke dalam lemari tetas dan harus dikeluarkan untuk dimanfaatkan. Telur itu bisa direbus atau digoreng untuk dijadikan santapan lezat.

Telur-telur yang mengandung embrio diletakkan kembali dalam bak telur. Mula har ke 2 telur dibalik secara teratur, pembalikan sebaiknya 5 kali sehari, atau paling tidak 3 kali sehari, pagi, siang, dan malam. Pembalikan dilakukan sampai hari ke 28. Pada hari ke 16 suhu harus diturunkan menjadi 37,8 derajat celcius. Mulai hari ke 16 kelembapan harus ditingkatkan, caranya dengan membasahi telur dengan kain basah, dan meletakkan kain basah itu di atas bak telur.

Pada hari ke 28 pembalikan dihentikan karena telur sudah siap menetas (pipping) atau pecah. Pada saat telur mulai pecah kelembapan mesin tetas harus tinggi, letakkan lagi kain basah di atas bak telur. Pada hari ke 30 hampir semua telur sudah menetas. Biarkan angsa yang telah menetas sampai kering. Setelah kering baru angsa-angsa itu di keluarkan. Peliharalah anak-anak angsa tersebut dalam induk buatan. Pada hari ke 30 biasanya mesin masih ada telur yang belum menetas. Oleh karena itu, mesin tetas jangan buru-buru dimatikan. Biarkanlah menyala sampai 3 hari lamanya.

Baca juga : Beternak itik

Penyakit Angsa

Angsa adalah unggas yang paling tahan penyakit. Jika kita melaksanakan pekerjaan kita dengan sebaik-baiknya, seperti menjaga kebersihan kandang dari awal pemeliharaan, memberi makan yang baik dan dalam jumlah cukup, masalah penyakit tidak akan muncul. Penyakit angsa bisa timbul pada anak angsa adalah mencret. Jika kita melihat lebih dari seekor anaka angsa lesu, kurang nafsu makan, dan mencret-mencret segeralah diobati denan antibiotik atau obat sulfa. Olet itu dapat dibeli di toko peternakan. Secara tradisional. penyakit itu dapat diobati dengan larutan belerang satu sendok teh dalam satu gelas air hangat.

Penyakit yang kedua yang paling banyak terjadi pada anak angsa adalah penyakit cacingan. Penyakit itu terjadi karena anak-anak angsa digembalakan di lapangan yang tercemar oleh cacing. Cacing ini bisa berasal dari ayam, itik, atau angsa-angsa lain yang pernah digembalakan di situ. Ciri-ciri anak angsa yang menderita cacingan adalah kurus, lesu, bulu tidak bercahaya, dan pertumbuhan kurang.

Obatilah anak-anak angsa dengan obat cacing yang bisa kita dapatkan ditoko makanan ternak. Secara tradisional cacingan bisa diobati dengan biji buah pinang. Tumbuklah biji buah pinang, lalu campurkan dengan pakan, satu biji buah pinang bisa untuk 1 kg pakan. Serbuk biji buah pinang bisa juga dilarutkan ke dalam air minum, 1 sendok teh serbuk biji pinang untuk 1 gelas air.

Binatang Pemangsa

Jika kita melihat anak angsa di dalam kandang, terutama pada bulan purnama, tidak akan terjadi gangguan hewan pemangsa, kecuali kucing dan anjing yang masuk tanpa diketahui sebelumnya. Tikus dan tupai bisa masuk ke dalam kandang melalui lubang beragis tengah 2,5 cm. Oleh karena itu, lubang-lubang harus ditutup dengan kawat kasa atau anyaman bambu. 

Biasanya tikus tidak akan mengganggu anak angsa, tetapi seekor tikus bisa melahap hingga 40 kg makanan dalam setahun, jumlah yang tidak sedikit. Untuk mengatasi gangguan tikus, singkirkanlah tempat-tempat tikus bersarang seperti tumpukan kayu, sampah, dan lain-lain. Gunakanlah perangkap tikus atau racun tikus untuk membasmi hal itu.

Hewan pemangsa unggas yang biasa beraksi di lapangan adalah burung elang. Akan tetapi, anak angsa baru boleh digembalakan pada umur empat minggu. Pada saat itu tubuh angsa sudah besar dan berat sehingga tidak perlu dikhawatirkan ada gangguan elang. Musuh yang paling berbahaya adalah binatang-binatang malam seperti musang, anjing. Jika kita kawatir akan terjadi gangguan dari binatang-binatang tersebut. Sebaiknya, pada malam hari anak-anak angsa dikandangkan.


Sumber : Ir. Santa, M.P

Type and hit Enter to search

Close