Herbal Alami

Bahan obat-obatan itu diperoleh bukan dari tempat yang jauh, melainkan dari tempat sekitarnya, dikebun sendiri, diladang, atau dihutan. Apa saja bahan yang diperoleh dari tempat itu ? Bahan obat tersebut terdiri dari daun-daunan, buah-buahan, serta akar akar pepohonan. Bahan dari berbagai jenis tumbuhan itu kemudian diramu secara sederhana, disesuaikan dengan macam penyakit dan sangat manjur.







Obat-obat yang dibuat secara sederhana, dengan aturan yang turun-temurun ini disebut obat tradisional. di tengah membanjirnya obat-obatan modern buatan pabrik yang berbentuk pil, kapsul, atau larutan, obat tradisional masih memegang peranan penting dan wajib dilestarikan.

Pemerintah pernah menganjurkan agar setiap keluarga menanam tumbuh-tumbuhan yang dapat dijadikan obat di pekarangan, yang disebut apotek hidup. Apotek ialah rumah atau toko yang menyediakan atau menjual obat-obatan. Karena obat-obatan tadi belum diolah masih berupa tumbuhan yang ditanam tadi belum diolah masih berupa tumbuhan maka disebut apotek hidup. 

Dari tumbuhan yang ditanan tadi akan dapat dibuat obat berbagai penyakit. Tanaman apotek hidup, misalnya kapulaga, bangle, pisang, pepaya, bluntas, dan kumis kucing. Dari berbagai tumbuhan tadi, baik bunga, daun, buah, maupun akarnya, dapat diramu untuk dijadikan obat.

Kelebihan obat tradisional yaitu tidak mendatangkan efek atau akibat sampingan. Contohnya, kita minum pil obat pusing kepala. Penyakit pusing kepalanya sembuh, tetapi kalau terus-menerus minum pil jenis itu maka akan menimbulkan penyakit yang lainnya. Di satu pihak, penyakitnya sembuh dan di lain pihak menimbulkan atau menyebabkan penyakit lain bertambah parah.

Menurut penyelidikan para pakar atau ahli obat-obatan, obat tradisional tidak mengakibatkan dampak atau efek samping semacam itu. Obat tradisional itu aman. Di kota, sering kita jumpai para ibu penjual jamu gendong. Itulah contoh obat tradisional yang bahannya didapat dari berbagai jenis tumbuhan yang telah diramu.

Manfaat yang diperoleh

Dengan mengenal dan dapat membuat obat tradisional, kita akan memperoleh manfaat atau kegunaan sebagai berikut.
  1. Kita akan dapat mengobati sendiri penyakit kita jika jauh dari dokter dan rumah sakit.
  2. Bahan-bahan untuk obat diperoleh dari tempat yang ada di sekeliling kita, misalnya di kebun, di ladang, atau di hutan.
  3. Kita dapat menolong orang sakit yang memerlukan obat dengan cepat.
  4. kita dapat mengenal khasiat dari tumbuhan yang ada dilingkungan kita dan melestarikannya.
  5. Obat tradisional tidak membawa dampak atau akibat sampingan. Jadi, lebih aman daripada obat modern.
Bagi masyarakat pedesaan, terlebih lagi yang tempatnya terpencil, sangat perlu memiliki pengetahuan dan keterampilan membuat obat tradisional ini. Apalagi di pedesaan atau pelosok terpencil, jenis tumbuhan cukup banyak dan mudah didapat. Jika kita memiliki kepandaian ini sama artinya kita siap menyelamatkan nyawa kita sendiri atau nyawa orang lain. Kemanjuran obat tradisional sudah teruji dan dibuktikan. Nenek moyang kita tidak mengenal obat modern, tetapi sehat dan berusia panjang. Salah satu penyebabnya karena mereka menggunakan obat-obatan tradisional.

Baca juga : herbal tumbuhan pepaya

Buah dan Umbi Tanaman Sebagai Obat

Buah-buahan yang kita makan sehari-hari, banyak yang dapat dijadikan sebagai bahan obat, di antaranya seperti berikut ini.

1. Pepaya

Pepaya mentah kaya akan zat yang dapat mencernakan makanan. Zat itu disebut papaine. Jika kita sakit sembelit (sulit buang air besar), cacingan, dan kekurangan air susu, obatilah dengan pepaya muda dengan ramuan sebagai berikut :

a. 1/2 buah pepaya muda,
b. 1/2 sendok teh garam dapur,
c. 10 butir jintan, dan
d. 3 sendok makan sari jeruk.

Caranya, buah pepaya dilumatkan, dicampur jintan dan garam dapur, lalu dicampur dengan sari jeruk, kemudian diperas dan airnya diminum. Ulangilah hari berikutnya, sampai penyakit sembuh.

Selain sebagai obat, pepaya muda pun dapat digunakan sebagai bahan pengempuk daging. Caranya, beberapa iris pepaya muda dicampurkan dengan daging mentah, kemudian direbus. Daging itu akan menjadi empuk.

Sedangkan pepaya masak berkhasiat untuk mengatasi kelancaran air seni, gangguan jantung, gangguan darah, wasir, dan sembelit. Caranya pepaya masak dicampur dengan madu, lalu dimakan. Untuk pertumbuhan anak, ibu hamil, serta ibu yang menyusui, pepaya masak pun bagus sekali. Caranya pepaya masak di campur madu dan susu secukupnya. Lebih baik dimakan setiap hari.

Selain daging buahnya, daun pepaya pun baik untuk kesehatan. Air perasan daun pepaya dicampurkan sedikit garam dapur, sangat baik untuk pencernaan makanan dan menambah nafsu makan. Caranya, tumbuklah daun pepaya secukupnya, campurlah dengan air hangat yang bersih, berilah sedikit garam dapur, kemudian diminum. Yang harus dihindari, ibu yang sedang hamil jangan memakan pepaya muda dan mentah.

2. Nanas

Jika tenggorokan terkena infeksi atay luka, dapat diobati dengan cara berkumur air sari nanas segar. Caranya parutlah buah nanas yang sudah masak, campurlah dengan air masak, lalu peras menggunakan kain bersih. Gunakan air sari nanas ini setiap hari untuk berkumur-kumur secara berulang-ulang sampai infeksi itu sembuh.

Sari nanas segar dapat pula dipakai untuk tempat yang sakit secara berulang-ulang. Rasa gatal tentu akan berkurang dan hilang. Sari buah nanas juga berkhasiat untuk mengatasi gangguan saluran air kencing. Segelas air sari nanas di campur 5 butir lada dan garam 1/2 sendok teh yang telah ditumbuk, diminum satu kali sehari, akan dapat menghilangkan rasa mual-mual di pagi hari, selesma, (pilek dan demam), sariawan, dan kurang darah.

3. Jeruk

Seperti pepaya dan nanas, buah jeruk juga mudah diperoleh di mana-mana terutama di daerah pedesaan. Buah jeruk bukan hanya dimanfaatkan kelezatannya, melainkan juga dapat dipergunakan sebagai obat. Dari semua jenis buah-buahan, jeruk paling sesuai dimakan untuk segala usia. Sari buah jeruk bermanfaat untuk menambah kekuatan tubuh, untuk melancarkan air kencing, untuk kekebalan daya tahan tubuh terhadap infeksi, dan untuk penyembuhannya. Oleh karena itu, biasakan makan buah jeruk, jeruk juga mengandung vitamin C, zat besi, gula, dan asam sitrat.

Makan secara teratur akan menghindarkan kita dari penyakit batuk, influensa, dan pendarahan. Segelas air jeruk ditambahkan sedikit garam dapur, 1 sendok makan madu, berkhasiat untuk penderita TBC, asma, dan masuk angin.

4. Semangka

Di antara bermacam-macam buah, semangka merupakan buah yang paling banyak mengandung air. Oleh karena itu, apabila kita makan buah semangka secara teratur pada musim kemarau dapat menghilangkan rasa haus, juga mencegah kehilangan zat mineral dalam tubuh karena keringat yang terlalu banyak keluar, dan mencegah pengaruh buruk radiasi panas.

Jika sari buah semangka dicampur madu akan dapat mengurangi penderitaan orang yang sakit demam karena mengandung banyak gizi dan air. Jika kita terganggu sembelit, buah semangka dapat membantu. Dengan cara memakan buah semangka secara teratur, bukan saja dapat berfungsi sebagai pelumas, melainkan juga membantu gerakan-gerakan alamiah otot-otot dubur dengan memberikan kelembapan dalam usus.

Segelas penuh sari buah semangka dicampur dengan segelas penuh yoghurt encer ditambahkan sedikit garam mempunyai khasiat menyembuhkan penyakit kuning, gangguan pada empedu, untuk orang yang merasa kering dan panas di saluran kencing.

5. Asam Jawa

Asam jawa juga sering disebut tangkal asam, asem, atau celagi. Selain bermanfaat sebagai obat, asam jawa juga dapat dijadikan minuman, misalnya untuk sirup. Dalam manfaat sebagai obat, asam jawa sudah dimanfaatkan atau digunakan di 23 negara.

Daging buah rasanya segar dan merupakan obat pencahar ringan. Buahnya yang tua berguna sebagai obat karena adanya minyak yang tidak termasuk minyak (madu,asam). Daun muda asam jawa berguna sebagai obat luar untuk gosok, encok, bisul, dan eksim. Kulit pohonnya mengandung teunein, berguna untuk obat mandi, obat busa, atau salep seperti juga pada daunnya.

Baca juga : Asam jawa baik untuk kesehatan gigi

6. Manggis

Menggis disebut juga maggistan atau manggu. Buah manggis termasuk buah yang di gemari orang. Rasanya manis. Kulit buahnya tebal, berdaging, berwarna unggu, dan bergetah warna kuning. Setiap buah berisi sekitar 5 - 7 biji yan dibalut daging biji yang tebal. Biji-biji yang dibalut daging putih inilah yang dimakan. Jika masih mentah, terasa kecut/asam.

Kulit buahnya yang terasa kecut dapat dimasak. Kemudian, air sarinya digunakan untuk mengobati penyakit mencret, tetapi hendaknya tidak berlebihan. Ekstrak atau sari buah manggis dipergunakan untuk mengobati penyakit mejan, keputihan, dan penyakit cacing. Isi buah digunakan sebagai obat luar untuk wasir, borok, dan keputihan.

7. Jagung

Buah jagung dikenal sebagai makanan pokok penduduk Indonesia bagian timur, sedangkan buah yang muda umumnya digunakan sebagai campuran sayur dan snack seperti pergedel. Tongkol jagung muda daunnya yang masih muda digunakan sebagai obat untuk memperlancar kencing. Caranya. direbus dalam air bersih dan sisakan air secukupnya. Pada obat-obatan, putik bunga jagung digunakan sebagai campuran untuk pengobatan infeksi ginjal, kantong empedu, tekanan darah tinggi, sakit gula, dan sakit kuning.

8. Pisang

Pisang banyak mengandung energi. Satu buah pisang ambon mengandung energi sama banyak dengan tiga buah apel. Pisang dapat diberikan sebagai makanan penguat tubuh. Bisa juga untuk makanan bayi, pisang dilembutkan kemudian dicampurkan dengan susu serta madu. Cara alamiah terbaik untuk memperkuat tubuh dapat ditempuh dengan cara makan pisang dicampur kurma, madu, dan susu secara teratur tiap hari. 

Pada wanita hamil, pisang bermanfaat untuk memperkuat rahim dan janin guna memperlancar kelahiran. Pada umumnya, pisang masak dimakan sebagai pencuci mulut sehabis makan siang. Buah ini hanya sedikit mengandung lemak dan tidak mengandung kolesterol.

9. Tomat

Memakan buah tomat secara teratur sangat bermanfaat untuk kesehatan tubuh kita. Untuk orang yang sedang diet, baik sekali makan tomat secara teratur, satu atau dua butir setiap pagi. Dalam beberapa bulan, kerut tubuh akan berkurang dan kesehatan tetap terjaga.

Segelas penuh sari tomat dicampur dengan sedikit garam dan lada yang diminum setiap pagi merupakan obat paling aman untuk menyembuhkan perasaan mual-mual di perut, gangguan empedu, sakit pencernaan, dan sakit kuning.

Makan tomat setiap hari sangat baik untuk penyembuhkan penyakit liver, encok, sakit kulit tertentu, tuberkolosa, dan asma. Orang yang terkena gangguan metabolisme dan sakit jantung dianjurkan makan tomat secara rutin.

10. Jambu Monyet

Jambu monyet disebut juga jambu mete. Yang paling terkenal dari buah ini adalah bijinya yang dapat dijadikan sebagai makanan kecil atau kudapan yang berharga relatif mahal. Dalam manfaatnya untuk obat-obatan, jambu monyet juga sangat berguna. Daunnya ditumbuh halus dan dicampur dengan kapur, digunakan untuk obat luar penyakit kulit serta luka bakar.

Air perasan kulit buah yang berminyak dipakai sebagai obat luar untuk penyakit borok dan kutil yang menahun. Akarnya dipakai sebagai obat mencret, sedangkan kulitnya dipakai dijadikan obat kumur setelah direndam dengan air hangat. Kegunaan istimewa dari jambu monyet adalah dalam mengobati penyakit gangguan jiwa, seperti hilang ingatan, kelelahan kerja, dan gangguan hubungan intim manusia. Kulit buah yang ditumbuk halus dipersiapkan sebagai obat bubuk. Diperkirakan bahwa jambu monyet dapat mengontrol pusat otak yang terganggu, seperti mundurnya daya ingatan.Tumbuhan obat-batan ini dipergunakan lebih kurang di 23 negera.

11. Jeruk Nipis

Jeruk nipis boleh dikatakan serba guna. Selain dikenal untuk bumbu dan penyebab masakan, juga dikenal dalam dunia obat-obatan tradisional. Untuk penyakit batuk pilek disertai suara serak atau suara hilang, dapat diobati dengan jeruk nipis. Bahannya terdiri dari 1 buah jeruk nipis, minyak kayu putih secukupnya, dan kapur sirih secukupnya.

Cara pembuatannya, jeruk nipis dipotong-potong, kemudian diperas airnya ke dalam cawan. Setelah itu, ditambah minyak kayu putih yang sama banyaknya dan diberi kapur sirih. Cara memakainya, dilumurkan pada dada, leher, dan punggung.

12. Jambu Biji

Jambu biji atau jambu klutuk menurut para ahli dapat dipergunakan sebagai obat untuk menyebuhkan sakit mencret atau diare. Secara lengkapnya ramuan sakit mencret adalah daun jambu biji yang sudah kuning (tua) sebanyak 1 genggam, asam 5 butir, pelasari 2 jari tangan, dan air 2 cangkir. Cara membuatnya, setelah semua bahan dicuci, lalu dipotong kecil-kecil. Bahan ramuan ini kemudian direbus sampai mendidih sehingga akhirnya hanya diperoleh sari sebanyak 1 cangkir. Dalam sehari diminum dua kali dan setiap kali diminum hanya 1/2 cangkir.

13. Kelapa Muda

Pohon kelapa memang serba guna, artinya hampir semua bagian dari tumbuhan kelapa dapat dimanfaatkan untuk kehidupan manusia. Pohonnya berguna untuk bangunan rumah, daunnya untuk ketupat, lidi daun untuk sapu, sabut kelapa untuk bahan tali dan keset. Untuk buah kelapanya sendiri, tidak hanya dagingnya saja yang dapat dimanfaatkan untuk santan atau bahan minuman lezat (kelapa muda). Tempurung kelapa dapat dijadikan sebagai bahan bakar, juga untuk pembuatan peralatan rumah tangga, seperti gayung dan kap lampu.

Air kelapa muda selain diminum sebagai penawar haus, dapat juga dijadikan ramuan untuk obat muntah berak. Caranya, air kelapa 1/2 gelas dicampur dengan garam 1/2 sendok teh, dan air matang 1/2 gelas. Bahan tadi dicampur dan diaduk sampai rata. Obat ini diminum setiap setengah jam sekali sampai buang air besar berkurang. Setelah hal ini berkurang, jarak waktu minum diperpanjang, misalnya 3 - 4 jam satu kali.

14. Kunyit

Kunyit merupakan umbi tanaman yang banyak ditemukan di desa-desa. Kunyit ini dikenal untuk bumbu masak di dapur sebagai bahan pewarna kuning untuk masakan gulai, rendang, atau masakan sayur yang lain. Dalam dunia obat-obatan tradisional, kunyit juga berperan penting di antaranya untuk pengobatan penyakit maag atau sakit uluhati.

Cara membuatnya, carilah kunyit yang sudah tua sebanyak dua jari tangan, kemudian dikupas dan dicuci bersih. Setelah itu, diparut dan dicampur dengan air matang kira-kira setengah cangkir. Peraslah dengan menggunakan kain mori yang bersih. Air perasaan ini didiamkan secukupnya, lalu diambil air beningnya. Cara minumnya, air ramuan tadi diminum sebanyak dua kali dalam sehari, yaitu sebelum makan siang satu kali dan sebelum tidur malam satu kali.

15. Lengkuas

Lengkuas juga termasuk umbi tanaman. Banyak dikenal sebagai bahan bumbu masak. Tanaman ini mudah ditemukan dan banyak ditanam di desa-desa. Dalam dunia obat-obatan tradisional, lengkuas dapat digunakan untuk obat penyakit panu. Cara membuatnya, sediakan lengkuas sebesar ibu jari tangan. Lengkuas ini kemudian dipotong dan bagian wangginya di pukul-pukul diempukkan serta keluar serabutnya. Setelah itu, direndam dalam cuka sebanyak 1/2 sendok makan. Lama merendam secukupnya saja. Cara pengobatannya, gosokan lengkuas yang sudah direndam dalam cuka tadi pada bagian tubuh atau kulit yang ada panunya sehari cukup dua kali saja.

16. Cengkih

Buah cengkih merupakan tanaman industri perkebunan yang potensial di Indonesia. Banyak dikenal untuk bumbu atau saus, rokok, yaitu rokok kretek. Cengkih juga dapat disuling dan diambil minyaknya untuk bahan obat, campuran bahan, dan esens atau aroma minuman. Dalam dunia obat-obatan tradisional, cengkih dapat digunakan sebagai obat sakit gigi. Caranya, beberapa biji cengkih yang baik atau utuh, digoreng sangau (tidak menggunakan minyak goreng) dan jagalah tidak sampai hangus. Setelah itu, ditumbuk halus.

Cara pengobatannya, bubuk cengkih ditaburkan pada kapas dan masukan ke dalam lubang gigi. Bagian kapas yang tidak ditaburi cengkih diletakkan di atas sehingga menjadi penutup gigi. Jika anda mempunyai minyak cengkih, basahkan kapas tadi dengan minyak cengkih ini dan masukan ke dalam lubang gigi.


Sumber : Drs. Harjana, H.P




No comments for "Herbal Alami"